Search This Blog

Loading...

Saturday, August 08, 2009

TARHIB RAMADHAN 1430 H (DSP PKS)

TARHIB RAMADHAN 1430 H

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Ikhwan dan akhawat yang dicintai dan dirahmati Allah !

Waktu begitu cepat berlalu, bulan demi bulan terus berjalan, dan akhirnya
sampailah pada bulan Sya’ban dan - insya Allah – sebentar lagi kita menyambut
datangnya bulan Ramadhan 1430 H. Bulan diwajibkan berpuasa bagi orang-orang
beriman sebagai tarbiyah untuk mengantarkan mereka ke derajat muttaqiin..

Puasa bermakna imsak atau menahan diri dari makan, minum dan segala
sesuatu yang membatalkannya dari waktu fajar sampai tenggelam matahari. Esensi
puasa bermakna pengendalian diri dari hal-hal yang merusak dan dari
memperturutkan selera hawa nafsu. Dan di antara hikmah dari ibadah Ramadhan
adalah adanya kebersamaan saat ifthor dan saat memulai puasa, kebersamaan dalam
ibadah shalat Fardhu dan shalat Tarawih serta kebersamaan dalam aktifitas ibadah
lainnya. Kebersamaan ini juga diharapkan terjadi pada penetapan awal Ramadhan dan
Idul Fitri. Kesiapan bersatu dalam hal yang prinsip adalah bentuk kematangan dalam
beragama, sebagaimana kesiapan berbeda dalam cabang agama adalah bentuk
toleransi dan kedewasaan dalam beragama.

Bulan Ramadhan datang pada saat umat muslim membutuhkan kekuatan iman
dan ruhiyah untuk menghadapi kondisi sulit dan berat dalam kehidupan mereka. Dan
dengan datangnya bulan Ramadhan, Allah SWT. memberikan tambahan energi
kekuatan iman dan ruhiyah, sehingga posisi mereka meningkat naik jauh melebihi
permasalahan yang dihadapinya. Maka dalam suasana keimanan dan ruhiyah yang
kuat, umat muslim dapat sukses mengatasi segala permasalahan hidupnya.

Bulan Ramadhan tahun ini, kondisi umat muslim di dalam negeri baru saja
menyelesaikan hajatan nasional yaitu pileg dan pilpres dengan hasil yang cukup
sebagai modal untuk melanjutkan perjuangan berikutnya. Tetapi pada saat tensi
politik Indonesia menurun pasca pilpres, umat muslim sudah disibukkan kembali oleh
peristiwa Bom Mega Kuningan yang menewaskan 9 orang dan puluhan lain korban
luka. Kembali lagi umat muslim, terutama tokoh-tokoh umat harus bekerja ekstra
keras untuk memulihkan citra Islam dan umatnya, bahwa Islam agama rahmat dan
cinta damai dan tidak pernah mengajarkan terorisme kepada umatnya.

Sedangkan kondisi umat muslim di dunia Islam masih memprihatinkan,
terutama di Palestina yang masih terjajah, masjidil Aqso di bawah cengkraman
penjajah Zionisme Yahudi, begitu juga di Irak, Afghanistan, Mesir, Pakistan, Tunisia
dll. Mereka belum mendapatkan hak kemerdekaannya secara sempurna. Sementara itu
umat muslim yang tinggal di negara-negara minoritas muslim, seperti, Cina, India,
Thailand, Burma, Philipina, negara-negara Eropa dan Amerika, masih jauh dari nilainilai ideal

Dalam suasana seperti ini, bulan Ramadhan datang. Bulan Ramadhan bukan
untuk membuat umat muslim lemah, lesu dan tidak berdaya, karena melaksanakan
ibadah shaum, tilawah Al-Qur’an dan Tarawih. Tetapi Ramadhan harus membuat
umat muslim lebih kuat, bersatu, bersemangat, berani dan berjihad membebaskan
dominasi musuh-musuhnya, baik musuh berupa syahwat dan syetan maupun musuh
dari orang-orang kafir yang mengadakan kerusakan di muka bumi. Demikianlah yang
terjadi dalam perjalanan sejarah umat muslim di bulan Ramadhan.

Memasuki momentum Ramadhan yang sangat baik ini, umat muslim harus
mempersiapkan diri dengan baik sehingga Visi Ramadhan dapat tercapai, yaitu
terealisirnya ketaqwaan. Ketaqwaan yang sebenarnya diseluruh lapangan kehidupan.
Ketaqwaan di rumah, di masjid, di kantor, di sekolah dan kampus, di pasar, dan
ketaqwaan dimana saja kita berada. Ketaqwaan inilah yang melahirkan keberkahan
dari langit dan bumi, pembuka pintu rahmat Allah SWT dan jalan keluar dan solusi
atas segala krisis multidimensional.

“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami
akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya” (QS Al-A’raaf 96).

Pada saat yang sama, krisis inilah yang menimpa umat manusia, krisis
keimanan dan ketaqwaan. Maka terjadilah krisis susulan, seperti ; pembunuhan atas
manusia tanpa hak, pemerkosaan, perzinahan, seks bebas dan aborsi, penggunaan
NARKOBA dan minuman keras, pencurian hutan dan perusakan alam, perampasan
hak orang lain, KKN, penganiayaan dan kezhaliman serta pelanggaran lainnya.
Demikian juga musibah demi musibah tidak kunjung berhenti. Oleh karenanya
penghentian atas krisis tersebut harus dimulai dari akar krisis dan akar
permasalahannya.

Solusi atas krisis secara horizontal harus dimulai dengan mendidik manusia
menjadi insan bertqwa sehingga mampu menahan diri dari pelanggaran-pelanggaran
dan tunduk pada Allah dan hukum Islam. Dan solusi krisis secara vertikal dengan
menegakkan Syari’ah Islam dalam masyarakat dan pemerintah sehingga mereka takut
akan sanksi dan tidak melanggar larangan-Nya. Syari’ah Islam memberi rahmat bagi
manusia, menjamin hak beragama, hak hidup, hak pemilikan harta, hak berfikir dan
berpendapat, hak terpeliharanya kehormatan dan keturunan. Kesinilah langkah harus
ditujukan, pikiran dicurahkan, gerakan reformasi diarahkan, segala tenaga
dikerahkan.

Marilah kita mempersiapkan dan memasuki bulan Ramadhan dengan bekal
yang maksimal, bekal ruhiyah, fikriyah dan jasadiyah. Persiapan ruhiyah dengan
memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah,
dzikir, do’a dll. Persiapan fikriyah dengan mendalami ilmu yang terkait dengan
ibadah Ramadhan. Dan persiapan jasadiyah dengan menjaga kesehatan, kebersihan
rumah, masjid dan lingkungan. Menyiapkan harta yang halal untuk bekal ibadah
Ramadhan.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang terbaik (sayyidusyuhur), dan mengandung
seluruh sebutan, nama dan makna yang baik, oleh karenanya umat muslim harus
meningkatkan semua potensi kebaikannya di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan
adalah bulan puasa (Syahrus Siyam), bulan ibadah (Syahrul Ibadah), bulan Al-Qur’an
(Syahrul Qur’an), bulan ampunan dan kembali (Syahrul Maghfirah wal Inabah)
bulan kepedulian dan solidaritas (Syahrul Muwaasaah), bulan pembinaan (Syahrut
Tarbiyah), bulan jihad (Syahrul Jihad), bulan kesabaran (Syahru Shabr) bulan
ketaqwaan (Syahrut Taqwa) dll.

Bulan Ramadhan sebagai bulan puasa (Syahrus Siyam), berarti umat muslim
harus berpuasa dengan baik dan meningkatkan ibadah puasanya. Melaksanakan
ibadah puasa (shaum) dengan hati yang ikhlas dan penuh pemahaman serta
memperhatikan segala adab dan sunnah-sunnahnya. Para ulama berpendapat bahwa
berpuasa memiliki tingkatan-tingkatan, maka puasa kita harus terus meningkat dari
tahun-ketahun. Puasa bukan hanya menahan makan, minum dan yang membatalkan
dari terbit fajar sampai tenggelam matahari, tetapi puasa dari segala yang diharamkan
Allah, dan puasa yang dapat mengantarkan pada ketaqwaan.

Bulan Ramadhan merupakan bulan ibadah (Syahrul Ibadah), bulan yang
sangat kondusif untuk meningkatkan ibadah, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup
dan syetan dibelenggu. Semua ibadah di bulan ini pahalanya dilipatgandakan.
Siangnya diisi dengan siyam, malamnya diisi dengan qiyam (sholat tarawih) .Dan
diantara waktu siang dan malam diisi dengan tilawah, dzikir, do’a dan ibadah
lainnya. Puncak ibadah Ramadhan ketika memasuki 10 hari terakhir, orang beriman
sangat dianjurkan untuk beri’tikaf di masjid. Bahkan Allah berikan salah satu malam,
yaitu Lailatul Qodar (malam kemuliaan) lebih baik dari 1000 bulan. Rasulullah saw
bersabda:

"Sungguh, telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah, dimana Allah
mewajibkan kamu berpuasa, dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka,
dibelenggu setan-setan. Di dalam Ramadhan terdapat malam yang nilainya lebih
baik dari seribu bulan. Maka barangsiapa yang tak berhasil memperoleh kebaikan
Ramadhan sungguh ia tidak akan mendapatkan itu buat selama-lamanya." (Riwayat
Ahmad, Nasaa'i dan Baihaqy).

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an (Syahrul Qur’an),
umat muslim harus lebih bersungguh-sungguh lagi dalam berinteraksi dengan Al-
Qur’an. Berinteraksi secara utuh, baik secara tilawah, hafalan, pemahaman,
pengamalan dan mengajarkan. Menumbuhkan semangat mencintai Al-Qur’an dan
ahlul Qur’an, mensosialisasikan Al-Qur’an di tengah keluarga muslim dan
masyarakat muslim serta menciptakan genarasi Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan di
bulan Ramadhan dan surat yang pertama turun adalah surat al-Alaq yang berisi
perintah membaca. Maka jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan
pengawal kebangkitan Islam Allah SWT. berfirman:
“Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus
dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal
saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” (QS Al-Israa’ 9)

Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan dan kembali (Syahrul Maghfirah wal
Inabah), dimana pintu ampunan terbuka lebar dan bulan kembali pada Allah dan
ajaran Islam. Suatu kesempatan tahunan yang teramat mahal jika disia-siakan untuk
meraih ampunan Allah dan kesempatan untuk kembali kepada Allah.

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bersabda,” Siapa yang berpuasa Ramadhan
dengan penuh keimanan dan perhitungan, diampuni dosanya yang telah lalu. Siapa
yang shalat malam di Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan perhitungan,
diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘alaihi) .

“Jika awal malam Ramadhan datang, syetan dan jin jahat di belenggu, pintu neraka
di tutup, tidak ada satu pintupun yang dibuka, pintu surga dibuka, tidak ada satupun
pintu yang ditutup, dan setiap malam penyeru berkata, “ Wahai pencari kebaikan
datanglah, wahai pencari keburukan, berhentilah dan Allah memerdekakan dari api
neraka, dan itu setiap malam” (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim dll).
Bulan Ramadhan adalah bulan kepedulian dan solidaritas (Syahrul
Muawaasaah), umat muslim harus meningkatkan kepedulian dan solidaritas di bulan
Ramadhan terhadap saudaranya yang kurang beruntung dari segi ekonomi dan sosial,
yang terkena musibah dan yang sedang berjihad. Lebih khusus lagi, kepedulian dan
solidaritas terhadap para mujahidin, para korban perang, anak-anak yatim, ibu-ibu
janda, orang tua dan semua yang terzhalimi di Palestina.

Di bulan ini Rasulullah saw mencontohkan dan menganjurkan orang-orang
beriman untuk memperbanyak infak, lebih khusus lagi memberi makan orang-orang
yang berpuasa.

Dari Ibnu Abbas ra berkata, Rasulullah saw, adalah orang yang paling pemurah,
dan lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan ketika bertemu Jibril, beliau bertemu
setiap malam bulan Ramdadhan membimbing bacaan Al-Qur’an Rasul saw. Dan
Rasulullah adalah orang yang sangat pemurah dalam kebaikan lebih dari angin yang
berhembus” (HR Bukhari)

“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka seperti pahala orang yang
berpuasa, dengan tanpa dikurangi pahala dari orang yang berpuasa tersebut
sedikitpun” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)
Dan bulan Ramdhan ditutup dengan kewajiban membayar shodaqoh atau zakat
Fitrah. Semua itu merupakan bentuk kepedualian sosial dalam Islam kepada kaum
fakir dan miskin, apalagi kebutuhan untuk belanja pada bulan Ramadhan dan
menjelang Idul Fitri biasanya meningkat, maka solidaritas ini sangat dituntut dari para aghniya untuk berbagi dan membahagiakan kaum fakir dan miskin.

Bulan Ramadhan merupakan bulan tarbiyah (Syahrut Tarbiyah), kesempatan
Ramadhan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh orang-orang beriman,
para da’i dan ulama untuk melakukan tarbiyah, dakwah dan gerakan reformasi
(harakatul ishlah). Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi
sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan.
Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas ta’lim, kajian
kitab, diskusi, ceramah dll, sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan
positif dalam berbagai bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang
menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan
terbesar untuk segala jenis kebaikan, sehingga kebaikan itulah yang dominan atas
keburukan. Dan dominasi kebaikan itu terus bertahan sampai bertemu Ramadhan
kembali, bahkan meningkat secara kualitas dan kuantitas.

Di antara keistimewaan bulan Ramadhan yaitu, bulan Jihad (Syahrul Jihad),
Jihad merupakan puncak ajaran Islam, rahasia kemulian dan kejayaan umat Islam.
Sedangkan landasan jihad adalah keimanan yang kuat, kesucian dan kebersihan jiwa.
Oleh karenannya semangat jihad tumbuh subur di bulan Ramadhan, dan ini adalah
momentum yang sangat tepat untuk menumbuhkan ruhul jihad dalam tubuh umat
Islam untuk membangkitkan kembali kemuliaan Islam dan umatnya. Sejarah telah
membuktikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan gerakan
jihad. Parang Badar Al-Kubra, Fathu Makkah, Pembebasan Palestina oleh
Shalahuddin Al-Ayyubi, Perang Ain Jalut yang dapat menaklukkan tentara Mongol,
Penaklukkan Andalusia oleh pahlawan Tariq bin Ziyaad, Kemerdekaan Indonesia dll,
semuanya terjadi pada bulan Ramadhan.

Esensi dan pesan Jihad dalam Islam adalah kehidupan, kemakmuran,
pencerahan, penyatuan, pendidikan, pembangunan dan perubahan yang bermuara
pada peningkatan kualitas kehidupan dan peradaban Islam yang menebarkan rahmat
bagi alam semesta.

Dan ciri khas dari bulan Ramadhan lainnya adalah bulan kesabaran (Syahrus
Shabr), kesabaran dalam melaksanakan seluruh bentuk ketaatan dan kebaikan,
kesabaran dalam meninggalkan kemaksiatan dan kesabaran dalam menjalani ujian.
Kesabaran dalam berjamaah dan beramal jamai, kesabaran dalam berkeluarga,
mendidik anak dan bermasyarakat, kesabaran dalam menghadapi fitnah, kesabaran
dalam berukhuwah, kesabaran dalam memberi dan menerima nasehat Pembelajaran
kesabaran itu berawal dari puasa, kemudian terus meningkat sampai pada kesabaran
dalam jihad, maka sampailah pada predikat muttaqin sebagai buah dari seluruh
rangkaian ibadah Ramdahan, dan inilah hakekat dari kesuksesan yang sejati. Allah
berfirman:

”Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu
dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”
(QS Ali Imran 200).

Semoga Allah SWT menerima shiyam dan ibadah kita dan mudah-mudahan tarhib
ini dapat membangkitkan semangat amal, dakwah dan jihad kita sekalian sehingga
membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia dan seluruh dunia Islam yang lebih
baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera dengan mendapat ridha Allah.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
H 1430 Sya’ban 14 Jakarta,

5 Agustus 2009 M
DEWAN SYARI’AH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
KH. DR. H. SURAHMAN HIDAYAT, MA
KETUA

No comments: