Jumat, Juni 16, 2006

Pengembangan Playgroup Insani








PROPOSAL PENGEMBANGAN PLAYGROUP INSANI


MUQADDIMAH

Puji syukur milik Allah SWT yang melimpahkan nikmat-Nya kepada kita sekalian, Shalawat beserta Salam semoga selalu tercurah kepada pemimpin dan suri tauladan umat manusia, Rosulullah Muhammad SAW. Shalawat dan salam juga semoga selalu tercurah kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang yang selalu istiqomah mengikuti petunjuknya meniti dan mengemban Risalah Islam, serta mengambil petunjuk dari bimbingannya sampai hari pembalasan.

DASAR PEMIKIRAN
- QS. Ar Ra’ad : 11
...Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...
- QS. An Nisaa’ : 09
Dan hendaklah takut (kepada ALLAH) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraannya)...
- QS. Ali Imran : 110
Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah...
- QS. Al-Hajj : 40-41
Sesungguhnya Allah senantiasa akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya, Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar dan kepada Allahlah kembali segala sesuatu.

LATAR BELAKANG
- Adanya kesamaan visi, kesadaran dan kepedulian tentang kondisi kehidupan masyarakat khususnya generasi muda di Indragiri Hulu
- Adanya kesamaan kesadaran tentang pentingnya pembinaan keagamaan untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
- Timbulnya kesadaran untuk mengupayakan pendidikan yang baik bagi anak-anak dengan tidak mengesampingkan sisi keselamatan aqidah.
- Kepedulian terhadap kondisi pendidikan dasar prasekolah yang ada di kota Rengat khususnya dan umumnya di Indragiri Hulu.

MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari kegiatan proyek ini adalah mengembangkan Kelompok Belajar Islam Terpadu (KBIT) PLAYGROUP INSANI. Adapun tujuan dari pengembangan KBIT ini adalah:

- Mensosialisasikan nilai-nilai pendidikan Islam di tengah kehidupan masyarakat sejak dini.
- Pembentukan akidah dan keimanan anak-anak muslim sejak dini sebagai cikal bakal dan basis masyarakat yang Islami.
- Terpenuhinya kesiapan anak untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi secara emosional, intelektual, fisik dan spiritual.
- Menjawab keinginan dan harapan masyarakat akan sistem pendidikan yang Islami
- Meningkatnya apresiasi dan minat masyarakat untuk mendukung sistem pendidikan Islami.
- Mengantisipasi perkembangan kebutuhan tahun pelajaran yang akan datang serta peningkatan mutu KBIT PLAYGROUP INSANI.

PELUANG
- Pertumbuhan penduduk yang cukup pesat, diiringi dengan tingkat kebutuhan akan sarana pendidikan yang sangat tinggi.
- Kesadaran masyarakat yang semakin tinggi tentang pentingnya bekal keagamaan untuk diri sendiri dan keluarganya.
- Kesadaran masyarakat yang semakin tinggi untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah Islam.
- Tersedianya sumber daya manusia yang dapat dibina dan akan ditempatkan sebagai tenaga pengajar.
- Tersedianya kurikulum terpadu yang telah berhasil dan teruji di beberapa lembaga pendidikan sejenis yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

HARAPAN KE DEPAN
Untuk memenuhi sebuah standar sekolah yang ideal dan Islami, ke depan diharapkan playgroup yang akan dikembangkan memiliki gedung permanen yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang memadai sehingga semua aspek pembelajaran dapat dikembangkan sebagai upaya mencapai tujuan yang optimal.

Harapan lainnya, sebagai upaya kesinambungan proses pembinaan terhadap para murid ke depan diharapkan dapat dibentuk secara khusus Taman Kanak-Kanak dengan sistem Islam Terpadu untuk menampung lulusan PLAYGROUP INSAN. Sebagai upaya pencapaian harapan tersebut saat ini sedang dalam tahap persiapan.

KEKUATAN
Sejak pertama kali berdiri PLAYGROUP INSANI cukup mendapat respon yang baik dari masyarakat, terbukti dari tingginya minat para orang tua untuk mendaftarkan anaknya walaupun dengan sosialisasi yang belum optimal. Sementara ini siswa berasal dari kalangan anak-anak pegawai beberapa instansi yang ada di kota Rengat dan sekitarnya, dan dari pembicaraan dengan masyarakat mereka menilai cukup positif keberadaan PLAYGROUP INSANI. Antusiasme dan harapan masyarakat terhadap PLAYGROUP INSANI cukup tinggi. Kekuatan lain adalah potensi ketersediaan calon tenaga pengajar yang ada, bila dibina secara optimal kuantitas dan kualitasnya cukup memadai.

HAMBATAN
1. Terbatasnya ketersediaan Sumber Daya Manusia yang memiliki pengalaman, kemampuan dan penguasaan secara khusus dalam bidang pendidikan prasekolah, terlebih dengan tambahan kompetensi khusus dalam masalah keagamaan.
2. Belum adanya dana untuk pembelian lahan dan mendirikan bangunan secara permanen beserta seluruh sarana fisik pendukungnya.
3. Sarana dan prasarana yang digunakan masih bersifat sementara, khusus untuk lokasi belajar-mengajar menggunakan bangunan rumah penduduk yang disewa per tahun dan di modifikasi sesuai kebutuhan, namun kondisinya masih belum memadai karena sarana dan perlengkapan yang tersedia masih sangat terbatas. Untuk perkembangan ke depan dibutuhkan lokasi khusus yang lebih baik, yang idealnya berupa lokasi milik sendiri sehingga investasi yang ditanam berupa prasarana tidak sia-sia dan dapat dijaga kesinambungannya.
4. Kebutuhan dana untuk sarana belajar dan bermain serta biaya operasional cukup besar sedangkan ketersediaan dana yang ada pada yayasan sangat minim hanya mengandalkan dana-dana pribadi pengurus dan pinjaman lunak dari pihak luar/ koperasi. Apabila kebutuhan biaya-biaya tersebut nantinya dibebankan kepada orang tua murid, bagi sebagian yang tidak mampu cukup memberatkan. Selama beberapa bulan masa ujicoba tenaga pengajar sama sekali tidak mendapatkan bayaran karena belum adanya pemasukan dan terbatasnya dana yang ada.
5. Proposal pendirian yang disebar pada awal kegiatan kepada instansi-instansi baik swasta maupun Pemerintah Daerah kurang begitu mendapat respon yang baik, tetapi kami berbaik sangka dan suatu saat InsyaAllah hidayah dari -Nya akan diturunkan kepada mereka.
6. Sulitnya mendapatkan lokasi yang sesuai dan memenuhi syarat dengan harga terjangkau.


SOLUSI
Berusaha mencari bantuan atau sumber dana dari berbagai pihak, seperti :
- Infaq kaum muslimin dan muhsinin
- Zakat mal kaum muslimin
- Bantuan pemerintah atau dana APBD.
- Bantuan instansi swasta yang tidak mengikat.

PERKEMBANGAN dan KONDISI SAAT INI
Perkembangan Peserta Didik
Kegiatan belajar mengajar diujicobakan mulai bulan April 2004 sampai dengan tahun ajaran baru Juli 2004 dengan peserta didik berasal dari intern anak-anak pengurus dan beberapa dari luar yang mendaftar sebanyak 17 orang.
Mulai bulan Juli 2004 dilakukan penerimaan dari masyarakat luar, jumlah murid pada angkatan pertama (periode juli 2004 sampai juli 2005) sebanyak 11 orang. Jumlah murid selama masa uji coba lebih banyak karena untuk periode tersebut tidak dipungut biaya sama sekali. Pada angkatan ke-2, terdapat peningkatan jumlah peserta didik yang terdaftar sebanyak 24 orang siswa.

Perkembangan Tenaga Pengelola/ Tenaga Pengajar
Pada awal pendirian PLAYGROUP INSANI terdapat 5 orang tenaga pengelola. Tenaga pengajar tersebut sebagian merupakan sarjana (S1), terdiri dari lulusan Universitas Negeri (IKIP) Padang, Institut Pertanian Bogor / YARSI Jakarta, Universitas Islam Negeri (IAIN) SUSQO Pekanbaru sedangkan yang lainnya dari PGSD STAI Rengat dan SLTA.

Kelemahan mendasar yang dirasakan pada tenaga pengajar yang ada adalah kurangnya pengalaman dalam kegiatan pengelolaan lembaga pendidikan pra sekolah, sebagaian besar memiliki pengalaman mengajar tetapi untuk sekolah lanjutan.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan tenaga yang ada telah dicoba beberapa kegiatan yaitu :
- Training / magang di Playgroup Azkia Bukit Tinggi (Sumatera Barat),
- Training Peningkatan Kualitas Pendidik dan Pengelola Program PAUD, Himpaudi Pusat.
- Training Peningkatan Kualitas Pendidik dan Pengelola Program PAUD, Balai Pengembangan Kegiatan Belajar Diknas Provinsi Riau dan Himpaudi Propinsi Riau.
- Training / magang di TKIT Al Azhar Peranap.

Ke depan direncanakan terus menerus melakukan peningkatan kompetensi SDM dengan melakukan studi banding ke lembaga-lembaga sejenis

Pada perkembangan selanjutnya terjadi perubahan-perubahan komposisi tenaga pengajar, untuk angkatan ke 2 saat ini terdapat 7 orang tenaga pengelola untuk melayani murid sebanyak 25 orang dan juga sebagai persiapan pendirian Taman Kanak Kanak yang direncanakan akan dibentuk pada tahun 2006.

Program dan Kurikulum
Pada awal pendirian PLAYGROUP INSANI, program dan kurikulum yang diterapkan mengacu kepada standar kurikulum Kelompok Bermain Islam Terpadu yang diterapkan di PLAYGROUP AZKIA Bukit Tinggi dan disempurnakan dengan mengacu kepada standar kompetensi yang diterbitkan oleh Diknas. Program yang digunakan / dilaksanakan antara lain berupa :

  • Permainan
  • Bercerita
  • Bernyanyi
  • Berdarmawisata
  • Demontrasi
  • Tugas kelompok
  • Latihan

Dalam program belajar pengenalan dan penyampaian materi dilakukan selama 2 semester dengan tema-tema sebagai berikut :

Tema untuk Semester I :
1. Aku ( Mengenal Identitas diri )
2. Pengenalan Panca Indra
3. Pengenalan Keluarga
4. Pengenalan Tempat tinggal (Rumah)
5. Pengenalan Sekolah
6. Pengenalan Makanan dan Minuman
7. Pengenalan Pakaian
8. Pengenalan Kesehatan, kebersihan dan keamanan.
9. Pengenalan Makhluk lain ( binatang, tanaman )

Tema untuk semester II :
1. Pengenalan ciptaan Allah dan Ciptaan Manusia,
2. Pengenalan kendaraan,
3. Pekerjaan
4. Rekreasi
5. Mengenal air dan udara
6. Mengenal api
7. Negaraku
8. Alat komunikasi
9. Mengenal gejala alam, matahari bulan, bintang dan bumi.

Belajar hafalan do’a dan surat-surat pendek (Al qur’an ) .

Pada perkembangan selanjutnya setelah banyak mengikuti pelatihan tentang pendidik dan pengelolaan PAUD yang dilaksanakan oleh Diknas Provinsi Riau, kurikulum PLAYGROUP INSANI dikembangkan dengan mengacu pada suatu sistem yang disebut metoda SENTRA DAN LINGKARAN (CENTERS AND CIRCLES TIME). Sampai saat ini sudah dikembangkan 4 jenis sentra yaitu SENTRA PERAN, SENTRA AKSARA, SENTRA ALAM DAN LINGKUNGAN, dan SENTRA PEMBANGUNAN. Sebagai upaya pengembangan kurikulum ke depan sedang dipersiapkan 2 jenis sentra yaitu SENTRA SENI BUDAYA dan SENTRA SALIMUL AQIDAH yang berkaitan dengan KETUHANAN.


PENUTUP
Demikian kami sampaikan proposal ini, Kami menyadari sepenuhnya bahwa penyelenggaraan kegiatan ini akan berjalan dengan baik apabila didukung bersama oleh seluruh masyarakat serta tidak terlepas juga dukungan dari Bapak/Ibu donatur semua. Pada akhirnya, kami berharap apa yang kami lakukan dan kepada siapapun yang memberikan kontribusinya mendapatkan Cinta dan Ridho –Nya. Hanya kepada ALLAH SWT kami bertawakal dan berserah diri.

SEKILAS YAYASAN DAN PLAYGROUP INSANI

Yayasan Insani didirikan beranjak dari adanya kesamaan visi, kesamaan kesadaran dan kepedulian tentang kondisi masyarakat Indragiri Hulu pada umumnya dan generasi muda pada khususnya serta kesamaan ide tentang pentingnya pembinaan keagamaan untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Beberapa orang berasal dari beberapa instansi yang berbeda tetapi sudah lama berinteraksi dalam satu proses pembinaan keagamaan berupa pengajian rutin pekanan, bermufakat untuk membentuk suatu wadah resmi berbentuk yayasan. Pada perkembangannya, yayasan yang dibentuk mengalami beberapa kali perubahan nama dan kepengurusan, hal tersebut terjadi karena para pengurus yang hampir semuanya pendatang mengalami kegiatan mutasi dari instansi yang bersangkutan ke luar kota Rengat. Pada kepengurusan terakhir disepakati untuk mendaftarkan secara resmi yayasan dengan nama YAYASAN INSANI pada Kantor Notaris H. Himawan, SH dengan Akte Notaris nomor : 07 tanggal 03 September 2003.

Yayasan Insani pada awalnya merupakan badan intern yang memfasilitasi kegiatan pembinaan keagamaan berupa pengajian rutin pekanan untuk pengurus, anggota dan keluarganya serta pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq dan sodaqoh dari intern pengurus dan anggota. Pada perkembangan selanjutnya bentuk kegiatan yayasan semakin bertambah dan mencoba menjangkau sasaran di luar anggota yayasan, dengan cakupan kegiatan meliputi kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial dan kemanusiaan.


AZAS, MAKSUD DAN TUJUAN

Azas pokok dari Yayasan ialah Syariat Islam
Maksud dan tujuan dari Yayasan adalah ikut serta membantu pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia yang sehat rohani dan jasmani menuju terciptanya masyarakat madani, yang adil dan makmur.

DEWAN PENGURUS

1. Pendiri: H. Miskar Hamid,SAg.(Depag Indragiri Hulu/Ketua Muhammadiyah dan Ikadi Inhu)
2. Pengawas : Dasril Hasra (PT. Pos Indonesia, Persero)
3. Dewan Penasehat :

H. Himawan, SH. (Notaris)
Safrudin, SE. (KPP Rengat)
Ir. Ahmad Nazori. (Bank Mandiri Cab. Rengat)
Ir. Rahmansyah Arifudin Wahab (Manager PT. PLN Wilayah Rengat)

4. Pengurus

Ketua Umum : Ir. Ii Hidayat Suryana. (PT. Tirta Sari Surya)
Sekretaris : Safal Jamil, SE. (PT. Pos Indonesia )
Bendahara : Himawan A. Anwar, SE. (PT. Putri Riau)
Humas : Drs. Sarmuji (Diknas Kab. Inhu)
Kabid Ekonomi : Himawan A. Anwar, SE.
Kabid Kewanitaan : Afriza Angraeny, S Kom. (Playgroup Insani/Ketua Forum PAUD Inhu)
Kabid Pendidikan & Dakwah : Ir. Ii Hidayat Suryana.
Playgroup (KBIT)/TKIT : Dewi Rahayu R, SPd. (Playgroup Insani)
Koord. Dakwah Sekolah : 1. Argo Noor Hudanto (KPP Rengat)
2. Ifiati, SP MP. (SMK Pertanian)
3. Agung Budiono (Nurhidayah Komputer)
4. Eka Pebriani , SPd . (SMPN 2 Inhu)

PROGRAM KERJA

Untuk rencana kegiatan ke depan Program Yayasan Insani antara lain :
- Pembinaan keagamaan masyarakat
- Pembinaan keagamaan anak sekolah dan Mahasiswa
Pembinaan rutin kajian pekanan Rohis Sekolah, pembentukan perpustakaan Rohis
Pesantren Kilat
Pembentukan forum Rohis se Indragiri Hulu
- Penerimaan dan penyaluran ZIS, penyaluran bantuan untuk fakir miskin dan dhuafa.
- Pengembangan Playgroup / Kelompok Bermain Islam Terpadu (KBIT)
- Pendirian TKIT dan SDIT sebagai konsekwensi kesinambungan pembinaan pada Playgroup/KBIT yang sudah dikembangkan.
- Pendirian BMT dan atau Koperasi.
- Pembentukan forum pengajian antar instansi se Indragiri Hulu.

REALISASI PROGRAM KERJA

Untuk mencapai maksud dan tujuan yayasan tersebut di atas Yayasan sudah menjalankan beberapa usaha atau program kegiatan sebagai berikut :
1. Pembinaan keagamaan Masyarakat
- Pembentukan kelompok binaan kajian keagamaan / majlis taklim rutin pekanan dengan peserta pengurus, anggota dan masyarakat umum. Sampai saat ini terdapat beberapa kelompok pengajian rutin pekanan.
- Pembuatan spanduk-spanduk tausiyah dalam rangka peringatan-peringatan hari besar.
2. Pembinaan Keagamaan Anak Sekolah
Pembinaan keagamaan dengan objek siswa-siswi sekolah terutama berbentuk pembinaan ekstrakurikuler Rohis Sekolah.
Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan yaitu :
- Kajian Rutin pekanan anggota Rohis SMU/SMK di Kabupaten Indragiri Hulu.
- Pesantren kilat, yayasan mendapat kepercayaan sebagai penyelengara kegiatan pesantren kilat yang dilaksanakan oleh PT. Telkom Cabang Rengat dengan peserta putra-putri karyawan dan masyarakat sekitar (khusus Sekolah Dasar) dilaksanakan pada bulan Ramadhan 1422 H.
- Pesantren kilat yang dilaksanakan bekerja sama dengan SMU Negeri 3 Rengat di Pematang Reba.
- Wisata Islami dan Silaturahmi Rohis se Indragiri Hulu bekerja sama dengan Forum Mahasiswa Islam Indragiri Hulu.
3. Penerimaan dan Penyaluran Zakat, Infaq dan Sadaqoh.
Penerimaan ZIS berasal dari pengurus, anggota dan masyarakat. Sampai saat ini sebagian besar penerimaan berasal dari pengurus dan anggota, penerimaan dari masyarakat antara lain dari BAZIS PT. POS Indonesia Cabang Rengat.
Penyaluran ZIS yaitu berupa zakat fitrah, zakat mal, infaq dan sadaqoh dititik beratkan pada kaum dhuafa masyarakat sekitar dan untuk kegiatan pembinaan rohis sekolah terutama digunakan untuk keperluan transport sebagian pembina yang dari segi keuangan masih terbatas.
4. Bantuan untuk fakir miskin dan dhuafa
- Pembelian sepeda untuk keperluan da’i di daerah suku terasing talang mamak ( Februari 2002 ).
- Sumbangan pembelian becak, ( Februari 2002 )
- Sumbangan untuk masyarakat talang mamak, ( Februari 2002 )
- Sumbangan modal usaha untuk korban PHK ( Juli 2003 ) dan pengusaha kecil (Maret 2003)
- Bantuan / Sumbangan korban Bencana Alam banjir di daerah Rawa Sekip Kecamatan Rengat dan Petalongan Air Molek Indragiri Hulu ( Februari – Maret 2003).
Para pengurus yayasan mendapat kepercayaan untuk mendirikan posko terpadu penanganan korban bencana dan petugas penyalur sumbangan sekaligus sukarelawan. Bekerja sama dengan ACT-DOMPET DHUAFA REPUBLIKA, BULAN SABIT MERAH (BSM) INDONESIA DAN BAITUL MAL BRI PUSAT.
5. Penyelenggaraan pendidikan prasekolah ( KBIT/Play Group )
Kegiatan lembaga pendidikan prasekolah ditujukan untuk pembinaan anak-anak prasekolah usia 2.5 sampai 4 tahun sebelum memasuki pendidikan TK/TPA atau lembaga pendidikan yang sederajat.

SUMBER PENDANAAN

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan semua kegiatan Yayasan tersebut dibutuhkan biaya yang cukup besar. Selama ini dana yang digunakan untuk kegiatan berasal dari sumbangan donatur tidak tetap dari masyarakat sekitar dan kas-kas pribadi pengurus yang secara ikhlas disisihkan untuk melaksanakan kegiatan Yayasan. Dana tersebut berbentuk iuran anggota, Zakat Mal, Infaq dan Sodaqoh yang semuanya diberikan tanpa adanya suatu ikatan.


SEKILAS PLAYGROUP/KBIT INSANI

Playgroup Insani yang mulai dirintis pada awal tahun 2004 merupakan aktualisasi ide yang timbul dari adanya keprihatinan dan kepedulian terhadap kondisi pendidikan dasar prasekolah yang ada di kota Rengat khususnya dan umumnya di Kabupaten Indragiri Hulu. Ide tersebut muncul setelah melihat kenyataan bahwa di Kota Rengat belum ada lembaga pendidikan yang mengelola pendidikan khusus untuk anak-anak prasekolah menjelang pendidikan di TK/TPA yang dikelola secara khusus dengan kurikulum yang Islami.

Pada saat itu pendidikan prasekolah yang ada di Kota Rengat dalam bentuk kursus bahasa Inggris untuk anak dikelola secara umum oleh saudara-saudara kita yang non muslim. Playgroup Insani memiliki komitmen untuk membentuk generasi Rabbani harapan dan pemimpin umat di masa mendatang yang bertakwa, cerdas, sehat dan kreatif.

Playgroup Insani berupaya memfasilitasi dan mewadahi kebutuhan pendidikan anak muslim prasekolah sesuai dengan perkembangannya dengan menggunakan konsep dan metode pendidikan yang terpadu dan terbaik dari nilai Islam. Kurikulum Playgroup Insani yang mengacu dan mengadopsi Kurikulum Playgroup Azkia Bukit Tinggi didesain agar anak dapat memahami dan beramal secara Islami sejak usia dini.

DASAR PEMIKIRAN

....Dan hendaklah takut (kepada ALLAH) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraannya)...(QS. An Nisaa’ : 09)

VISI PLAYGROUP/KBIT

Menjadi lembaga pendidikan prasekolah yang mampu membentuk tunas-tunas muda Islam yang sehat, cerdas, kreatif dan bertaqwa.

TUJUAN PLAYGROUP/KBIT

-Pembentukan Aqidah yang benar (Salimul Aqidah)
-Membentuk perilaku dan akhlak yang mulia
-Membentuk keilmuan dan pengetahuan dasar anak.
-Membentuk visi dan jiwa sosial anak
-Mendidik anak mampu berkomunikasi dengan lancar dan percaya diri
-Membentuk dan mengembangkan jiwa keindahan, kreatifitas dan keterampilan anak

SASARAN

Sasaran Pendidikan Playgroup Insani adalah anak muslim prasekolah usia 2 sampai 4 tahun

KARAKTERISTIK PENILAIAN KEBERHASILAN

Untuk anak didik
-Pembentukan akidah dan keimanan anak-anak muslim sejak dini
-Mengenal konsep-konsep dasar Islam
-Mampu mengekspresikan ahlaqul karimah
-Mampu menghapal 5 do’a sehari-hari dan 5 surat-surat pendek Juz 30
-Berbadan sehat, bugar dan energik
-Mampu bersosialisasi dan berkomunikasi dengan guru sesama teman dan lingkungannya
-Mampu mengekspresikan kreatifitas secara lisan, gerak, dan gambar
-Mencintai, patuh dan santun terhadap orang tua guru dan orang yang lebih tua
-Menyayangi sesama teman dan anak yang lebih muda
-Mengenal cara hidup bersih, aman.
-Terpenuhinya kesiapan anak untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi secara emosional, intelektual, fisik dan spiritual.


Untuk Orangtua
- Meningkatnya partisipasi orang tua dalam setiap kegiatan bagi anak.
-Meningkatnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan, kesehatan dan gizi anak.

Untuk Lembaga
- Meningkatnya apresiasi dan minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan Playgroup ini.
- Menjadi pusat layanan yang terpadu bagi anak prasekolah yang mencakup aspek spiritual, pendidikan, kesehatan dan gizi anak.









Lanjutan kisah aktivis Salman

Buat renungan bersama -terutama para suami- setelah mengikuti kasus sodara kita di Salman. Mungkin selama ini kita kurang komunikasi dengan pasangan kita padahal beban mereka juga tidak ringan...

nuhun

=================================

This message is not flagged. [ Flag Message - Mark as Unread ]
To: keadilan4all@yahoogroups.com From: "Teddy Gunawan" <tsgunawan@gmail.com> Add to Address Book Add Mobile Alert Date: Thu, 15 Jun 2006 15:11:35 +1000 Subject: Re: [keadilan4all] 3 anak aktivis/pengurs Masjid Salman meninggal Mungkin tulisan ini bermanfaat...
*Catatan hati: Mengapa Saya Bahagia....*
Articles / Tarbiyah Islamiyah*Date:* Jun 14, 2006 - 11:09 PM Oleh: *Ummu Azzam* *)
Bismillahirrahmaanirrahiim
Tulisan ini merupakan perenungan diri yang Alhamdulillah, dengan rahmatAllah, masih dan semoga senantiasa masih merasakan kebahagian berumah tanggamenjelang tujuh tahun pernikahan kami. Tulisan ini tidaklah diniatkan untukmenggurui siapapun, karena saya percaya tentu banyak orang yang telah lebihlama menikah dan telah lebih banyak belajar dari pernikahannya sehinggamenjadi orang-orang yang lebih baik. Catatan hati ini lebih merupakanpengingat diri jikalau nanti hati ini merasakan ketidakbahagiaan(na'udzubillah…semoga ini tidak pernah terjadi) dan juga ungkapan rasasyukur atas nikmat yang Allah berikan selama ini.
*Kumohon kebaikan, rahmat, dan ridho-Mu ya Allah *
Kita tidak pernah tahu kapan Allah memberikan jodoh. Adakalanya manusiaberikhtiar, tapi Allah belum mengijinkan, adakalanya kita tidak sedangmemikirkan tentang rencana menikah, tapi Allah datangkan jodoh kita. Buatsaya rencana menikah boleh dikata datang tiba-tiba. Masih segar dalamingatan bagaimana gundahnya hati bertanya, ya Allah apakah ini saatnya?Wahai diri ingatlah, saat itu kamu hanya mampu memohon kebaikan , rahmat danridha Allah semata. Terasa sekali tidak ada yang bisa menenangkankegelisahan jiwa akan sebuah keputusan yang besar untuk menikah kecualidengan berserah kepada-Nya.
*Wahai diri, mengapa setelah mengarungi bahtera rumah tangga kadangkala kamulupa, hanya bersandar pada Allah semata semua urusan akan terasa mudah?Sungguh, hanya dengan berserah kepada Allah semua kesulitan bisa dihadapidengan lapang.Laa hawla wala quwwata illa billaah….*
*Aku berusaha tahu apa yang aku mau dan aku mau kamu juga tahu sayangku*Saya lanjutkan catatan ini dengan menekankan perlunya setiap diri, baikcalon istri dan calon suami untuk senantiasa berusaha mengetahui apa-apayang menjadi recana hidupnya di kemudian hari. Ikhtiar untuk mengenali dirikita, kelemahan dan kekuatan, serta rencana-rencana ke depan yang telah kitasusun sebelum bertemu, merupakan titik awal komunikasi calon suami istriyang sangat penting. Disinilah kita belajar hal-hal yang dianggap pentingoleh calon pasangan kita masing-masing. Mengingat bahwa suami akan menjadikepala rumah tangga, dan secara Islam tanggung jawab seorang perempuanberpindah dari tangan ayahnya ke suaminya, kemampuan untuk mendefinisikan,membagi, dan menyelaraskan rencana kehidupan ke depan menjadi sagat pentingbagi perempuan. *Sayangnya, hal ini pulalah yang seringkali luput dariperhatian ketika akan atau telah menikah*. Ada yang berpikiran, sebagaiistri ketaatan kepada suami (setelah ketaatan kepada Allah) adalah yangutama, maka cukuplah bagi saya berkhidmat atas keputusan suami. Ada pulayang berfikir bahwa insya Allah, (calon) suami saya orang sholeh, tentu diatidak akan berbuat dzalim terhadap istrinya. Ada juga yang tidak inginmemberatkan dan menyusahkan suaminya…
Itu semua betul saudariku, tapi itu semua juga tidak menghilangkan *pentingnyakita mengkomunikasikan rencana kita atas diri kita selama ini*.Rencana-rencana yang kita bagi bukan untuk menyusahkan suami, tapi justruuntuk memenuhi haknya agar dia menjadi pemimpin yang adil. Ayah dan ibukita, mengenal kita sejak kita lahir, tentu mereka tahu apa yang membuatkita bahagia dan apa yang membuat kita sedih, apa yang membuat kitabersemangat dan apa yang membuat kita lesu dan kehilangan gairah. (Calon)suami kita pun perlu dan berhak tahu. Mengapa? karena dia berhak dan perlumengenal kita seutuhnya, apa adanya, yang dengan pengetahuan itu dia menjadipengambil keputusan yang adil atas urusan-urusan kita. Tentu,rencana-rencana tadi bukan untuk kita paksakan setelah kita berumah tangga,tapi untuk kita selaraskan dengan rencana-rencana pasangan kita.
*Wahai suami, berusahalah untuk tahu rencana-rencana hidup istrimu, terutamasebelum dia bertemu dan menikah denganmu. Sekian tahun umur istrimu diahabiskan sendiri dengan segala rencana, perjuangan, dan aktualisasi diri.Itulah yang menjadikan dirinya sebagaimana kamu melihatnya ketika akanmenikah. Jangan sampai kelalaian para suami untuk mencari tahu hal-hal yangmenjadi semangat dan kebahagian istri sebelum menikah, menjadikan masalahdalam rumah tangga di kemudian hari. Banyak masalah perempuan setelahmenikah terkait dengan isu mendasar ini. Dimana tanpa disadari seorang istriatau seorang ibu kehilangan gairah dan semangat hidupnya dari hari ke hari.*
*Inilah pilihanku, insya Allah ini yang terbaik buat keluarga kami saat ini*Setelah kita awali komunikasi dalam rumah tangga dengan berbagi harapan danrencana hidup kita, saatnya bagi kita untuk menyelaraskan itu semua danmenyusun rencana bersama. Kehidupan rumah tangga tentu sesuatu yang sangatbaru bagi kita berdua. Sesuatu yang baru ini tentu menuntut penyesuaian atassegala harapan, rencana, dan kebiasaan kita selama ini.
Satu hal penting yang seringkali terlupa adalah hendaknya setiap diri (baikistri maupun suami) bisa mengatakan: "inilah pilihan saya, insya Allahinilah yang terbaik untuk keluarga kami saat ini". Kemampuan untukmengatakan kalimat ini sangat penting, ini menunjukkan bahwa apa yang kitajalani adalah pilihan kita atas ikhtiar manusiawi kita membuat rencanakehidupan rumah tangga. Disini pentingnya kita sama-sama mnegenali diri,sehingga pilihan ini bisa mengakomodasi rencana-rencan diri. Jadi hidupberumah tangga bukan hanya didasarkan pada "kepasrahan" atas apa yang ada didepan mata, tapi lebih kepada "keridhoan" atas apa yang akan kita jalani.
Dengan kemampuan ini, perempuan yang semula aktif di luar rumah tidak akanmerasa sedih jika keaktifannya hanya di rumah saja dan memfokuskan padamengurus suami, anak, dan keluarga jika memang itu yang paling baik untukkeluarga itu pada saat itu. Atau jika pilihan kita berbeda, misalnya kitamemilih untuk tetap beraktivitas (entah itu sekolah, dakwah, atau bekerja),kita bersabar akan kondisi yang kita hadapi…
*Intinya adalah, dengan menyadari bahwa keputusan ini adalah pilihan yangkita ambil, insya Allah kita akan percaya diri menjalani pilihan hidup kitasaat itu. Pilihan kita mungkin sama dan juga mungkin tidak sama dengan oranglain, tapi insya Allah pilihan itu yang lebih baik bagi kita saat itu.Mengapa saat itu? Ya, karena pilihan-pilihan kita bisa berubah bergantungkondisi rumah tangga. Punya anak kecil yang sedang menyusui, tentu berbedadengan pilihan aktivitas ketika anak sudah mulai besar, misalnya. Satu halyang tidak pernah berubah adalah visi dan rencana jangka panjang keluargaini, sesuatu yang membuat kita berdua sama-sama bersemangat mengayuhbahteranya.**Kenali orang tuaku, kamu akan lebih kenal aku*
Mari sempatkan dirimu mengenal orang tuaku suamiku. Disana engkau akan lebihmengenal aku dan mencintai orang tuaku. Insya Allah aku akan senatiasasempatkan mengenal orang tuamu. Dengan begitu aku akan lebih mengenalmu danmencintai orang tuamu. Sehingga kamu tahu kebiasaan-kebiasaan merekaterhadapku dan aku tahu kebisaan orang tuamu terhadapmu.
*Maafkan aku jika belum bisa memasakkan makanan seenak ibumu, sebagaimanaaku maafkan engkau jika belum bisa mencukupi kebutuhan rumah seperti yangselama ini ayahku sediakan untukku. Mengenal orang tua kita bertujuan agarkita lebih empati satu dengan yang lain, bukan agar kita saling memaksakankondisi kita sebelumnya. Toh, rumah tangga ini milik kita…bukan milikmereka…*
*Urusan harta di tangan Allah, tapi mari kita bina kekuatan ekonomi kita*
Ya, rezeki di tangan Allah. Tapi, kita bisa berusaha mencukupi kebutuhankita. Mari jadikan kekuatan ekonomi salah satu sendi rumah tangga ini. Bukanuntuk menjadi orang kaya, karena rezeki kita sudah ditentukan Allahbatasnya. Tapi untuk meninggalkan keturunan yang lebih baik, untukmenghindari sandungan yang lebih besar dari sisi ekonomi ini. Jangan jadikandia tujuan, tapi jadikan dia sarana yang mendukung hidup kita, yangmenyamankan kasih sayang dalam rumah ini. Mari kita berikhtiar, barulahsetelah itu kita cukupkan rezeki yang Allah berikan.
*Kita awali dengan komunikasi, kita jaga dengan komunikasi*
Setelah kita awali rumah tangga ini dengan komunikasi, maka komunikasijugalah yang kita perlukan untuk menjaganya. Harus ada waktu kita berduabicara dari hati ke hati. Sesibuk apapun urusan dunia ini. Disitulah kitaberusaha saling memperbaiki diri. Berkomunikasi bukan berarti semata-mataberkeluh kesah dan menyulitkan, berkomunikasi adalah upaya untukmenyelesaikan persoalan, mengungkapkan perasaan, dan meningkatkan ikatancinta dan kepercayaan.
Bicaralah saudariku kalau kamu lelah setelah sepanjang malam meyusui, ataulelah setelah seharian mengurus anak-anak yang sangat aktif…atau engkaumerasa sepi dan jenuh dengan rutinitasmu……..bukan, bukan untuk mengeluhsaudariku, Cuma sekedar untuk suamimu tahu perasaan hatimu. Insya Allah,keshalihahanmu akan menjagamu dari berkeluh kesah…dan keshalihannya akanmembuatnya lebih memahami dirimu.
*Jangan simpan marahmu, jangan simpan kecewamu, jangan simpan kesedihanmu,kecuali itu memang hal kecil yang bisa engkau ikhlaskan. Tapi jika itumenjadi kerikil yang mengganjal, lebih baik engkau ungkapkan sebelum kerikilmenumpuk menjadi batu sandungan.Jadikan komunikasi sebagai ungkapan cinta.*
*Bantu aku mengurus anak-anak dan rumah kita suamiku*Ya, tugasku sebagai istri mengelola rumah ini. Tapi bukan berarti aku tidakbutuh bantuanmu. Mari kita bagi pekerjaan sesuai dengan kemampuan kitamasing-masing. Alhamdulillah, satu pelajaran besar selama kita berada diluar negeri adalah bagaimana kita bekerja sama mengurus anak-anak dan rumahtangga ini. Tidak ada pekerjaan yang menjadi monopoli istri (kecuali hamidan menyusui) sebagaimana tidak ada pekerjaan yang menjadi monopoli suami.Biar aku kerjakan hal ini, karena aku lebih baik dalam mengerjakannya. Bantuaku untuk hal lain yang engkau lebih baik dalam mengerjakannya saat ini.
*Sungguh suamiku, bukan prestasimu yang membuat aku bahagia…keikhlasanmumembantu urusan rumah tangga membuatmu lebih mulia dimataku…meski kadangtidak dimata orang lain….**Anak-anak adalah amanah*Dulu aku sulit pahami kata-kata ini. Sekarang aku semakin yakin akanmaknanya…ya, anak-anak itu adalah amanah Allah. Kita tidak bisa pesan inginpunya anak yang seperti apa…yang kita bisa lakukan adalah berupaya sebaikmungkin memberikan contoh dan mengajarkan kebaikan kepada mereka…
*Satu kalimat inilah yang senantiasa menghiburku…ketika hati ini terasalelah…ketika anak-anak kita yang sangat aktif tidak juga mau beristirahat.Ketika kita sudah berusaha, tapi banyak sekali kekurangan disana-sini. Ya,Allah engkaulah yang maha pendidik...maka didiklah anak-anak kami...*
*Mari beristirahat…*Mari beristirahat, ketika diri ini sedang lelah… Jangan paksakan diri kitamelebihi kemampuan kita. Tawazunlah…beristirahatlah sebelum jiwa ini lelah.Tumpukan baju bisa kita rapikan setelah diri yang lelah iniberistirahat…..mereka bisa menunggu. Tapi, jiwa kita yang lelah tidak bisamengelakkan godaan emosi jika kita tidak istirahatkan.
*Beristirahatlah sudariku, penuhi hakmu, insya Allah engkau akan bisamemenuhi dengan adil hak2 suami dan anak-anakmu. Mari sempatkan berlibur danbercengkerma dengan keluarga. Bukan untuk membuang-buang uang, tapi untukmeningkatkan cinta kasih keluarga ini. Toh kita bisa pilih liburan yangsesuai dengan kemampuan kita, yang penting kita punya waktu untuk tertawabersama.*
*Maafkan aku dan aku maafkan dirimu, diri ini tidak sempurna, dirimu jugabegitu, cukuplah Allah sebagai penolong kita*
Ketika kita menjalani rumah tangga, banyak hal baru yang kita temui daripasangan kita. Kadangkala baik, kadangkala tidak. Itulah sifat insaniyahkita. Tidak perlu memaksakan semuanya menjadi ideal, karena kesempurnaaanbukan sifat manusia. Kesempurnaan hanya miliki Allah. Kebiasaan untuk salingmeminta maaf adalah hal yang berat, tapi kebiasaan ini menunjukkan sehatnyakomunikasi kita…menunjukkan penghargaan kita atas pasangan kita.
*Sungguh, memaafkan lebih baik daripada mengungkit-ungkit kesalahan,sehingga syetan masuk dan menggoda kita. Ingat, tidak ada manusia yangsempurna.**) Kandidat doktor di ANU, Australia, ibu dari 2 anak.*

Sabtu, Juni 10, 2006

Dibawah hujan salju kyoto januari 2006