Kamis, Februari 28, 2008

WISUDA UNPAD 2008


Ada apa dengan wisuda UNPAD tahun ini? sampai saya mesti posting 2 kali... mohon maaf sama temen-temen yang gogling dengan keyword sejenis dan nyelonong ke blog ini. Bukan bermaksud naikkan "rating" dengan nambah kata kunci diluar topik.. sekali lagi mohon maaf!!.

Saya lagi bahagia -kami tepatnya- dan ada kaitannya dengan berita wisuda UNPAD 2008. Hari ini adik kami yang bungsu -Ikhsan Maulana, SKed- dilantik sebagai sarjana Kedokteran UNPAD. Saya bayangkan yang saat ini paling bahagia adalah Bunda kami tercinta, maklum 4 orang sudah anak-anaknya dilantik dan yang bungsu ini istimewa karena beliau bercita-cita ada salah satu anaknya yang jadi dokter -biasalah cita-cita orang tua jaman dulu, sekarang masih kali ya-.

Agak berliku juga jalannya, pertama saya -sebagai anak sulung- dulu lulus SMA tahun 91 sempet nyiapin berkas untuk daftar di FK UNDIP semua persyaratan sudah dilengkapi pokoknya tinggal kirim..eh tiba-tiba datang tawaran USMI -PMDK ala IPB- langsung berubah pilihan. Saya berdua temen sebangku di SMA -Ma'munir- sama-sama diterima di Bogor, FK UNDIP dilupakan. Bunda gak protes -sepertinya- soalnya udah tertutup kebahagiaan masuk IPB tanpa susah payah test, Alhamdulillah... dan moment ini yang paling "disyukuri" oleh ibunya anak-anak "kalau gak masuk IPB gak akan ketemu dia katanya :))"..... narsis. Bisa-bisa dapet anak UNDIP :))

Adek saya berikutnya tahan 3 tahun -ngikutin UMPTN- dan gak ambil kuliah swasta gara-gara ingin nyenengin ibu... 3 tahun tapi gagal :(( akhirnya kuliah di swasta juga MIPA-KIMIA. Adek yang berikutnya gak tau persis karena dari SMA jurusannya Sosial dan jadi Sarjana Hukum UNDIP...

Yang bungsu akhirnya bisa memenuhi cita-cita ibu, padahal saat lulus SMA diterima di 2 tempat STAN -Bea Cukai- dan FK UNPAD. Karena bayangan ibu tentang Bea Cukai "menyeramkan"...kerja di laut katanya, bawa senjata, ketemu penyelundup dsb... :)) jadi beliau nyuruh ambil yang UNPAD plus alasan deket dengan rumah..Padahal di Bea Cukai gak bayar kalau gak salah.

4 tahun sudah berlalu akhirnya hari ini kesampaian juga cita-cita beliau, dengan kondisi keuangan yang tidak berlebih -ya cukupan lah- secara "gotong royong" kami sama-sama berbagi membiayai si Bungsu... Alhamdulillah syukur kepada Allah atas nikmat kepada keluarga kami. Walaupun dari segi materi tidak berlebih, 4 anak ibu bisa menyelesaikan bangku kuliah dan itu tidak semua keluarga dapat meraihnya.


rugilah orang-orang yang kufur atas nikmat dari NYA....

SELAMAT UNTUK SEMUA WISUDAWAN DAN WISUDAWATI... perjalanan anda di dunia nyata dimulai..

Berbuatlah untuk sesama!

PERKEMBANGAN KASUS SUSU BERBAKTERI DARI BOGOR

Makin ramai kasusnya... :)
di koment detik.com bu Menteri di maki-maki oleh pembaca -saya perhatikan bukan semuanya civitas IPB atau alumni-, padahal salah satu alumni ada di istana negara :))

sebagai bagian dari IPB, secara pribadi kami -saya dan istri- sudah memaafkan komentar ibu mentri mungkin beliau agak panik saat itu jadi gak terkontrol lisannya... Saya aja awalnya agak gimana gitu melihat "bahasa tubuh" beliau saat diwawancarai wartawan . Sedikit asal jawab.. maaf bu!

Saran saya, balik ke masalah awal... fokus...fokus... masalah mis komunikasi selesaikan secara baik dan gak usah pada emosi tapi masalah tanggung jawab dengan masyarakatnya -kasus pencemarannya- selesaikan secara profesional dan bertanggung jawab sebagai seorang pemimpin yang diberi amanah.

Yo pada duduk bersama untuk kebaikan rakyat, jangan duduk bersama untuk membohongi dan membodohi rakyat -konspirasi-.

Apapun, semua diminta pertanggung jawaban di hadapan Nya... hati, lisan, juga tulisan tentunya.

ini berita terbarunya:
=========================================
sumber: detik.com
28/02/2008 07:31 WIB
Mahasiswa IPB Gugat Pernyataan Menkes Soal Susu Berbakteri
Iqbal Fadil - detikcom

Jakarta - Forum Mahasiswa Pascasarjana (Wacana) Institut Pertanian Bogor (IPB) tidak terima atas pernyataan Menkes Siti Fadilah Supari yang mempertanyakan kredibilitas institusi dan dosen IPB terkait hasil penelitian yang menemukan susu berbakteri.

Rencananya, Kamis (28/2/2008), sejumlah perwakilan Wacana IPB akan menemui Komisi IV DPR yang membidangi masalah kesehatan.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Ketua Wacana IPB Sadikin Amir menganggap pernyataan Menkes telah menistakan institusi IPB.

Sadikin menggugat pernyataan Menkes Siti yang berbunyi "Institusi IPB tidak berhak melakukan penelitian tersebut dan yang berhak adalah seorang Dokter. Untuk itu kredibilitas institusi IPB dan dosen peneliti perlu dipertanyakan." seperti yang dilansir di beberapa media massa.

Menurut Sadikin, hasil riset (uji laboratorium) ahli hispatologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Sri Estuningsih, yang menemukan 22 merek dagang susu formula bayi dan anak yang beredar di pasaran mengandung bakteri entero bacter saka-zhakii tidak menyalahi aturan.

"IPB sebagai institusi ilmiah berhak dan berkewajiban melakukan riset untuk mengaktualisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat," cetusnya.

Dari sisi pengabdian masyarakat, lanjut Sadikin, hasil riset ini sangat penting karena menyangkut tingkat kualitas kesehatan/hidup jutaan bayi di Indonesia sebagai generasi penerus bangsa.

"Wacana IPB mengutuk keras komentar Menteri Kesehatan RI karena telah merendahkan harkat dan martabat IPB dan perguruan tinggi pada umumnya sebagai institusi ilmIah yang senantiasa berpedoman pada kerangka analisis, logis,dan obyektif," ujar Sadikin.

"Untuk itu, Wacana IPB menuntut dan mendesak Menteri Kesehatan RI untuk meminta maaf dan
mengklarifikasi pernyataannya kepada seluruh civitas akademika IPB dan perguruan tinggi pada umunya melalui media cetak dan elektronik selambat-lambatnya 1 X 24 jam sejak di bacakannya pernyataan sikap ini," tandas Sadikin.
( bal / bal )

Rabu, Februari 27, 2008

Heboh tentang susu formula dari Bogor

MENKES RAGUKAN PENELITIAN IPB SOAL SUSU BERBAKTERI

http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/27/time/010029/idnews/900449/idkanal/10

ini berita terkait
http://www.ipb.ac.id/id/?b=598
=====================================

Makanan dan Susu Formula Bayi yang beredar di Indonesia Terkontaminasi Enterobacter sakazakii
Jumat, 15 Februari 2008

Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri dari Dr. Sri Estuningsih, mengungkapkan sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April - Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. " Sampel makanan dan susu formula yang kami teliti berasal dari produk lokal," kata Estu. Menurut Estu, selain dirinya, beberapa staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergabung dalam penelitian ini antara lain: Drh.Hernomoadi Huminto MVS, Dr. I.Wayan T. Wibawan, dan Dr. Rochman Naim.

Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama, isolasi dan identifikasi E.sakazakii dalam 22 sampel susu formula dan 15 sampel makanan bayi. Tahap kedua, menguji 12 isolat E.sakazakii dari hasil isolasi dan kemampuannya menghasilkan enteroksin (racun) melalui uji sitolisis (penghancuran sel). Dari 12 isolat yang diujikan terdapat 6 isolat yang menghasilkan enteroksin. Uji selanjutnya adalah menguji isolat tersebut pada kemampuan toksinnya setelah dipanaskan. Terdapat 5 dari 6 isolat tersebut yang masih memiliki kemampuan sitolisis setelah dipanaskan.

Selanjutnya Estu menentukan satu kandidat dari isolat tersebut dan menguji enterotoksin serta bakteri vegetatifnya pada bayi mencit berusia enam hari. Bayi mencit diinfeksi melalui rute oral (cekok mulut) menggunakan sonde lambung khusus dan steril. Setelah 3 hari kemudian dilakukan pengambilan sampel organ mencit tersebut. "Hasil pengujian enteroksin murni dan enteroksin yang dipanaskan dan bakteri mengakibatkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak). Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan metode hispatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin Eosin.

Penelitian ini menyimpulkan di Indonesia terdapat susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi oleh E. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis pada bayi mencit. Dari hasil pengamatan histopatologis yang diperoleh masih dibutuhkan penelitian senada yang lebih mendalam untuk mendukung hasil penelitian tersebut. Sangat penting dipahami bahwa susu formula bayi bukanlah produk steril, sehingga dalam penggunaannya serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengkonsumsi produk tersebut.

Estu secara pribadi telah menlihat langsung fasilitas salah satu perusahaan makanan dan susu formula dengan omzet terbesar di Indonesia. "Sebagian besar fasilitas tersebut telah memenuhi standar operasional prosedure perusahaan susu formula bayi, dan saat ini masih terus dilakukan upaya untuk mencegah kontaminasi tersebut," ujar Estu. (ris)


lebih asik baca komentarnya di milist alumni...eh ternyata di koment berita detik.com lebih heboh.


UNPAD WISUDA 2137 MAHASISWA

UNPAD WISUDA 2137 MAHASISWA

berita - 27 Feb 2008 Sebanyak 2137 lulusan Universitas Padjadjaran dilantik dalam Upacara Wisuda, yang bertempat di Grha Sanusi Hardjadinata. Wisuda Lulusan Gelombang II tahun akademik 2007-2008 Unpad ini diselenggarakan selama tiga hari sejak Rabu (27/02) hingga Jumat (29/02) dan dibagi dalam enam sesi.

Pada sesi pertama akan diwisuda lulusan dari Program Pascasarjana, yakni Program Doktoral sebanyak 48 orang dan Magister S-2 sebanyak 192 orang dari berbagai jurusan. Bersamaan dengan itu dilantik pula lulusan dari Fakultas Sastra sebanyak 111 orang dan fakultas termuda di Unpad yakni Fakultas Teknik Geologi yang menghasilkan 12 orang lulusannya.

Dalam pidato sambutannya, Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia menyatakan bahwa wisuda adalah sebuah kulminasi dari proses pembelajaran yang dijalani seorang peserta didik dengan melibatkan banyak pihak, seperti dosen dan tenaga kependidikan, orang tua, pemerintah, dan masyarakat.

Dan untuk menghasilkan seorang wisudawan yang berkualitas, setiap komponen harus menyadari fungsi dan peranannya serta terus meningkatkan kualitas kinerjanya. “Sebagai pihak yang secara langsung terlibat dalam proses pendidikan, kami memang memprioritaskan untuk selalu meningkatkan fungsi pelayanan kami dari waktu ke waktu,” tegas Rektor.

Menurut Rektor, hal ini juga sebagai upaya bertahap untuk menjadikan Unpad perguruan tinggi berkelas dunia. Selain terpilih sebagai perguruan tinggi nomor tiga nasional yang lulusannya banyak terserap di dunia kerja, kini Unpad juga menduduki ranking lima nasional yang dikeluarkan oleh Global Asia, untuk perguruan tinggi yang sudah menjadi BHMN.

Bahkan menurut Rektor, pada Rembuk Nasional Pendidikan Februari 2008 yang lalu, forum tersebut menempatkan Unpad sebagai perguruan tinggi yang paling banyak diminati mahasiswa asing sebagai tempat belajar. “Saat ini, ada sekitar 800-an mahasiswa asing dari berbagai negara yang sedang menuntut ilmu di Unpad. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan di Unpad sudah ada yang memenuhi kualitas pendidikan yang diakui oleh dunia internasional.”

Dalam pidatonya Rektor juga berpesan agar para wisudawan menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat (life-long learner), untuk siap beradaptasi dengan perubahan. “Konsep menjadi pembelajar sepanjang hayat tadi menjadi relevan untuk menghadapi perubahan, karena sampai kapanpun dunia pendidikan akan selalu tertinggal oleh perkembangan tuntutan dunia kerja yang sangat cepat dan kompleks,” ujar Rektor.

Selain melantik 240 orang lulusan Program Pascasarjana, pada wisuda gelombang ini, Rektor juga melantik sebanyak 1198 lulusan Sarjana (S-1) dan 407 lulusan Diploma (D-III) seluruh jurusan di Unpad. (afn)

Senin, Februari 25, 2008

ASAP...ASAP... siapa mau asap habis musim durian disambung musim asap

Beberapa hari gak posting! beberapa hari ini "dunia" terasa sesak, kemerdekaan menghirup udara segar sudah dirampok oleh mereka-meraka pembakar "hutan" - gak ada lagi hutan- paling-paling semak beluker. Sibuk saling tuduh, perorangan atau perusahaan...bagi kami dan terutama anak-anak sekolah gak pengaruh dan gak mau tau, mau perorangan ke mau perusahaan yang jelas jangan bakar "hutan" kami dan jangan rampok udara bersih kami biarkan paru-paru kami diisi dengan sesuatu yang bersih.

ASAP simbol keserakahan manusia... simbol ketidakmampuan penguasa, sekarang malah dijadikan komoditas politik..

Sudah itu kami dianggap "tidak ada"...karena yang didengar hanya protes negara tetangga...kalau rakyat kecil yang biasa keluar rumah jalan kaki, naik sepeda, naik motor ... EGP emang gua fikirin siapa suruh miskin!!!!

Ya Allah Engkau yang Maha Tahu seperti apa penderitaan kami.

ini berita dari :
http://www.riauinfo.com/main/news.php?c=10&id=4100

=====================

TERKAIT ASAP DARI KARHUTLA...
Riau Aman, Belum Terima Keluhan Negara Tetangga
25 Feb 2008 13:21 wib
Surya

PEKANBARU (RiauInfo) - Riau sebagai penghasil asap dari kebakaran hutan dan lahan saat ini belum menerima keluhan dari negara tetangga. Keadaan ini masih dinilai aman secara bilateral, baik antar negara maupun Riau dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapaura.

"Belum ada laporan keluhan dari negara tetangga. Kondisi masih aman,"ujar Mambang Mit yang menjabat Setdaprov Riau kepada wartawan, Senin (25/02) di Pekanbaru. Menurut Mambang, pemprov Riau saat ini secara intensif tengah melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Riau.

"Kita telah melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Bahkan gubernur sendiri turun tangan langsung memadamkan api ke lokasi. Dan terbukti titik api telah berkurang. Sehingga upaya ini akan dimaksimalkan lagi,"ujar Mambang.

Selain itu, Mambang menegaskan, upaya pemprov mengatasi kebakaran hutan dan lahan saat ini telah dilakukan koordinasi dari pihak terkait. "Kini gubernur sedang rakor karhutla ini di Dumai. Rakor ini menghadirkan pihak terkait, Bupati Bengkalis, walikota Dumai dan bupati Rohil serta pihak terkait lainnya. Dari rakor ini kita harapkan akan maksimal penanggulangan kebakaran nantinya,"ujar Mambang.(Surya)

====

KARHUTLA ehm...istilahnya aja dibuat cantik!!!

berita lain yang "menyedihkan".....

http://riauterkini.com/lingkungan.php?arr=17864

Ahad, 24 Pebruari 2008 14:20
Gubri Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan Gambut

Gubernur Riau M Rusli Zainal terlibat langsung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Tidak sekedar mengkoordinir, melainkan langsung turun tangan, memadamkan.

Riauterkini-RANTAUBAIS- Selain memimpin koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan meninjau langsung sejumlah lokasi kebakaran,Gubernur Riau M Rusli Zainal juga turun tangan langsung, membantu pemadaman titk api.

Sekitar sepuluh menit gubenur memegang slang pemadam, membantu tim Polisi Hutan (Polhut) Dinas Kehutanan rokan Hilir di lahan gambut yang terbakar di Desa Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Rohil. Dengan cekatan gubernur menyemprotkan dan menyuntikan air di lahan gambut yang terus mengepulkan asap. Kondisi itu pertanda api masih ada di bawah permukaan tanah, meski dari atas tak terlihat kobaran api.

Usai membantu pemadaman kebakaran lahan, gubernur mengatakan bahwa memadamkan api di lahan gambut tak semudah dibayangkan. "Dari pengalaman tadi, pemadaman api di lahan gambut tak seperti memadamkan kebakaran biasa. Sangat sulit, " ujarnya kepada wartawan, termasuk riauterkini yang menyertai kunjungan lapangan di Rohil, Ahad (24/2).

Dikatakan gubernur, pemadaman kebakaran di lahan gambut tak bisa sekedar dengan peralatan manual, tetapi memerlukan peralatan taktis. Keberadaan peralatan taktis inilah yang masih minim.

Atas keterbatasan tersebut, gubernur mengatakan telah meminta kepada pemerintah pusat, melalui Bakornas bantuan. "Besok permintaan kita akan dibahas. Semoga yang kita minta bisa dikabulkan," demikian penjelasan gubernur.

Turut dalam rombongan gubernur, Wakil Bupati Rohil Suyatno, Asisten II Setdaprov Riau Herlian Saleh, Asisten III Setdaprov Riau Raja Marjohan Yusuf dan sejumlah pejabat Pemprov Riau dan Pemkab Rohil.***(mad)


Gak perlu atuh pejabat "tergopoh-gopoh" sibuk nyemprotin selang air.. yang penting buat kebijakan yang bisa mencegah kebakaran hutan... bekerja sebelum terjadi kebakaran! masa tiap tahun musim asap terus.

Kasihan anak-anak jangan kotori paru-paru mereka, kalau yang tua-tua udah pada banyak dosa dan susah diingetin mah pada biasa dengan lingkungan kotor, hidup kotor, fikiran kotor, otak kotor... kadang harta pun kotor....cepet-cepet tobat sebelum dimasukan ke dalam tempat yang paling "kotor".


Di Jakarta ada musim BANJIR yang dianggap "bencana alam" di Riau ada musim "ASAP"....

BTW. Gempa di Bengkulu terasa sampai di sini... Ya Allah Ampuni kesalahan dan kesombongan kami!!

Selasa, Februari 19, 2008

Program Pembantuan Beasiswa tahun 2008 untuk PTK PNF

PROGRAM KEGIATAN

A. Sasaran

Sasaran Program Pembantuan Beasiswa tahun 2008 adalah pendidik dan tenaga

kependidikan pendidikan nonformal (PTK-PNF) sebanyak 80 (delapan puluh) orang

PTK-PNF Pusat dan Daerah dengan rincian 50 (lima puluh) orang PTK-PNF yang

sedang mengikuti perkuliahan Strata Satu (S1) dan 30 (tiga puluh) orang PTK-PNF

yang sedang menempuh Strata Dua (S2) atas biaya sendiri.

B. Dana Pemantuan Beasiswa

Pada tahun 2008 dana pembantuan beasiswa yang dialokasikan adalah sebesar

Rp.5.000.000,- untuk jenjang Strata Satu (S1) dan Rp. 7.500.000,- untuk jenjang

Strata Dua (S2).

C. Penggunaan Dana Pembantuan Beasiswa

Dana pembantuan beasiswa diperuntukkan membantu pembiayaan penelitian, SPP,

pembelian buku, dan keperluan lainnya terkait dengan perkuliahan.

D. Seleksi

Penetapan penerima pembantuan beasiswa dilakukan melalui seleksi yang dilakukan

oleh Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal

(Direktorat PTK-PNF) Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga

Kependidikan (Direktorat Jenderal PMPTK). Seleksi ini bersifat administratif yang

bertujuan untuk menilai dan menetapkan penerima bantuan beasiswa. Peserta yang

dinyatakan lulus seleksi tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur

Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan tentang Penetapan

Penerima Pembantuan Beasiswa Tahun 2008.

5

E. Mekanisme dan Jadwal Penyelenggaraan

Mekanisme dan jadwal penyelenggaraan Program Pembantuan Beasiswa ditetapkan

sebagai berikut:

1. Sosialisasi Program Pembantuan Beasiswa dilaksanakan mulai bulan Pebruari

s.d Maret 2008.

2. Pendaftaran berkas Program Pembantuan Beasiswa dibuat rangkap dua dan

dikirim ke Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal

Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan,

dengan alamat Komplek Depdiknas, Gedung D Lantai XIII, Jl. Pintu Satu

Senayan, Jakarta, bulan April 2008.

3. Seleksi berkas dilakukan bulan Mei 2008.

4. Penetapan penerima pembantuan beasiswa melalui Surat Keputusan Direktur

Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan tentang

penetapan penerima pembantuan beasiswa bulan Mei 2008.

5. Pengumuman penerima pembantuan beasiswa bulan Mei 2008.

6. Penyusunan akad kerjasama antara Direktorat PTK-PNF dengan penerima

pembantuan beasiswa mulai bulan Mei 2008.

7. Penandatangan akad kerjasama bulan Juni 2008

8. Pencairan dan distribusi dana pembantuan beasiswa ke rekening yang

bersangkutan bulan Juli 2008.

F. KETENTUAN

1. Ketentuan bagi mahasiswa Strata Satu (S1), sebagai berikut:

a. Berusia maksimal 45 tahun;

b. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2.50;

c. Telah menjadi pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal

minimal satu tahun baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun

non PNS;

d. Lulus seleksi oleh Direktorat PTK-PNF.

6

2. Ketentuan bagi mahasiswa Strata Dua (S2), sebagai berikut:

a. Berusia maksimal 50 tahun;

b. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2.75;

c. Telah menjadi pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal

minimal dua tahun baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun

non PNS;

d. Lulus seleksi oleh Direktorat PTK-PNF.


=============

sumber : jugaguru.com, info lengkap klik di

http://www.jugaguru.com/vlib/35/tahun/2008/bulan/02/tanggal/19/id/671/



PEMBANTUAN DANA BAGI PENDIDIK PAUD 2008

Kembali berburu berita di www.Jugaguru.com, dapat beberapa informasi cukup menarik. Lumayan bermanfaat untuk guru-guru dan pengelola. Berikut cuplikannya -lengkapnya silahkan klik di

http://www.jugaguru.com/vlib/35/tahun/2008/bulan/02/tanggal/19/id/671/:


===========================================

PEDOMAN

PEMBANTUAN BAGI PENDIDIK PAUD

(PENDIDIKAN ANAK USIA DINI)

TAHUN 2008

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU

PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

PENDIDIKAN NONFORMAL

TAHUN 200

C. TUJUAN

1. Tujuan Pedoman

Memberikan acuan bagi penyelenggaraan pemberian dana pembantuan

kepada Pendidik PAUD

2. Tujuan Pemberian Dana pembantuan

a. Memberikan penghargaan bagi Pendidik PAUD

b. Meningkatkan motivasi dan dedikasi kepada Pendidik PAUD dalam

melaksanakan tugas

c. Meningkatkan kinerja Pendidik PAUD dan kinerja lembaga

penyelenggara program PAUD.

d. Peningkatan mutu pelayanan pendidikan dari Pendidik PAUD

D. SASARAN

Pendidik PAUD yang berada di 33 Provinsi sebanyak 40.000 orang dengan

rincian terlampir. Setiap Provinsi diharapkan merekrut Pendidik PAUD pada

satuan TPA, SPS dan Kelompok Bermain secara proporsional sesuai dengan

kondisi daerah masing-masing.

E. HASIL YANG DIHARAPKAN

1. Terealisasinya pemberian dana pembantuan kepada Pendidik PAUD yang

merupakan penghargaan atas pengabdiannya.

2. Termotivasi dan berdedikasinya Pendidik PAUD dalam melaksanakan

tugas.

3. Adanya data penerima dana pembantuan bagi Pendidik PAUD sebanyak

40.000 orang.

F. BIAYA

Biaya yang akan diberikan untuk Pendidik PAUD ini melalui DIPA Direktorat

Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non-Formal tahun anggaran

2008.

BAB II

BENTUK, JUMLAH DAN KRITERIA

PENERIMA DANA PEMBANTUAN

A. BENTUK

Pemberian penghargaan berupa dana pembantuan bagi Pendidik PAUD pada

tahun anggaran 2008 akan diberikan dalam bentuk bantuan yang dapat

dicairkan / diuangkan langsung oleh Pendidik PAUD melalui rekening bank

yang bersangkutan sesuai dengan nomor rekening bank yang diajukan ke Dit.

PTK-PNF.

A. JUMLAH DANA PEMBANTUAN

Dana pembantuan bagi Pendidik PAUD pada tahun 2008 akan dialokasikan

kepada 40.000 orang Pendidik PAUD yang berada di 33 Provinsi. Masingmasing

Pendidik PAUD akan memperoleh dana pembantuan sebesar @ Rp.

100.000,-. selama 6 (enam) bulan, mulai bulan januari sampai dengan bulan

juni 2008. Jumlah dana pembantuan yang diberikan sebesar Rp. 600.000

(Enam Ratus Ribu Rupiah) per orang.

C. KRITERIA PENERIMA DANA PEMBANTUAN

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh Pendidik PAUD calon penerima

dana pembantuan, yaitu :

1. Telah melaksanakan tugas sebagai Pendidik PAUD pada Kelompok

Bermain/Taman Penitipan Anak/Satuan PAUD Sejenis (Taman Pendidikan

Al-Qur’an plus PAUD, Sekolah Minggu, Pos PAUD) minimal 1 tahun secara

terus menerus dan diutamakan yang lebih lama melaksanakan tugas /

mengabdi, yang dibuktikan dengan surat keterangan melaksanakan tugas

dari Lembaga PAUD.

2. Mengisi formulir kelengkapan pencairan dana.

3. Memiliki KTP yang masih berlaku sesuai dengan domisili Pendidik PAUD

bertugas.

4. Memiliki nomor rekening bank atas nama pribadi disesuaikan dengan KTP.

...

Blog Di acak-acak

Tampilan template blog berubah lagi dan yang jelas beberapa daftar link dan blogroll hilang :(( entah kenapa halaman depan gak bisa di akses error...terpaksa ganti layout dengan template default yang ada di blogger.

Sabtu, Februari 09, 2008

100.000 Guru Dapat Beasiswa Kuliah di PT

100.000 Guru Dapat Beasiswa Kuliah di PT

BANDUNG, (PR).-
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) Depdiknas kembali menyalurkan tambahan beasiswa bagi 100.000 guru secara dekonsentrasi, selama tahun anggaran 2008.

"Kita berharap, guru-guru SD/calon mahasiswa baru yang akan menempuh program S-1 PGSD (Pendidikan Guru SD) di Universitas Terbuka (UT), seluruhnya memperoleh bantuan pembiayaan studi yang disediakan pemerintah," kata Rektor UT Prof. Dr. M. Atwi Suparman, M.Sc., dalam sambutannya yang disampaikan Pembantu Rektor II UT, Ir. Nadia Sri Damajanti, M.Ed.,M.Si. pada upacara penyerahan ijazah dan pelepasan lulusan D-II PGTK (Pendidikan Guru TK), D-II PGSD, dan S-1 PGSD, di Gedung Serba Guna Sopo Sulaksana Antapani Bandung, Selasa (5/2).

Dikatakan, dalam tahun anggaran 2007, pemerintah mengalokasikan anggaran pemberian beasiswa kepada 170.000 orang guru yang tersebar di seluruh tanah air. Beasiswa tersebut telah disalurkan kepada kabupaten/kota melalui Dinas Pendidikan provinsi di seluruh Indonesia.

Dari jumlah beasiswa 170.000 orang guru tersebut, diprioritaskan untuk membiayai beasiswa lanjutan kepada 12.616 orang guru yang sedang menempuh studi pada program D-II PGTK dan S-1 PGSD di UT. Selebihnya disalurkan untuk guru PGSM (Pendidikan Guru Sekolah Menengah), yang juga berupaya meningkatkan kualifikasi pendidikannya.

Menurut Atwi Suparman, mulai masa registrasi semester lalu (2007), penerimaan calon mahasiswa program S-1 PGSD-UT tidak hanya terbatas pada guru-guru SD tetapi juga guru-guru PNS yang selama ini mengajar di madrasah ibtidaiah.

Pada bagian lain sambutannya, Rektor UT mengemukakan, kemampuan belajar mandiri yang dimiliki lulusan UT ini merupakan modal kuat bagi lulusan UT untuk terus menerus belajar. (A-79)***

sumber berita: Pikiran Rakyat, 09 Februari 2008.
http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=11222

Rabu, Februari 06, 2008

AUTISME

Pulang dari Pekanbaru -selama 3 hari- dapat informasi dari Kepala Sekolah tentang adanya murid baru. Cuma dicurigai -maaf- ada perbedaan dengan temen-temennya yang lain, kebetulan kondisinya mirip dengan adik sepupu kepala sekolah.

Kami curiga anak tersebut autisme. Yang jadi masalah kami tinggal di daerah, si orang tua -sepertinya sudah cukup luas wawasannya- mengingkan anaknya dimasukkan ke playgroup kami setelah mendapat rekomendasi dari istri seorang dokter anak -alumni playgroup- kepercayaan yang cukup berat.

Tapi kami coba bantu dengan persetujuan ibunya. Yang jelas kemarin disepakati ada 1 orang guru khusus dan masih tanda-tanya apa perlu digabung di kelas dengan murid lain atau tidak.

Tugas saya, hunting informasi tanya paman Google, milist, blog dan situs terkait autisme.
Berikut beberapa -untuk sementara- yang layak ditelusuri:
Situs www.ayomain.org dan Milist Ayomain@yahoogroups (sudah daftar, status masih pending menunggu aproval)
Situs www.autisme.or.id
Situs www.puterakembara.org (informasinya sangat lengkap)
Blog dan milist seorang ibu -Julia van Tiel- anakberbakat@yahoogroups.com.,www.gifted-disinkroni.blogspot.com dan si-entong.blogspot.com dan kelas-inklusi.blogspot.com
Blog www.infoautis.blogspot.com/

Tulisan di Blog lain bisa dikunjungi di http://naya.web.id/2007/01/05/autis/
dan yang lebih rame di sini http://harry.sufehmi.com/archives/2006-10-17-1302/

Belum sempet secara serius baca tulisan2nya -masih Blog walking- mengumpulkan info untuk bekal orang tua murid dan guru pembimbing. Membaca sekilas tentang anak-anak tersebut cuma bisa "berbisik" ..."Subhanallah...dan ada yang berdesir di dada... jadi ingat anak-anak. Sedikit yang "menyentak" sih ketika ada analisa bahwa diantara hal yang dicurigai berpotensi menyebabkan anak2 autisme antara lain "terlalu dini" anak sekolah dan Televisi....ehm...

Ya Allah berikan kami yang terbaik!

Jumat, Februari 01, 2008

KTSP PAUD INSANI

MODEL

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

UNTUK

KELOMPOK BERMAIN ISLAM TERPADU

PLAYGROUP INSANI


Jl. Aski Aris No. 47 Rengat Riau 29311

Telp. 0769 323518 Email: anakyasin_foundation@yahoo.com

Web blog: http://www.hidayat-soeryana.blogspot.com

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NASIONAL

PUSAT KURIKULUM


KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

KELOMPOK BERMAIN ISLAM TERPADU

PLAYGROUP INSANI

I. PENDAHULUAN

A. Rasional

Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada sekolah untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pasal 35 tentang standar nasional pendidikan. Juga adanya tuntutan globalisasi dalam bidang pendidikan yang memacu agar hasil pendidikan nasional dapat bersaiang dengan hasil pendidikan negara-negara maju.

Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bentuk nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada sekolah untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunannya maupun pelaksanaannya di sekolah.

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk : (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Kewenangan sekolah dalam menyusun kurikulum memungkinkan sekolah menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi daerah. Dengan demikian, daerah dan atau sekolah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan hal-hal yang akan diajarkan, pengelolaan pengalaman belajar, cara mengajar, dan menilai keberhasilan belajar mengajar

  1. Dasar Pemikiran, Visi dan Tujuan Sekolah

1. Dasar Pemikiran

Dan hendaklah takut (kepada ALLAH) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraannya)...(QS. An Nisaa’ : 09)

2. Visi

Menjadi lembaga pendidikan prasekolah yang mampu membentuk tunas-tunas muda Islam yang sehat, cerdas, kreatif dan bertaqwa.

3. Tujuan

· Pembentukan Aqidah yang benar (Salimul Aqidah)

· Membentuk perilaku dan akhlak yang mulia

· Membentuk keilmuan dan pengetahuan dasar anak.

· Membentuk visi dan jiwa sosial anak

· Mendidik anak mampu berkomunikasi dengan lancar dan percaya diri

· Membentuk dan mengembangkan jiwa keindahan, kreatifitas dan keterampilan anak

C. Pengertian

1. Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

3. Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Contoh silabus terdapat pada lampiran

4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Contoh rencana pelaksanaan pembelajaran PLAYGROUP INSANI terdapat pada Lampiran


............BERSAMBUNG




KERANGKA DASAR KURIKULUM PAUD

Bongkar-bongkar isi hardisk, nemu beberapa koleksi:


=================================

KERANGKA DASAR

KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Tim Pengembang:

Pusat Kurikulum

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini

Direktorat Pembinaan TK dan SD

Universitas Negeri Jakarta

DERPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

2007

DAFTAR ISI

Bab I . Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Tujuan

C. Sasaran

D. Ruang Lingkup

Bab II . Landasan Pendidikan Anak Usia Dini

A. Landasan Yuridis

B. Landasan Filosofis

C. Landasan Keilmuan

Bab III . Hakikat Pendidikan Anak Usia Dini

A. Pengertian

B. Tujuan

C. Prinsip-prinsip

Bab IV. Standar Kompetensi Anak Usia Dini

A. Pengertian

B. Standar Kompetensi

Bab V. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

A. Pengertian

B. Prinsip Pengembangan Kurikulum

C. Ruang Lingkup Kurikulum

D. Komponen Kurikulum

E. Pengembangan Kurikulum pada Satuan Pendidikan


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Memasuki milenium ke tiga Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menyiapkan masyarakat menuju era baru, yaitu globalisasi yang menyentuh semua aspek kehidupan. Dalam era global ini seakan dunia tanpa jarak. Komunikasi dan transaksi ekonomi dari tingkat lokal hingga internasional dapat dilakukan sepanjang waktu. Demikian pula nanti ketika perdagangan bebas sudah diberlakukan, tentu persaingan dagang dan tenaga kerja bersifat multi bangsa. Pada saat itu hanya bangsa yang unggullah yang anak mampu bersaing.

Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan yang berkualitas. Menurut Undang-undang Sisdiknas Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menurut UNESCO pendidikan hendaknya dibangun dengan empat pilar, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.

Pada hakikatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat. Untuk menciptakan generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sejak usia dini dalam hal ini melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yaitu pendidikan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 6 tahun. Sejak dipublikasikannya hasil-hasil riset mutakhir di bidang neuroscience dan psikologi maka fenomena pentingnya PAUD merupakan keniscayaan. PAUD menjadi sangat penting mengingat potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentang usia ini. Sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia dini sering disebut the golden age (usia emas).

Dengan diberlakukannya UU No. 20 Tahun 2003 maka sistem pendidikan di Indonesia terdiri dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi yang keseluruhannya merupakan kesatuan yang sistemik. PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

Dalam upaya pembinaan terhadap satuan-satuan PAUD tersebut, diperlukan adanya sebuah kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi anak usia dini yang berlaku secara nasional. Kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi adalah rambu-rambu yang dijadikan acuan dalam penyusunan kurikulum dan silabus (rencana pembelajaran) pada tingkat satuan pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.

B. Tujuan

Tujuan kerangka dasar kurikulum pendidikan anak usia dini adalah kerangka dasar yang dijadikan sebagai acuan bagi lembaga pendidikan anak usia dini dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

C. Sasaran

Sasaran kerangka dasar ini adalah lembaga-lembaga penyelenggara PAUD jalur pendidikan formal dan nonformal seperti Taman Kanak-Kanak, Raudatul Athfal, Kelompok Bermain,Taman Penitipan Anak, dan Satuan PAUD yang sejenis.


D. Ruang Lingkup Penulisan

Kerangka dasar ini terdiri dari bab I Pendahuluan, bab II Landasan Pendidikan Anak Usai dini, bab III. Hakikat Pendidikan Anak Usai Dini, bab IV Standar Kompetensi Anak Usia Dini, bab V Struktur Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini, bab VI Penilaian Kurikulum, dan bab. VII Penutup.


.................... bersambung!