Sabtu, Mei 30, 2009

NOMOR URUT CAPRES 2009

Berita hari ini tentang pemilu presiden 2009 tentang pengundian nomor urut. Hasilnya: 1. Megawati-Prabowo
2. SBY-Budiono
3. JK-Wiranto

ini berita terkait dari detik.com sesuai nomor urut.

Sabtu, 30/05/2009 12:13 WIB

Taufiq Kiemas: Nomor 1 Tanda Kemenangan
Novi Christiastuti Adiputri - detikPemilu


Jakarta - Pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo berhasil mendapat nomor urut 1. Hal ini dinilai bisa menjadi tanda-tanda kemenangan bagi pasangan tersebut.

"Nomor 1 tanda-tanda kemenanganlah, kita senang," kata Ketua Dewan Pembina PDIP Perjuangan Taufiq Kiemas di kediamannya, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2009).

Suami Megawati tersebut juga mengaku, ribuan kader di tingkat daerah sudah siap mendukung pasangan Mega-Prabowo agar menjadi nomor satu. Lewat program kerakyatan yang selama ini diusung, Taufiq berharap mimpi untuk mencapai stabilitas ekonomi mampu dicapai.

"Negara kita kan Gemah Ripah Loh Jinawi," kata Taufiq.

Ia juga kembali menyoroti sistem perekonomian yang ada saat ini. Tidak ada mimpi yang ditawarkan kepada rakyat.

"Sekarang rakyat cuman dikasih tahu harga saham berapa," tutupnya.

( mad / anw )

========================

Sabtu, 30/05/2009 13:47 WIB

SBY: Allah Pilihkan Nomor 2
Luhur Hertanto - detikPemilu


Video Terkait
gb
Spanduk 'Ibu Negara Berjilbab' di Dekat Markas PKS
Foto Terkait
gb
SBY Salat Jumat di TransTV
Jakarta - Nomor urut dua dalam Pilpres 2009 bagi pasangan SBY-Boediono adalah
berkah. Tanda jadi angka 2 dapat dimaknai sebagai simbol victory yang berarti kemenangan.

"Alhamdulillah mendapat nomor dua, banyak pemaknaannya. Bisa berarti
victory, perjuangan menuju kemenangan dan melanjutkan yang telah kita
lakukan," kata SBY sambil mengangkat lambang simbol jari angka dua.

Hal ini disampaikan dia dalam Silatnas Parpol Koalisi SBY-Boediono di Arena PRJ, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (30/5/2009).

Menurut dia, mendapatkan nomor urut dua yang punya makna positif itu
merupakan berkah dari Allah SWT. Sebab, SBY mengaku pasrah sejak dari awal berapa pun nomor urut yang akan didapat dalam undian di KPU.

"Kita tidak memilih karena mendapat giliran ketiga. Yang giliran pertama dan dua memilih, kita tinggal buka saja. Allah SWT yang memilihkan," ujar SBY.

Namun di satu sisi, tanda jari simbol angka dua juga membawa tanggung
jawab. Bahwa segala kegiatan dan materi kampanye SBY-Boediono harus
disampaikan dengan cara-cara yang mengedepankan kecerdasan, tidak
melakukan agitasi dan kampanye negatif, menyerang kontestan lain secara personal dan berlangsung damai.

"Sehingga kita bisa menang secara terhormat dan mulia adanya. Bila kita menang terhormat dan mulia, Insya Allah rakyat ikhlas menerima kita dan berpartisipasi membangun bangsa," kata SBY.
( lh / aan )

============================

Sabtu, 30/05/2009 10:48 WIB
JK-Wiranto Nomor 3
Priyo: 1 Masa Lalu, 2 Presiden Sekarang, 3 Presiden Mendatang
Elvan Dany Sutrisno - detikPemilu


Jakarta - Memperoleh nomor urut 3 bagi pasangan Jusuf Kalla (JK)-Wiranto bukanlah sebuah bencana. Secara filosfis, pasangan tersebut merasa lebih diuntungkan.

"1 itu masa lalu, 2 itu presiden sekarang, 3 itu presiden yang akan datang," ujar Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2009).

Menurut Priyo, jargon itu akan digunakan untuk 'jualan' kampanye pasangan tersebut nantinya. Dengan nomor 3, pendukung JK-Wiranto siap bekerja keras untuk memperoleh kemenangan.

"Kami bergembira semakin banyak relawan yang mendukung JK-Win," tutupnya.

Sebelumnya, JK-Wiranto pada pengundian nomor urut capres-cawapres di KPU memperoleh nomor 3. Sedangkan pasangan SBY-Boediono mendapat nomor 2. Pasangan Mega-Prabowo yang datang paling akhir, mendapat nomor urut 1.

( mad / mok )

Rabu, Mei 27, 2009

S2 GRATIS DARI SEAMOLEC

sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2009/05/22/11332910/hore.guru.bisa.raih.s2.gratis.dari.seamolec.

Hore, Guru Bisa Raih S-2 Gratis dari Seamolec

Jumat, 22 Mei 2009 | 11:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menggandeng ITB, UGM, dan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas melalui Lembaga Penjamin Mutu Pendidik (LPMP) Jawa Barat dan DI Yogyakarta, Seamolec menyiapkan beasiswa magister S-2 bagi para guru berprestasi.

Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Center (Seamolec) merupakan institusi yang bernaung di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (Seameo) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara. Seamolec bertanggung jawab untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh di Asia Tenggara.

Tahun ini, Seamolec menawarkan program magister bagi para guru berprestasi melalui pola hybrid learning. Sebuah pola perpaduan perkuliahan tatap muka di kampus utama dan perkuliahan terbuka dan jarak jauh (open and distance learning) di subkampus.

Hanya saja, dalam desain program ini, perkuliahan tatap muka sementara ini dilaksanakan di UGM dan ITB. Kuliah terbuka dan jarak jauh dapat dilaksanakan di subkampus maupun tempat bekerja para mahasiswanya.

Melalui program ini, mahasiswa dapat memilih subkampus sesuai letak tempat kerjanya. Beberapa institusi yang sejauh ini siap menjadi subkampus bagi program ini antara lain Universitas Negeri Padang (UNP) untuk wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya, Seamolec di Jakarta untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, LPMP Bandung untuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, Universitas Dian Nuswantoro Semarang untuk wilayah Jateng dan sekitarnya, LPMP DI Yogyakarta, Sleman, untuk wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya, serta Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Teknologi Malang untuk wilayah Jatim dan sekitarnya.

Terkait komponen beasiswa, biaya pendidikan bagi penerima beasiswa akan langsung dibayarkan oleh penyedia kepada provider. Biaya tersebut di luar biaya transportasi sebesar Rp 400.000 per bulan.

Syarat dan daftar online

Sebagai syarat umum, penerima beasiswa diprioritaskan kepada para guru berprestasi pada periode tahun 2008. Usia calon penerima pun tidak lebih dari 45 tahun saat mendaftarkan aplikasi program ini.

Khusus di UGM, latar belakang pendidikan penerima beasiswa adalah sarjana/D-IV dari jurusan teknik dan sains. Skor TPA (OTO Bappenas) minimum harus mencapai 500, sedangkan skor TOEFL yang dicapainya minimum 450.

Untuk di ITB, latar belakang pendidikan si penerima adalah sarjana/D-IV dari jurusan teknik, sains, pendidikan teknik dan sains, serta seni, yaitu program studi seni rupa. Skor TPA minimum mencapai 475, sedangkan skor EPT minimum 77.

Bagi para guru yang tertarik program ini, batas pendaftaran melalui sistem online akan jatuh pada akhir bulan ini, yaitu 31 Mei 2009. Batas akhir pengiriman berkas pendaftaran pun jatuh di tanggal yang sama tersebut.

Informasi lengkap baik itu syarat, materi seleksi, biaya, dan jadwal tes dapat dilihat melalui http://seamolec.org/s2-gurpres.php, termasuk mereka yang ingin mendaftar secara online. Aplikasinya pun bisa diisi langsung lewat link situs Seamolec tersebut.

LTF

Rabu, Mei 20, 2009

INFO BEASISWA (ANAK-ANAK PNS)

SUMBER: http://www.diknas.go.id/headline.php?id=360
Wah, Anak-anak PNS Dapat Beasiswa dari Korpri!
19-05-2009 09:55:31 | Dibaca : 46
GRESIK, - Demi meringankan beban biaya pendidikan, Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (Korpri) memberikan beasiswa kepada putra-putri pegawai negeri sipil (PNS) golongan I dan II.

Beasiswa diperuntukkkan bagi putra-putri mereka yang duduk di bangku SMA dan perguruan tinggi (PT).

Ketua Korpri Dewan Pengurus Kabupaten Gresik Arsadi, Senin (18/5), menyatakan, pemberian beasiswa itu merupakan kerja sama Dewan Pengurus Nasional Korpri dan PT Askes (Persero) melalui "Program Korpri Peduli Pendidikan" yang diluncurkan di Jakarta pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Arsadi menjelaskan, pemberian beasiswa tersebut sesuai dengan Surat dari Dewan Pengurus Korpri Jawa Timur bernomor 076/DPPK/JT-IV/2009 tertanggal 17 April 2009 tentang beasiswa bagi putra/putri anggota Korpri/PNS Gol I & II. Syaratnya, penerima beasiswa Korpri adalah putra-putri anggota Korpri yang berprestasi di bangku SMA dan PT.

Bagi pelajar SMA, beasiswa diberikan kepada mereka yang menduduki peringkat lima besar di kelasnya. Mereka harus menunjukkan surat keterangan pretasi itu dari kepala sekolah. Sementara bagi mahasiswa, mereka harus dapat menunjukkan bukti IPK minimal 2,75.

Sesuai Surat dari Dewan Pengurus Nasional Korpri dan Dewan Pengurus Provinsi Jawa Timur, beasiswa Korpri hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dan pelajar SMA. Tingkat SD maupun SMP sudah dicukupi oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). "Bantuan beasiswa Korpri adalah untuk meringankan beban PNS Golongan I dan II, khususnya biaya pendidikan anak-anaknya yang duduk di bangku SMA dan PT," kata Arsadi.

"Melalui program 'Korpri Peduli Pendidikan' diharapkan jangan sampai siswa dan mahasiswa berprestasi dari anak-anak pegawai bergolongan I dan II putus sekolah. Pegawai golongan tersebut menerima gaji rendah, maka biaya pendidikan pada tingkat tersebut sangat memberatkan mereka," katanya. (ACI) -KOMPAS.com-



Untuk pengaduan dan informasi lain dapat anda kirimkan melalui:

SMS : 0811-976-929
Fax : 021-5703337
Telp : 021-5707303
Surat : PO.BOX 4490
E-mail : aspirasi@diknas.go.id

PENDIDIKAN UNTUK SEMUA ANAK BANGSA


sumber: http://www.diknas.go.id/pers.php?id=44

Sebelas Kebijakan Terobosan Lanjutan Masal Pendidikan

04-05-2009 09:51:13
Jakarta, Sabtu (2 Mei 2009)--Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pada 2009 telah menetapkan sebelas kebijakan terobosan lanjutan secara masal pendidikan. Pada akhir 2008 hampir seluruh indikator kinerja utama rencana strategis tercapai dengan baik, bahkan banyak yang melampaui target. Kebijakan masal pendidikan selama ini telah menunjukkan hasil-hasil yang positif.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2009 di Depdiknas, Jakarta, Sabtu (2/05/2009). Tema peringatan Hardiknas 2009 adalah Pendidikan Sains, Teknologi, dan Seni Menjamin Pembangunan Berkelanjutan dan Meningkatkan Daya Saing Bangsa.

Mendiknas menyebutkan sebelas terobosan masal pendidikan, yakni melanjutkan pendanaan pendidikan secara massal, melanjutkan peningkatan kualifikasi dan sertifikasi pendidik, penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk e-pembelajaran dan e-administrasi, pembangunan prasarana dan sarana pendidikan, rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, dan reformasi perbukuan secara mendasar.

Selanjutnya, peningkatan mutu dan daya saing pendidikan dengan pendekatan komprehensif, perbaikan rasio peserta didik SMK:SMA, otonomisasi satuan pendidikan, intensifikasi dan ekstensifikasi pendidikan nonformal dan informal untuk menggapaikan layanan pendidikan kepada peserta didik yang tidak terjangkau pendidikan formal (reaching the unreached), serta penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan dengan pendekatan komprehensif.

Mendiknas mengatakan, dalam kurun waktu 2005-2008, pendanaan pendidikan melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), BOS Buku, Bantuan Khusus Murid (BKM), Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM), dan program beasiswa telah menunjukkan hasil dan manfaat yang signifikan dalam pengembangan mutu pendidikan di Tanah Air. "Program BOS selama ini telah membebaskan sebanyak 70,3 persen murid SD/MI dan SMP/MTs dari pungutan biaya operasional dan semua siswa miskin bebas dari pungutan tersebut," katanya.

Lebih lanjut Mendiknas mengatakan, dengan peningkatan biaya satuan BOS yang cukup signifikan maka mulai 2009 program BOS membebaskan seluruh peserta didik SD negeri dan SMP negeri dari semua pungutan biaya operasional sekolah, kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI). "Tahun 2008 kita berhasil menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun pada tingkat nasional," katanya.

Selanjutnya, kata Mendiknas, dalam hal peningkatan kualifikasi dan sertifikasi pendidik maka sesuai dengan Undang-Undang No.14/2005 tentang Guru dan Dosen, sejak 2006 sekitar 1,75 juta guru yang belum memperoleh S1/D4 harus meraih derajat tersebut dalam waktu sepuluh tahun. Kemudian, kata Mendiknas, sekitar 150.000 dosen yang belum S2 atau S3 harus meraihnya dalam waktu sepuluh tahun. "Seiring dengan upaya tersebut maka bagi para guru dan dosen yang telah berhasil memenuhi persyaratan undang-undang tersebut kesejahteraannya ditingkatkan menjadi sekitar dua kali lipat," katanya.

Mendiknas mengatakan, dalam mengembangkan infrastruktur TIK untuk e-pembelajaran dan e- administrasi, telah tersambung melalui Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) puluhan ribu sekolah, ratusan perguruan tinggi dan seluruh kantor Depdiknas termasuk UPT di daerah, dan seluruh kantor pendidikan provinsi dan kabupaten/kota tersambung ke Jardiknas. "Pembangunan sarana-prasarana pendidikan juga terus ditingkatkan, dari PAUD hingga pendidikan tinggi," katanya.

Sampai dengan saat ini, kata Mendiknas, telah dibangun ribuan sekolah baru, puluhan ribu ruang kelas baru, ribuan perpustakaan dan laboratorium. Selain itu, lanjut Mendiknas, juga telah direhabilitasi ratusan ribu ruang kelas SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/SLB.

Sementara, kata Mendiknas, di bidang perbukuan Depdiknas telah melakukan reformasi secara mendasar, yaitu dengan membeli hak cipta buku dari penulis atau penerbit dan mengizinkan siapa saja untuk menggandakannya, menerbitkannya, atau memperdagangkannya dengan harga murah. Mendiknas menyebutkan, sampai saat ini Depdiknas telah membeli sebanyak 598 judul buku teks pelajaran, dengan harga eceran tertinggi (HET) yang berkisar antara Rp.4.387,00 sampai dengan Rp.29.986,00 per buku. "Dengan reformasi ini sekolah wajib menyediakan buku teks pelajaran sejumlah peserta didiknya, sehingga para peserta didik tidak perlu lagi membeli buku dan cukup meminjam dari perpustakaan, " katanya.

Lebih lanjut Mendiknas menyampaikan, peningkatan mutu dan daya saing pendidikan dengan pendekatan komprehensif telah dilakukan secara sistematik terhadap semua satuan pendidikan, dengan cara meningkatkan acuan mutu standar pelayanan minimal (SPM), rintisan sekolah standar nasional (RSSN), sekolah standar nasional (SSN), rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), dan sekolah bertaraf internasional (SBI).

Adapun pada jenjang pendidikan tinggi, kata Mendiknas, beberapa perguruan tinggi kita telah mendapat pengakuan sebagai perguruan tinggi berkelas dunia (world class), menurut versi Times Higher Education Supplement (THES). "Tiga perguruan tinggi yaitu Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung, dengan jumlah program studi 520 telah masuk dalam peringkat 400 terbaik dunia dari 12.000 universitas di seluruh dunia," katanya.

Selain itu, lanjut Mendiknas, sebanyak 47 program studi Universitas Terbuka mendapatkan akreditasi dari International Council of Distance Education (ICDE). "Dengan demikian, maka program studi berkelas dunia sampai dengan saat ini mencapai 567 program studi yang melayani sekitar 12 persen dari seluruh mahasiswa Indonesia," katanya.

Sementara, kata Mendiknas, dalam perbaikan rasio peserta didik SMK:SMA, Depdiknas memiliki kebijakan membalik rasio itu dari 30:70 pada tahun 2004 menjadi 70:30 pada tahun 2015. "Sampai dengan akhir tahun 2008 rasio yang tercapai telah bergeser menjadi 46:54. Dengan demikian, selama empat tahun rasio tersebut telah bergeser 16 persen," katanya.

Mendiknas menjelaskan, berkenaan dengan otonomisasi satuan pendidikan, otonomi harus diimbangi dengan akuntabilitas yang setimpal. Dia mengatakan, pada tingkat sekolah/madrasah otonomi satuan pendidikan secara umum diberikan melalui manajemen berbasis sekolah (MBS), kecuali segelintir sekolah/madrasah yang menurut Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) dipersyaratkan untuk menjadi BHP. "Sementara untuk jenjang pendidikan tinggi, semua satuan pendidikan tinggi harus berbentuk BHP," katanya.

Mendiknas menyampaikan, dalam pelaksanaan intensifikasi dan ekstensifikasi pendidikan nonformal dan informal untuk menggapaikan layanan pendidikan kepada peserta didik yang tak terjangkau pendidikan formal (reaching the unreached) telah dilaksanakan program PAUD nonformal yang mendidik 10,48 juta anak. Program Paket A, kata Mendiknas, telah menyumbang angka partisipasi murni (APM) SD/MI 0,5 persen, program Paket B menyumbang angka partisipasi kasar (APK) SMP/MTs 3,96 persen, dan program Paket C menyumbang APK SMA/MA 2,96 persen.

Sementara, kata Mendiknas, buta aksara usia 15 tahun atau lebih menyisakan 9,7 juta orang atau 5,97 persen. "Insya Allah pada akhir tahun ini bisa kita turunkan menjadi lima persen," katanya.

Mendiknas menyebutkan, hampir 300.000 orang mengikuti pendidikan kecakapan hidup dan telah membangun ribuan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta ratusan TBM mobil untuk daerah pedesaan yang jauh dari TBM.

Lebih lanjut Mendiknas mengatakan, dalam penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan dilakukan pendekatan komprehensif melalui penataan kelembagaan, penghilangan konflik kepentingan, peningkatan akuntabilitas, dan peningkatan standar mutu pelayanan publik.*** -GIM-



Untuk pengaduan dan informasi lain dapat anda kirimkan melalui:

SMS : 0811-976-929
Fax : 021-5703337
Telp : 021-5707303
Surat : PO.BOX 4490
E-mail : aspirasi@diknas.go.id

TEST MASUK SD, inilah sebagian jawabannya


sumber: http://www.diknas.go.id/headline.php?id=352
Siap-siap, Batas Daftar SD Negeri Unggulan Cuma Dua Hari
15-05-2009 15:36:40 | Dibaca : 93
JAKARTA, - Pendaftaran siswa baru SD negeri unggulan yang termasuk Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) hanya dibuka dua hari, yakni pada 1-2 Juni mendatang.

Sedangkan pendaftaran SD negeri unggulan yang termasuk Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN), diselenggarakan pada 9-10 Juni mendatang.

Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD Negeri unggulan dilakukan seleksi dalam bentuk tes tertulis dan wawancara. Selain itu dilakukan juga pengecekan administratif, khususnya menyangkut umur calon siswa.

Seperti diketahui, syarat utama masuk SD Negeri adalah calon siswa harus sudah berusia enam tahun. Pada PPDB di sekolah non-unggulan, tidak diadakan tes tertulis dan wawancara. "Untuk sekolah rintisan harus diadakan seleksi agar bisa mendapatkan bibit-bibit unggul. Apalagi peminatnya banyak sedangkan kapasitasnya terbatas, oleh karena itu harus diseleksi," ujar Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI, Kamaluddin.

Hingga kemarin, belum diperoleh data tentang kapasitas atau daya tampung SD-SD unggulan di DKI. Menurut Kamaluddin, pihaknya masih memetakan kapasitas sekolah unggulan se-Jakarta.

Contoh SD Negeri unggulan di DKI adalah SDN Gondangdia 01, Joharbaru 01, Pesanggrahan 10, Srengseng Sawah 11, Kayuputih 09, dan Cipinang Besar Selatan 09. Hingga tahun lalu, di Jakarta terdapat 13 SD Negeri unggulan yang terdiri atas RSBI maupun RSSN.

Kelebihan SD unggulan dari non-unggulan di antaranya adalah penggunaan bahasa internasional sebagai bahasa pengantar. SD Negeri unggulan di DKI juga menerima siswa dari luar DKI. Akan tetapi, jatah untuk calon siswa dari luar Jakarta hanya lima persen dari daya tampung kelas.

Pada PPDB SD Negeri unggulan tahun lalu, materi tes tertulis meliputi bentuk, warna, bilangan, dan huruf. Sedangkan wawancara dilakukan kepada calon siswa maupun orangtuanya. Istilah PPDB dipakai mulai tahun ini untuk menggantikan istilah Penerimaan Siswa Baru atau PSB. (Intan Ungaling Dian) -KOMPAS-

Jadwal PSB SD Unggulan 2009 RSBI RSSN
Pendaftaran 1-2 Juni 9-10 Juni

Seleksi 3-4 Juni 3-4 Juni

Pengumuman 8 Juni 15 Juni

Lapor Diri 9-10 Juni 16-17 Juni



Untuk pengaduan dan informasi lain dapat anda kirimkan melalui:

SMS : 0811-976-929
Fax : 021-5703337
Telp : 021-5707303
Surat : PO.BOX 4490
E-mail : aspirasi@diknas.go.id

Sumber Gambar: www.beritajakarta.com

PRESTASI PENDIDIKAN

SUMBER: http://www.diknas.go.id/pers.php?id=43

Indonesia Juara Umum Kompetisi Ilmuwan Muda Tingkat Intenasional

04-05-2009 09:36:15
Jakarta, Jumat (1 Mei 2009)--Indonesia berhasil menjadi juara umum pada ajang kompetisi ilmuwan muda tingkat internasional dengan merebut enam medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Prestasi tertinggi ini diraih oleh para pelajar Indonesia pada International Conference of Young Scientists (ICYS) ke-16 di Pszczyna, Polandia, 24-28 April 2009. Sepuluh karya penelitian yang dipresentasikan Tim ICYS Indonesia dalam bahasa Inggris semuanya memperoleh medali penghargaan.

"Saya sangat bangga karena negara yang paling banyak mendapatkan medali emas adalah Indonesia. Proyek penelitian anak-anak ini spesifik, asli, dan belum pernah dipublikasikan, " kata Direktur Pembinaan SMA Depdiknas Sungkowo Mujiamanu saat menyambut kedatangan Tim ICYS Indonesia di terminal kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Jumat (1/05/2009).

Ketua delegasi Indonesia pada ICYS Monika Raharti menyampaikan, seleksi peserta peserta lomba dilakukan secara nasional. Dia mengatakan, karya penelitian yang lolos seleksi selanjutnya dibimbing dengan mendatangkan supervisor di bidang terkait. "Lalu ada dua kali karantina. Sekali di bulan Februari dan sekali lagi sebelum berangkat," katanya.

Ke depan, kata Monika, direncanakan akan membuat sebuah institusi penelitian yang bibitnya adalah anak-anak alumni peserta ICYS. Dia berharap, supaya seluruh anak Indonesia mulai berpikir dan mempunyai sikap seorang peneliti yang mau berkomunikasi, bekerjasama, dan jujur terhadap fakta. "Itu yang kami inginkan dan bina bersama-sama anak SMA se-Indonesia, " katanya.

Berikut berturut-turut lima besar hasil perolehan medali negara-negara peserta adalah Indonesia (6 medali emas, 1 perak, 3 perunggu);Jerman (3,4,2); Belanda (3,1,2); Amerika Serikat (3,0,0), dan Rusia (2,3,3).

ICYS adalah ajang internasional yang melombakan presentasi hasil penelitian pelajar berusia 14-18 tahun di bidang Fisika, Matematika, Ilmu Komputer, dan Ekologi. ICYS pertama kali diselenggarakan di Visegrad, Hungaria pada 1994. Indonesia mengikuti ajang ini sejak 2005. Pada 2010, Indonesia mendapatkan kehormatan sebagai negara Asia pertama untuk menggelar ICYS ke-17 yang akan berlangsung di Bali pada 9-13 April 2010.

Enam medali emas diraih masing-masing di bidang Ekologi (3 medali), Fisika (2), dan Ilmu Komputer (1). Tiga medali emas di bidang Ekologi dengan judul (1) Biological Control Using Trichogramma japonicum as Egg Parasite oleh Vincentius Gunawan dan Fernanda Novelia dari SMP Petra 3 Surabaya; (2) Saccharomyces Sp. : An Agent for Remedy of Oil Pollution oleh Gabriella Alicia Kosasih dan Teresa Maria Karina dari SMA St. Laurensia Tangerang, (3) Durian to Fight Mosquito, oleh Jessica Karli dan Yosephine Livia Pratiknyo dari SMA Cita Hati Surabaya.

Dua medali emas di bidang Fisika dengan judul (1) Electrostatic Precipitator as The Solution of Military Tanks' Smoke Negative Effects oleh Guinandra Lutfan Jatikusumo dari SMA Taruna Nusantara Magelang, (2) Balinese Gamelan: A Brainwave Synchronizer? oleh Idelia Chandra dan Christopher Alexander Sanjaya dari SMA St. Laurensia Tangerang.

Satu emas di bidang Ilmu Komputer dengan judul M-Batik : The Computation of Indonesia's Dying Traditional Batik Design oleh Nugra Akbari dari SMA Global Mandiri Jakarta.

Satu medali perak di bidang Ekologi dengan judul Durian Seeds As Raw Material For Ketchup Sauce And Crisp oleh Dwiky Rendra Graha Subekti dari SMA St. Theresiana 01 Semarang.

Tiga medali perunggu diraih masing-masing di bidang Ekologi (2 medali) dan Matematika (1 medali). Dua medali perunggu di bidang Ekologi dengan judul (1) The Effect Of Myrmelleon SP On Blood Glucose Level Of Rats oleh Lydia Felita Limbri dan Allen Michelle Wihono dari SMA St. Laurensia Tangerang, (2) The Effects Of Mangostin On The Spermatogenesis Of Male White Mice oleh Melissa Nadia Natasha dan Terrenz Kelly Tjong dari SMA St. Laurensia Tangerang.

Satu medali perunggu di bidang Matematika dengan judul Fun With Mathematics Using Hamming Code on Birthdate Guesser oleh I Made Rayo Putra Indrawan dan Andika Setia Budi dari SMA Petra 2 Surabaya.

Made, peserta peraih medali perunggu di bidang Matematika, melakukan penelitian menebak tanggal lahir menggunakan metode Hamming Code. Dia mengaku, idenya berangkat dari sikap teman-temannya yang enggan untuk belajar Matematika. "Teman-teman akhirnya menyenangi Matematika. Hamming Code juga bisa untuk mendeteksi kebohongan," katanya.*** -GIM-



Untuk pengaduan dan informasi lain dapat anda kirimkan melalui:

SMS : 0811-976-929
Fax : 021-5703337
Telp : 021-5707303
Surat : PO.BOX 4490
E-mail : aspirasi@diknas.go.id

PAUD 2009


sumber: http://www.diknas.go.id/headline.php?id=349
PAUD Tentukan Kualitas SDM
15-05-2009 11:02:40 | Dibaca : 63

WONOGIRI - Direktur PAUD Departemen Pendidikan (Depdiknas) Dr Sudjarwo MSc menyatakan pendidikan anak usia dini (PAUD) berperan penting dalam menentukan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dia menyatakan hal itu, Rabu (13/5), saat kunjungan kerja ke Wonogiri.

Saat itu dia menyerahkan 60 orang peserta pelatihan kerja tingkat nasional yang akan kerja lapangan di Wonogiri. Mereka dari 16 kabupaten di enam provinsi Indonesia, yakni NTB, Kalimantan Barat, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Wonogiri dipilih karena perkembangan PAUD-nya terpesat di Indonesia. Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri Drs H Suparno MPd menyatakan tahun 2005 Wonogiri hanya memiliki 42 PAUD dengan peserta didik 928 orang. Namun tahun ini, sudah ada 219 lembaga PAUD dengan peserta didik 5.557 orang.

Sudjarwo menyatakan pelayanan pendidikan anak usia dini di Indonesia baru mencapai sekitar 21 juta anak. Lembaga PAUD baru 182.201. Bantuan pemerintah baru 25% dari kebutuhan Rp 5 triliun. Diproyeksikan, tahun 2010 pelayanan pendidikan pada anak usia dini mencapai 58,7%.

Berdasar hasil penelitian di negara maju, seperti AS dan negara-negara Eropa, perhatian terhadap anak usia dini dinilai penting. "Bahkan anak dididik sejak di dalam kandungan," katanya.
Masa Emas
Karena itu, ujar dia, sangat keliru bila masih ada orang berpendapat PAUD tak penting. Dia mengingatkan perkembangan anak sampai usia delapan tahun merupakan masa emas pertumbuhan. Anak-anak harus diberi pendidikan yang baik dan betul.

"Jangan beri tekanan mental yang berdampak negatif terhadap perkembangan jiwa anak pada masa datang," ujar dia.

Pembelajaran anak usia dini harus menggunakan pendekatan holistik, demokratis, bebas, tanpa tekanan. Jadi, kata dia, kelak tumbuh insan yang cerdas, kreatif, inovatif, dan kompetitif.

Maka, PAUD harus disikapi secara arif bijaksana. "Jangan sampai berkonflik dengan TK," ujar dia.(P27-53) -suara merdeka-



Untuk pengaduan dan informasi lain dapat anda kirimkan melalui:

SMS : 0811-976-929
Fax : 021-5703337
Telp : 021-5707303
Surat : PO.BOX 4490
E-mail : aspirasi@diknas.go.id

Gamabr: Koleksi PG/TKIT Insani

PAUD 2009


SUMBER: http://www.diknas.go.id/headline.php?id=356

Target APK Anak Usia Dini 2009 53,9 Persen
18-05-2009 10:22:36 | Dibaca : 88

Jakarta, Jumat (15 Mei 2009)--Program PAUD merupakan salah satu program prioritas Depdiknas.

Angka partisipasi kasar (APK) PAUD tahun 2008 baru mencapai 50,03 persen dari 29,8 juta anak. Target APK PAUD formal maupun PAUD nonformal akhir tahun ini adalah 53,9 persen baik yang dikelola Depdiknas maupun Departemen Agama.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas Hamid Muhammad saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media, Depdiknas, Jumat (15/05/2009) . "Masa usia PAUD 0-6 tahun adalah masa yang paling potensial untuk membangun dan menumbuhkembangkan potensi anak," katanya.

Hamid mengatakan, upaya untuk meningkatkan akses pendidikan dilakukan terutama untuk perintisan PAUD di daerah terpencil di sebanyak 50 kabupaten dari 21 provinsi di Indonesia. Intinya, kata dia, pertama adalah untuk pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan-pelatihan pada pengelola PAUD di desa. Kedua, untuk para pembina di provinsi dan kabupaten. Ketiga, yang paling besar jumlahnya, adalah untuk pendirian lembaga PAUD. "Total 783 ribu anak yang bisa masuk program ini," katanya.

Hamid mengungkapkan, kendala yang dihadapi untuk mendongkrak APK PAUD adalah tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya PAUD. Anggota masyarakat, kata dia, terutama di daerah pedesaan kurang peduli terhadap PAUD. "Bagi mereka yang penting masuk sekolah dasar. Padahal betapa pentingnya PAUD sebagai landasan wajib belajar sembilan tahun," katanya.

Kendala lain yang dihadapi, ungkap Hamid, adalah perhatian pemerintah daerah yang kurang. Kalaupun ada, kata dia, masih fokus menangani taman kanak-kanak usia 5-6 tahun. "Padahal sebenarnya ada empat tahun masa yang sebenarnya hilang dalam pembinaan anak usia dini. Oleh karena itu, kita berupaya penanganan anak usia dini 0-6 tahun," katanya.

Pemerintah, kata Hamid, juga memberikan perhatian terhadap tutor PAUD. Dia menjelaskan, tutor PAUD tidak seperti guru pada taman kanak-kanak yang diwajibkan berkualifikasi S1 ditambah pendidikan profesi. Tutor PAUD, kata dia, dilihat dari kompetensinya. "Belum ada standardisasi kualifikasi, tetapi secara bertahap akan kita lakukan beberapa standardisasi. Sementara ini yang kita lakukan dengan pelatihan," katanya.

Direktur PAUD Sudjarwo Singowidjojo menyampaikan, upaya lain yang ditempuh untuk meningkatkan APK PAUD adalah diversivikasi bentuk-bentuk PAUD, yakni kelompok bermain, taman penitipan anak, dan satuan PAUD sejenis. Dia mencontohkan, melalui PAUD sejenis yaitu dengan membina diantaranya posyandu dan taman pendidikan Alquran. "Kemudian dengan melakukan kemitraan dengan organisasi perempuan seperti Aisyiyah, Muslimat NU, dan PKK. Diharapkan, APK PAUD dapat mencapai 72,6 persen pada 2014," katanya.

Hamid mengatakan, progam PAUD didukung melalui APBN dan grant dari pemerintah Belanda. Beberapa tahun belakangan ini, kata dia, program ini juga dibantu oleh UNICEF khususnya di kawasan Indonesia bagian timur. "Oleh karena itu, pada tahun ini bersamaan dengan program reguler, APBN, dan pihak donor kita akan melakukan kegiatan publikasi dan sosialisasi berupa sejumlah lomba," katanya.

Hamid menjelaskan, kegiatan lomba bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pendidikan anak usia dini PAUD. Dia menyebutkan, lomba yang diselenggarakan secara rutin ini, yakni lomba jurnalistik PAUD, lomba lembaga PAUD Nonformal berprestasi, dan pemilihan mitra PAUD berprestasi.

Adapun persyaratan lomba jurnalistik PAUD yang ditujukan bagi masyarakat umum dan wartawan adalah karya tulis telah diterbitkan di surat kabar/harian/ mingguan/ tabloid, majalah, sejak 2 Januari 2009 sampai dengan 2 Juli 2009. Karya tulis berupa artikel, feature, atau berita minimal 3.000 karakter. Naskah diterima panitia paling lambat tanggal 3 Juli 2009 (stempel pos). Total hadiah sebanyak Rp.45 juta.

Sementara, persyaratan lomba lembaga PAUD Nonformal berprestasi adalah lembaga diusulkan oleh dinas pendidikan provinsi. Peserta lomba dibagi menjadi tiga kategori, yakni TPA, KB, dan Pos PAUD. Kepada pemenang lomba akan memperoleh tropi dan hadiah uang dengan nilai total sebanyak Rp.151.500.000, 00.

Kemudian pada lomba pemilihan mitra PAUD berprestasi dimaksudkan untuk memberikan dukungan, motivasi, dan penghargaan bagi mitra PAUD tingkat provinsi yang berprestasi dan melakukan inovasi dalam bidang pembinaan PAUD, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan akses dan mutu layanan PAUD nonformal dan informal. Setiap provinsi mengirimkan masing-masing satu proposal dari enam unsur organisasi, yakni forum PAUD provinsi, HIMPAUDI provinsi, tim penggerak PKK provinsi, Muslimat NU provinsi, PP Aisyiyah Provinsi, dan BKOW provinsi.Proposal lomba paling lambat diterima oleh panitia pada tanggal 30 Juni 2009 dan pemenang lomba akan diumumkan oleh panitia pada awal September 2009. Kepada pemenang lomba akan memperoleh tropi dan hadiah uang dengan nilai total sebanyak Rp75.000.000, 00.*** -GIM-



Untuk pengaduan dan informasi lain dapat anda kirimkan melalui:

SMS : 0811-976-929
Fax : 021-5703337
Telp : 021-5707303
Surat : PO.BOX 4490
E-mail : aspirasi@diknas.go.id

Gambar: Koleksi Playgroup Insani

SEKOLAH "mudah-mudahan'' GRATIS (4)


SUMBER: http://www.diknas.go.id/pembaca.php?id=6
Memacu Pendidikan Gratis Berkualitas
13-04-2009 16:25:41

Pemerintah menaikkan dana bantuan operasional sekolah secara signifikan. Disertai dengan peningkatan mekanisme pengawasan dan transparansi.

Andil pemerintah daerah bisa meningkatkan mutu pendidikan di daerahnya.

Aplaus meriah mengiringi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan kepala dinas pendidikan di seluruh

lndonesia. Bertempat di kantor Depdiknas, Jakarta, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen), Prof. Suyanto, PhD, meneken MoU itu pada 20 Januari lalu.

Seremoni ini menandai penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk semua jenjang pendidikan dasar di Indonesia.Pada tahun ini,pemerintah mengalokasikan dana BOS 50% lebih besar dari tahun sebelumnya. Bila tahun lalu alokasinya Rp 10,5 trilyun, tahun ini naik menjadi Rp 16 trilyun.

Sejak dana BOS diluncurkan pada 2005,jumlahnya terus naik secara signifikan. Ini merupakan konsekuensi kebijakan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berkomitmen terhadap dunia pendidikan, dengan mengalokasikan anggaran pendidikan 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Menurut Dirjen Mandikdasmen, Prof. Suyanto, PhD, pemerintah sengaja menaikkan anggaran BOS secara signifikan agar pendidikan, terutama dalam rangka Wajib Belajar Sembilan Tahun, di Indonesia mengalami peningkatan mutu. "Mulai tahun ini, pembagiannya dibedakan untuk sekolah-sekolah di kota dan di daerah, karena biaya hidup mereka berbeda," kata guru besar Universitas Negeri Yogyakarta itu.

Jatah untuk anak sekolah dasar(SD) di perkotaan, misalnya, ditetapkan Rp 400.000 per siswa setiap tahun, sedangkan untuk siswa SD di kabupaten ditetapkan Rp 397.000 per siswa setiap tahun. Siswa SMP di kota mendapat jatah Rp 575.000, sedikit lebih besar daripada siswa SMP di kabupaten, yang memperoleh jatah Rp 570.000. Dengan dana itu, siswa bisa menikmati pembebasan biaya sekolah dan beberapa buku paket versi murah yang hak ciptanya dibeli oleh pemerintah.

Tak lama setelah kebijakan itu diluncurkan, dana tersebut mengalir cepat ke sekolah-sekolah. Di Kota Cimahi, Jawa Barat, misalnya, dana itu langsung cair ke 188 sekolah penerima hanya selang sehari setelah MoU itu diteken di Jakarta. Total dana yang dibagikan adalah Rp 8,1 milyar lebih. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kucuran dana pada tahun ini lebih cepat diterima sekolah-sekolah, karena Depdiknas telah meminta kepada pemerintah daerah agar jalur birokrasi yang terlampau panjang bisa dipotong.

BOS diarahkan untuk penyediaan pendanaan biaya non-personalia bagi satuan pendidikan. Alokasinya bukan untuk gaji guru, melainkan untuk peralatan pendidikan
habis pakai dan biaya tak langsung berupa jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, transportasi, konsumsi, dan lain-lain.

Dengan penyaluran dana BOS itu, semua pendidikan dasar wajib menggratiskan para siswa dari pungutan operasional. Selain agar beban orangtua siswa menjadi ringan, BOS diarahkan agar mutu pendidikan menjadi lebih baik. Sekolah yang memungut bayaran dari siswa SD dan SMP akan ditindak tegas dan dihukum berat. Sesuai dengan aturan yang berlaku. kepala sekolahnya didenda Rp 500 juta dan diberhentikan sebagai tenaga pendidikan. Aturan ini berlaku untuk semua pendidikan dasar,kecuali sekolah berstandar internasional atau rintisannya.

Transparansi BOS
Selain menaikkan anggaran BOS pada tahun ini, pemerintah juga meningkatkan pengawasannya. Sebelum dana BOS mengalir ke sekolah-sekolah, Ditjen Mandikdasmen menerbitkan buku pedoman yang harus dipahami segenap stakeholder BOS, mulai pejabat di tingkat pusat, daerah, hingga sekolah. Buku pedoman ini sudah
ada sebelumnya,tapi pada tahun ini lebih disempurnakan.

Sosialisasi pengelolaan BOS itu dibarengi pula dengan pelatihan bagi pejabat yang terlibat penyalurannya di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah. Serangkaian kegiatan ini diharapkan mampu menjaga dana BOS agar bisa berkorelasi langsung dengan peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan.

Menurut Prof. Suyanto, dana yang dikucurkan pemerintah pusat itu diharapkan bisa tepat sasaran dan transparan. Karena itu, disiapkan mekanisme audit kinerja dan audit keuangan secara khusus oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tidak hanya meningkatkan pengawasan internal dan badan pengawas keuangan reguler, Depdiknas juga memberikan peluang seluas-luasnya kepada pihak kepolisian, kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pengawasan.

Sejak pertama kali digulirkan pada Juli 2005, program BOS dinilai menghasilkan kemajuan yang signifikan. BOS mengurangi beban orangtua untuk biaya pendidikan anak, sehingga menurunkan angka putus sekolah, ketidakhadiran, angka mengulang kelas, dan meningkatkan angka melanjutkan dari SD ke SLTP.

Dana BOS (* Per siswa per tahun)
Sekolah Tahun 2006
Tahun 2007
Tahun 2008
Tahun 2009
SD/MI Rp.235.000 Rp.254.000 Rp.254.000 Rp.397.000 (kabupaten)
Rp.400.000 (kota)
SMP/MTs Rp.324.000 Rp.354.000 Rp.354.000 Rp.570.000 (kabupaten)
Rp.575.000 (kota)

Peran Strategis Pemda
Dana BOS menjadi sangat strategis karena sesuai dengan amanat Undang- Undang Sisdiknas Pasal 34 ayat 2, yang berbunyi:' 'Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Besaran dana BOS untuk sekolah di desa-desa dianggap cukup untuk memenuhi semua kebutuhan operasional sekolah, sehingga kebijakan pendidikan gratis bisa diwujudkan. Namun, untuk sekolah di perkotaan, dibutuhkan tambahan alokasi dana dari pemerintah daerah(pemda).

Karena itulah, menurut Prof. Suyanto, jika dana BOS bersanding dengan dana pemda, akan terbentuk situasi yang sangat ideal bagi peningkatan mutu sekolah. Ketika pemda sanggup menambahi dana untuk membiayai operasional, sekolah masih memiliki ruang untuk melakukan peningkatan kualitas pendidikan.
Total Anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
(Dalam juta rupiah) Sumber: Depdiknas
Tahun 2005
Tahun 2006
Tahun 2007
Tahun 2008
Tahun 2009
6.216.713 11.997.548 10.621.942 10.594.236 16.193.672

Pada saat ini, beberapa pemda telah membebaskan pendidikan dasar di wilayahnya dari seluruh uang sekolah, dengan mengalokasikan biaya operasional pendidikan atau biaya operasional sekolah (BOP/BOS) dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). yaitu Provinsi DKI Jakarta, Sumatera Selatan,Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Bahkan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan,termasukyang sukses memberikan perhatian pada dunia pendidikan. Sejak tahun 2002, Pemkab Muba rutin menganggarkan dana pendidikan di atas 20% APBD. Bila awalnya hanya seperlima APBD, pada tahun lalu meningkat menjadi 22% atau sebesar Rp357 milyar.

Di kabupaten berpenduduk 474.000 jiwa itu, tidak hanya pendidikan dasar 12 tahun yang gratis. Program ini meluas hingga SLTA dan perguruan tinggi. Akademi Ilmu Keperawatan MUSI Banyuasin dan Politeknik Sekayu kini menjadi contoh perguruan tinggi gratis bertaraf internasional. Menurut Bupati Muba,Alex Noerdin, yang kini menjadi Gubernur Sumatera Selatan, Muba tidak lagi sekadar bicara tentang sekolah gratis, melainkan telah melangkah pada perbaikan mutu pendidikan. Teladan ini tentu diharapkan bisa menyebar keberbagai daerah lain.Peran dan komitmen pemda diharapkan ikut mewujudkan cita-cita pendidikan di Indonesia.



Untuk pengaduan dan informasi lain dapat anda kirimkan melalui:

SMS : 0811-976-929
Fax : 021-5703337
Telp : 021-5707303
Surat : PO.BOX 4490
E-mail : aspirasi@diknas.go.id

SEKOLAH "mudah-mudahan'' GRATIS (3)


SUMBER: http://www.diknas.go.id/headline.php?id=314
Permendiknas untuk Akselerasi Program Sekolah Gratis
05-05-2009 10:27:01 | Dibaca : 371

Jakarta : Lahirnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) tentang Sekolah Gratis sangat dibutuhkan untuk..

percepatan pelaksanaan program sekolah gratis yang telah digulirkan. Demikian tema rapat koordinasi yang diikuti Kepala dan Staf Subdit Program dari Direktorat Pembinaan TK/SD dan Direktorat Pembinaan SMP, serta Bagian Tata Laksana dari Setditjen Mandikdasmen, di Ruang Sidang lantai 15 Gedung E Kompleks Depdiknas, Senayan, Jakarta (Senin, 04 Mei 2009).

”Kelahiran Permendiknas ini untuk akselerasi program sekolah gratis,” kata Budi Susetiyo, Konsultan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Direktorat Pembinaan SMP.

Karena itu, lanjut Budi, rapat koordinasi ini membahas draft awal Permendiknas untuk menerima masukan dari kawan-kawan Direktorat Pembinaan TK/SD, Direktorat Pembinaan SMP dan Setditjen Mandikdasmen.

Dalam pertemuan yang dimulai sejak pukul 13.30 WIB itu, banyak masukan yang diberikan masing-masing peserta rapat. Salah satunya seperti yang dikemukakan oleh Mas Ahmad Yani, Konsultan BOS Direktorat Pembinaan TK/SD, tentang penamaan Permendiknas. Menurutnya, redaksi nama Permendiknas (Penyelenggaraan Program Sekolah Gratis, red) secara yuridis kurang sesuai.

”Nama tersebut bisa mengundang polemik, karena sekolah saat ini masuk dalam kewenangan pemerintah daerah kab/kota,” katanya.

Karena itu, lanjut Mas Ahmad Yani, redaksi awal sebaiknya diganti dengan redaksi berikut; Permendiknas Tentang Pengelolaan Program Wajib Belajar Sembilan Tahun Secara Gratis.

Sementara itu, Mumung Bustaman, Kepala Subdit Program Direktorat Pembinaan SMP berharap Permendiknas ini nantinya akan bisa menjawab beberapa persoalan yang timbul seiring pelaksanaan program sekolah gratis, utamanya untuk memberikan penjelasan terhadap masyarakat tentang perbedaan tiga biaya pendidikan, yaitu biaya operasional sekolah, biaya investasi sekolah dan biaya pribadi.

”Nah yang terakhir tersebut masih merupakan tanggung jawab orang tua, alias tidak gratis,” kata Mumung.

Di akhir rapat koordinasi, Mumung berharap masukan dari peserta rapat nanti akan ditindaklanjuti oleh tim yang bisa bergerak cepat.* (Adib Minnanurrachim)

Sumber: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, link: http://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id/web/berita/76.html



Untuk pengaduan dan informasi lain dapat anda kirimkan melalui:

SMS : 0811-976-929
Fax : 021-5703337
Telp : 021-5707303
Surat : PO.BOX 4490
E-mail : aspirasi@diknas.go.id

SEKOLAH "mudah-mudahan'' GRATIS (2)


sumber: http://www.diknas.go.id/headline.php?id=267

Tidak Gratis, Kena Sanksi
03-04-2009 14:57:48 | Dibaca : 923


PURWOKERTO, -Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Soedibyo menyatakan, bupati berhak...

memberikan sanksi bagi sekolah yang tidak memberikan pendidikan dasar (dikdas) secara gratis.

"Sanksi bagi sekolah yang tidak memberikan pendidikan gratis tergantung pada Bupati," kata Mendiknas kepada wartawan seusai Sosialisasi Wajar Dikdas Gratis 9 Tahun dan PP No 74 Tahun 2008 Tentang Guru, di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (3/4).

Menurut dia, sanksi tersebut harus jelas dan dipertegas dengan peraturan daerah (perda) dikdas gratis yang dibuat masing-masing kabupaten/kota.

Disinggung mengenai masih banyaknya daerah yang belum membuat perda dikdas gratis, dia mengatakan, tanpa perda sebenarnya pendidikan gratis sudah berjalan dan dilaksanakan kepala sekolah. "Tetapi dengan perda, akan jelas mana yang boleh dan mana yang tidak," katanya.

Dengan demikian, keberadaan perda menjadi dasar aturan yang jelas kalau ada sekolah yang dikenai sanksi atau diproses oleh inspektorat jenderal atau diperiksa polisi.

Sebelumnya, saat menghadiri acara yang sama di Pendapa Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (2/4), Mendiknas mengatakan, pemerintah kabupaten/kota harus mempertegas peraturan daerah (perda) yang mengatur pendidikan dasar (dikdas) gratis. "Perda dikdas gratis yang dibuat pemerintah kabupaten/kota harus dipertegas," katanya.

Menurut dia, dalam perda tersebut harus dipertegas pula tentang pengelolaan dana operasional sekolah (BOS) termasuk sanksi bagi sekolah yang melanggarnya.

Ia mengatakan, perda pendidikan gratis di setiap kabupaten berbeda dengan daerah lain karena disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

"Pendidikan gratis bukan berarti semuanya dibebankan pada BOS karena dana BOS hanya sebatas pada biaya pendidikan," katanya. -KOMPAS.com-



Untuk pengaduan dan informasi lain dapat anda kirimkan melalui:

SMS : 0811-976-929
Fax : 021-5703337
Telp : 021-5707303
Surat : PO.BOX 4490
E-mail : aspirasi@diknas.go.id

SEKOLAH "mudah-mudahan'' GRATIS


sumber: http://www.riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&id=11397

Minggu, 17 Mei 2009 , 09:46:00
Mengkaji Kebijakan Sekolah Gratis
Iri dengan Orang Miskin

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Kebijakan sekolah gratis adalah subsidi orang kaya tahap dua setelah subsidi minyak. Sebuah kebijakan pendidikan yang dinilai praktisi pendidikan Riau tidak tepat sasaran dan sebuah gerakan pemborosan.

Mulai tahun ajaran baru 2009 mendatang, takkan terdengar lagi kisah anak Indonesia usia wajib belajar (Wajar) sembilan tahun yang menangis pulang ke rumah karena menunggak membayar SPP. Pasalnya di tahun ajaran baru ini, pemerintah telah memberlakukan kebijakan sekolah gratis secara nasional.

Untuk mewujudkan sekolah gratis tersebut sekolah negeri maupun swasta diberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dengan rincian sesuai dengan Buku Panduan BOS 2009, untuk tingkat sekolah dasar di kota sebesar Rp400 ribu per siswa pertahun, sedangkan di kabupaten Rp 397.000 per siswa per tahun. Untuk sekolah tingkat pertama di kota Rp575 ribu per siswa pertahun dan kabupaten Rp570 ribu per siswa per tahun. Dana tersebut, ditujukan untuk menjamin tidak ada lagi siswa miskin yang tidak bisa menuntaskan Wajar.

Program ini memang terdengar mulia dan sangat strategis men yentuh hati rakyat. Itu sebab nya menurut Ketua Majelis Pendidikan Riau Djauzak Ahmad dan Pembantu Rektor I Bidang Akademis Universitas Islam Riau (UIR) Dr Ir Agusnimar MSc sekolah gratis sering menjadi kampanye para calon legislatif, kepala daerah hingga presiden.

Keberadaan dana BOS, janji para calon legislatif, kepala daerah, presiden dan iklan sekolah gratis yang diperankan Cut Mini pemeran Ibu Muslimah di Film Laskar Pelangi, membuat tidak ada lagi keraguan untuk menjamin siswa Indonesia mendapatkan pendidikan gratis. Namun apakah siswa benar-benar akan menda patkan pendidikan gratis? Dan sudah tepatkah program sekolah gratis itu dijalankan?

Jawabannya sangat bervariasi, untuk contoh kasus di Riau saja. Di Bengkalis, program sekolah gratis ini bisa dikatakan paling gratis se-Riau. Pasalnya di kabupaten ini, yang gratis tidak saja SPP, namun juga buku, biaya masuk, biaya pindah, biaya ujian dan lainnya. Bahkan sejumlah siswa juga mendapatkan bantuan sepatu bahkan baju gratis.

“Di sekolah saya tidak sepeserpun biaya yang dipungut dari siswa. Semua operasional sekolah dibiayai dari dana BOS dan dana BOP (Biaya Operasional Pendidikan) serta berbagai program dari anggarapan pemerintahan kabupaten,” ungkap Masnur, salah seorang kepala sekolah di Kabupaten Bengkalis.

Model sekolah gratis itu dirasakan cukup tepat untuk para siswa di sekolahnya yang memang rata-rata berekonomi lemah. Namun, dia merasa ada beberapa hal yang hilang. Misalnya kini interaksi antara guru dan wali murid hampir tidak ada lagi. Jika dulu wali murid sering bertanya apa lagi yang dibutuhkan anaknya kepada guru, semisal buku apa yang bagus dibaca siswa, sekarang tidak ada lagi. Wali murid lebih cuek karena memang anak mereka telah membawa setumpuk buku dari sekolah.

Selain itu, sejak penerapan sekolah gratis, hampir tidak ada ruang-ruang kreasi siswa. Semisal dulu ada acara perpisahan sekolah di mana anak menyumbang tarian dan kreasi lainnya, sekarang hampir tidak ada. Mengingat tidak boleh ada pungutan, maka tidak ada acara perpisahan dan ijazah sekolah pun dibagi tanpa seremonial.

Namun, bukan itu yang sangat dikhawatirkan Masnur. Dia mengkhawatirkan tentang buku ajar bagi siswa. Jika dulu, guru mencari buku yang paling mudah diajarkan dan dipahami siswa. Sekarang guru hanya bisa pasrah menerima jatah. Buku siswa yang sekarang dibelikan hanya disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Semisal buku yang bagus harganya Rp30 ribu, namun dana yang tersedia hanya Rp12 ribu, maka para siswa dan guru terpaksa memakai buku yang harga Rp12 ribu tersebut.

Tak Tepat Sasaran
Persoalan sekolah gratis menurut Ismail Nasution, komite sekolah di SD 002 Bukit Raya juga tidak semuanya tepat. Dia menyebutkan jika di SD 002 Bukit Raya, memang pantas sekolah gratis ditetapkan. Pasalnya para siswa di tempat itu rata-rata adalah anak dari petani ubi dan peternak lembu. Ekonomi mereka hanya pas-pasan.

Namun, jika di SD 001 Lima Puluh di Jalan Hang Tuah rasa nya tidak tepat. Pasalnya di sekolah yang juga dikenal dengan nama SD Teladan itu adalah sekolah mapan. “Lihat saja kemacetan yang terjadi di se-kolah tersebut setiap kali jam mengantar dan menjemput sis-wa. Di situ rata-rata bersekolah anak orang kaya. Apa mau digratiskan juga? Seharusnya ada subsidi silang. Bagi anak dari para siswa yang mampu, tetap dipungut bayaran, namun yang miskin digratiskan,” paparnya.

Menurut Ismail, lebih tepat program sekolah murah berkualitas se-perti yang diterapkan Pemerintah Kota Pekanbaru tahun ajaran ini. Artinya, tidak gratis, namun membayar sesuai dengan kemampuan dan pekerjaan orang tuanya.

Selain itu model program sekolah gratis menurutnya, penuh dengan pemborosan. Mengingat seringkali fasilitas sekolah dilengkapi dengan menggunakan jatah. Misalnya suatu sekolah diberi jatah lima komputer, padahal kebutuhannya hanya dua hingga tiga buah karena keterbatasan aliran listrik dan sumber daya manusia (SDM) pengguna. Begitu juga dengan pemberian LCD, padahal tidak ada yang menggunakannya. Kalaupun ada hanya sesekali saja. Pemborosan itu semua, menurutnya, terjadi karena adanya pemerataan jatah komputer dan LCD di tiap sekolah yang tidak disesuaikan lagi dengan kebutuhan.

Ismail juga menuturkan pengalamannya saat menjalankan program cuci tangan siswa sekolah di 22 SD se Pekanbaru dua bulan terakhir ini. Ismail prihatin saat melihat program buku gratis yang diberikan pemerintah lewat BOS buku. Dia melihat kebanyakan buku tersebut banyak yang sekadar jadi pajangan. Itu ditandai dengan buku-buku tersebut terlihat tersusun rapi di rak perpustakaan.

“Secara kasat mata kan kita bisa lihat, kalau buku pernah dibaca atau tidak. Kalau banyak dibaca tentu bukunya mengembang. Bahkan saya pernah lihat ada buku baru yang disimpan di gudang sekolah. Ada apa dengan buku-buku gratis tersebut? Apakah kelebihan saat membeli?” tanyanya.

Tak sampai disitu saja, Dr Ir Agusnimar MSc mengkhawatirkan sekolah gratis itu mengurangi partisipasi masyarakat terhadap pendidikan karena semua biaya pendidikan ditangggung oleh pemerintah. Penda-pat senada juga diungkapkan oleh Prof Irwan Effendi, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Riau.

‘’Kita khawatir jika semua pendidikan itu digratiskan tidak ada kepedulian masyarakat terhadap pendidikan itu sendiri. Biarlah pendidikan gratis ini untuk orang-orang susah atau siswa-siswa yang ada di sekolah marjinal,’’ ujarnya.

Irwan maupun praktisi pendidikan lainnya seperti Kepala PGRI Riau Isjoni menyarankan dalam dunia pendidikan harus ada subsidi silang. Jika pendidikan gratis itu diberikan kepada mereka yang tidak mampu memang tidak menjadi persoalan, akan tetapi jika pendidikan gratis itu diberikan kepada mereka orang kaya tentu tidak pada tempatnya. Subsidi silang dalam dunia pendidikan ini sangat penting sekali.

Apalagi bila melihat masih banyak dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia. Dari pada mensubsidi orang kaya, lebih baik dana tersebut dialirkan untuk memperbaiki sekolah-sekolah marginal atau meningkatkan honor para guru honor yang rata-rata digaji di bawah UMR (Upah Minimum Regional).

Dipaksa Menerima BOS
Ketimpangan tentang penerapan sekolah gratis sebenarnya telah dirasakan sejak dana BOS digulirkan. Pasalnya dana BOS diberikan merata ke seluruh sekolah tanpa pandang bulu. Baik sekolah pinggiran dengan fasilitas terbatas hingga sekolah swasta elit yang biaya sekolahnya le-bih tinggi dari perguruan tinggi.

Ambil contoh SDIT Al-Ittihad Rumbai. Sekolah dengan biaya sekolah sekitar Rp600 ribu per bulan ini dan uang pangkal Rp7 juta ini, juga mendapatkan dana BOS. Untuk tahun ajaran lalu, menurut Kepala Sekolahnya Mansur, SD tersebut mendapatkan dana BOS sekitar Rp47 juta bagi 475 siswanya.

Jika dilihat dari sekolah tersebut, sebenarnya biaya pendidikan mahal tidak jadi soal bagi orang tua siswa. Pasalnya tahun ajaran baru ini saja sudah ada 143 siswa baru yang siap antre masuk sekolah ini. Padahal mereka ha-nya akan menampung 100 siswa. Itu baru di sekolah Al-Ittihad, masih banyak sekolah serupa seperti Assofa, Al Azhar, Dharma Yudha dan sekolah lainnya. Artinya masih banyak siswa di Riau yang sebenarnya tidak perlu di-subsidi.

Tapi entah apa yang menjadi alasan paling tepat. Setiap siswa seperti dipaksa menerima subsidi biaya pendidikan lewat dana BOS. Apalagi terang-terangan, beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pendikan Nasional Riau Irwan Effendi, mengungkapkan tahun ajaran ini tidak boleh ada sekolah yang menolak dana BOS. Bagi sekolah yang menolak, maka pemerintah tidak akan melayani sekolah bersangkutan. Misalnya dengan cara tidak dikirimi soal Ujian Nasional atau meregister siswanya. Kebijakan itu katanya untuk menjamin Wajar 9 tahun di Riau.

Dari pemaksaan dana BOS tersebut, bisa dilihat bagaimana sekolah memaksakan diri memberikan subsidi bagi setiap siswa. Tidak peduli kaya atau miskin. Seperti itu pulalah, sekolah gratis hendak diwujudkan. Semuanya gratis tanpa pandang bulu.

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dalam siaran pers Diknas Maret lalu menegaskan bahwa meskipun dia menyatakan memungut haram hukumnya, namun sangat menganjurkan sumbangan. Sekolah yang maju, menurutnya, adalah sekolah yang orang tua siswanya menyumbang dan peduli. Dengan kata lain kini hanya mengharapkan kesadaran orang tua untuk peduli terhadap pendidikan di sekolah anaknya.

Namun pertanyaannya, sebe-rapa banyak orang tua yang mau peduli untuk menyumbang itu? Menurut Ismail, saat ini banyak orang kaya yang iri dengan orang miskin. Itulah sebabnya, menurutnya pilihan agar orang tua siswa yang berperan aktif memberikan sumbangan dirasakan sulit diwujudkan. “Seandainya saja, ada pemilahan bahwa hanya orang kaya yang bayar biaya pendidikan, saya yakin banyak orang tua siswa yang lebih mengaku miskin. Walaupun tentunya ini tidak semua juga,” ujarnya.

Kini pendidikan sekolah gratis sudah digulirkan. Dampak baik dan buruknya akan segera kelihatan. Semoga bangsa ini tidak terlambat mengantisipasi dampak buruk dari pelaksanaan sekolah gratis.(ndi/gem/muh)

Minggu, Mei 17, 2009

Bisakah Kita (Ummat) Bersatu?


sumber: http://pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=6558

Presiden PKS, Tifatul Sembiring

Bisakah Kita (Ummat) Bersatu?


Menyambut Tahun Baru 1430 Hijriyah
Oleh: TIFATUL SEMBIRING
PRESIDEN PKS

Tahun baru hijriyah diyakini banyak pemikir Islam sebagai tahun kebangkitan Islam, bahkan menjadi titik balik kemenangan perjuangan Rasulullah saw. dan para shahabat. Setiap tahun kita memperingati tahun baru Islam ini, namun sudahkah secara substansial ada pencerahan di tubuh ummat dengan berlalunya tahun baru demi tahun baru? Sudahkah semangat energizing berhasil kita serap dari momentum yang menjadi titik balik kemenangan tadi…?. Masih banyak permasalahan ummat yang belum tuntas kita upayakan solusinya, termasuk masalah persatuan ummat dan pemunculan sosok-sosok pemimpin yang berkualitas.

Perpecahan selalu membawa malapetaka dan kerusakan besar di tengah-tengah ummat. Kurang percayakah kita? Kurang yakinkah kita setelah demikian banyak bukti sejarah memberi pelajaran? Perpecahan, perselisihan di perang Uhud misalnya, mengakibatkan gagalnya kemenangan yang semula sudah diraih. Rasulullah saw. tembus di pipinya karena dilempari dengan pecahan besi, yang ketika dicabut menyebabkan dua gigi beliau patah. Bahkan ketika para sahabat memapah beliau ke tempat yang lebih tinggi, Rasulullah saw terperosok ke dalam lubang jebakan yang berisi senjata tajam, sehingga paha beliau sobek dan jatuh pingsan karena begitu banyaknya darah yang keluar.

Kurang yakinkah kita akan efek dari perpecahan? Tengoklah perang Shiffin yang disebabkan oleh konflik antara Ali dan Mu’awiyah. Perang yang menelan korban 80.000 muslimin. Sebuah tragedi kelam dalam sejarah Islam. Belum paham jugakah kita bagaimana pedihnya perpecahan? Di Iraq, ratusan orang menjadi korban ketika kaum Syi’ah menyerang kaum Sunniy. Selanjutnya kaum Sunniy menyerang kaum Syi’ah sehingga meninggal pula sejumlah orang, dan seterusnya tak berkesudahan. Padahal sunniy bukanlah musuh syi’ah dan syi’ah bukanlah musuh sunniy? Musuh mereka adalah sang penjajah Amerika.
Belum sadarkah kita tentang apa yang terjadi di Palestina? Ketika Presiden Palestina—Mahmud Abbas—berkunjung ke Indonesia dan mengundang untuk berdiskusi, dengan tegas saya sampaikan kepada beliau, bahwa bangsa Palestina tidak akan meraih kemenangan kecuali mereka bersatu melawan Israel.
Benarlah kata Imam Ali dalam pesannya, “Kebenaran yang tidak terorganisir akan dapat dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir”.

Sesungguhnya modal kita untuk bersatu sangat sederhana. Ialah ketika kita sepakat untuk mengucapkan “Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadurrasulullah”. Bagi kami, ketika seseorang menyatakan komitmennya untuk taat pada Allah dan Rasul-Nya, cukuplah itu. Soal fiqh, furu’, cabang-cabang, pendapat, mari kita bicarakan, mari kita diskusikan, mari kita perdalam. Wong niatnya sama-sama mau masuk surga kok, kenapa harus cek-cok?


TANTANGAN & VISI KE DEPAN

Sebetulnya apakah persoalan pokok ummat? Agenda mendesak apa yang perlu kita selesaikan bersama? Hal terberat yang sedang dihadapi ummat kini adalah kemiskinan, yang nyaris mendekatkan mereka kepada kekufuran. Ada beberapa contoh kasus, di Bandung misalnya, seorang Ibu(berkerudung pula) sampai hati membunuh anaknya karena khawatir anak-anaknya miskin. Juga di Makassar, seorang Ibu yang sedang hamil meninggal karena kelaparan. Tiga hari dia tidak makan, demikian pula anak-anaknya.
Kelemahan ekonomi ummat adalah penyebabnya. Hingga saat ini kemampuan ummat untuk berekonomi belumlah memadai. Bagai menjadi budak di negeri sendiri. Baik dari sisi akses terhadap sumber daya maupun skill-nya. Ekonomi masih dikuasai oleh sistem, konvensional ribawi. Lalu datanglah krisis ekonomi, masalah semakin berat. Akibatnya langsung dapat dilihat. Untuk menyelamatkan keluarga, para gadis dan ibu-ibu berangkat menjadi TKW diluar negeri. Dimana ‘izzah ummat ?, martabat bangsa. Begitu kerap kita mendengar kasus-kasus yang menyayat hati: ada yang diperkosa, dihukum mati, ada yang terjun dari tingkat empat lantaran tidak tahan disiksa majikan. Dan kita tidak mampu melindungi mereka.
Masalah moral juga menorehkan catatan menyedihkan. Kita dapati tokoh-tokoh muslim yang namanya seperti nama Nabi, seperti gelar Nabi, seperti nama orang sholeh namun ditangkap KPK. Mereka menjadi harapan ummat, menyandang nama terpercaya, namun ternyata korupsi. Seberapa kuatkah komitmen moral kita? Moral Islam.

Agenda berikutnya adalah pendidikan. Soal penyiapan SDM unggul, yang dapat diandalkan menjalankan roda pembangunan ummat. Apalagi persiapan kepemimpinan nasional dimasa mendatang. Sekarang saja, bangsa besar ini seperti kebingungan mencari calon pemimpinnya. Kita masih saling bertanya satu sama lain, padahal kita berdoa “waj’alna lil muttaqiina imaman”. Kita mohon pada Allah swt. agar menjadikan anak-anak kita sebagai pemimpin orang-orang bertaqwa.
Memang kita memiliki banyak pesantren. Namun setelah kami riset, pesantren-pesantren tersebut dapat kita bagi dalam dua kategori. Kategori pertama adalah pesantren yang memiliki metode pengajaran dan kurikulum bagus, namun sarananya amat memprihatinkan. Di sebuah pesantren kami pernah menemukan sebuah ruang 3x4 m2 yang dihuni oleh 30 anak. Sanitasinya tidak terawat, bak penampung air mandi yang tak pernah diganti sehingga menyebabkan penyakit kulit. Bahkan ada sebuah pemeo, tidak sah menjadi santri kalau tidak kudisan.
Kelompok kedua adalah pesantren yang memiliki sarana bagus, namun kurikulumnya tidak memiliki keunggulan. Penyiapan kwalitas SDM ummat ini perlu pembenahan, dengan sinergi dan persatuan dan keuatan bersama tentunya.


SIAPA YANG HARUS BERBUAT?

Dalam konteks ummat Islam Indonesia setiap orang tentu merujuk kepada NU dan Muhammadiyyah dengan segenap elitenya. Pertanyaannya adalah, bisakah kita menurunkan tensi jurang pemisah. Saling adzillatin, menjalin tali asih. Saling merendah dan bukannya saling gengsi. Bisakah kita sesama ummat BERHENTI saling mencurigai(su’uzhan), saling mengintai(wa laa tajassasu), saling membelakangi dan saling menggunjing(ghibah). Kita membutuhkan persatuan dalam kesejukan ikatan kasih sayang persaudaraan. Bila bersatu, maka kita akan kuat dan insya Allah sanggup untuk menghadapi kekuatan kebathilan apapun bentuknya.

Sangat mungkin dan sangat layak ummat ini bersatu. Pak Din, Pak Hasyim dan Pak Hidayat—tokoh-tokoh harapan ummat--sama-sama alumni Gontor dan sama-sama menduduki posisi strategis. Dengan seringnya tokoh-tokoh yang dicintai ummat ini bersilaturahim, syak wasangka akan terhapus, keakraban akan kian kokoh dan berbagai pemikiran untuk kemajuan ummat dan bangsa akan mengalir deras. Terbayang betapa bahagia dan sejuknya hati ummat menyaksikan para pemimpinnya kokoh bersatu. Sesuatu yang sudah amat kita rindukan.

Tak ada ghill secuilpun dari kami terhadap NU dan Muhammadiyyah. Kami tidak memiliki rencana negatif apapun terhadap saudara-saudara kami NU dan Muhammadiyyah. Kami bergerak di ranah politik, sama dengan saudara-saudara kami parpol Islam lainnya. Membenahi eksekutif dan legislatif, mengadvokasi ummat di ranah pembuatan kebijakan publik. Bila perjuangan di ranah politik ini mendapat dukungan dari saudara-saudara kami yang lain, khususnya ormas-ormas, tentu kita akan memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.
Demikianlah harapan kita, ummat ini menjadi kuat, karena kita saling merunduk, saling merangkul, bagaikan satu tubuh. Sehingga kita (ummat) ini bisa dan harus bersatu untuk maju. Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah !


Pengirim: MHN Update: 24/12/2008 Oleh: MHN

3 PASANG CAPRES 2009



Sampai saat ini sudah ada 3 pasangan calon presiden untuk 2009:
- JK-WIRANTO
- SBY - BUDIONO
- MEGAWATI - PRABOWO

Siapa saja mereka secara luas sudah banyak diulas, nanti coba menelisik lebih dalam. Siapa yang harus dipilih? apa yang didukung PKS atau sesama alumni IPB? :)) itu-itu keneh....

Moga-moga yang terbaik untuk rakyat bukan untuk diri mereka sendiri dan konco2nya.. tanpa retorika yang penting mah HASIL.

ANTASARI AZHAR, SEKARANG JADI SELEBRITI BENERAN


Gogling lagi tentang AA, nemu berita di FigurPublik ini suumbernya http://www.figurpublik.com/profesi/showprofesi.php?id=2


gambar : www.kpk.go.id

Judulnya hebat dan "jadi kenyataan": Antasari Azhar Merasa Jadi Selebritis

Antasari Azhar,
Merasa Jadi Selebritis

ENTAH berkah entah pula musibah, yang jelas kasus Tommy Soeharto telah melambungkan nama Antasari Azhar, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Tak heran, kalau setiap kali ia berada di tempat-tempat umum, orang-orang langsung menatapnya sambil berbisik-bisik. Sebenarnya, ia merasa risi juga. Namun apa mau dikata. "Saya merasa menjadi selebritis," guyon Antasari.

Namun di balik ketenaran, tidak bisa dipungkiri, Antasari menanggung beban yang cukup berat setelah gagal melakukan eksekusi terhadap Tommy, yang sejak sebulan lalu dinyatakan buron. Sampai-sampai, ia sendiri sempat "dicurigai" ikut menghalang-halangi eksekusi. Memang, banyak orang yang bertanya-tanya terhadap cara eksekusi yang dilakukan oleh Antasari dan kawan-kawan. Misalnya, Antasari tidak langsung melakukan eksekusi begitu putusan MA turun. Selain itu, ketika grasi Tommy ditolak Presiden, Antasari juga tidak langsung melakukan eksekusi terhadap putra mantan orang kuat Orde Baru itu. Yang lucunya, ketika hari H pemanggilan Tommy ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Antasari juga belum bisa memastikan apakah Tommy sudah menerima salinan penolakan grasi atau tidak. Anehnya lagi, waktu itu (Jumat, 3 November), Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan "mengundang" Tommy ke kantornya pada siang hari, bukan paginya. Bila tidak memenuhi undangan itu, baru mereka akan melakukan upaya paksa. Tapi, ternyata, ketika eksekusi paksa hendak dilakukan, Tommy sudah tidak ada lagi di Cendana.

Tidak jelas, apakah kelemahan-kelemahan semacam itu semata-mata persoalan administratif saja atau memang kelambanan Antasari sendiri dalam bertindak. Kalau betul itu kelemahan administratif, mungkin bukan Antasari sendiri yang harus bertanggungjawab, meskipun ia tidak bisa begitu saja lepas tangan. Namun, jika itu karena kelambanan Antasari, tidak salah kalau kesan yang muncul ia sengaja mengulur-ulur waktu eksekusi. Yang terlihat, Antasari memang kurang memperhitungkan bahwa yang akan dieksekusi itu adalah manusia, bukan benda mati yang tidak bisa lari.

Selain itu, kelihatan sekali ia terlalu percaya pada pengacara Tommy. Simak saja jawabannya ketika ditanya TEMPO, mengapa saat permohonan grasi Tommy ditolak Presiden, pihaknya tidak segera melakukan eskekusi:
"Pengacara Tommy bilang bahwa eksekusi tidak dapat dilakukan karena mereka belum menerima petikan penolakan grasi."
Apakah hal itu karena salah satu pengacara Tommy, Bob RE Nasution, adalah seniornya di kejaksaan? "Saat bertugas di Jakarta Pusat, saya memang menjadi anak buah Pak Bob. Sekarang, kalau bicara hukum, posisi kami berbeda," kilah Antasari. Ia juga membantah ada deal khusus antara dirinya dan Bob mengenai eksekusi Tommy. Yang juga menjadi pertanyaan publik adalah cara kejaksaan melakukan penggeledahan terhadap kediaman Tommy dan keluarga besarnya di Cendana. Sebelum penggeledahan dilakukan, pihaknya sudah lebih dulu mengumumkan target-target penggeledahan itu. Ia lagi-lagi lupa bahwa yang akan dicari dengan penggeledahan itu bukan benda mati, yang tidak bisa lari atau bersembunyi. Tak heran kalau kemudian kisah pengejaran Tommy lebih mirip sandiwara belaka. Mungkin hal itu juga yang membuat Jaksa Agung Marzuki Darusman, seperti dikutip Kompas, perlu melaporkan Antasari kepada polisi, meskipun kemudian Marzuki membantahnya. Namun Antasari tetap dalam posisi yang tidak enak, setidaknya publik memberi penilaian bahwa ia tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Padahal, sebelum Tommy lari, ia sudah terlihat sangat optimis bisa membawa Tommy ke Cipinang. Ia pun tampak tidak khawatir terhadap kemungkinan Tommy melarikan diri. Alasannya, Tommy telah dicekal.

Sementara orang-orang menyorotnya tidak becus, Antasari sendiri justru menganggap pengacara Tommylah yang berusaha menghalang-halangi eksekusi. Ia tidak yakin dengan alasan yang dikemukakan oleh sang pengacara bahwa Tommy mendapat teror akan dibunuh dan sebagainya. "Darimana saya tahu alasan itu dari Tommy? Tommy enggak pernah kontak saya," ujarnya. Ia menduga, alasan itu hanya bikinan pengacaranya. Namun begitu, seperti dituturkannya kepada TEMPO, ia optimis Tommy akan tertangkap, bahkan dalam hitungan hari. Benarkah?

Antasari sendiri, walau menanggung beban yang cukup berat, kelihatan santai-santai saja. Setidaknya, ia tidak terlihat tegang. Meskipun ada sebagian orang yang mencemoohnya, bahkan mencaci-maki. Hal yang juga terpaksa diterima anak-anaknya. "Saya kan jadi repot, tiap hari ditanyain terus sama temen-temen soal Tommy," ujar Andita, anak pertamanya yang duduk di bangku kelas III SMU. Meski begitu, mereka tetap mendukung sang ayah. "Tiap malam saya berdoa supaya Tommy tertangkap dan bapak jadi tenang," kata Ajeng, putri bungsunya yang baru kelas III SMP. Tentu saja, selain "celoteh kanan-kiri" yang harus diterima, ada pula yang menunjukan rasa simpati dengan mengirim bunga atau parsel. Yang pasti, selama menangani kasus Tommy kesibukannya menjadi sangat meningkat. Sampai-sampai waktunya untuk keluarga nyaris tak ada. Pulang ke rumah kadang-kadang sudah sangat larut malam, bahkan dini hari, lalu berangkat lagi sekitar pukul enam pagi. Untungnya, isteri dan anak-anaknya bisa memahami hal tersebut. Walaupun demikian, Antasari merasa sedih juga telah "menerlantarkan" keluarganya, juga mengorbankan kegemarannya bermain tenis. Tidak jarang, ketika sedang berjalan bersama dua anaknya, ia mendapat telepon yang membuatnya harus meninggalkan acara keluarganya itu. "Biasanya anak-anak saya suruh pulang naik taksi saja," kisahnya.
Lahir di Pangkal Pinang, Bangka, 47 tahun lalu. Ia menamatkan sekolah dasar di Belitung. Sementara SMP dan SMA ditamatkannya di Jakarta. Selanjutnya, ia masuk Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Jurusan Tata Negara. Di kampus itu, Antasari dikenal sebagai salah seorang yang aktif di organisasi. Ia sempat menjadi Ketua Senat Mahasiswa dan Kedua Badan Perwakilan Mahasiswa. "Saya kan bekas demonstran tahun 78," akunya bangga.

Lulus kuliah, ia kembali ke Jakarta. Awalnya, Antasari bercita-cita menjadi diplomat. Tetapi rupanya, perjalanan hidupnya berkata lain: ia diterima menjadi jaksa. Awal karirnya sebagai penegak hukum itu ia jalani saat menjadi jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (1985-1989). Pelan-pelan karirnya meningkat. Setelah bertugas di sejumlah daerah di Tanjung Pinang, Lampung, Jakarta Barat, dan Baturaja ia ditarik ke Kejaksaan Agung menjadi Kasubdit Upaya Hukum Pidana Khusus. Namanya pun mulai berkibar. Dari sana, ia dipindahkan menjadi Kepala Subdit Penyidikan Pidana Khusus. Terakhir, sebelum dipercayakan menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Antasari menjabat Kepala Bidang Hubungan Masyarakat di lembaga yang kini dipimpin Marzuki Darusman itu.
Untuk mendukung tugas-tugasnya itu, ia tidak pernah berhenti belajar. Antasari tidak hanya membaca dan mengoleksi berbagai buku, terutama buku-buku berbau hukum tetapi juga mengikuti kuliah formal untuk menambah ilmunya. Kini ia sedang mengambil gelar master bidang bussiness law di IBLAM, lembaga yang dikelola oleh mantan Hakim Agung Bismar Siregar. Semangat untuk menambah wawasan itu bisa terbaca begitu memasuki ruang kerjanya: deretan buku memenuhi lemari di sana. Tidak jelas, apakah di sana juga ada buku-buku yang berisi soal bagaimana mempercepat tertangkapnya seorang terpidana yang sedang buron?
(Tokoh Indonesia/Andari Karina Anom/Nurakhmayani/Tempo Interaktif)

ANTASARI AZHAR, Bagaimana akhir kisah sang Pemburu Tikus?


Sempat melihat sedikit klip acara KICK ANDY dengan bintang tamu saat itu AA -yang sekarang beritanya timbul tenggelam bersaing dengan pendaftaran Capres- Saat itu Host KA - Andy F NOya tentunya- bilang "banyak lho yang ingin Bapak -maaf- mati! AA tertegun sesaat... lucu fikirku saat itu... Kenyataanya sekarang, sang "Pemburu Tikus" tikus itu terancam hukuman mati...ehm.. tragisnya hidup.

Siapa yang bersorak? jelas para TIKUS... anda termasuk yang bersorak? moga-moga jangan ya.

sumber gambar : www.kpk.go.id

http://www.kickandy.com/?ar_id=MTE5NQ==
SANG PEMBURU “TIKUS”
Sosok yang satu ini memang unik. Awalnya banyak yang meragukan kemampuannya untuk memberantas kasus korupsi yang ada di negeri ini. Korupsi yang sudah mewabah memang membuat banyak orang bergidik. Korupsi sudah dianggap sebagai kejadian yang biasa dan lumrah. Masyarakat sudah putus asa, apa bisa korupsi di Indonesia ini bisa diberantas.

Namun ketika Antasari Ashar tepilih menjadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, kekhawatiran itu setidaknya terobati. KPK langsung menggebrak dengan melakukan penggerebekan dan penahanan sejumlah tersangka korupsi. Tidak hanya aparat kejaksaan saja yang berhasil diseret ke meja hijau. Namun sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat juga berhasil diringkus dan digelandang ke pengadilan.

Peristiwa yang menarik adalah penangkapan jaksa Urip Tri Gunawan pada Maret 2008 lalu. Jaksa Urip ketika itu tertangkap tangan ketika akan mengambil uang suap dari Artalyta Suryani, orang dekat Samsul Nursalim, pengusaha yang sedang tersandung kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, BLBI. Yang membuat banyak orang tercengang adalah jumlah uang suap yang akan diambil jaksa Urip. Artalyta Suryani kala itu menyuap Jaksa Urip sebesar 660 juta dolar Amerika, atau setara dengan Rp 6 miliar. Peristiwa lainnya adalah penangkapan anggota DPR Amien Nasution. Anggota Komisi IV itu juga tertangkap tangan ketika sedang menerima uang suap dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Azirwan. Peristiwa itu berlanjut dengan penangkapan dan penahanan Yamka Handu dan Anthony Zeidra Abidin terkait kasus aliran dana Bank Indonesia ke DPR.

Melihat sepak terjang ayah dua putri ini masyarakat setidaknya bisa bernafas lega. Padahal sebelumnya masyarakat meragukan kemampuan pria asal Bangka itu. Sepak terjang Antasari Ashar sebelumnya memang membuat orang ragu-ragu atas kemampuannya. Ini terekam saat ia menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Kala itu ia terlambat melakukan eksekusi terhadap anak bungsu presiden Soeharto, Tommy Soeharto. Akibatnya Tommy melarikan diri dan sempat buron. Selain itu, saat Antasari Ashar menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, ia juga ragu-ragu mengeksekusi 32 anggota DPRD yang terlibat korupsi. Padahal kasus itu sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung

Namun ternyata Antasari Ashar menjawab keraguan masyarakat dengan bertindak lugas dan tegas saat menjabat Ketua KPK. Ia mencanangkan perang terhadap kasus korupsi. “Saya tidak akan ragu-ragu lagi menangkap dan menahan orang yang benar-benar terbukti melakukan tindak pidana korupsi”, ujarnya mantap.

Dan, Antasari Ashar akan terus menggebrak dan mengejar para “tikus” yang menggerogoti keuangan negara. Tentu saja akibat gebrakan Antasari Ashar ada risikonya. Keselamatan jiwanya bisa saja terancam mengingat banyak orang yang sakit hati kepadanya. Ketika ditanya soal keselamatan dirinya terhadap berbagai ancaman itu, Antasari Ashar yang pernah kuliah di Universitas Sriwijaya Palembang ini berujar kalem “Biarlah itu menjadi rahasia saya, dan akan saya tanggung sendiri”.

dari situs Kick Andy.
============

Yang bener namanya Antasari ANHAR, ASHAR atau AZHAR ya? :((

Kamis, Mei 14, 2009

CIKUNGUNYA (2)


SUMBER: http://id.wikipedia.org/wiki/Chikungunya

Chikungunya adalah sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Namanya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Makonde yang berarti "yang melengkung ke atas", merujuk kepada tubuh yang membungkuk akibat gejala-gejala arthritis penyakit ini.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Pengertian Chikungunya
* 2 Penyebab Chikungunya
* 3 Chikungunya di Indonesia
* 4 Gejala Penderita Chikungunya
* 5 Chikungunya tidak menyebabkan kematian / kelumpuhan
* 6 Cara menghindari Chikungunya
* 7 Pranala luar

[sunting] Pengertian Chikungunya

Chikungunya berasal dari bahasa Swahili berdasarkan gejala pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung (that which contorts or bends up), mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan (MSDS) Kantor Keamanan Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki. Selain kasus demam berdarah yang merebak di sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat direpotkan pula dengan kasus Chikungunya. Gejala penyakit ini termasuk demam mendadak yang mencapai 39 derajat C, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Terdapat juga sakit kepala, conjunctival injection dan sedikit fotofobia.

Ujian serologi untuk Chikungunya tersedia di Universitas Malaya di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tidak terdapat sebarang rawatan khusus bagai Chikungunya. Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri sendiri dan akan sembuh sendiri. Perawatan berdasarkan gejala disarankan setelah mengetepikan penyakit-penyakit lain yang lebih berbahaya.

[sunting] Penyebab Chikungunya

Penyebab penyakit ini adalah sejenis virus, yaitu Alphavirus dan ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih "bersaudara" dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan. Penyakit Chikungunya disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Apakah penyakit ini juga disebabkan virus dengue? Lalu, apa bedanya dengan DBD dan bagaimana membedakannya? Penyakit Chikungunya disebabkan oleh sejenis virus yang disebut virus Chikungunya. virus Chikungunya ini masuk keluarga Togaviridae, genus alphavirus. Sejarah Chikungunya di Indonesia Penyakit ini berasal dari daratan Afrika dan mulai ditemukan di Indonesia tahun 1973.

[sunting] Chikungunya di Indonesia

Penyakit ini pertama sekali dicatat di Tanzania, Afrika pada tahun 1952, kemudian di Uganda tahun 1963. Di Indonesia, kejadian luar biasa (KLB) Chikungunya dilaporkan pada tahun 1982, Demam Chikungunya diindonesia dilaporkan pertama kali di Samarinda, kemudian berjangkit di Kuala Tungkal, Martapura, Ternate, Yogyakarta (1983),Muara Enim (1999), Aceh dan Bogor (2001). Sebuah wabah Chikungunya ditemukan di Port Klang di Malaysia pada tahun 1999, selanjutnya berkembang ke wilayah-wilayah lain. Awal 2001, kejadian luar biasa demam Chikungunya terjadi di Muara Enim, Sumatera Selatan dan Aceh. Disusul Bogor bulan Oktober. Setahun kemudian, demam Chikungunya berjangkit lagi di Bekasi (Jawa Barat), Purworejo dan Klaten (Jawa Tengah). Diperkirakan sepanjang tahun 2001-2003 jumlah kasus Chikungunya mencapai 3.918. dan tanpa kematian yang diakibatkan penyakit ini.

[sunting] Gejala Penderita Chikungunya

Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulangtulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang atau flu tulang. Gejala-gejalanya memang mirip dengan infeksi virus dengue dengan sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu. virus ini dipindahkan dari satu penderita ke penderita lain melalui nyamuk, antara lain Aedes aegypti. virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini akan berkembang biak di dalam tubuh manusia. virus menyerang semua usia, baik anak-anak maupun dewasa di daerah endemis. Secara mendadak penderita akan mengalami demam tinggi selama lima hari, sehingga dikenal pula istilah demam lima hari. Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan. Ruam-ruam merah itu muncul setelah 3-5 hari. Mata biasanya merah disertai tanda-tanda seperti flu. Sering dijumpai anak kejang demam. Pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi, serta terjadi pembesaran kelenjar getah bening. Pada orang dewasa, gejala nyeri sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara karena rasa sakit bila berjalan. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah. Pada umumnya demam pada anak hanya berlangsung selama tiga hari dengan tanpa atau sedikit sekali dijumpai perdarahan maupun syok. Bedanya dengan demam berdarah dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian.

[sunting] Chikungunya tidak menyebabkan kematian / kelumpuhan

Dengan istirahat cukup, obat demam, kompres, serta antisipasi terhadap kejang demam, penyakit ini biasanya sembuh sendiri dalam tujuh hari. Tidak Menyebabkan Kematian atau Kelumpuhan ! Masih banyak anggapan di kalangan masyarakat, bahwa demam Chikungunya atau flu tulang atau demam tulang sebagai penyakit yang berbahaya, sehingga membuat panik. Tidak jarang pula orang meyakini bahwa penyakit ini dapat mengakibatkan kelumpuhan. Memang, sewaktu virus berkembang biak di dalam darah, penderita merasa nyeri pada tulang-tulangnya terutama di seputar persendian sehingga tidak berani menggerakkan anggota tubuh. Namun, perlu diperhatikan bahwa hal ini bukan berarti terjadi kelumpuhan. Melainkan lebih dari sekedar keengganan si penderita melakukan gerakan karena rasa ngilu pada persendian. Masa inkubasi dari demam Chikungunya dua sampai empat hari. Manifestasi penyakit berlangsung tiga sampai 10 hari. virus ini termasuk self limiting disease alias hilang dengan sendirinya. Namun, rasa nyeri masih tertinggal dalam hitungan minggu sampai bulan. Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk Chikungunya. Cukup minum obat penurun panas dan penghilang rasa sakit yang bisa dibeli di warung. Yang penting cukup istirahat, minum dan makanan bergizi. virus ini termasuk self limiting disease alias hilang dengan sendirinya. Walau demikian, rasa nyeri masih akan tertinggal dalam hitungan minggu sampai bulan. Jadi, jangan panic dulu apabila terdapat anggota keluarga yang menderita penyakit ini, sebab tidak sampai menyebabkan kematian. Serta ngilu pada persendian itu tidaklah menyebabkan kelumpuhan. Penderita bisa menggerakkan tubuhnya seperti sedia kala. Dokter biasanya hanya memberikan obat penghilang rasa sakit dan demam atau golongan obat yang dikenal dengan obat-obat flu serta vitamin untuk penguat daya tahan tubuh. Sebagian orang mengatakan penyakit ini bisa diatasi dengan mengonsumsi jus buah segar, benarkah? Bagi penderita sangat dianjurkan makan makanan yang bergizi, cukup karbohidrat dan terutama protein serta minum sebanyak mungkin. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar. Sebaiknya minum jus buah segar. Setelah lewat lima hari, demam akan berangsur-angsur reda, rasa ngilu maupun nyeri pada persendian dan otot berkurang, dan penderitanya akan sembuh seperti semula. vitamin peningkat daya tahan tubuh juga bermanfaat untuk menghadapi penyakit ini. Selain vitamin, makanan yang mengandung cukup banyak protein dan karbohidrat juga meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang bagus dan istirahat cukup bisa membuat rasa ngilu pada persendian cepat hilang. Minum banyak air putih juga disarankan untuk menghilangkan gejala demam. Bagaimana cara menghindari penyakit ini?

[sunting] Cara menghindari Chikungunya

Cara menghindari penyakit ini adalah dengan membasmi nyamuk pembawa virusnya. Ternyata nyamuk ini punya kebiasaan unik. Pertama, Mereka senang hidup dan berkembang biak di genangan air bersih seperti bak mandi, vas bunga, dan juga kaleng atau botol bekas yang menampung air bersih. Kedua, Serangga bercorak hitam putih ini juga senang hidup di benda-benda yang menggantung seperti baju-baju yang ada di belakang pintu kamar. Ketiga, nyamuk ini sangat menyukai tempat yang gelap dan pengap. Mengingat penyebar penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti maka cara terbaik untuk memutus rantai penularan adalah dengan memberantas nyamuk tersebut, sebagaimana sering disarankan dalam pemberantasan penyakit demam berdarah dengue. Insektisida yang digunakan untuk membasmi nyamuk ini adalah dari golongan malation, sedangkan themopos untuk mematikan jentik-jentiknya. malation dipakai dengan cara pengasapan, bukan dengan menyemprotkan ke dinding. Hal ini karena Aedes aegypti tidak suka hinggap di dinding, melainkan pada benda-benda yang menggantung.

Namun, pencegahan yang murah dan efektif untuk memberantas nyamuk ini adalah dengan cara menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, vas bunga dan sebagainya, paling tidak seminggu sekali, mengingat nyamuk tersebut berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7-10 hari. Halaman atau kebun di sekitar rumah harus bersih dari benda-benda yang memungkinkan menampung air bersih, terutama pada musim hujan seperti sekarang. Pintu dan jendela rumah sebaiknya dibuka setiap hari, mulai pagi hari sampai sore, agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk, sehingga terjadi pertukaran udara dan pencahayaan yang sehat. Dengan demikian, tercipta lingkungan yang tidak ideal bagi nyamuk tersebut. Bisakah seseorang terserang penyakit ini berkali-kali? Kabar baiknya, penyakit ini sulit menyerang penderita yang sama. Sebabnya, pada tubuh penderita akan membentuk antibodi yang akan membuat mereka kebal terhadap wabah penyakit ini di kemudian hari. Dengan demikian, kecil kemungkinan bagi mereka untuk kena lagi.

[sunting] Pranala luar

CIKUNGUNYA (1)


SUMBER: http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=31


DEMAM CHIKUNGUNYA

Meski belum dipastikan lewat pemeriksaan serologi contoh darah, dari gejala klinis yang dialami penderita, hampir dipastikan penyakit ? Misterius ? yang melanda Penduduk Bolaang Mangondow ( Sulawesi Utara ), Jember ( Jawa Timur ) dan Kabupaten Bandung ( Jawa Barat ) adalah ? Demam Chikungunya ?. Hal itu dikemukakan Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang ( P2B2 ) Direktorat Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan ( P2M & PL ) Departemen Kesehatan, Dr Thomas Suroso, MPH ( Selasa 2 Februari 2003 ). Saat ini tim dari P2M&PL, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan ( Litbangkes ) serta unit penelitian Angkatan Laut AS ( NAMRU ) sedang ke Bolaang Mangondow, Sedangkan contoh darah dari penderita dari Kabupaten Bandung ( Cikalongwetan ) dan Jember akan diperiksa di laboratorium Litbangkes.
Sejauh ini di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung ( Desa Mandalamukti ) tercatat ada 218 penderita, di Jember , demikian Kepala Sub-Direktorat Arbovirosis Dr. Rita Kusriastuti,Msc, ada 149 penderita ( Desa BalungLor ) dan kabupaten Bolaang Mangondow, 608 penderita. Chikungunya berasal dari bahasa Shawill yang berarti ? Yang Berubah Bentuk atau Bungkuk ? mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat ( Arthralgia ), Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan ( MSDS ) Kantor Keamanan Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada ? Lutut Pergelangan Kaki Serta Persendian Tangan Dan Kaki ?.
Gejala Demam Chikungunya mirip dengan Demam Berdarah Dengue yaitu Demam yang tinggi, menggigil, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, nyeri sendi dan otot serta bintik-bintik merah pada kulit terutama badan dan lengan. Bedanya dengan demam berdarah dengue, pada chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan ( Schok ) maupun kematian. Masa inkubasi dari demam Chikungunya dua sampai empat hari. Manifestasi penyakit berlangsung tiga sampai 10 hari . Virus ini termasuk ? Self Limiting Disease ? alias hilang dengan sendirinya. Namun rasa nyeri masih tertinggal dalam hitungan minggu sampai bulan. Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk Chikungunya. ?Cukup minum obat penurun panas dan penghilang rasa sakit yang bisa dibeli di warung, yang penting cukup istirahat, minum dan makanan bergizi ?, saran Thomas.
Menurut situs Universitas Standford, virus Chikungunya masuk keluarga Togaviridae, genus alphavirus, dan ditularkan Nyamuk Aedes Aegypti. Virus ini terus menimbulkan epidemi di wilayah tropis Asia dan Afrika sejak diidentifikasi tahun 1952 di Afrika Timur. Di Indonesia Demam Chikungunya dilaporkan pertama kali di Samarinda tahun 1973. Kemudian berjangkit di Kuala Tunkal, Jambi, tahun 1980. Tahun 1983 merebak di martapura, ternate dan Yogyakarta. Setelah vakum hampir 20 tahun, awal tahun 2001 kejadian luar biasa ( KLB ) demam Chikungunya terjadi di Muara Enim, Sumatera Selatan dan Aceh. Disusul Bogor bulan Oktober. Demam Chikungunya berjangkit lagi di Bekasi ( Jawa Barat ), Purworejo dan Klaten ( Jawa Tengah ) tahun 2002. Dari literatur yang saya baca, memang ada gelombang epidemi 20 tahunan. Mungkin terkait perubahan iklim dan cuaca, ujar Thomas. Penjelasan lain, menurut situs Keamanan Laboratorium Kanada, antibodi yang timbul dari penyakit ini membuat penderita kebal terhadap serangan virus selanjutnya. Oleh karena itu, perlu waktu panjang bagi penyakit ini untuk merebak kembali. Menurut Thomas dan Rita, tak ada cara lain untuk mencegah Demam Chikungunya kecuali mencegah gigitan nyamuk serta memberantas tempat perindukan nyamuk dengan tiga M ( Menutup, Menguras dan Mengubur barang bekas yang bisa menampung air ) atau menaburkan bubuk abate pada penampungan air sebagaimana mencegah Demam Berdarah.

DEMAM CHIKUNGUNYA
Virus Chikungunya pertama kali diidentifikasi di Afrika Timur tahun 1952. Tidak heran bila namanya pun berasal dari bahasa Swahlii, Artinya adalah yang berubah bentuk atau bungkuk, Postur penderitanya memang kebanyakan membungkuk akibat nyeri hebat di persendian tangan dan kaki. Virus ini termasuk keluarga Togaviridae, Genus alphavirus, dan ditularkan oleh Nyamuk Aedes Aegypti. Gejalanya adalah demam tinggi, sakit perut, mual, muntah, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, serta bintik-bintik merah terutama di badan dan tangan, meski gejalanya mirip dengan Demam Berdarah Dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan ( Schok ) maupun kematian. Masa inkubasi : dua sampai empat hari, sementara Manifestasinya tiga sampai sepuluh hari. Virus ini tidak ada vaksin maupun obat khususnya, dan bisa hilang sendiri, namun, rasa nyeri masih tertinggal selama berhari-hari sampai berbulan-bulan.

Chikungunya, SARS, Lalu Apa Lagi..?
BELAKANGAN ini makin sering berbagai penyakit hewan dari tengah hutan yang merebak (istilah yang dipakai spill over) ke permukiman penduduk. Sebutlah di antaranya St Louis Encephalitis dan Sungai Nil Barat (West Nile), yang telah menimbulkan banyak korban. Peredaran virus memang tak bisa lagi dibatasi oleh posisi geografi. Hutan yang tadinya tertutup menjadi terbuka, daerah yang dulu terisolir kini bisa dengan mudah berhubungan ke mana saja. Moda perpindahan virus bisa berupa apa saja.
Virus Sungai Nil Barat misalnya, berhasil menyeberang dari Afrika ke Amerika bersama migrasi burung. Atau virus Marburg yang sempat masuk ke Eropa lewat monyet-monyet percobaan asal Afrika Tengah. Makin mudahnya transportasi adalah faktor lain yang mempercepat pola penyebaran mikro-organisme patogen. Manusia yang sudah terkena spill over, penyakit hewan yang pindah ke manusia, membawa virus ini ke berbagai kawasan yang dikunjunginya. Terakhir yang dengan cepat merebak adalah sindrom pernapasan akut parah (SARS). Setelah diidentifikasi, diketahui penyebabnya adalah coronavirus. Meski di Indonesia belum ditemukan kasusnya, kepanikan sudah melanda sebagian masyarakat. Padahal, penyakit hewan yang disebabkan oleh virus jenis corona, juga ada di Indonesia.

Chikungunya
Beberapa minggu sebelum kasus SARS merebak, masyarakat Indonesia direpotkan dengan kasus chikungunya. Virus penyebabnya tergolong dalam Famili Togaviridae, yang belum diketahui pola masuknya ke Indonesia.
Sekitar 200-300 tahun lalu virus chikungunya (CHIK) merupakan virus pada hewan primata di tengah hutan atau savana di Afrika. Satwa primata yang dinilai sebagai pelestari virus adalah bangsa baboon (Papio sp), Cercopithecus sp. Siklus di hutan (sylvatic cycle) di antara satwa primata dilakukan oleh nyamuk Aedes sp (Ae africanus, Aeluteocephalus, Ae opok, Ae. furciper, Ae taylori, Ae cordelierri). Pembuktian ilmiah yang meliputi isolasi dan identifikasi virus baru berhasil dilakukan ketika terjadi wabah di Tanzania 1952-1953. Baik virus maupun penyakitnya kemudian diberi nama sesuai bahasa setempat (Swahili), berdasarkan gejala pada penderita. Maka hadirlah chikungunya yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung (that which contorts or bends up). Setelah beberapa lama, perangai virus chikungunya yang semula bersiklus dari satwa primata-nyamuk-satwa primata, dapat pula bersiklus manusia-nyamuk-manusia. Tidak semua virus asal hewan dapat berubah siklusnya seperti itu. Di daerah permukiman (urban cycle), siklus virus chikungunya dibantu oleh nyamuk Ae aegypti. Beberapa negara di Afrika yang dilaporkan telah terserang virus chikungunya adalah Zimbabwe, Kongo, Burundi, Angola, Gabon, Guinea Bissau, Kenya, Uganda, Nigeria, Senegal, Central Afrika, dan Bostwana. Sesudah Afrika, virus chikungunya dilaporkan di Bangkok (1958), Kamboja, Vietnam, India dan Sri Lanka (1964), Filipina dan Indonesia (1973). Chikungunya pernah dilaporkan menyerang tiga korp sukarelawan perdamaian Amerika (US Peace Corp Volunteers) yang bertugas di Filipina, 1968. Tidak diketahui pasti bagaimana virus tersebut menyebar antarnegara. Mengingat penyebaran virus antarnegara relatif pelan, kemungkinan penyebaran ini terjadi seiring dengan perpindahan nyamuk.
Hasil penelitian terhadap epidemiologi penyakit chikungunya di Bangkok (Thailand) dan Vellore, Madras (India) menunjukkan bahwa terjadi gelombang epidemi dalam interval 30 tahun. Satu gelombang epidemi umumnya berlangsung beberapa bulan, kemudian menurun dan bersifat ringan sehingga sering tidak termonitor. Gelombang epidemi berkaitan dengan populasi vektor (nyamuk penular) dan status kekebalan penduduk. Pengujian darah (serologik) penyakit chikungunya sering tidak mudah karena serum chikungunya mempunyai reaksi silang dengan virus lain dalam satu famili. Untuk memperoleh diagnosis akurat perlu beberapa uji serologik antara lain uji hambatan aglutinasi (HI), serum netralisasi, dan IgM capture ELISA.

Virus lain
Virus yang termasuk Famili Togaviridae tidak hanya terdapat di Afrika, tetapi juga di Australia dan Amerika. Salah satu virus dari Australia yang mempunyai kemiripan gejala klinik dengan chikungunya adalah virus Ross River, menimbulkan penyakit epidemic polyarthritis (EP). Tahun 1943, EP mewabah di Australia Bagian Utara (Northern Territory). Dari Australia penyakit ini menyebar ke pulau-pulau di Lautan Pasifik, termasuk Kepulauan Bismark, New Guinea, Solomon, Pulau Rossel, Fiji, Samoa, Wallis, Futuna, Kaledonia Baru , dan Kepulauan Cook. Pada wabah di Fiji jumlah orang terserang mencapai 50.000. Meskipun tidak bersifat fatal, penyakit ini sangat mengganggu karena penderitaan pasien dapat berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan. EP perlu diwaspadai, terutama untuk daerah Indonesia bagian timur yang berdekatan dengan Australia.
Di Afrika masih ada lagi penyakit virus dengan gejala mirip chikungunya, yakni virus O? nyong nyong (ONN). Istilah "o? nyong-nyong" diambil dari bahasa daerah di Acholi, Uganda, berarti kelemahan sendi. Penyakit ini ditemukan pertama kali di Uganda tahun 1954, kemudian menyebar ke Kenya, Tanzania, Malawi, dan Mozambik. Pada wabah tahun 1954 diperkirakan jumlah penderita dua juta orang. Meskipun demikian, penyakit ini dinilai lebih ringan dibandingkan dengan chikungunya. Dari Amerika ada 3 penyakit virus dalam Famili Togaviridae yang perlu dicatat, yaitu Eastern Equine Encephalitis (EEE), Western Equine Encephalitis (WEE), dan Venezuelan Equine Encephalitis (VEE). Penyakit ini lebih menonjol pada kuda dibandingkan pada manusia, sehingga dipergunakan istilah "equine" yang berarti kuda. Apabila pada chikungunya dan ONN gejala menonjol adalah radang sendi, ketiga penyakit menimbulkan radang otak (encephalitis). Virus-virus ini juga menimbulkan penyakit parah, bahkan bisa fatal pada kuda dan manusia. EEE tersebar di Pantai Timur Amerika, mulai dari bagian selatan Kanada sampai utara Amerika Selatan. WEE terdapat di Pantai Barat Amerika, sedangkan VEE di Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru, ke Utara sampai Meksiko dan Texas.
Sebagai gambaran keganasan wabah EEE tahun 1938 menyebabkan 184.000 ekor kuda terserang dengan angka kematian 90 persen, WEE menyerang 6.000 ekor kuda di California tahun 1930 dan 50 persennya mati.
Pada orang, EEE dapat menimbulkan kematian antara 50-75 persen dari jumlah yang terserang. Mereka yang sembuh banyak yang mengalami kelumpuhan. Dari ketiga virus, VEE telah ada vaksinnya. Namanya TC-83 dan sudah digunakan pada kuda maupun manusia dengan hasil baik. Di Amerika Selatan VEE punya gelombang epidemi sekitar 10 tahun. Di alam bebas, virus WEE dan EEE dilestarikan dalam siklus burung-nyamuk-burung. Pada VEE siklus rodensia-nyamuk-rodensia. Penularan ke manusia dilakukan oleh nyamuk antara lain Aedes sp. Selama musim dingin ketika nyamuk tidak ada, ketiga virus "bersembunyi" pada rodensia, reptilia dan amphibia.
YANG terakhir tentu saja adalah coronavirus yang menghebohkan itu. Sebenarnya ada dua virus corona yang menimbulkan penyakit serius (parah) pada hewan dan menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar. Yang pertama adalah penyakit infectious bronchitis (IB) pada ayam. Kematian pada anak ayam umur 2 hari-4 minggu dapat mencapai 90 persen. Penyakit ini ditandai oleh depresi atau lesu, mulut selalu membuka dan menutup karena ada kesulitan bernapas. Penyakit ini tersebar luas di dunia, termasuk Indonesia, namun dapat dikendalikan lewat vaksinasi teratur. Yang kedua, penyakit transmissible gastro-enteritis (TGE) pada babi. Penyakit ini ditemukan di Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara, dan Australia. Gejala yang menyolok pada anak babi adalah diare akut, muntah, dan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Anak babi yang diserang umumnya mati dalam tempo 5-7 hari. Vaksin TGE juga telah ditemukan. Di Indonesia TGE belum dilaporkan secara resmi, namun ancaman penyakit yang mematikan ini selalu ada.

Globalisasi
Pada zaman yang serba cepat seperti sekarang-seseorang hari ini dapat berada di Amerika atau Afrika, dan esok harinya sudah tiba di Bali atau Jakarta-penyebaran virus amat dimungkinkan. Orangyang tertular penyakit di suatu negara bisa saja membawanya ke Indonesia. Penyakit yang dibawa ada yang dapat hilang dengan sendirinya, namun dapat pula berlanjut siklusnya bila faktor pendukungnya ada. Perdagangan satwa langka yang cukup mendapat sorotan beberapa waktu lalu, bukan tidak mungkin membawa serta virus dari hutan ke tempat yang jauh di negeri orang. Belum lagi nyamuk yang menyelundup ke dalam kabin pesawat terbang. Dengan kata lain, sangat banyak jalur yang dapat dilalui oleh penyakit untuk mencapai daerah baru. Diperlukan kesiapan sumber daya manusia dan kelengkapan laboratorium, dana, serta kemauan agar dapat menjawab penyakit yang sering disebut misterius. (Soeharsono, Dokter hewan di Denpasar)

Tanggal dibuat : 15/03/2005 @ 16:53
Revisi terakhir : 03/02/2007 @ 12:09
Kategori : PENYAKIT
Halaman pernah dibaca 47961 kali

gambar: metro.vivanews.com