Rabu, Juni 30, 2010

Irwan-Muslim Pimpin Perolehan Suara Pilkada Sumbar

Irwan-Muslim Pimpin Perolehan Suara Pilkada Sumbar

Irwan-Muslim Pimpin Perolehan Suara Pilkada Sumbar
Headline News / Polkam / Rabu, 30 Juni 2010 14:56 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasangan Irwan Prayitno-Muslim Kasim (PKS-Hanura-PBR) memimpin perolehan suara dalam pemilihan kepala daerah Sumatra Barat, Rabu (30/6). Pasangan ini meraih 31,47 persen meninggalkan empat pesaing lainnya. Saat berita ini ditulis, suara yang masuk baru mencapai 64,33 suara. Karena itu, perubahan amat mungkin.

Menutut hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia yang bekerja sama dengan Metro TV, tempat kedua ditempati pasangan Marlis Rahman-Aristo Munandar (Golkar). Marlis adalah gubernur yang sedang menjabat. Pasangan ini meraih 26,56 persen suara.

Di urutan berikutnya ditempati pasangan Endang Irzal-Asrul Syukur

(Demokrat-Gerindra) dengan meraih 21,8 persen, pasangan Fauzi Bahar-Yohanes Dahlan (PAN-PPP) meraih 16,06 persen, dan Ediwarman-Husni Hadi (Koalisi 24 parpol) hanya menyabet 4,1 persen.

Direktur Riset Lingkaran Survei Indonesia Arman Salam menegaskan, peluang pasangan Marlis-Arisyo mengejar perolehan suara Irwan-Muslim cukup terbuka. Sebab, di daerah-daerah lumbung suara mereka suaranya belum masuk. "Dengan asumsi, perolehan suara Endang-Asrul tetap tak berubah," kata Arman Salam.

Jumat, Juni 25, 2010

Guru Honorer Segera Jadi PNS

sumber: http://www.riaupos.com/new/berita.php?act=full&id=1419&kat=1


Diangkat November Tanpa Tes
Guru Honorer Segera Jadi PNS
25 Juni 2010
173 klik Beritahu Teman
JAKARTA (RP) - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menjanjikan akan mengangkat guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) asalkan sudah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.


Direktur Profesi Pendidik Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kemendiknas Achmad Dasuki saat menerima perwakilan dari pihak Konsorsium Guru Nasional (KGN) mengatakan akan ada verifikasi data para guru honorer yang dimulai bulan Juli-September 2010. Verifikasi data guru honorer dilakukan Kemdiknas bekerja sama Badan Pusat Statistik.

‘’Mungkin pengangkatan ini akan dilakukan pada bulan November atau paling lambat bulan Desember. Namun sebelumnya, tentunya harus berdasarkan komitmen dari pihak DPR,’’ jelas Achmad Dasuki di Jakarta, Kamis (24/5).

Dasuki menambahkan, proses pengangkatan guru honorer ini akan dilakukan tanpa tes. Selain
itu, pengangkatan guru honorer dilakukan oleh walikota, bupati, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan dinas provinsi setempat. ‘’Persyaratan guru tersebut sudah masuk di dalam database Badan Kepegawaian Nasional. Bahkan masa kerjanya dimulai sebelum Januari 2005,’’ tegasnya.

Sementara itu ketika disinggung mengenai guru yang belum menerima pembayaran sertifikasi, Dasuki menjawab bahwa hal tersebut terjadi karena belum dikeluarkannya Peraturan Menteri Keungan. Disebutkan, peraturan Menkeu ini baru dikeluarkan pada tanggal 12 Juni 2010 lalu, yakni Permenkeu No.223/PMK.07.2009.

‘’Tapi kendalanya, saat ini dinas pendidikan di provinsi yang ditunjuk sebagai pihak pembayar belum berani mengeluarkannya sebelum ada permenkeu tersebut,’’ imbuhnya. Dengan kondisi tersebut, Dasuki menegaskan bahwa pada tahun ini dana untuk pembayaran sertifikasi akan dikelola dinas pendidikan di kabupaten/kota. ‘’Kemdiknas sudah mengirim surat tersebut dan langsung ditandatangani oleh sekretaris Dirjen PMPTK,’’ ujarnya.

Honorer yang Tak Dibutuhkan akan Diberhentikan
Pemerintah juga berencana akan memberhentikan honorer yang tenaganya tidak dibutuhkan oleh instansi pemerintah. Meski begitu, karena pemerintah akan tetap memberikan kompensasi sesuai dengan kemampuan keuangan negara atau daerah yang melakukan pengangkatan sebelumnya.

Menurut Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, EE Mangindaan, pemerintah sudah memberikan solusi bagi tenaga honorer lama (bukan tenaga honorer baru, red) yang diangkat oleh pejabat pemerintah dan dibiayai bukan oleh APBN/APBD tapi bekerja di instansi pemerintah. Yaitu memberikan kesempatan mengikuti ujian tertulis. Bagi yang lulus ujian tes, akan diajukan pemberkasan ke BKN untuk ditetapkan NIP sebagai CPNS. Sedangkan bagi tenaga honorer yang tidak lolos dari seleksi administrasi dan ujian tertulis diberikan dua solusi.

‘’Pertama, apabila tenaganya masih dibutuhkan instansi pemerintah, diproses statusnya menjadi PTT (Pegawai Tidak Tetap). Kedua, bila tenaganya tidak dibutuhkan oleh instansi pemerintah, maka yang bersangkutan akan diberhentikan dan diberikan kompensasi sesuai kemampuan anggaran,’’ kata Mangindaan pada JPNN.

Ditambahkannya, langkah ini dilakukan untuk mengatasi masalah honorer yang jumlahnya sangat banyak. Di samping untuk meningkatkan kualitas aparatur negara agar lebih profesional. Pemerintah membutuhkan tenaga-tenaga muda yang siap bekerja dan cekatan. ‘’Kalau honorernya tidak bisa menunjukkan kualitasnya, untuk apa dipertahankan karena ini akan menambah beban pemerintah sendiri,’’ ujarnya.

Dalam tes tertulis, tiap honorer hanya dilakukan satu kali dan diikuti sesama tenaga honorer yang bersangkutan, untuk mengisi lowongan formasi. Itupun syarat usia honorernya sekurang-kurangnya 19 tahun dan tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006. Sebelum mengikuti seleksi tertulis, honorernya harus melalui tahapan seleksi administrasi dulu. ‘’Yang lulus seleksi administrasi, bisa mengikuti tes tertulis,’’ ucapnya.(cha/esy/muh)

Pemerintah Beri Tunjangan Guru Rp10,9 Triliun

sumber: http://bisnis.vivanews.com/news/read/160357-pemerintah-beri-tunjangan-guru-rp10-9-triliun

Untuk guru yang belum mendapatkan tunjangan itu mendapat tambahan penghasilan Rp250 ribu.
Jum'at, 25 Juni 2010, 18:56 WIB
Arinto Tri Wibowo, Agus Dwi Darmawan
Jam Masuk Sekolah (ANTARA/Ujang Zaelani)
BERITA TERKAIT

* Tunjangan Guru di DKI Paling Tinggi
* Dewan Minta Jam Kerja Guru Diperketat
* Hari Ini, Guru Negeri DKI Demo
* Guru Tak Tetap Nganjuk 3 Bulan Tak Digaji
* Ratusan Guru Demo di Gedung DPR

web tools
smaller normal bigger

VIVAnews - Pemerintah mengalokasikan tunjangan profesi guru pegawai negeri sipil daerah (PNSD) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010 sebesar Rp10,99 triliun.

Keputusan itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor: 117/PMK.07/2010 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Sementara Tunjangan Profesi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah kepada Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota Tahun Anggaran 2010.

Dalam Permenkeu itu dijelaskan bahwa tunjangan profesi diberikan kepada guru PNSD yang telah memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan untuk kuota 2006 hingga 2009.

Tunjangan profesi guru PNSD diberikan satu kali gaji pokok PNS yang bersangkutan sesuai ketentuan perundang-undangan, terhitung mulai 2010. Penyaluran tunjangan dilakukan secara semesteran (enam bulanan), yaitu semester pertama (Januari-Juni) dilakukan pada Juni 2010.

Sedangkan semester kedua (Juli-Desember) dilakukan pada November 2010. Tunjangan profesi guru PNSD tidak termasuk untuk bulan ke-13.

Sementara itu, berdasarkan Permenkeu Nomor: 119/PMK.07/2010, khusus kepada guru PNSD yang belum mendapatkan tunjangan profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mendapatkan tambahan penghasilan sebesar Rp250 ribu per orang per bulan, terhitung mulai 1 Januari 2010.

Dana tambahan penghasilan bagi guru PNSD disalurkan per enam bulanan (semesteran), yaitu semester pertama (Januari-Juni) dilakukan pada Juni dan semester kedua (Juli-Desember) dilakukan pada November 2010.

Namun, tambahan penghasilan guru PNSD ini tidak termasuk untuk bulan ke-13.

Pembayaran tunjangan profesi dan tambahan penghasilan kepada masing-masing guru PNSD paling lambat Juli 2010 untuk semester pertama dan Desember 2010 untuk semester kedua.

Pembayaran tunjangan dan tambahan penghasilan kepada masing-masing guru PNSD dikenakan pajak penghasilan pasal 21 dengan tarif 15 persen bersifat final sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.
• VIVAnews

Selasa, Juni 15, 2010

Penyebab Twitter Error

sumber: http://www.detikinet.com/read/2010/06/15/144458/1378709/398/ini-dia-penyebab-twitter-error/?i991102105

Ini Dia Penyebab Twitter Error

Ini Dia Penyebab Twitter Error
Ardhi Suryadhi - detikinet

Twitter down

Jakarta - Twitter tengah dilanda masalah. Mulai dari histori tweet dan follower menghilang, overload sehingga situs down, kini setelah bisa diakses kembali tweet yang diposting malah muncul berulang-ulang. Apa yang terjadi dengan Twitter?

Dalam pernyataannya, situs mikroblogging itu mengaku tengah menjajal metode baru dalam cache timeline-nya. Hanya saja, dalam implementasinya terjadi error yang turut menggoyang layanan mereka.

Kini, para teknisi Twitter masih terus berjuang untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Hanya saja mereka belum berani menegaskan sampai kapan layanannya berjalan normal kembali.

"Tim teknisi infrastruktur dan operation kami masih bekerja untuk menyelesaikan masalah ini. Kami akan memberi update lebih lanjut secepatnya," tulis Twitter di situsnya yang dikutip detikINET, Selasa (15/6/2010).

Sementara bagi pengguna yang menjadi korban tweet histori hilang, jangan khawatir. Sebab Twitter berjanji untuk mengembalikannya.
( ash / wsh )

Sabtu, Juni 12, 2010

PENCAIRAN INSENTIF TAHAP 4-6 (Pendidik PAUD)

sumber: http://www.jugaguru.com/news/43/tahun/2010/bulan/06/tanggal/11/id/1095/

Jumat, 11 Juni 2010 15:21:21
PENCAIRAN INSENTIF TAHAP 4-6
Kategori: Liputan Khusus (26 kali dibaca)
Telah dicairkan kembali insentif bagi Pendidik PAUD di bulan Mei dengan total 6.000 org yang dibagi dalam tiga tahap @2.000 org.

Rekap Kab/kota pencairan pada Tahap 4
1. BENGKULU
- Kota Bengkulu sebanyak 133 org
2. DIY
- Kab. Sleman sebanyak 298 org
3. JABAR
- Kab. Ciamis sebanyak 175 org
- Kota Bandung sebanyak 156 org
- Kota Depok sebanyak 441 org
4. JAMBI
- Kab. Merangin sebanyak 50 org
- Kab. Muaro Jambi sebanyak 48 org
5. JATENG
- Kota Salatiga sebanyak 161 org
6. KALSEL
- Kab. HSS sebanyak 65 org
7. KALTIM
- Kab. Nunukan sebanyak 40 org

8. LAMPUNG
- Kota Metro sebanyak 80 org
9. SUMSEL
- Kota Palembang sebanyak 353 org


Rekap Kab/Kota pencairan Tahap 5
1. BABEL
- Kab. Bangka Selatan, 13 org
- Kab. Belitung Timur, 55 org
2. JABAR
- Kab. Ciamis, 141 org
- Kab. Tasikmalaya, 397 org
- Kota Bekasi, 107 org
3. JATENG
- Kab. Pemalang,316 org
- Kab. Rembang, 152 org
- Kab. Semarang, 337 org
4. JATIM
- Kab. Jember, 69 org
- Kota Pasuruan, 21 org
5. KALTENG
- Kab. Barito Utara,76 org
6. NAD
- Kab. Aceh Tamiang, 83 org
7. PAPUA
- Kab. Biak Numfor, 65 org
8. SULSEL
- Kab. Enrekang, 78 org
9. SUMSEL
- Kab. Empat Lawang, 56 org
10.SUMUT
- Kota Medan, 34 org

Rekap Kab/Kota pencairan Tahap 6
1. BENGKULU
- Kab. Kaur sejumlah 131 org
- Kab. Kepahiang sejumlah 124 org
- Kab. Lebong sejumlah 55 org
- Kab. Muko-muko sejumlah 69 org
2. GORONTALO
- Kota Gorontalo sejumlah 69 org
3. JABAR
- Kota Bandung sejumlah 71 org
4. JAMBI
- Kab. Batang Hari sejumlah 6 org
5. JATIM
- Kab. Bangkalan sejumlah 114 org
- Kab. Banyuwangi sejumlah 174 org
- Kab. Bojonegoro sejumlah 232 org
- Kota Malang sejumlah 107 org
6. KALBAR
- Kab. Kapuas Hulu sejumlah 20 org
- Kab. Pontianak sejumlah 139 org
7. NTB
- Kota Bima sejumlah 35 org
8. RIAU
- Kota Pekanbaru sejumlah 199 org
9. SULSEL
- Kab. Barru sejumlah 51 org
- Kab. Bulukumba sejumlah 19 org
- Kab. Luwu Utara sejumlah 49 org
- Kab. Soppeng sejumlah 101 org
10.SULTRA
- Kota Bau-Bau sejumlah 18 org
11.SUMSEL
- Kab. OKI sejumlah 38 org
12.SUMUT
- Kab. Batubara sejumlah 179 org

Nama-nama penerima dapat di download pada file dibawah ini. (ika)

Jumat, Juni 11, 2010

Program Profesi Guru Gratis (TK sampai SMA)

sumber: http://www.riaupos.com/new/otonomi.php?act=full&id=599&kat=1

Program Profesi Guru Gratis
11 Juni 2010
36 klik Beritahu Teman
PEKANBARU (RP)- Meskipun pemerintah pusat segera mengakhiri program sertifikasi guru pada 2014, namun bagi guru dan calon guru yang ada saat ini jangan khawatir. Pasalnya, pemerintah telah menyiapkan program pengganti sertifikasi guru yang dikenal dengan nama Program Profesi Guru (PPG).


Menurut penanggung jawab penyelenggara PPG Rayon V Riau dan Kepulauan Riau Prof Dr Isjoni MSi pada PPG ini guru tidak lagi mengumpulkan portofolio sebagai syarat untuk kelulusan sertifikasi. di PPG, guru non lulusan FKIP ataupun harus mengikuti program satu tahun bagi guru untuk mendapatkan sertifikat pendidik profesional.

‘’Ini merupakan program nasional dari pemerintah pusat, dan dilaksanakan pada 2010 ini untuk guru dalam jabatan, sedangkan guru pra jabatan 2013, dimana hak dan kewajibannya sama dengan guru yang lulus sertifikasi,’’ kata Isjoni saat melakukan sosialisasi PPG dihadapan ratusan kepala sekolah TK se-Pekanbaru, Kamis (10/6) di Gedung Guru Riau.Pada PPG ini, Dekan FKIP Unri ini menyebutkan perlu diketahui dan diingat bagi seluruh guru tidak dikenakan biaya alias gratis, karena semua program itu ditanggung pemerintah. Namun untuk guru yan akan mengikuti

PPG mulai dari TK sampai SMA sederajat terlebih dahulu melakukan MoU antara FKIP dan sekolah-sekolah.

Untuk itu pada sosialisasi ini disampaikan bagaimana guru yang mengikuti PPG, dan persyaratan apa yang harus dilampirkan. Adapun guru-guru yang mengikuti PPG ini tidak ada pengecualian, semua guru bisa mengikutinya, mulai guru TK, hingga guru SMA sederajat.

‘’Secara nasional kuota PPG mencapai 146 ribu guru. Jumlah diperuntukkan bagi 33 provinsi di tanah air dan untuk kuota Riau sendiri, saat ini masih menunggu. Maka dari itu sembari menunggu kuota yang diberikan pusat, dilakukan sosialisasi terlebih dahulu, tujuannya agar para guru dapat memahami dan mengetahui secara sempurna.

Selain itu juga, pada PPG ini pemerintah bertujuan untuk meningktan kompetensi guru, baik kompetensi padagogik, pribadi, disiplin keilmuan dan kompetensi peribadi.(*3/fia)

Jumat, Juni 04, 2010

QUICK COUNT HASIL PILKADA DUMAI, MERANTI, BENGKALIS, INDRAGIRI HULU 2010

http://www.riaupos.com/new/berita.php?act=full&id=757&kat=4
HS, Kuat, Berirama, Yopi Unggul

http://www.riauterkini.com/politik.php?arr=29863
Kamis, 3 Juni 2010 21:01
Hasil Sementara Pemilukada Empat Daerah,
Kejutan Muncul di Bengkalis, Inhu dan Kota Dumai

SUMBER: riau pos dan riau terkini

Kamis, Juni 03, 2010

Rabu, Juni 02, 2010

QUICK COUNT PILGUB KALSEL 2010

SUMBER: http://www.tribunnews.com/2010/06/02/versi-quick-count-rudy-gubernur-lagi

Versi Quick Count Rudy Gubernur Lagi
Tribunnews.com - Rabu, 2 Juni 2010 15:04 WIB
Share Cetak PDF Print Berita Ini + –
Gubernur-Kalsel.jpg
Banjarmasin Post Group
Pasangan Cagub dab Cawagub Rudy Ariffin dan Rudy Resnawan saat kampanye
Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Ribut Raharjo

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Berdasar hasil quick count, pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Kalsel, Rudy Ariffin-Rudy Resnawan mampu meraup angka di atas 40 persen. Ini menandakan calon gubernur incumbent ini bakal memimpin Kalsel lima tahun ke depan.

Rudy Ariffin bersyukur bisa meraih suara signifikan. Kalau akhirnya menang, maka menurut Rudy ini adalah kemenangan rakyat Kalsel. Jika dalam kepemimpinan lima tahun konsentrasi ke pembangunan infrastruktur, maka lima tahun ke depan Rudy akan membangun sumber daya manusia.

"Tapi kita tunggu hasil resmi dari KPU Kalsel," kata Rudy.

Empat kandidat lain yang bersaing, Zairullah Azhar-Habib Aboe Bakar, Rosehan NB-Saiful Rasyid, Sjachrani Mataja-Gusti Farid Hasan Aman dan Khairil Wahyuni-Alwi Sahlan.

Editor : anita_k_wardhani