Senin, April 23, 2012

JALAN RAYA di KALIMANTAN BARAT

Dulu, saat masih di Sumatera sempat berfikir jalan "terparah" adanya di Provinsi Riau...sampai-sampai keluar sindiran sarkasme tentang jalanan Riau.  Kalau naik mobil ke arah Riau (dari Sumut, Sumbar atau Jambi) tertidur kemudian terasa jalan mobil berguncang itu tandanya sudah masuk perbatasan Riau... Entah sekarang masih seperti itu atau tidak?

Setelah pindah ke Kalimantan.... Kalbar tepatnya....beeuuuhh ternyata ada yg lebih parah..sampai bingung menggambarkannya.

ini ada tulisan tentang itu klik aja di sini http://pontianak.tribunnews.com/2012/04/22/infrastruktur-wilayah-timur-seperti-bubur

Kamis, April 05, 2012

SIM mati, bisakah "diperpanjang" di daerah tempat tinggal baru

Bukan ukuran SIM nya yang diperpanjang...tapi masa berlakunya.  Kebetulan punya 2 SIM (A dan C), SIM yang C bulan depan habis masa berlakunya...yang SIM A masih tahun depan.   Yang jadi masalah ke-2 nya diterbitkan di Riau sana...  Pertanyaannya "bisakah SIM yang diterbitkan di Riau diperpanjang di Kalimantan Barat sini?"......kan repot kalo sekedar ngurus perpanjangan SIM mesti balik lagi ke Rengat.  Hasil nanya google, ini jawaban yang agak jelas (karena dr pihak terkait).....  Pilihannya:
1. Minta Surat Penarikan Berkas di daerah penerbit SIM awal (Riau)
2. Buat SIM baru di sini

info lengkapnya silahkan klik di link sini 

semoga bermanfaat

REBUTAN KURSI "DINGKLIK"

Lagi rame lelang kursi Bekas... ini link beritanya http://news.detik.com/read/2012/04/04/165757/1885280/10/agung-laksono-golkar-tak-incar-pos-menteri-eks-pks http://news.detik.com/read/2012/04/05/034143/1885580/10/ppp-tak-pantas-koalisi-berebut-menteri-eks-pks http://news.detik.com/read/2012/04/05/055608/1885588/10/pan-tak-berambisi-dapat-tambahan-jatah-menteri-eks-pks 


sumber gambar: http://www.rumahmainan.com/produk2/dingklik_anak.jpg



KASUS SUAP PON RIAU (ANGGOTA DPRD RIAU)

Perkembangan terbaru kasus suap PON RIAU >>>> JAKARTA (RP) - KPK telah menetapkan empat tersangka kasusini. Hal itu disampaikan juru bicara KPK, Johan Budi dalam jumpa pers di kantor KPK, Rabu (4/4). Menurutnya, keempat tersangka yang tertangkap tangan pada Selasa (3/4) petang, yakni inisial MFA (Muhammad Faisal Aswan)(GOLKAR) dan MD (Muhammad Dunir) (PKB), keduanya anggota DPRD Provinsi Riau. Kemudian inisial EDP (Eka Dharma Putra), Kepala Seksi di Dinas Olahraga Riau serta RS (Rahmat Syahputra), karyawan PT Pembangunan Perumahan. link beritanya bisa dibaca di sini http://riauterkini.com/hukum.php?arr=45571 dan di sini http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=11173&kat=5