Sabtu, November 04, 2006

Undang Undang Tentang Yayasan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 16 TAHUN 2001
TENTANG
Y A Y A S A N
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan berdasarkan kebiasaan dalam masyarakat, karena belum ada peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Yayasan;
b. bahwa Yayasan di Indonesia telah berkembang pesat dengan berbagai kegiatan, maksud, dan tujuan;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, serta untuk menjamin kepastian dan ketertiban hukum agar Yayasan berfungsi sesuai dengan maksud dan tujuannya berdasarkan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas kepada masyarakat, perlu membentuk Undang-undang tentang Yayasan;

Mengingat : Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 sebagaimana telah diubah dengan Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar 1945;

Dengan persetujuan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN :

Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG YAYASAN.


BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :

1. Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, yang tidak mempunyai anggota.
2. Pengadilan adalah Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan Yayasan.
3. Kejaksaan adalah Kejaksaan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan Yayasan.
4. Akuntan Publik adalah akuntan yang memiliki izin untuk menjalankan pekerjaan sebagai akuntan publik.
5. Hari adalah hari kerja.
6. Menteri adalah Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.


Pasal 2

Yayasan mempunyai organ yang terdiri atas Pembina, Pengurus, dan Pengawas .

Pasal 3

(1) Yayasan dapat melakukan kegiatan usaha untuk menunjang pencapaian maksud dan tujuannya dengan cara mendirikan badan usaha dan/atau ikut serta dalam suatu badan usaha.
(2) Yayasan tidak boleh membagikan hasil kegiatan usaha kepada Pembina, Pengurus, dan Pengawas.

Pasal 4

Yayasan mempunyai tempat kedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia yang ditentukan dalam Anggaran Dasar.

Pasal 5

Kekayaan Yayasan baik berupa uang, barang, maupun kekayaan lain yang diperoleh Yayasan berdasarkan Undang-undang ini, dilarang dialihkan atau dibagikan secara langsung atau tidak langsung kepada Pembina, Pengurus, Pengawas, karyawan, atau pihak lain yang mempunyai kepentingan terhadap Yayasan.

Pasal 6

Yayasan wajib membayar segala biaya atau ongkos yang dikeluarkan oleh organ Yayasan dalam rangka menjalankan tugas Yayasan.

Pasal 7

(1) Yayasan dapat mendirikan badan usaha yang kegiatannya sesuai dengan maksud dan tujuan yayasan.
(2) Yayasan dapat melakukan penyertaan dalam berbagai bentuk usaha yang bersifat prospektif dengan ketentuan seluruh penyertaan tersebut paling banyak 25 % (dua puluh lima persen) dari seluruh nilai kekayaan Yayasan.
(3) Anggota Pembina, Pengurus, dan Pengawas Yayasan dilarang merangkap sebagai Anggota Direksi atau Pengurus dan Anggota Dewan Komisaris atau Pengawas dari badan usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2).


Pasal 8

Kegiatan usaha dari badan usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) harus sesuai dengan maksud dan tujuan Yayasan serta tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan, dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB II
PENDIRIAN

Pasal 9

(1) Yayasan didirikan oleh satu orang atau lebih dengan memisahkan sebagian harta kekayaan pendirinya, sebagai kekayaan awal.
(2) Pendirian Yayasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan akta notaris dan dibuat dalam bahasa Indonesia.
(3) Yayasan dapat didirikan berdasarkan surat wasiat.
(4) Biaya pembuatan akta notaris sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
(5) Dalam hal Yayasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didirikan oleh orang asing atau bersama-sama orang asing, mengenai syarat dan tata cara pendirian Yayasan tersebut diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 10

(1) Dalam pembuatan akta pendirian Yayasan, pendiri dapat diwakili oleh orang lain berdasarkan surat kuasa.
(2) Dalam hal pendirian Yayasan dilakukan berdasarkan surat wasiat, penerima wasiat bertindak mewakili pemberi wasiat.
(3) Dalam hal surat wasiat sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak dilaksanakan, maka atas permintaan pihak yang berkepentingan, Pengadilan dapat memerintahkan ahli waris atau penerima wasiat yang bersangkutan untuk melaksanakan wasiat tersebut.

Pasal 11

(1) Yayasan memperoleh status badan hukum setelah akta pendirian Yayasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) memperoleh pengesahan dari Menteri.
(2) Kewenangan Menteri dalam memberikan pengesahan akta pendirian Yayasan sebagai badan hukum dilaksanakan oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia atas nama Menteri, yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan Yayasan.
(3) Dalam memberikan pengesahan, Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat meminta pertimbangan dari instansi terkait.

Pasal 12

(1) Pengesahan akta pendirian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) diajukan oleh pendiri atau kuasanya dengan mengajukan permohonan tertulis kepada Menteri.
(2) Pengesahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal permohonan diterima secara lengkap.
(3) Dalam hal diperlukan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3) pengesahan diberikan atau tidak diberikan dalam jangka waktu :
a. paling lambat 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal jawaban permintaan pertimbangan diterima dari instansi terkait; atau
b. setelah lewat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal jawaban permintaan pertimbangan kepada instansi terkait tidak diterima.


Pasal 13

(1) Dalam hal permohonan pengesahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) ditolak, Menteri wajib memberitahukan secara tertulis disertai dengan alasannya, kepada pemohon mengenai penolakan pengesahan tersebut.
(2) Alasan penolakan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah bahwa permohonan yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang ini dan/atau peraturan pelaksanaannya.


Pasal 14

(1) Akta pendirian memuat Anggaran Dasar dan keterangan lain yang dianggap perlu.
(2) Anggaran Dasar Yayasan sekurang-kurangnya memuat :
a. nama dan tempat kedudukan;
b. maksud dan tujuan serta kegiatan untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut;
c. jangka waktu pendirian;
d. jumlah kekayaan awal yang dipisahkan dari kekayaan pribadi pendiri dalam bentuk uang atau benda;
e. cara memperoleh dan penggunaan kekayaan;
f. tata cara pengangkatan, pemberhentian, dan penggantian anggota Pembina, Pengurus, dan Pengawas;
g. hak dan kewajiban anggota Pembina, Pengurus, dan Pengawas;
h. tata cara penyelenggaraan rapat organ Yayasan;
i. ketentuan mengenai perubahan Anggaran Dasar;
j. penggabungan dan pembubaran Yayasan; dan
k. Penggunaan kekayaan sisa likuidasi atau penyaluran kekayaan Yayasan setelah pembubaran.
(3) Keterangan lain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat sekurang-kurangnya nama, alamat, pekerjaan, tempat dan tanggal lahir, serta kewarganegaraan Pendiri, Pembina, Pengurus, dan Pengawas.
(4) Jumlah minimum harta kekayaan awal yang dipisahkan dari kekayaan pribadi Pendiri sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf d ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.


Pasal 15

(1) Yayasan tidak boleh memakai nama yang :
a. telah dipakai secara sah oleh Yayasan lain; atau
b. bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan.

(2) Nama Yayasan harus didahului dengan kata "Yayasan".
(3) Dalam hal kekayaan Yayasan berasal dari wakaf, kata "wakaf" dapat ditambahkan setelah kata "Yayasan".
(4) Ketentuan mengenai pemakaian nama Yayasan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 16

(1) Yayasan dapat didirikan untuk jangka waktu tertentu atau tidak tertentu yang diatur dalam Anggaran Dasar.
(2) Dalam hal Yayasan didirikan untuk jangka waktu tertentu, Pengurus dapat mengajukan perpanjangan jangka waktu pendirian kepada Menteri paling lambat 1 (satu) tahun sebelum berakhirnya jangka waktu pendirian Yayasan.

BAB III
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

Pasal 17

Anggaran Dasar dapat diubah, kecuali mengenai maksud dan tujuan Yayasan.

Pasal 18

(1) Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilaksanakan berdasarkan keputusan rapat Pembina.
(2) Rapat Pembina sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat dilakukan, apabila dihadiri oleh paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota Pembina.
(3) Perubahan Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan akta notaris dan dibuat dalam bahasa Indonesia.

Pasal 19

(1) Keputusan rapat Pembina sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) ditetapkan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
(2) Dalam hal keputusan rapat berdasarkan musyawarah untuk mufakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak tercapai, keputusan ditetapkan berdasarkan persetujuan paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari seluruh jumlah anggota Pembina yang hadir.

Pasal 20

(1) Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (2) tidak tercapai, rapat Pembina yang kedua dapat diselenggarakan paling cepat 3 (tiga) hari terhitung sejak tanggal rapat Pembina yang pertama diselenggarakan.
(2) Rapat Pembina yang kedua sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sah, apabila dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) dari seluruh anggota Pembina.
(3) Keputusan rapat Pembina yang kedua sah, apabila diambil berdasarkan persetujuan suara terbanyak dari jumlah anggota Pembina yang hadir.

Pasal 21

(1) Perubahan Anggaran Dasar yang meliputi nama dan kegiatan Yayasan harus mendapat persetujuan Menteri.
(2) Perubahan Anggaran Dasar mengenai hal lain cukup diberitahukan kepada Menteri.

Pasal 22

Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan Pasal 12 secara mutatis mutandis berlaku juga bagi permohonan perubahan Anggaran Dasar, pemberian persetujuan, dan penolakan atas perubahan Anggaran Dasar.

Pasal 23

Perubahan Anggaran Dasar tidak dapat dilakukan pada saat Yayasan dinyatakan dalam keadaan pailit, kecuali atas persetujuan kurator.

BAB IV
PENGUMUMAN

Pasal 24

(1) Akta pendirian Yayasan yang telah disahkan sebagai badan hukum atau perubahan Anggaran Dasar yang telah disetujui, wajib diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia.
(2) Pengumuman sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diajukan permohonannya oleh Pengurus Yayasan atau kuasanya kepada Kantor Percetakan Negara Republik Indonesia dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal akta pendirian Yayasan yang disahkan atau perubahan Anggaran Dasar yang disetujui.
(3) Ketentuan mengenai besarnya biaya pengumuman sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.


Pasal 25

Selama pengumuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 belum dilakukan, Pengurus Yayasan bertanggung jawab secara tanggung renteng atas seluruh kerugian Yayasan.

BAB V
KEKAYAAN

Pasal 26

(1) Kekayaan Yayasan berasal dari sejumlah kekayaan yang dipisahkan dalam bentuk uang atau barang.
(2) Selain kekayaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), kekayaan Yayasan dapat diperoleh dari :
a. sumbangan atau bantuan yang tidak mengikat;
b. wakaf;
c. hibah;
d. hibah wasiat; dan
e. perolehan lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar Yayasan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(3) Dalam hal kekayaan Yayasan berasal dari wakaf, maka berlaku ketentuan hukum perwakafan.
(4) Kekayaan Yayasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dipergunakan untuk mencapai maksud dan tujuan Yayasan.


Pasal 27

(1) Dalam hal-hal tertentu Negara dapat memberikan bantuan kepada Yayasan.
(2) Ketentuan mengenai syarat dan tata cara pemberian bantuan Negara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.


BAB VI
ORGAN YAYASAN
Bagian Pertama
Pembina

Pasal 28

(1) Pembina adalah organ Yayasan yang mempunyai kewenangan yang tidak diserahkan kepada Pengurus atau Pengawas oleh Undang-undang ini atau Anggaran Dasar.

(2) Kewenangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi :
a. keputusan mengenai perubahan Anggaran Dasar;
b. pengangkatan dan pemberhentian anggota Pengurus dan anggota Pengawas;
c. penetapan kebijakan umum Yayasan berdasarkan Anggaran Dasar Yayasan;
d. pengesahan program kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan; dan
e. penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Yayasan.
(3) Yang dapat diangkat menjadi anggota Pembina sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah orang perseorangan sebagai pendiri Yayasan dan/atau mereka yang berdasarkan keputusan rapat anggota Pembina dinilai mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan Yayasan.
(4) Dalam hal Yayasan karena sebab apapun tidak lagi mempunyai Pembina, paling lambat dalam waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal kekosongan, anggota Pengurus dan anggota Pengawas wajib mengadakan rapat gabungan untuk mengangkat Pembina dengan memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3).
(5) Keputusan rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan ayat (4) sah apabila dilakukan sesuai dengan ketentuan mengenai korum kehadiran dan korum keputusan untuk perubahan Anggaran Dasar sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang ini dan/atau Anggaran Dasar.

Pasal 29

Anggota Pembina tidak boleh merangkap sebagai anggota Pengurus dan/atau anggota Pengawas.

Pasal 30

(1) Pembina mengadakan rapat sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun.
(2) Dalam rapat tahunan, Pembina melakukan evaluasi tentang kekayaan, hak dan kewajiban Yayasan tahun yang lampau sebagai dasar pertimbangan bagi perkiraan mengenai perkembangan Yayasan untuk tahun yang akan datang.

Bagian Kedua
Pengurus

Pasal 31

(1) Pengurus adalah organ Yayasan yang melaksanakan kepengurusan Yayasan.
(2) Yang dapat diangkat menjadi Pengurus adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum.
(3) Pengurus tidak boleh merangkap sebagai Pembina atau Pengawas.




Pasal 32

(1) Pengurus Yayasan diangkat oleh Pembina berdasarkan keputusan rapat Pembina untuk jangka waktu selama 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan.
(2) Susunan Pengurus sekurang-kurangnya terdiri atas :
a. seorang ketua;
b. seorang sekretaris; dan
c. seorang bendahara.
(3) Dalam hal Pengurus sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) selama menjalankan tugas melakukan tindakan yang oleh Pembina dinilai merugikan Yayasan, maka berdasarkan keputusan rapat Pembina, Pengurus tersebut dapat diberhentikan sebelum masa kepengurusannya berakhir.
(4) Ketentuan mengenai susunan dan tata cara pengangkatan, pemberhentian, dan penggantian Pengurus diatur dalam Anggaran Dasar.

Pasal 33

(1) Dalam hal terdapat penggantian Pengurus Yayasan, Pembina wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Menteri dan kepada instansi terkait.
(2) Pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib disampaikan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal dilakukan penggantian Pengurus Yayasan.

Pasal 34

Dalam hal pengangkatan, pemberhentian dan penggantian Pengurus dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar, atas permohonan yang berkepentingan atau atas permintaan Kejaksaan dalam hal mewakili kepentingan umum, Pengadilan dapat membatalkan pengangkatan, pemberhentian, atau penggantian tersebut paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal permohonan pembatalan diajukan.

Pasal 35

(1) Pengurus Yayasan bertanggung jawab penuh atas kepengurusan Yayasan untuk kepentingan dan tujuan Yayasan serta berhak mewakili Yayasan baik di dalam maupun di luar Pengadilan.
(2) Setiap Pengurus menjalankan tugas dengan itikad baik, dan penuh tanggung jawab untuk kepentingan dan tujuan Yayasan.
(3) Dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), Pengurus dapat mengangkat dan memberhentikan pelaksana kegiatan Yayasan.
(4) Ketentuan mengenai syarat dan tata cara pengangkatan dan pemberhentian pelaksana kegiatan Yayasan diatur dalam Anggaran Dasar Yayasan.
(5) Setiap Pengurus bertanggung jawab penuh secara pribadi apabila yang bersangkutan dalam menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar, yang mengakibatkan kerugian Yayasan atau pihak ketiga.

Pasal 36

(1) Anggota Pengurus tidak berwenang mewakili Yayasan apabila :
a. terjadi perkara di depan pengadilan antara Yayasan dengan anggota Pengurus yang bersangkutan; atau
b. anggota Pengurus yang bersangkutan mempunyai kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan Yayasan.
(2) Dalam hal terdapat keadaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), yang berhak mewakili Yayasan ditetapkan dalam Anggaran Dasar.


Pasal 37

(1) Pengurus tidak berwenang :
a. mengikat Yayasan sebagai penjamin utang;
b. mengalihkan kekayaan Yayasan kecuali dengan persetujuan Pembina; dan
c. membebani kekayaan Yayasan untuk kepentingan pihak lain.

(2) Anggaran Dasar dapat membatasi kewenangan Pengurus dalam melakukan perbuatan hukum untuk dan atas nama Yayasan.

Pasal 38

(1) Pengurus dilarang mengadakan perjanjian dengan organisasi yang terafiliasi dengan Yayasan, Pembina, Pengurus, dan/atau Pengawas Yayasan, atau seseorang yang bekerja pada Yayasan.
(2) Larangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku dalam hal perjanjian tersebut bermanfaat bagi tercapainya maksud dan tujuan Yayasan.


Pasal 39

(1) Dalam hal kepailitan terjadi karena kesalahan atau kelalaian Pengurus dan kekayaan Yayasan tidak cukup untuk menutup kerugian akibat kepailitan tersebut, maka setiap Anggota Pengurus secara tanggung renteng bertanggung jawab atas kerugian tersebut.
(2) Anggota Pengurus yang dapat membuktikan bahwa kepailitan bukan karena kesalahan atau kelalaiannya tidak bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).
(3) Anggota Pengurus yang dinyatakan bersalah dalam melakukan pengurusan Yayasan yang menyebabkan kerugian bagi Yayasan, masyarakat, atau Negara berdasarkan putusan pengadilan, maka dalam jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal putusan tersebut memperoleh kekuatan hukum yang tetap, tidak dapat diangkat menjadi Pengurus Yayasan manapun.

Bagian Ketiga
Pengawas

Pasal 40

(1) Pengawas adalah organ Yayasan yang bertugas melakukan pengawasan serta memberi nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan Yayasan.
(2) Yayasan memiliki Pengawas sekurang-kurangnya 1 (satu) orang Pengawas yang wewenang, tugas, dan tanggung jawabnya diatur dalam Anggaran Dasar.
(3) Yang dapat diangkat menjadi Pengawas adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum.
(4) Pengawas tidak boleh merangkap sebagai Pembina atau Pengurus.


Pasal 41

(1) Pengawas Yayasan diangkat dan sewaktu-waktu dapat diberhentikan berdasarkan keputusan rapat Pembina.
(2) Dalam hal pengangkatan, pemberhentian, dan penggantian Pengawas dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar, atas permohonan yang berkepentingan umum, Pengadilan dapat membatalkan pengangkatan, pemberhentian atau penggantian tersebut.

Pasal 42

Pengawas wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan Yayasan.

Pasal 43

(1) Pengawas dapat memberhentikan sementara anggota Pengurus dengan menyebutkan alasannya.
(2) Pemberhentian sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal pemberhentian sementara, wajib dilaporkan secara tertulis kepada Pembina.

(3) Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal laporan diterima, Pembina wajib memanggil anggota Pengurus yang bersangkutan untuk diberi kesempatan membela diri.
(4) Dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal pembelaan diri sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), Pembina wajib :
a. mencabut keputusan pemberhentian sementara; atau
b. memberhentikan anggota Pengurus yang bersangkutan.
(5) Apabila Pembina tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan ayat (4), pemberhentian sementara tersebut batal demi hukum.


Pasal 44

(1) Pengawas Yayasan diangkat oleh Pembina berdasarkan keputusan rapat Pembina untuk jangka waktu selama 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan.
(2) Ketentuan mengenai susunan, tata cara pengangkatan, pemberhentian, dan penggantian Pengawas diatur dalam Anggaran Dasar.


Pasal 45

(1) Dalam hal terdapat penggantian Pengawas Yayasan, Pembina wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Menteri dan kepada instansi terkait.
(2) Pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib disampaikan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal dilakukan penggantian Pengawas Yayasan.

Pasal 46

Dalam hal pengangkatan, pemberhentian, dan penggantian Pengawas dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar, atas permohonan yang berkepentingan atau atas permintaan Kejaksaan dalam hal mewakili kepentingan umum, Pengadilan dapat membatalkan pengangkatan, pemberhentian, dan penggantian Pengawas tersebut.

Pasal 47

(1) Dalam hal kepailitan terjadi karena kesalahan atau kelalaian Pengawas dalam melakukan tugas pengawasan dan kekayaan Yayasan tidak cukup untuk menutup kerugian akibat kepailitan tersebut, setiap anggota Pengawas secara tanggung renteng bertanggung jawab atas kerugian tersebut.
(2) Anggota Pengawas Yayasan yang dapat membuktikan bahwa kepailitan bukan karena kesalahan atau kelalaiannya, tidak bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian tersebut.
(3) Setiap anggota Pengawas yang dinyatakan bersalah dalam melakukan pengawasan Yayasan yang menyebabkan kerugian bagi Yayasan, masyarakat, dan/atau Negara berdasarkan putusan Pengadilan dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) tahun sejak putusan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap, tidak dapat diangkat menjadi Pengawas Yayasan manapun.

BAB VII
LAPORAN TAHUNAN

Pasal 48

(1) Pengurus wajib membuat dan menyimpan catatan atau tulisan yang berisi keterangan mengenai hak dan kewajiban serta hal lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha Yayasan.
(2) Selain kewajiban sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Pengurus wajib membuat dan menyimpan dokumen keuangan Yayasan berupa bukti pembukuan dan data pendukung administrasi keuangan.

Pasal 49

(1) Dalam jangka waktu paling lambat 5 (lima) bulan terhitung sejak tanggal tahun buku Yayasan ditutup, Pengurus wajib menyusun laporan tahunan secara tertulis yang memuat sekurang-kurangnya :
a. laporan keadaan dan kegiatan Yayasan selama tahun buku yang lalu serta hasil yang telah dicapai;
b. laporan keuangan yang terdiri atas laporan posisi keuangan pada akhir periode, laporan aktivitas, laporan arus kas, dan catatan laporan keuangan.
(2) Dalam hal Yayasan mengadakan transaksi dengan pihak lain yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi Yayasan, transaksi tersebut wajib dicantumkan dalam laporan tahunan.

Pasal 50

(1) Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ditandatangani oleh Pengurus dan Pengawas sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.
(2) Dalam hal terdapat anggota Pengurus atau Pengawas tidak menandatangani laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka yang bersangkutan harus menyebutkan alasannya secara tertulis.
(3) Laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disahkan oleh rapat Pembina.

Pasal 51

Dalam hal dokumen laporan tahunan ternyata tidak benar dan menyesatkan, maka Pengurus dan Pengawas secara tanggung renteng bertanggungjawab terhadap pihak yang dirugikan.

Pasal 52

(1) Ikhtisar laporan tahunan Yayasan diumumkan pada papan pengumuman di kantor Yayasan.
(2) Ikhtisar laporan tahunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib diumumkan dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia bagi Yayasan yang :
a. memperoleh bantuan Negara, bantuan luar negeri, atau pihak lain sebesar Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih; atau
b. mempunyai kekayaan di luar harta wakaf sebesar Rp 20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih.
(3) Yayasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) wajib diaudit oleh Akuntan Publik.
(4) Hasil audit terhadap laporan tahunan Yayasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) disampaikan kepada Pembina Yayasan yang bersangkutan dan tembusannya kepada Menteri dan instansi terkait.
(5) Bentuk ikhtisar laporan tahunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.


BAB VIII
PEMERIKSAAN TERHADAP YAYASAN

Pasal 53

(1) Pemeriksaan terhadap Yayasan untuk mendapatkan data atau keterangan dapat dilakukan dalam hal terdapat dugaan bahwa organ Yayasan :
a. melakukan perbuatan melawan hukum atau bertentangan dengan Anggaran Dasar;
b. lalai dalam melaksanakan tugasnya;
c. melakukan perbuatan yang merugikan Yayasan atau pihak ketiga; atau
d. melakukan perbuatan yang merugikan Negara.
(2) Pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c hanya dapat dilakukan berdasarkan penetapan Pengadilan atas permohonan tertulis pihak ketiga yang berkepentingan disertai alasan.
(3) Pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf d dapat dilakukan berdasarkan penetapan Pengadilan atas permintaan Kejaksaan dalam hal mewakili kepentingan umum.




Pasal 54

(1) Pengadilan dapat menolak atau mengabulkan permohonan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (2).
(2) Dalam hal Pengadilan mengabulkan permohonan pemeriksaan terhadap Yayasan, Pengadilan mengeluarkan penetapan bagi pemeriksaan dan mengangkat paling banyak 3 (tiga) orang ahli sebagai pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan.
(3) Pembina, Pengurus, dan Pengawas serta pelaksana kegiatan atau karyawan Yayasan tidak dapat diangkat menjadi pemeriksa sebagaimana dimaksud dalam ayat (2).


Pasal 55

(1) Pemeriksa berwenang memeriksa semua dokumen dan kekayaan Yayasan untuk kepentingan pemeriksaan.
(2) Pembina, Pengurus, Pengawas, dan pelaksana kegiatan serta karyawan Yayasan, wajib memberikan keterangan yang diperlukan untuk pelaksanaan pemeriksaan.
(3) Pemeriksa dilarang mengumumkan atau memberitahukan hasil pemeriksaannya kepada pihak lain.

Pasal 56

(1) Pemeriksa wajib menyampaikan laporan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada Ketua Pengadilan di tempat kedudukan Yayasan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal pemeriksaan selesai dilakukan.
(2) Ketua Pengadilan memberikan salinan laporan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) kepada pemohon atau Kejaksaan dan Yayasan yang bersangkutan.

BAB IX
PENGGABUNGAN

Pasal 57

(1) Perbuatan hukum penggabungan Yayasan dapat dilakukan dengan menggabungkan 1 (satu) atau lebih Yayasan dengan Yayasan lain, dan mengakibatkan Yayasan yang menggabungkan diri menjadi bubar.
(2) Penggabungan Yayasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan dengan memperhatikan :
a. ketidakmampuan Yayasan melaksanakan kegiatan usaha tanpa dukungan Yayasan lain;
b. Yayasan yang menerima penggabungan dan yang bergabung kegiatannya sejenis; atau
c. Yayasan yang menggabungkan diri tidak pernah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Anggaran Dasarnya, ketertiban umum, dan kesusilaan.
(3) Usul penggabungan Yayasan dapat disampaikan oleh Pengurus kepada Pembina.
(4) Penggabungan Yayasan hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan rapat Pembina yang dihadiri oleh paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota Pembina dan disetujui paling sedikit oleh 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota Pembina yang hadir.

Pasal 58

(1) Pengurus dari masing-masing Yayasan yang akan menggabungkan diri dan yang akan menerima penggabungan menyusun usul rencana penggabungan.
(2) Usul rencana penggabungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dituangkan dalam rancangan akta penggabungan oleh Pengurus dari Yayasan yang akan menggabungkan diri dan yang akan menerima penggabungan.

Pasal 59

Pengurus Yayasan hasil penggabungan wajib mengumumkan hasil penggabungan dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal penggabungan selesai dilakukan.

Pasal 60

(1) Rancangan akta penggabungan Yayasan dan akta perubahan Anggaran Dasar Yayasan yang menerima penggabungan wajib disampaikan kepada Menteri untuk memperoleh persetujuan.
(2) Persetujuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal permohonan diterima.
(3) Dalam hal permohonan ditolak, maka penolakan tersebut harus diberitahukan kepada pemohon secara tertulis disertai alasannya dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (2).

Pasal 61

Ketentuan mengenai tata cara penggabungan Yayasan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

BAB X
PEMBUBARAN

Pasal 62

Yayasan bubar karena :
a. jangka waktu yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar berakhir;
b. tujuan Yayasan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar telah tercapai atau tidak tercapai;
c. putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap berdasarkan alasan :
1) Yayasan melanggar ketertiban umum dan kesusilaan;
2) tidak mampu membayar utangnya setelah dinyatakan pailit; atau
3) harta kekayaan Yayasan tidak cukup untuk melunasi utangnya setelah pernyataan pailit dicabut.

Pasal 63

(1) Dalam hal Yayasan bubar karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 huruf a dan huruf b, Pembina menunjuk likuidator untuk membereskan kekayaan Yayasan.
(2) Dalam hal tidak ditunjuk likuidator, Pengurus bertindak selaku likuidator.
(3) Dalam hal Yayasan bubar, Yayasan tidak dapat melakukan perbuatan hukum, kecuali untuk membereskan kekayaannya dalam proses likuidasi.
(4) Dalam hal Yayasan sedang dalam proses likuidasi, untuk semua surat keluar, dicantumkan frasa "dalam likuidasi" di belakang nama Yayasan.


Pasal 64

(1) Dalam hal Yayasan bubar karena putusan Pengadilan, maka Pengadilan juga menunjuk likuidator.
(2) Dalam hal pembubaran Yayasan karena pailit, berlaku peraturan perundang-undangan di bidang Kepailitan.
(3) Ketentuan mengenai penunjukan, pengangkatan, pemberhentian sementara, pemberhentian, wewenang, kewajiban, tugas dan tanggung jawab, serta pengawasan terhadap Pengurus, berlaku juga bagi likuidator.

Pasal 65

Likuidator atau kurator yang ditunjuk untuk melakukan pemberesan kekayaan Yayasan yang bubar atau dibubarkan, paling lambat 5 (lima) hari terhitung sejak tanggal penunjukan wajib mengumumkan pembubaran Yayasan dan proses likuidasinya dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia.




Pasal 66

Likuidator atau kurator dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal proses likuidasi berakhir, wajib mengumumkan hasil likuidasi dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia.

Pasal 67

(1) Likuidator atau kurator dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal proses likuidasi berakhir wajib melaporkan pembubaran Yayasan kepada Pembina.
(2) Dalam hal laporan mengenai pembubaran Yayasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan pengumuman hasil likuidasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 tidak dilakukan, bubarnya Yayasan tidak berlaku bagi pihak ketiga.


Pasal 68

(1) Kekayaan sisa hasil likuidasi diserahkan kepada Yayasan lain yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama dengan Yayasan yang bubar.
(2) Dalam hal sisa hasil likuidasi tidak diserahkan kepada Yayasan lain yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), sisa kekayaan tersebut diserahkan kepada Negara dan penggunaannya dilakukan sesuai dengan maksud dan tujuan Yayasan tersebut.

BAB XI
YAYASAN ASING

Pasal 69

(1) Yayasan asing yang tidak berbadan hukum Indonesia dapat melakukan kegiatannya di wilayah Negara Republik Indonesia, jika kegiatan Yayasan tersebut tidak merugikan masyarakat, bangsa, dan Negara Indonesia.
(2) Ketentuan mengenai syarat dan tata cara Yayasan asing sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.


BAB XII
KETENTUAN PIDANA

Pasal 70

(1) Setiap anggota organ Yayasan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun.
(2) Selain pidana penjara, anggota organ yayasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) juga dikenakan pidana tambahan berupa kewajiban mengembalikan uang, barang, atau kekayaan yayasan yang dialihkan atau dibagikan.


BAB XIII
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 71

(1) Pada saat Undang-undang ini mulai berlaku, Yayasan yang telah :
a. didaftarkan di Pengadilan Negeri dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia; atau
b. didaftarkan di Pengadilan Negeri dan mempunyai izin melakukan kegiatan dari instansi terkait;
c. tetap diakui sebagai badan hukum, dengan ketentuan dalam waktu paling lambat 5 (lima) tahun sejak mulai berlakunya Undang-undang ini Yayasan tersebut wajib menyesuaikan Anggaran Dasarnya dengan ketentuan Undang-undang ini.
(2) Yayasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib diberitahukan kepada Menteri paling lambat 1 (satu) tahun setelah pelaksanaan penyesuaian.
(3) Yayasan yang tidak menyesuaikan Anggaran Dasarnya dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dibubarkan berdasarkan putusan Pengadilan atas permohonan Kejaksaan atau pihak yang berkepentingan.

BAB XIV
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 72

(1) Yayasan yang sebagian kekayaannya berasal dari bantuan Negara, bantuan luar negeri, dan/atau sumbangan masyarakat yang diperolehnya sebagai akibat berlakunya suatu peraturan perundang-undangan wajib mengumumkan ikhtisar laporan tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (1) yang mencakup kekayaannya selama 10 (sepuluh) tahun sebelum Undang-undang ini diundangkan.
(2) Pengumuman ikhtisar laporan tahunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak menghapus hak dari pihak yang berwajib untuk melakukan pemeriksaan, penyidikan dan penuntutan apabila ada dugaan terjadi pelanggaran hukum.


Pasal 73

Undang-undang ini mulai berlaku 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal diundangkan.


Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.




Disahkan di Jakartapada tanggal 6 Agustus 2001
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

Diundangkan di Jakartapada tanggal 6 Agustus 2001SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
MUHAMMAD MAFTUH BASYUNI


LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2001 NOMOR 112

Salinan sesuai dengan aslinya
Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum danPerundang-undangan,

Lambock V. Nahattands











PENJELASANATASUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001
TENTANG
Y A Y A S A N


I. UMUM

Pendirian Yayasan di Indonesia sampai saat ini hanya berdasar atas kebiasaan dalam masyarakat dan yurisprudensi Mahkamah Agung, karena belum ada undang-undang yang mengaturnya. Fakta menunjukkan kecenderungan masyarakat mendirikan Yayasan dengan maksud untuk berlindung di balik status badan hukum Yayasan, yang tidak hanya digunakan sebagai wadah mengembangkan kegiatan sosial, keagamaan, kemanusiaan, melainkan juga adakalanya bertujuan untuk memperkaya diri para Pendiri, Pengurus, dan Pengawas. Sejalan dengan kecenderungan tersebut timbul pula berbagai masalah, baik masalah yang berkaitan dengan kegiatan Yayasan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan yang tercantum dalam Anggaran Dasar, sengketa antara Pengurus dengan Pendiri atau pihak lain, maupun adanya dugaan bahwa Yayasan digunakan untuk menampung kekayaan yang berasal dari para pendiri atau pihak lain yang diperoleh dengan cara melawan hukum. Masalah tersebut belum dapat diselesaikan secara hukum karena belum ada hukum positif mengenai Yayasan sebagai landasan yuridis penyelesaiannya.

Undang-undang ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai Yayasan, menjamin kepastian dan ketertiban hukum serta mengembalikan fungsi Yayasan sebagai pranata hukum dalam rangka mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Undang-undang ini menegaskan bahwa Yayasan adalah suatu badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan bersifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan, didirikan dengan memperhatikan persyaratan formal yang ditentukan dalam Undang-undang ini.

Pendirian Yayasan dilakukan dengan akta notaris dan memperoleh status badan hukum setelah akta pendirian memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia atau pejabat yang ditunjuk. Ketentuan tersebut dimaksudkan agar penataan administrasi pengesahan suatu Yayasan sebagai badan hukum dapat dilakukan dengan baik guna mencegah berdirinya Yayasan tanpa melalui prosedur yang ditentukan dalam Undang-undang ini.

Dalam rangka memberikan pelayanan dan kemudahan bagi masyarakat, permohonan pendirian Yayasan dapat diajukan kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan Yayasan. Di samping itu Yayasan yang telah memperoleh pengesahan harus diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ketentuan ini dimaksudkan pula agar registrasi Yayasan dengan pola penerapan administrasi hukum yang baik dapat mencegah praktak perbuatan hukum yang dilakukan Yayasan yang dapat merugikan masyarakat.

Untuk mewujudkan mekanisme pengawasan publik terhadap Yayasan yang diduga melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Undang-undang, Anggaran Dasar, atau merugikan kepentingan umum, Undang-undang ini mengatur tentang kemungkinan pemeriksaan terhadap Yayasan yang dilakukan oleh ahli berdasarkan penetapan Pengadilan atas permohonan tertulis pihak ketiga yang berkepentingan atau atas permintaan Kejaksaan dalam hal mewakili kepentingan umum.

Sebagai badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan bersifat sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, Yayasan mempunyai organ yang terdiri atas Pembina, Pengurus, dan Pengawas. Pemisahan yang tegas antara fungsi, wewenang, dan tugas masing-masing organ tersebut serta pengaturan mengenai hubungan antara ketiga organ Yayasan dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan konflik intern Yayasan yang tidak hanya dapat merugikan kepentingan Yayasan melainkan juga pihak lain.

Pengelolaan kekayaan dan pelaksanaan kegiatan Yayasan dilakukan sepenuhnya oleh Pengurus. Oleh karena itu, Pengurus wajib membuat laporan tahunan yang disampaikan kepada Pembina mengenai keadaan keuangan dan perkembangan kegiatan Yayasan. Selanjutnya, terhadap Yayasan yang kekayaannya berasal dari Negara, bantuan luar negeri atau pihak lain, atau memiliki kekayaan dalam jumlah yang ditentukan dalam Undang-undang ini, kekayaannya wajib diaudit oleh akuntan publik dan laporan tahunannya wajib diumumkan dalam surat kabar berbahasa Indonesia. Ketentuan ini dalam rangka penerapan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas pada masyarakat.

Dalam Undang-undang ini diatur pula mengenai kemungkinan penggabungan dan pembubaran Yayasan baik karena atas inisiatif organ Yayasan sendiri maupun berdasarkan penetapan atau putusan Pengadilan dan peluang bagi Yayasan asing untuk melakukan kegiatan di wilayah Negara Republik Indonesia sepanjang tidak merugikan masyarakat, bangsa, dan Negara Republik Indonesia.

II. PASAL DEMI PASAL

Pasal 1
Cukup jelas

Pasal 2
Cukup jelas

Pasal 3
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2) Ketentuan dalam ayat ini sesuai dengan maksud dan tujuan Yayasan yang bersifat sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, sehingga seseorang yang menjadi anggota Pembina, Pengurus, dan Pengawas Yayasan harus bekerja secara sukarela tanpa menerima gaji, upah, atau honor tetap.

Pasal 4
Dalam hal kedudukan Yayasan disebutkan nama desa atau yang dipersamakan dengan itu, harus disebutkan pula nama kecamatan, kabupaten, kota dan propinsi.

Pasal 5
Cukup jelas
Pasal 6
Cukup jelas
Pasal 7
Cukup jelas

Pasal 8
Kegiatan usaha dari badan usaha Yayasan mempunyai cakupan yang luas, termasuk antara lain hak asasi manusia, kesenian, olah raga, perlindungan konsumen, pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, dan ilmu pengetahuan.

Pasal 9
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan "orang" adalah orang perseorangan atau badan hukum.
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Cukup jelas
Ayat (5)
Cukup jelas

Pasal 10
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Apabila terdapat surat wasiat yang berisi pesan untuk mendirikan Yayasan, maka hal tersebut dianggap sebagai kewajiban yang ditujukan kepada mereka yang ditunjuk dalam surat wasiat selaku penerima wasiat, untuk melaksanakan wasiat.

Ayat (3)
Cukup jelas

Pasal 11
Cukup jelas
Pasal 12
Cukup jelas
Pasal 13
Cukup jelas
Pasal 14
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
huruf a
Cukup jelas
huruf b
Cukup jelas
huruf c
Cukup jelas
huruf d
Yang dimaksud dengan istilah "benda" adalah benda berwujud dan benda tidak berwujud yang dapat dinilai dengan uang.
huruf e
Cukup jelas
huruf f
Cukup jelas
huruf g
Cukup jelas
huruf h
Cukup jelas
huruf i
Cukup jelas
huruf j
Cukup jelas
huruf k
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Cukup jelas

Pasal 15
Cukup jelas
Pasal 16
Cukup jelas
Pasal 17
Cukup jelas
Pasal 18
Cukup jelas
Pasal 19
Cukup jelas
Pasal 20
Cukup jelas
Pasal 21
Cukup jelas
Pasal 22
Cukup jelas
Pasal 23
Cukup jelas


Pasal 24
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Permohonan pengumuman dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia dapat diajukan secara langsung atau dikirimkan melalui surat tercatat.
Ayat (3)
Besarnya biaya pengumuman diperhitungkan sesuai dengan besarnya kekayaan Yayasan.
Pasal 25

Maksud dari Pasal ini adalah Pemberian sanksi perdata kepada Pengurus, karena Pengurus tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24.

Pasal 26
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
huruf a
Yang dimaksud dengan "sumbangan atau bantuan yang tidak mengikat" adalah sumbangan atau bantuan sukarela yang diterima Yayasan, baik dari Negara, masyarakat, maupun dari pihak lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
huruf b
Yang dimaksud dengan "wakaf" adalah wakaf dari orang atau dari badan hukum.
huruf c
Yang dimaksud dengan "hibah" adalah hibah dari orang atau dari badan hukum.
huruf d
Besarnya hibah wasiat yang diserahkan kepada Yayasan tidak boleh bertentangan dengan ketentuan hukum waris.
huruf e
Yang dimaksud dengan "perolehan lain" misalnya deviden, bunga tabungan bank, sewa gedung, atau perolehan dari hasil usaha Yayasan.

Ayat (3)
Kekayaan Yayasan yang berasal dari wakaf tidak termasuk harta pailit.
Ayat (4)
Cukup jelas
Pasal 27
Ayat (1)
Bantuan Negara untuk Yayasan dilakukan sesuai dengan jiwa ketentuan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 28
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Ketentuan dalam ayat ini dimaksudkan bahwa Pendiri Yayasan tidak dengan sendirinya harus menjadi Pembina. Anggota Pembina dapat dicalonkan oleh Pengurus atau Pengawas.
Ayat (4)
Cukup jelas
Ayat (5)
Cukup jelas



Pasal 29
Cukup jelas
Pasal 30
Cukup jelas

Pasal 31
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Larangan perangkapan jabatan dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan tumpang tindih kewenangan, tugas, dan tanggung jawab antara Pembina, Pengurus dan Pengawas yang dapat merugikan kepentingan Yayasan atau pihak lain.

Pasal 32
Cukup jelas
Pasal 33
Cukup jelas
Pasal 34
Cukup jelas
Pasal 35
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Yang dimaksud dengan "pelaksana kegiatan" adalah Pengurus harian Yayasan yang melaksanakan kegiatan Yayasan sehari-hari.
Ayat (4)
Cukup jelas
Ayat (5)
Cukup jelas
Pasal 36
Cukup jelas

Pasal 37
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Jika Pengurus melakukan perbuatan hukum untuk dan atas nama Yayasan, Anggaran Dasar dapat membatasi kewenangan tersebut dengan menentukan bahwa untuk perbuatan hukum tertentu diperlukan persetujuan terlebih dahulu dari Pembina dan/atau Pengawas, misalnya untuk menjaminkan kekayaan Yayasan guna membangun sekolah atau rumah sakit.

Pasal 38
Cukup jelas
Pasal 39
Cukup jelas
Pasal 40
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Lihat penjelasan Pasal 31 ayat (3)


Pasal 41
Cukup jelas
Pasal 42
Cukup jelas
Pasal 43
Cukup jelas
Pasal 44
Cukup jelas
Pasal 45
Cukup jelas
Pasal 46
Cukup jelas
Pasal 47
Cukup jelas
Pasal 48
Cukup jelas
Pasal 49
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Ketentuan dalam ayat ini mewajibkan Yayasan melaporkan secara rinci tentang berbagai transaksi yang dilakukan oleh Yayasan dengan pihak lain. Hal tersebut merupakan cerminan dari asas keterbukaan dan akuntabilitas pada masyarakat yang harus dilaksanakan oleh Yayasan dengan sebaik-baiknya.
Pasal 50
Ayat (1)
Laporan harus ditandatangani oleh semua Pengurus dan Pengawas karena laporan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas dalam melaksanakan tugasnya.

Apabila diantara Pengurus atau Pengawas ada yang tidak menandatangani, alasan atau penyebab tidak menandatangani laporan tersebut harus dijelaskan secara tertulis sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan oleh rapat Pembina.
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Pengesahan laporan oleh rapat Pembina berarti pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab kepada Pengurus dan kepada Pengawas, selama tahun buku yang bersangkutan.
Pasal 51
Yang dimaksud dengan "pihak yang dirugikan" adalah Yayasan yang bersangkutan, masyarakat, dan/atau Negara.

Pasal 52
Ayat (1)
Penempelan ikhtisar laporan tahunan Yayasan pada papan pengumuman ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat dibaca oleh masyarakat.
Ayat (2)
Ketentuan dalam ayat ini dimaksudkan agar bantuan yang diterima oleh Yayasan atau Yayasan yang mempunyai kekayaan dalam jumlah tertentu, dapat diketahui oleh masyarakat sesuai dengan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Cukup jelas
Ayat (5)
Cukup jelas
Pasal 53
Cukup jelas




Pasal 54
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan "ahli" adalah mereka yang memiliki keahlian sesuai dengan masalah yang akan diperiksa.
Ayat (3)
Cukup jelas.

Pasal 55
Cukup jelas
Pasal 56
Cukup jelas
Pasal 57
Cukup jelas
Pasal 58
Cukup jelas
Pasal 59
Cukup jelas
Pasal 60
Cukup jelas
Pasal 61
Cukup jelas
Pasal 62
Cukup jelas
Pasal 63
Ayat (1)
Ketentuan dalam ayat ini menegaskan bahwa kekayaan Yayasan yang dibubarkan harus dibereskan (likuidasi). Dengan pembubaran tersebut, keberadaan Yayasan masih tetap ada sampai pada saat likuidator dibebaskan dari tanggung jawab.
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Cukup jelas
Pasal 64
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Dalam hal pembubaran Yayasan berdasarkan putusan Pengadilan, penunjukan likuidator ditetapkan oleh Pengadilan, sedangkan penunjukan kurator hanya apabila Yayasan dinyatakan pailit.
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 65
Cukup jelas
Pasal 66
Cukup jelas
Pasal 67
Cukup jelas
Pasal 68
Cukup jelas
Pasal 69
Cukup jelas
Pasal 70
Cukup jelas
Pasal 71
Ayat (1)
Cukup jelas

Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
"Pihak yang berkepentingan" adalah pihak-pihak yang mempunyai kepentingan langsung dengan Yayasan.

Pasal 72
Cukup jelas
Pasal 73
Cukup jelas

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4132

Jumat, Oktober 20, 2006

Minal 'Aidin Wal Faizin

Segenap Keluarga Besar Yayasan Insani, TKIT dan Playgroup INSANI Mengucapkan :
TAQOBALLAHU MINNA WA MINKUM MINAL AIDIN WAL FAIZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1427 H.

Senin, Oktober 16, 2006

Hujan

Alhamdulillah, syukur pada Mu ya Allah akhirnya Engkau kirimkan rahmat berupa hujan. Sudah beberapa minggu ini Rengat terus diselimuti asap tebal, gelap, pedih di mata dan sesak napas. Keserakahan, kebodohan, egoisme juga apatisme segelintir manusia menyengsarakan semua orang. Untung anak-anak playgroup liburan. BTW, hujan kemarin belum mengurangi kepekatan asap.

Sabtu, September 02, 2006

Standar Kompetensi RA / TK

KURIKULUM 2004
STANDAR KOMPETENSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
TAMAN KANAK-KANAK dan RAUDHATUL ATHFAL
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
Jakarta, Tahun 2003

Katalog dalam Terbitan
Indonesia.
Pusat Kurikulum, Badan Penelitian dan Pengembangan
Departemen Pendidikan Nasional

Standar Kompetensi
Taman Kanak-kanak & Raudhatul Athfal, - Jakarta:
Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas: 2003
iv, 40 hal.
ISBN 979-725-201-9

KATA PENGANTAR
Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia mengalami perkembangan dan perubahan secara terus menerus sebagai akumulasi respon terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi selama ini pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni dan budaya. Hal ini menuntut perlunya perbaikan sistem
pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum.
Penyempurnaan kurikulum yang telah dilakukan mengacu pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah yang terkait yang mengamanatkan tentang adanya standar nasional pendidikan yang berkenaan dengan standar isi, proses dan kompetensi lulusan serta penetapan kerangka dasar dan standar kurikulum oleh pemerintah.
Upaya Penyempurnaan kurilkulum ini guna menwujudkan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan yang harus dilakukan secara menyeluruh mencakup pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya, yakni aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, pengetahuan, keterampilan, kesehatan, seni dan budaya.

Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi peserta didik untuk bertahan hidup serta menyesuaikan diri dan berhasil dalam kehidupan. Kurikulum ini dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan keadaan daerah dan sekolah.
Dokumen kurikulum 2004 terdiri atas Kerangka Dasar Kurikulum 2004, Standar Bahan Kajian dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran yang disusun untuk masing-masing mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan.

Dokumen ini adalah Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal.
Dengan diterbitkan dokumen ini maka diharapkan daerah dan sekolah dapat menggunakannya sebagai acuan dalam pengembangan perencanaan pembelajaran di sekolah masing-masing.
Jakarta, Oktober 2003
Kepala Badan Penelitian
dan Pengembangan
Dr. Boediono
NIP. 130344755
Direktur Jendral
Pendidikan Dasar dan Menengah
Dr. Ir. Indra Jati Sidi
NIP. 130672115


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................
DAFTAR ISI .................................................................................................
I. PENDAHULUAN .................................................................................
A. Rasional .........................................................................................
B. Pengertian .....................................................................................
C. Fungsi dan Tujuan ........................................................................
D. Ruang Lingkup .............................................................................
E Standar Kompetensi Lintas Kurikulum ......................................
F. Standar Kompetensi TK dan RA ......................................................
G. Pendekatan Pembelajaran dan Penilaian .......................................
H. Rambu-rambu ...............................................................................
II. STANDAR KOMPETENSI .......................................................................

PENDAHULUAN 1
A. Rasional
Anak usia 4-6 tahun merupakan bagian dari anak usia dini yang berada pada rentangan usia lahir sampai 6 tahun. Pada usia ini secara terminologi disebut sebagai anak usia prasekolah. Perkembangan kecerdasan pada masa ini mengalami peningkatan dari 50% menjadi 80%. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian/kajian yang dilakukan oleh Pusat Kurikulum, Balitbang Diknas tahun 1999 menunjukkan bahwa hampir pada seluruh aspek perkembangan anak yang masuk TK mempunyai kemampuan lebih tinggi daripada anak yang tidak masuk TK di kelas I SD Data angka mengulang kelas tahun 2001/2002 untuk kelas I sebesar 10,85%, kelas II sebesar 6,68%, kelas III sebesar 5,48%, kelas IV sebesar 4,28, kelas V sebesar 2,92%, dan kelas IV sebesar 0,42%.

Data tersebut menggambarkan bahwa angka mengulang kelas pada kelas I dan II lebih tinggi dari kelas lain. Diperkirakan bahwa anak-anak yang mengulang kelas adalah anak-anak
yang tidak masuk pendidikan prasekolah sebelum masuk SD. Mereka adalah anak yang belum siap dan tidak dipersiapkan oleh orangtuanya memasuki SD. Adanya perbedaan yang besar antara pola pendidikan di sekolah dan di rumah menyebabkan anak yang tidak masuk pendidikan taman kanak-kanak (prasekolah) mengalami kejutan sekolah dan mereka
mogok sekolah atau tidak mampu menyesuaikan diri sehingga tidak dapat berkembang secara optimal. Hal ini menunjukkan pentingnya upaya pengembangan seluruh potensi anak usia prasekolah.
Usia 4-6 tahun, merupakan masa peka bagi anak. Anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi anak. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan.
Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional,

Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama. Oleh sebab itu dibutuhkan kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai
secara optimal. Peran pendidik (orang tua, guru, dan orang dewasa lain) sangat
diperlukan dalam upaya pengembangan potensi anak 4 - 6 tahun. Upaya pengembangan tersebut harus dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain. Dengan bermain anak memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan, berkreasi, belajar secara menyenangkan.’Selain itu bermain membantu anak mengenal dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan.
Atas dasar hal tersebut di atas, maka kurikulum dikembangkan dan disusun berdasarkan tahap perkembangan anak untuk mengembangkan seluruh potensi anak.

B. Pengertian
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yng ditujukan
kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan
melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu
pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki
kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Taman Kanak-kanak adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak
usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program
pendidikan bagi anak usia empat tahun sampai enam tahun.
Raudhatul Athfal adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia
dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program
pendidikan umum dan pendidikan keagamaan Islam bagi anak berusia
empat tahun sampai enam tahun.
7
Pendahuluan
C. Fungsi dan Tujuan
1. Fungsi
Fungsi pendidikan Taman Kanak-kanak dan Raudatul Athfal adalah:
a. Mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak.
b. Mengenalkan anak dengan dunia sekitar.
c. Menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik.
d. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi.
e. Mengembangkan keterampilan, kreativitas dan kemampuan
yang dimiliki anak.
f. Menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar.
2. Tujuan
Membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis
dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional,
kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap
memasuki pendidikan dasar.
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Kurikulum TK dan RA meliputi aspek perkembangan:
1. Moral dan Nilai-nilai Agama.
2. Sosial, Emosional dan Kemandirian.
3. Kemampuan Berbahasa.
4. Kognitif.
5. Fisik/motorik, dan
6. Seni.
Untuk menyederhanakan lingkup kurikulum dan menghindari tumpang
tindih, serta untuk memudahkan guru menyusun program pembelajaran
yang sesuai dengan pengalaman mereka, maka aspek-aspek
perkembangan tersebut dipadukan dalam bidang pengembangan yang
utuh mencakup: bidang pengembangan pembentukan perilaku melalui
pembiasaan dan bidang pengembangan kemampuan dasar.
8
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
1. Bidang Pengembangan Pembentukan Perilaku melalui Pembiasaan
Pembentukan perilaku melalui pembiasaan merupakan kegiatan
yang dilakukan secara terus-menerus dan ada dalam kehidupan
sehari-hari anak sehingga menjadi kebiasaan yang baik. Bidang
pengembangan pembentukan perilaku melalui pembiasaan meliputi
pengembangan moral dan nilai-nilai agama, serta pengembangan
sosial, emosional dan kemandirian. Dari program pengembangan
moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan
ketaqwaan anak terhadap Tuhan yang Maha Esa dan membina sikap
anak dalam rangka meletakkan dasar agar anak menjadi warga
negara yang baik. Program pengembangan sosial dan kemandirian
dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan
emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya
maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat menolong
dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup.
2. Bidang Pengembangan Kemampuan Dasar
Pengembangan kemampuan dasar merupakan kegiatan yang
dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan
kreativitas sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pengembangan
kemampuan dasar tersebut meliputi:
a. Kemampuan berbahasa.
Pengembangan ini bertujuan agar anak mampu mengungkapkan
pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat, mampu
berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk
dapat berbahasa Indonesia.
b. Kognitif.
Pengembangan ini bertujuan mengembangkan kemampuan
berpikir anak untuk dapat mengolah perolehan belajarnya, dapat
menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah,
membantu anak untuk mengembangkan kemampuan logika
matematiknya dan pengetahuan akan ruang dan waktu, serta
mempunyai kemampuan untuk memilah-milah, mengelompokkan
serta mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir teliti.
c. Fisik/motorik.
pengembangan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih
gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola,
9
Pendahuluan
mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan
keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat
menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat dan terampil.
d. Seni.
Pengembangan ini bertujuan agar anak dapat dan mampu
menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya,
mengembangkan kepekaan, dan dapat menghagai hasil karya
yang kreatif.
E. Standar Kompetensi Lintas Kurikulum
Kompetensi lintas kurikulum merupakan kompetensi kecakapan untuk
hidup dan belajar sepanjang hayat, serta kecakapan hidup yang
diperlukan anak untuk mencapai seluruh potensi dalam kehidupan.
Kompetensi ini merupakan kompetensi yang dibakukan yang harus
dicapai oleh anak melalui pengalaman belajarnya. Standar kompetensi
ini meliputi:
1. Memiliki keyakinan, menyadari serta menjalankan hak dan
kewajiban, saling menghargai dan memberi rasa aman, sesuai dengan
agama yang dianutnya.
2. Menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan dan
mengkomunikasikan gagasan dan informasi, serta untuk berinteraksi
dengan orang lain.
3. Memilih, memadukan, dan menerapkan konsep-konsep dan teknikteknik,
pola, struktur, dan hubungan.
4. Memilih, mencari dan menerapkan teknologi an informasi yang
diperlukan dari berbagai sumber.
5. Memahami dan menghargai dunia fisik, makhluk hidup dan
teknologi, serta meggunakan pengetahuan, keterampilan, dan nilainilai
untuk mengambil keputusan yang tepat.
6. Berpartisipasi, berinteraksi dan berperan aktif dalam masyarakat dan
budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya, geografis
dan historis.
7. Berkreasi dan menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual
serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan
pribadi menuju masyarakat yang beradab.
10
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
8. Berpikir logis, kritis, dan lateral dengan memperhitungkan potensi
dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
9. Menunjukkan motivasi dalam belajar, percaya diri, bekerja mandiri
dan bekerja sama dengan orang lain.
F. Standar Kompetensi TK dan RA
Standar kompetensi yang diharapkan dari pendidikan TK dan RA adalah
tercapainya tugas-tugas perkembangan secara optimal sesuai dengan
standar yang telah dirumuskan. Aspek-aspek perkembangan yang
diharapkan dicapai meliputi aspek moral dan nilai-nilai agama, sosial,
emosional, dan kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni.
Melalui pemberian rangsangan, stimulasi dan bimbingan, diharapkan
akan meningkatkan perkembangan perilaku dan sikap melalui
pembiasaan yang baik, sehingga akan menjadi dasar utama dalam
pembentukan pribadi anak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat.
G. Pendekatan Pembelajaran dan Penilaian
1. Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran pada pendidikan TK dan RA dilakukan
dengan berpedoman pada suatu program kegiatan yang telah disusun
sehingga seluruh perilaku dan kemampuan dasar yang ada pada
anak dapat dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Pendekatan
pembelajaran pada anak TK dan RA hendaknya memperhatikan
prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Pembelajaran berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan
anak yaitu:
1) Anak belajar dengan baik apabila kebutuhan fisiknya
terpenuhi serta merasakan aman dan tentram secara
psikologis.
2) Siklus belajar anak selalu berulang.
3) Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa
dan anak-anak lainnya.
11
Pendahuluan
4) Minat dan keingintahuan anak akan memotivasi belajarnya.
5) Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan
perbedaan individu.
b. Berorientasi pada Kebutuhan Anak
Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi
kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang
membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai
optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan
fisik maupun psikis (intelektual, bahasa, motorik, dan sosio
emosional). Dengan demikian berbagai jenis kegiatan
pembelajaran hendaknya dilakukan melalui analisis kebutuhan
yang disesuaikan dengan berbagai aspek perkembangan dan
kemampuan pada masing-masing anak.
c. Bermain Sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain
Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan
pembelajaran pada anak usia TK dan RA. Upaya-upaya
pendidikan yang diberikan oleh pendidik hendaknya
dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan
menggunakan strategi, metode, materi/bahan dan media yang
menarik serta mudah diikuti oleh anak. Melalui bermain anak
diajak untuk bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan
objek-objek yang dekat dengan anak, sehingga pembelajaran
menjadi bermakna bagi anak. Bermain bagi anak merupakan
proses kreatif untuk bereksplorasi, dapat mempelajari
keterampilan yang baru dan dapat menggunakan simbol
untuk menggambarkan dunianya. Ketika bermain mereka
membangun pengertian yang berkaitan dengan
pengalamannya. Pendidik mempunyai peran yang sangat
penting dalam pengembangan bermain anak.
d. Menggunakan Pendekatan Tematik
Kegiatan pembelajaran hendaknya dirancang dengan
menggunakan pendekatan tematik dan beranjak dari tema yang
menarik minat anak. Tema sebagai alat/sarana atau wadah untuk
mengenalkan berbagai konsep pada anak. Tema diberikan
dengan tujuan:
• Menyatukan isi kurikulum dalam satu kesatuan yang utuh.
• Memperkaya perbendaharaan kata anak.
12
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
Jika pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan tema, maka
pemilihan tema dalam kegiatan pembelajaran hendaknya
dikembangkan dari hal-hal yang paling dekat dengan anak,
sederhana, serta menarik minat anak. Penggunaan tema
dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep
secara mudah dan jelas.
e. Kreatif dan Inovatif
Proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat dilakukan
oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik,
membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk
berfikir kritis dan menemukan hal-hal baru. Selain itu dalam
pengelolaan pembelajaran hendaknya dilakukan secara dinamis.
Artinya anak tidak hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai
subyek dalam proses pembelajaran.
f. Lingkungan Kondusif
Lingkungan pembelajaran harus diciptakan sedemikian menarik
dan menyenangkan sehingga anak selalu betah dalam
lingkungan sekolah baik di dalam maupun di luar ruangan.
Lingkungan fisik hendaknya memperhatikan keamanan dan
kenyamanan anak dalam bermain. Penataan ruang harus
disesuaikan dengan ruang gerak anak dalam bermain sehingga
dalam interaksi baik dengan pendidik maupun dengan temannya
dapat dilakukan secara demokratis. Selain itu, dalam
pembelajaran hendaknya memberdayakan lingkungan sebagai
sumber belajar dengan memberi kesempatan kepada anak untuk
mengekspresikan kemampuan interpersonalnya sehingga anak
merasa senang walaupun antar mereka berbeda (perbedaan
individual). Lingkungan hendaknya tidak memisahkan anak
dari nilai-nilai budayanya yaitu dengan tidak membedakan nilainilai
yang dipelajari di rumah dan di sekolah ataupun di
lingkungan sekitar. Pendidik harus peka terhadap karakteristik
budaya masing-masing anak.
g. Mengembangkan Kecakapan Hidup
Proses pembelajaran harus diarahkan untuk mengembangkan
kecakapan hidup. Pengembangan konsep kecakapan hidup
didasarkan atas pembiasaan-pembiasaan yang memiliki tujuan
untuk mengembangkan kemampuan menolong diri sendiri,
13
Pendahuluan
disiplin dan sosialisasi serta memperoleh keterampilan dasar
yang berguna untuk kelangsungan hidupnya.
2. Penilaian
Penilaian dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui
pengamatan dan pencatatan anekdot. Pengamatan dilakukan untuk
mengetahui perkembangan dan sikap anak yang dilakukan dengan
mengamati tingkah laku anak dalam kehidupan sehari-hari secara
terus menerus, sedangkan pencatatan anekdot merupakan sekumpulan
catatan tentang sikap dan perilaku anak dalam situasi tertentu.
Berbagai alat penilaian yang dapat digunakan untuk memperoleh
gambaran perkembangan kemampuan dan perilaku anak, antara
lain:
1. Portofolio yaitu penilaian berdasarkan kumpulan hasil kerja
anak yang dapat menggambarkan sejauhmana ketrampilan anak
berkembang.
2. Unjuk kerja (performance) merupakan penilaian yang menuntut
anak untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat
diamati, misalnya praktek menyanyi, olahraga, memperagakan
sesuatu.
3. Penugasan (Project) merupakan tugas yang harus dikerjakan
anak yang memerlukan waktu yang relatif lama dalam
pengerjaannya. Misalnya melakukan percobaan menanam biji.
4. Hasil karya (Product) merupakan hasil kerja anak setelah
melakukan suatu kegiatan.
I. Rambu-rambu
1. Kurikulum untuk TK dan RA merupakan pedoman bagi para
pendidik, orang tua, guru, orang dewasa lain untuk digunakan dalam
rangka menstimulasi perkembangan anak. Kurikulum ini harus
dipahami secara keseluruhan, bukan bagian demi bagian.
2. Kurikulum ini merupakan seperangkat rencana dan pengaturan
tentang kompetensi yang dibakukan, dan cara pencapaiannya
disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah.
14
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
3. Kompetensi dasar merupakan pengembangan potensi-potensi
perkembangan pada anak yang diwujudkan dalam kebiasaan berfikir
dan bertindak sesuai dengan usianya berupa pengetahuan,
keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dapat dikenali melalui
sejumlah hasil belajar dan indikator yang dapat diukur dan diamati.
Hasil belajar merupakan cerminan kemampuan anak yang dicapai
dari suatu tahapan pengalaman belajar dalam satu kompetensi dasar.
Indikator merupakan hasil belajar yang lebih spesifik dan terukur
dalam satu kompetensi dasar. Apabila serangkaian indikator dalam
satu kompetensi dasar sudah tercapai, berarti target kompetensi dasar
tersebut sudah terpenuhi.
4. Pelaksanaan dari kurikulum ini harus diusahakan untuk mencapai
kompetensi sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
5. Kompetensi yang disiapkan merupakan kompetensi minimal.
Pendidik dapat memberikan pengayaan sejauh tidak membebani
anak dan/atau jika anak telah menunjukkan keberhasilan.
6. Pendidik menciptakan suasana yang penuh perhatian dan kasih
sayang sehingga anak mulai mengembangkan rasa percaya pada
dirinya sendiri, teman dan orang lain serta dapat bersosialisasi baik
dalam keluarga, kelompok maupun lingkungannya.
7. Dalam pelaksanaan kurikulum tidak bersifat kaku tetapi perlu
disesuaikan dengan kondisi daerah.
8. Bagi TK yang mempunyai kekhasan misalnya dalam agama
dimungkinkan untuk menambah materi kegiatan sejauh tidak
bertentangan dengan tujuan pendidikan, prinsip-prinsip
pelaksanaan pendidikan di TK, dan tidak menyimpang dari akidah
salah satu agama.
9. Dalam pelaksanaan pembelajaran perlu memperhatikan prinsipprinsip
pendekatan pembelajaran dan penilaian.
15
KELOMPOK A
A. Pembentukan Perilaku Melalui Pembiasaan
Moral dan nilai-nilai Agama, Sosial, Emosional dan Kemandirian
2 STANDAR KOMPETENSI TK DAN RA
Anak mampu
mengucapkan
bacaan doa/lagulagu
keagamaan,
meniru gerakan
beribadah dan
mengikuti aturan,
serta dapat
mengendalikan
emosi
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat berdoa dan
menyanyikan lagu-lagu
keagamaan secara sederhana
Dapat mengenal bermacammacam
agama
Mengenal ibadah secara
sederhana menurut
keyakinannya
Mengenal dan menyayangi
ciptaan Tuhan
Memiliki sopan santun dan
mengucap salam
INDIKATOR
• Berdoa sebelum dan
sesudah melaksanakan
kegiatan
• Menyanyikan lagu-lagu
bernafaskan agama yang
sederhana
• Menyebutkan tempattempat
ibadah
• Menyebutkan hari-hari
besar agama
• Meniru pelaksanaan
kegiatan ibadah secara
sederhana
• Menyebutkan waktu
beribadah
• Menyebutkan ciptaanciptaan
Tuhan. Misal:
manusia, bumi, langit,
tananam, hewan
• Tidak mengganggu teman
yang sedang melakukan
kegiatan/melaksanakan
ibadah
• Berterima kasih jika
memperoleh sesuatu
16
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Mulai tumbuh disiplin diri
Mulai dapat bersikap/
berperilaku saling hormat
menghormati
Bersikap ramah
Tumbuhnya sikap kerjasama
dan persatuan
Mulai dapat menunjukkan
rasa percaya diri
Mulai Menunjukkan
kepedulian
Dapat menjaga kebersihan
diri dan mengurus dirinya
sendiri
INDIKATOR
• Selalu bersikap ramah
• Meminta tolong dengan
baik, mengucapkan salam
• Melaksanakan tata tertib
yang ada di sekolah
• Mengikuti aturan
permainan
• Mau mengalah
• Mendengarkan orang tua/
teman berbicara
• Berbahasa sopan dalam
berbicara
• Tidak lekas marah atau
membentak-bentak
• Mudah bergaul/berteman
• Dapat/suka menolong
teman
• Saling membantu sesama
teman
• Mampu mengerjakan
tugas sendiri
• Menunjukkan kebanggaan
terhadap hasil kerjanya
• Menggunakan barang
orang lain dengan hatihati
• Mau membagi miliknya,
misalnya makanan,
mainan, dll
• Meminjamkan miliknya
dengan senang hati
• Membersihkan diri
sendiri dengan bantuan.
Misalnya: menggosok gigi,
mandi, buang air, dll
17
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat menjaga lingkungan
Mulai dapat menunjukkan
emosi yang wajar dan
mengendalikan tindakan dan
perasaannya
Berlatih untuk selalu tertib
dan patuh pada peraturan
Mulai dapat menjaga
keamanan diri sendiri
Mulai dapat bertanggung
jawab
INDIKATOR
• Mengurus dirinya sendiri
dengan sedikit bantuan.
Misalnya: berpakaian
sendiri, makan sendiri, dll
• Mengembalikan mainan
pada tempatnya setelah
digunakan
• Membuang sampah pada
tempatnya
• Membantu membersihkan
llingkungan
• Mau berpisah dengan ibu
tanpa menangis
• Sabar menunggu giliran
• Berhenti bermain pada
waktunya
• Dapat dibujuk
• Tidak cengeng
• Mau menerima tugas
• Mengerjakan tugas sampai
selesai
• Mengenal dan
menghindari benda-benda
berbahaya
• Mengenal dan
menghindari obat-obat
yang berbahaya
• Melakanakan tugas yang
diberkan guru.
• Mengetahui barang milik
sendiri dan milik orang
lain
18
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
Anak mampu
mendengarkan,
berkomunikasi
secara lisan,
memiliki
perbendaharaan
kata dan mengenal
simbol-simbol
yang
melambangkannya
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat mendengarkan dan
membedakan bunyi suara,
bunyi bahasa dan
mengucapkannya
Dapat mendengarkan dan
memahami kata dan kalimat
sederhana
Dapat berkomunikasi/
berbicara secara lisan
Memperkaya kosa kata yang
diperlukan untuk
berkomunikasi sehari-hari
meliputi kata benda, kata
kerja, kata sifat, kata
keterangan waktu
INDIKATOR
• Menyebutkan berbagai
bunyi/suara tertentu
• Menirukan kembali 3-4
urutan kata
• Menyebutkan kata-kata
yang mempunyai suku
kata awal yang sama.
Misal kaki-kali atau suku
kata akhir yang sama.
Misalnya: nama-sama, dll
• Melakukan 2-3 perintah
secara sederhana
• Mendengarkan cerita dan
menceritakan kembali isi
cerita secara sederhana
• Menyebutkan namadiri,
nama orang tua jenis
kelamin, alamat rumah
secara sederhana
• Menceritakan
pengalaman/kejadian
secara sederhana
• Menjawab pertanyaan
tentang keterangan/
informasi secara
sederhana
• Bercerita menggunakan
kata ganti aku,saya
• Menunjukkan gerakangerakan,
misalnya: duduk,
jongkok, berlari, makan,
melompat, menangis,
senang, sedih, dll
• Menyebutkan posisi/
keterangan tempat. Misal:
B. Kemampuan Dasar
Kemampuan Berbahasa
19
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat mengenal bentukbentuk
simbol sederhana
(pra menulis)
Dapat menceritakan gambar
(pra membaca)
Mengenal bahwa ada
hubungan antara bahasa
lisan dengan tulisan (pra
membaca)
INDIKATOR
di luar, di dalam, di atas,
di bawah, di depan di
belakang, di kiri, di
kanan, dsb
• Menyebutkan waktu
(pagi, siang, malam)
• Membuat berbagai macam
coretan
• Membuat gambar dan
coretan (tulisan) tentang
cerita mengenai gambar
yang dibuatnya
• Bercerita tentang gambar
yang disediakan atau yang
dibuat sendiri
• Mengurutkan dan
menceritakan isi gambar
seri sederhana (3-4
gambar)
• Menghubungkan gambar/
benda dengan kata
• Membaca gambar yang
memiliki kata/kalimat
sederhana
• Menceritakan isi buku
walaupun tidak sama
tulisan dengan yang
diungkapkan
• Menghubungkan tulisan
sederhana dengan simbol
yang melambangkannya
20
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
Anak mampu
mengenal berbagai
konsep sederhana
dalam kehidupan
sehari-hari
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Anak dapat mengenali benda
di sekitarnya menurut
bentuk, jenis dan ukuran
Anak dapat mengenal
konsep-konsep sains
sederhana
INDIKATOR
• Mengelompokkan benda
dengan berbagai cara yang
diketahui anak. Misalnya:
menurut warna, bentuk
ukuran, jenis, dll
• Menunjuk sebanyakbanyaknya
benda, hewan,
tanaman, yang
mempunyai warna,
bentuk atau ukuran atau
menurut cirri-ciri tertentu
• Mengenal kasar-halus,
berat-ringan, panjangpendek,
jauh-dekat,
banyak -sedikit, samatidak
sama
• Mencari lokasi tempat
asal suara
• Memasangkan benda
sesuai dengan
pasangannya
• Mencoba dan
menceritakan apa yang
terjadi jika: warna
dicampur, proses
pertumbuhan tanaman
(biji-bijian, umbi-umbian,
batang-batangan), balon
ditiup lalu dilepaskan,
benda-benda dimasukkan
ke dalam air (terapung,
melayang, tenggelam),
benda-benda yang
dijatuhkan (gravitasi),
percobaan dengan magnit,
mengamati dengan kaca
pembesar, mencoba dan
membedakan bermacammacam
rasa, bau dan suara
Kognitif
21
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Anak dapat mengenal
bilangan
Anak dapat mengenal
bentuk geometri
Anak dapat memecahkan
masalah sederhana
INDIKATOR
• Membilang/menyebut
urutan bilangan dari 1
sampai 10
• Membilang dengan
menunjuk benda
(mengenal konsep
bilangan dengan bendabenda)
sampai 5
• menunjukkan urutan
benda untuk bilangan
sampai 5
• Menghubungkan/
memasangkan lambang
bilangan dengan bendabenda
sampai 5 (anak
tidak disuruh menulis)
• Menunjuk 2 kumpulan
benda yang sama
jumlahnya, yang tidak
sama, lebih banyak dan
lebih sedikit
• Menyebutkan kembali
benda-benda yang baru
dilihatnya
• Menyebut dan
menunjukkan bentukbentuk
geometri
• Mengelompokkan bentukbentuk
geometri
(lingkaran, segitiga,
segiempat)
• Menyebutkan dan
menunjuk benda-benda
yang berbentuk geometri
• Mengerjakan "maze"
(mencari jejak) yang
sederhana
• Menyusun kepingan
puzzel menjadi bentuk
utuh (4-6 keeping)
22
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Anak dapat mengenal
ukuran
Anak dapat mengenal
konsep waktu
Anak dapaat mengenal
konsep-konsep matematika
sederhana
INDIKATOR
• Mengukur panjang,
dengan langkah dan
jengkal
• Menimbang benda dengan
timbangan buatan
• Mengisi wadah dengan
air, pasir, biji-bijian,
beras, dll
• Menyatakan dan
membedakan waktu (pagi,
siang, malam)
• Mengetahui nama-nama
hari dalam satu minggu,
bulan, dan tahun
• Menyebutkan hasil
penambahan
(menggabungkan 2
kumpulan benda) dan
pengurangan
(memisahkan kumpulan
benda) dengan benda
sampai 5
• Memperkirakan urutan
beikutnya setelah melihat
bentuk 2 pola yang
berurutan. Misal merah,
putih, merah, putih,
merah, …..
Anak mampu
melakukan
aktivitas fisik
secara
terkoordinasi
dalam rangka
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat menggerakkan jari
tangan untuk kelenturan
otot dan koordinasi
INDIKATOR
• Mengurus dirinya sendiri
dengan sedikit bantuan.
Misal makan, mandi,
menyisisr rambut, mencuci
dan melap tangan,
mengikat tali sepatu
Fisik dan motorik
23
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok
kelenturan,
keseimbangan,
dan kelincahan
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat menggerakkan
lengannya untuk kelenturan
otot dan koordinasi
Dapat menggerakkan badan
dan kaki dalam rangka
keseimbangan, dan
koordinasi
INDIKATOR
• Membuat berbagai bentuk
dengan menggunakan
plastisin, playdough/tanah
liat
• Menjiplak dan meniru
membuat garis tegal,
datar, miring, lengkung
dan lingkaran
• Meniru melipat kertas
sederhana (1-6 lipatan)
• Menjahit jelujur 10
lubang dengan tali sepatu
• Menggunting bebas
• Merobek bebas
• Menyusun menara dari
kubus minimal 8 kubus
• Membuat lingkaran dan
segi empat
• Memegang pensil (belum
sempurna)
• Menangkap dan melempar
bola besar dari jarak kirakira
1-2 meter
• Memantulkan bola besar
(diam di tempat)
• Memantulkan bola besar
sambil berjalan/bergerak
• Melambungkan dan
menangkap kantong biji
• Berjalan maju pada garis
lurus, berjalan di atas
papan titian, berjalan
berjinjit
• Berjalan mundur dan
kesamping pada garis
lurus sejauh 1-2 meter
• Meloncat dari ketinggian
20-30 cm
• Memanjat dan bergantung
24
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR INDIKATOR
• Berdiri di atas satu kaki
selama 10 detik
• Berlari sambil melompat
• Menendang bola dengan
terarah
• Merayap dan merangkak
lurus ke depan
• Bermain dengan simpai
(bebas, melompat dalam
simpai, merangkak dalam
terowongan dari simpai,
dll
• Menirukan berbagai
gerakan binatang/hewan
• Menirukan gerakan
tanaman yang terkena
angin (sepoi-sepoi dan
angin kencang)
• Naik sepeda roda dua
(belum seimbang)
Anak mampu
mengekspresikan
diri dengan
menggunakan
berbagai media/
bahan dalam
berkarya seni
melalui kegiatan
eksplorasi
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat menggambar
sederhana
INDIKATOR
• Menggambar bebas
dengan berbagai media
(pensil warna, krayon,
arang dll)
• Menggambar bebas dari
bentuk lingkaran dan
segiempat
• Menggambar orang
dengan lengkap dan
sederhana (belum
proporsional)
• Stempel/mencetak dengan
berbagai media (pelepah
pisang, batang papaya,
karet busa, dll.)
Seni
25
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat mewarnai sederhana
Dapat menciptakan sesuatu
dengan berbagai media
Dapat mengekspresikan diri
dalam bentuk gerak
sederhana
INDIKATOR
• Mewarnai bentuk gambar
sederhana
• Mewarnai bentuk-bentuk
geometri dengan ukuran
besar
• Meronce dengan manikmanik
• Mencipta 2 bentuk
bangunan dari balok
• Mencipta 2 bentuk dari
kepingan bentuk geometri
• Mencipta bentuk dengan
lidi
• Menganyam dengan kertas
• Membatik dan jumputan
• Mencocok dengan pola
buatan guru
• Permainan warna dengan
berbagai media. Misalnya:
krayon, cat air, dll
• Melukis dengan
jari(finger painting)
• Membuat bunyi-bunyian
dengan berbagai alat
• Menciptakan alat perkusi
sederhana
• Bertepuk tangan dengan 2
pola
• Menggerakkan kepala,
tangan atau kaki sesuai
dengan irama musik/
ritmik
• Mengekspresikan diri
secara bebas sesuai irama
musik
• Mengikuti gerakan tari
sederhana sesuai irama
musik
• Mengekspresikan diri
dalam gerak bervariasi
26
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat menyanyi dan
memainkan alat musik
sederhana
Dapat menampilkan sajak
sederhana
INDIKATOR
• Menyanyi 15 lagu anakanak
• Bermain dengan berbagai
alat musik perkusi
serderhana
• Mengucapkan sajak
dengan ekspresi
• Mengucapkan syair dari
berbagai lagu
• Dapat melakukan gerakan
pantomim sederhana
• Melakukan gerak
pantomim secara
sederhana
27
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok
KELOMPOK B
A. Pembentukan Perilaku melalui Pembiasaan
Moral dan nilai-nilai Agama, Sosial, Emosional dan Kemandirian
Anak mampu
melakukan ibadah,
terbiasa mengikuti
aturan dan dapat
hidup bersih dan
mulai belajar
membedakan
benar dan salah,
terbiasa
berperilaku terpuji
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat berdoa, bersyair dan
menyanyikan lagu-lagu
keagamaan
Terbiasa melakukan ibadah
sesuai aturan menurut
keyakinannya
Mengenal dan menyayangi
ciptaan Tuhan
Terbiasa berperilaku sopan
santun
INDIKATOR
• Berdoa sebelum dan
sesudah melaksanakan
kegiatan dengan lebih
tertib
• Menyanyi lagu-lagu
bernafaskan keagamaan
• Bersyair yang bernafaskan
keagamaan
• Menyebutkan macammacam
agama yang
dikenal
• Terlibat dalam upacara
keagamaan
• Melaksanakan kegiatan
ibadah sesuai aturan
menurut keyakinannya
• Membedakan ciptaanciptaan
Tuhan
• Berbuat baik terhadap
semua makhluk Tuhan
misal: tidak mengganggu
orang yang sedang
melakukan kegiatan,tidak
menyakiti binatang,
meyiram tanaman
• Mempunyai sahabat
• Selalu memberi dan
membalas salam
• Berbicara dengan suara
yang ramah dan teratur
(tidak berteriak)
28
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Membedakan perbuatan
yang benar dan salah
Terbiasa untuk disiplin
Terbiasa bersikap/
berperilaku Saling hormat
menghormati
Terbiasa bersikap ramah
Menunjukkan sikap
kerjasama dan persatuan
Dapat menunjukkan rasa
percaya diri
INDIKATOR
• Selalu mengucapkan
terima kasih jika
memperoleh sesuatu
• Menyebutkan mana yang
salah dan benar pada
suatu persoalan
• Menunjukkan perbuatanperbuatan
yang benar dan
yang salah
• Ke sekolah tepat waktu
• Mentaati peraturan yang
ada
• Menghormati orang tua
dan orang yang lebih tua
• Mendengarkan dan
memperhatikan teman
bicara
• Berbahasa sopan dan
bermuka manis
• Menyapa teman dan orang
lain
• Senang bermain dengan
teman (tidak bermain
sendiri)
• Dapat melaksanakan tugas
kelompok
• Dapat memuji teman/
orang lain
• Berani bertanya secara
sederhana
• Mau mengemukakan
pendapat secara
sederhana
• Mampu mengambil
keputusan secara
sederhana
29
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Terbiasa menunjukkan
kepedulian
Terbiasa menjaga kebersihan
diri dan mengurus dirinya
sendiri
Terbiasa menjaga lingkungan
Dapat bertanggung jawab
INDIKATOR
• Senang menolong
• Mau memohon dan
memberi maaf
• Mengajak teman untuk
bermain/belajar
• Membersihkan diri
sendiri tanpa
bantuan.Misal:
menggosok gigi, mandi,
buang air
• Memelihara milik sendiri
• Memelihara lingkungan.
Misalnya: tidak mencoretcoret
tembok, membuang
sampah pada tempatnya,
dll
• Menghemat pemakaian air
dan listrik
• Melaksanakan kegiatan
sendiri sampai selesai
• Membersihkan peralatan
makan setelah digunakan
Anak mampu
mendengarkan,
berkomunikasi
secara lisan,
memiliki
perbendaharaan
kata dan mengenal
simbol-simbol
yang
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat mendengarkan dan
membedakan bunyi suara,
bunyi bahasa dan
mengucapkannya dengan
lafal yang benar
INDIKATOR
• Membedakan dan
menirukan kembali
bunyi/suara tertentu
• Menirukan kembali 4-5
urutan kata
• Membedakan kata-kata
yang mempunyai suku
kata awal yang sama
(misal: kaki-kali) dan
Kemampuan Dasar
Kemampuan Bahasa
30
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
melambangkannya
untuk persiapan
membaca dan
menulis
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat mendengarkan dan
memahami kata dan kalimat
sederhana serta
mengkomunikasikannya
Dapat berkomunikasi/
berbicara lancar secara lisan
dengan lafal yang benar
Memiliki perbendaharaan
kata yang diperlukan untuk
berkomunikasi sehari-hari.
INDIKATOR
suku kata akhir yang
sama. (missal: namasama),
dll
• Melakukan 3-5 perintah
secara berurutan dengan
benar
• Mendengarkan dan
menceritakan kembali
cerita secara urut
• Menyebutkan nama diri,
nama orang tua, jenis
kelamin, alamat rumah
dengan lengkap
• Menceritakan pengalaman/
kejadian secara sederhana
dengan urut
• Bercerita menggunakan
kata ganti aku, saya,
kamu, dia, mereka
• Menunjuk dan
menyebutkan gerakangerakan
misalnya duduk,
jongkok, berlari, makan,
dll
• Menunjuk dan
memberikan keterangan
yang berhubungan dengan
posisi/keterangan tempat.
Misal: di luar, di dalam, di
atas, di bawah, di depan,
di belakang,di kiri, di
kanan dsb
• Membuat gambar dan
menceriterakan isi gambar
dengan beberapa coretan/
tulisan yang sudah
berbentuk huruf/kata
• Mengelompokkan katakata
yang sejenis
31
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Memahami bahwa ada
hubungan antara bahasa
lisan dengan tulisan (pra
membaca)
INDIKATOR
• Bercerita tentang gambar
yang disediakan atau yang
dibuat sendiri dengan
urut dan bahasa yang jelas
• Mengurutkan dan
menceritakan isi gambar
seri (4-6 gambar)
• Membaca buku cerita
bergambar yang memiliki
kalimat sederhana dan
menceritakan isi buku
dengan menunjuk
beberapa kata yang
dikenalnya
• Menghubungkan dan
menyebutkan tulisan
sederhana dengan simbol
yang melambangkannya
Anak mampu
memahami konsep
sederhana,
memecahkan
masalah sederhana
dalam kehidupan
sehari-hari
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Anak dapat memahami
benda di sekitarnya menurut
bentuk, jenis dan ukuran
INDIKATOR
• Mengelompokkan benda
dengan berbagai cara
menurut ciri-ciri tertentu.
Misal: menurut warna,
bentuk, ukuran, jenis, dll
• Menunjuk dan mencari
sebanyak-banyaknya
benda, hewan, tanaman,
yang mempunyai warna,
bentuk,ukuran atau
menurut ciri-ciri tertentu
• Mengenal perbedaan
kasar-halus, berat-ringan,
panjang-pendek, jauhdekat,
banyak-dan sedikit,
sama-tidak sama, tebal -
tipis
Kognitif
32
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Anak dapat memahami
konsep-konsep sains
sederhana
Anak dapat memahami
bilangan
INDIKATOR
• Membedakan macammacam
suara
• Memasangkan benda
sesuai dengan
pasangannya, jenisnya,
persamaannnya, dll
• Menyebutkan dan
menceritakan perbedaan
dua buah benda
• Menunjukkan
kejanggalan suatu gambar
• Menyusun benda dari
besar-kecil atau sebaliknya
• Mencoba dan menceritakan
tentang apa yang terjadi
jika: warna dicampur,
proses pertumbuhan
tanaman, balon ditiup lalu
dilepaskan, benda-benda
dimasukkan ke dalam air
(terapung, melayang,
tenggelam), benda-benda
dijatuhkan (gravitasi),
benda-benda didekatkan
dengan magnit,
mengamati benda dengan
kaca pembesar, macammacam
rasa, mencium
macam-macam bau,
mendengar macammacam
bunyi
• Mengungkapkan sebab
akibat. Misalnya: mengapa
sakit gigi?, mengapa kita
lapar?, dll
• Mengungkapkan asal
mula/terjadinya sesuatu
• Membilang/menyebut
urutan bilangan dari 1
sampai 20
33
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Anak dapat memahami
bentuk geometri
INDIKATOR
• Membilang (mengenal
konsep bilangan dengan
benda-benda) sampai 10
• Menbuat urutan bilangan
1-10 dengan bendabenda
• Menghubungkan/
memasangkan lambang
bilangan dengan bendabenda
sampai 10 (anak
tidak disuruh menulis)
• Membedakan dan
membuat 2 kumpulan
benda yang sama
jumlahnya, yang tidak
sama, lebih banyak dan
lebih sedikit
• Membuat bentuk-bentuk
geometri
• Mengelompokkan bendabenda
tiga dimensi
(benda-benda
sebenarnya) yang
berbentuk geometri
(lingkaran, segitiga,
segiempat)
• Memasangkan bentuk
geometri dengan benda
tiga dimensi yang
bentuknya sama
(lingkaran-bola,
segiempat-balok)
• Menyusun kepingan
puzzel menjadi bentuk
utuh (lebih dari 8
kepingan)
• Mengerjakan "maze"
(mencari jejak) yang
lebih kompleks (3-4
jalan)
34
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Anak dapat memahami
ukuran
Anak dapat memahami
konsep waktu
INDIKATOR
• Mengukur panjang,
dengan langkah, jengkal,
lidi, ranting,penggaris,
meteran, dll
• Membedakan berat benda
dengan timbangan
(buatan atau sebenarnya)
• Mengisi dan menyebutkan
isi wadah (1 gelas, 1
botol, dll)dengan air,pasir,
biji-bijian, beras, dll
• Menyatakan waktu yang
dikaitkan dnegan jam
• Mengetahui jumlah hari
dalam satu minggu, satu
bulan, dan mengetahui
jumlah bulan dalam satu
tahun
• Menceritakan kegiatan
sehari-hari sesuai dengan
waktunya. Misalnya:
waktu tidur, waktu
makan, waktu sekolah, dll
• Menggunakan konsep waktu
(hari ini, nanti, sekarang,
kemarin, besok, dll)
• Anak dapat memahami
konsep-konsep
matematika sederhana
• Menyebutkan hasil
penambahan dan
pengurangan dengan
benda sampai 10
• Memperkirakan urutan
beikutnya setelah melihat
bentuk lebih dari 3 pola
yang berurutan. Misal
merah,putih,biru, merah,
putih,biru,merah,…,…
• Meniru pola dengan
menggunakan berbagai
benda
35
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok
Anak mampu
melakukan
aktivitas fisik
secara
terkoordinasi
dalam rangka
kelenturan, dan
sebagai persipan
untuk menulis,
keseimbangan,
kelincahan, dan
melatih
keberanian
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat menggerakkan jari
tangan untuk kelenturan,
kekuatan otot dan
koordinasi
Dapat menggerakkan
lengannya untuk
kelenturan,kekuatan otot
dan koordinasi
INDIKATOR
• Mengurus dirinya sendiri
tanpa bantuan. Misal
makan, mandi, menyisisr
rambut, memasang
kancing, mencuci dan
melap tangan, mengikat
tali sepatu
• Membuat berbagai bentuk
dengan menggunakan
plastisin, playdough/tanah
liat, pasir
• meniru membuat garis
tegak, datar, miring,
lengkung dan lingkaran
• Meniru melipat kertas
sederhana (7 lipatan)
• Menjahit bervariasi
(jelujur dan silang) 15
lubang dengan tali raffia,
benang wol
• Menggunting dengan
berbagai media
berdasarkan bentuk/pola
(lurus, lengkung,
gelombang, zig zag,
lingkaran, segiempat,
segitiga)
• Mencocok bentuk
• Menyusun menara kubus
minimal 12 kubus
• Membuat lingkaran dan
bujur sangkar dengan rapi
• Memegang pensil dengan
benar (antar ibu jari dan 2
jari)
• Memantulkan bola besar,
bola sedang dan bola kecil
(diam di tempat)
Fisik dan Motorik
36
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat menggerakkan badan
dan kaki dalam rangka
keseimbangan,
kekuatan,koordinasi dan
melatih keberanian
INDIKATOR
• Melambungkan dan
menangkap kantong biji
sambil berjalan/bergerak
• Memantulkan bola besar,
bola sedang dan bola kecil
sambil berjalan/bergerak
• Menangkap, melempar
bola besar, bola sedang
dan bola kecil (tennis)
dengan memutar badan,
mengayunkan lengan dan
melangkah
• Berjalan maju pada garis
lurus, berjalan di atas
papan titian, berjalan
dengan berjinjit, berjalan
dengan tumit sambil
membawa beban
• Berjalan mundur, berjalan
kesamping pada garis
lurus sejauh 2-3 meter
sambil membawa beban
• Meloncat dari ketinggian
30-50 cm
• Memanjat, bergantung
dan berayun
• Berdiri dengan tumit,
berdiri di atas satu kaki
dengan seimbang
• Berlari sambil melompat
dengan seimbang tanpa
jatuh
• Menendang bola ke depan
dan ke belakang
• Merayap dan merangkak
dengan berbagai variasi
• Bermain dengan simpai
(digelindingkan sambil
berjalan dan berlari)
• Senam fantasi bentuk
meniru, misalnya
37
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR INDIKATOR
menirukan berbagai
gerakan hewan,
Menirukan gerakan
tanaman yang terkena
angin (sepoi-sepoi dan
angin kencang dan
kencang sekali) dengan
lincah
• Naik otopet, sepeda roda
dua
Anak mampu
mengekspresikan
diri dan berkreasi
dengan berbagai
gagasan imajinasi
dan neggunakan
berbagai media/
bahan menjadi
suatu karya seni
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat menggambar
sederhana
Dapat mewarnai sederhana
INDIKATOR
• Menggambar bebas
dengan berbagai media
(kapur tulis, pensil
warna, krayon, arang,
dan bahan-bahan alam)
dengan rapi
• Menggambar bebas dari
bentuk dasar titik,
lingkaran, egitiga dan
segiempat
• Menggambar orang
dengan lengkap dan
proporsional
• Mencetak dengan
berbagai media (jari/finger
painting, kuas, pelepah
pisang,daun, bulu ayam)
dengan lebih rapi
• Mewarnai bentuk
gambar sederhana dengan
rapi
• Mewarnai benda tiga
dimensi dengan berbagai
media
Seni
38
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat menciptakan sesuatu
dengan berbagai media
INDIKATOR
• Meronce dengan manikmanik
sesuai pola (2 pola)
• Meronce dengan berbagai
media. Misal bagian
tanaman, bahan bekas,
karton, kain perca, dll
• Menciptakan 3 bentuk
bangunan dari balok
• Menciptakan 3 bentuk
dari kepingan geometri
• Menciptakan bentuk
dengan lidi
• Menganyam dengan
berbagai media misal kain
perca, daun, sedotan,
kertas, dll
• Membatik dan jumputan
• Membuat gambar dengan
teknik kolase dengan
memakai berbagai media
(kertas,ampas kelapa, bijibijian,
kain perca, batubatuan,
dll)
• Membuat gambar dengan
teknik mozaik dengan
memakai berbagai bentuk/
bahan (segi empat,
segitiga, lingkaran, dll)
• Membuat mainan dengan
teknik menggunting,
melipat dan menempel
• Mencocok dengan pola
buatan guru atau ciptaan
anak sendiri.
• Permainan warna dengan
berbagai media. Misalnya:
krayon, cat air, dll
• Melukis dengan jari
(finger painting)
• Melukis dengan
berbagaimedia(kuas,bulu
ayam, daun-daunan, dll)
39
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat mengekspresikan diri
dalam bentuk gerak
sederhana
Dapat menyanyi dan
memainkan alat musik
sederhana
Dapat menampilkan sajak
sederhana dengan gaya
INDIKATOR
• Membuat berbagai bunyi
dengan berbagai alat
membentuk irama
• Membuat berbagai bentuk
dari kertas, daun-daunan,
dll
• Mencipta alat perkusi
sederhana dan
mengekspresikan dalam
bunyi yang berirama
• Bertepuk tangan dengan 3
pola
• Bertepuk tangan
membentuk irama
• Mengekspresikan berbagai
gerakan kepala, tangan
atau kaki sesuai dengan
irama musik/ritmik
dengan lentur
• Bergerak bebas dengan
irama musik
• Menari menurut musik
yang didengar
• Mengekspresikan diri
dalam gerak bervariasi
dengan lentur dan lincah
• Menyanyi lebih dari 20
lagu anak-anak
• Menyanyi lagu anak
sambil bermain musik
• Mengucapkan sajak
dengan ekspresi yang
bervariasi. Misalnya:
perubahan intonasi,
perubahan gerak dan
penghayatan
• Membuat sajak
sederhana
40
Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR
Dapat mengekspresikan
gerakan berdasarkan cerita
dan lagu
Dapat melakukan gerakan
pantomim
INDIKATOR
• Mengekspresikan gerakan
sesuai dengan syair lagu
atau cerita
• Mengucapkan syair lagu
sambil diiringi senandung
lagunya
• Mengkomunikasikan
gagasan melalui gerak
tubuh
• Menceritakan gerak
pantomim ke dalam
bahasa lisan