Langsung ke konten utama

Postingan

Rektor Muda dari IPB

Sumber : http://www.ipb.ac.id/ Herry Suhardiyanto Terpilih Menjadi Rektor IPB Senin, 3 Desember 2007 Sidang Paripurna Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) IPBSenin(3/12) di Gedung Rektorat,Kampus IPB Dermaga , yang dipimpin Ketua MWA IPB Didiek J. Rachbini dan dihadiri Mendiknas, Bambang Sudibyo, berhasil memilih dan menetapkan Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc.(48 tahun) sebagai rektor IPB, periode 2007 - 2012. Pada pemilihan itu Dr.Ir.Herry Suhardiyanto MSc mengungguli dua calon rektor lainnya masing-maing Prof.Dr.Ir.Dudung Darusman, MA., dan Prof.Dr.Ir.MA Chozin, M.Agr., dengan meraih suara 65,7 persen. Sedangkan Prof.Dudung Darusman sebanyak 17,1 persen dan Prof.M.A.Chozin sebanyak 10,2 persen suara. Suasana pemilihan berjalan dengan hidmat dan penuh ketegangan. Satu persatu para calon rektor kembali memaparkan visi dan misi selama 15 menit. Setelah itu kembali mereka diuji kelayakan oleh anggota MWA. Di luar ruangan, civitas akademika IPB bisa mengikuti jalannya sidang paripurna melalui...

Aktivitas IKADI di Talang Mamak (2)

Aktivitas IKADI Di Daerah Talang Mamak

Rekaman Kegiatan IKADI Indragiri Hulu di Talang Mamak

TEBAR HEWAN KURBAN DI TALANG MAMAK BERSAMA IKADI

PROPOSAL TEBAR HEWAN KURBAN 1428 H DI DAERAH TALANG MAMAK TEBAR HEWAN KURBAN 1428 H DI DAERAH TALANG MAMAK IKATAN DA’I INDONESIA KABUPATEN INDRAGIRI HULU Muqodimah ”Sungguh, Kami telah memberimu nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkubanlah(sebagai ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh orang-orang yang membencimu dialah yang terputus(dari rahmat Allah)” QS. Al Kautsar(108):1-3 Segala puji bagi Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya, shalawat dan salam kita sampaikan kepada Rasulullah SAW, para sahabat dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Perintah untuk berkurban pertama kali diberikan kepada Nabi Ibrahim AS dimana beliau diminta untuk menyembelih anaknya sendiri yakni Nabi Saleh AS. Namun akhirnya Allah menggantikannya dengan hewan khibas. Hal ini bermakna bahwasannya Allah ingin menguji keimanan nabi Ibrahim. Antara kecintaannya kepada Allah SWT atau kepada dunia (puteranya). Bagi orang yang mampu diperintahkan untuk melaksanakan h...

Talang Mamak (5)

Anak Suku Talang Mamak Belum Sekolah Laporan Wartawan Kompas Agnes Rita Sulistyawaty PEKANBARU, KOMPAS - Hingga hari ini, sebagian anak suku asli Talang Mamak di Provinsi Riau belum bisa menikmati pendidikan dasar karena tidak adanya sekolah. Sejumlah sanggar belajar pernah dibentuk oleh lembaga swadaya masyarakat, namun segera berakhir setelah waktu program LSM itu selesai. Asisten Komunikasi Bukit Tigapuluh Komunitas Konservasi Indonesia (KKI), Warsi Rahmadi, yang mengadvokasi suku Talang Mamak, Rabu (2/5), mengatakan dua desa yang ditempati suku Talang Mamak belum tersentuh pendidikan karena lokasi desa tersebut jauh dan sulit terjangkau. Kedua desa itu adalah Tuo Datai di Kecamatan Batang Gansal dan Durian Cacar di Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu. “Sanggar belajar yang pernah berjalan di desa Tuo Datai. Namun, sanggar yang dibentuk tahun 2005 itu hanya berlangsung beberapa bulan. Padahal, antusiasme masyarakat untuk belajar tergolong tinggi,” tutur Rahmadi. www.komp...

Talang Mamak (4)

» DETIKNEWS Kamis, 20/04/2006 19:07 WIB Yayasan Prayoga Sebarkan Agama ke Suku Pedalaman di Riau Chaidir Anwar Tanjung - detikinet Pekanbaru - Yayasan Prayoga boleh dibilang berhasil dalam misi siaran agama ke suku Talang Mamak di dalam hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) di Riau. Kini komunitas penduduk terbelakang itu sebagian besar telah memeluk agama Katolik. Penyebaran pemahaman agama pada suku Talang Mamak di Riau memang lebih gencar dilakukan Yayasan Prayoga yang berpusat di Padang, Sumatera Barat. Yayasan ini merupakan perpanjangan tangan pusat Katolik di Roma. Kini misi siaran agama Katolik cukup berhasil dan lebih mudah diterima suku Talang Mamak. Komunitas penduduk Talang Mamak di kawasan Hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) di Riau diperkirakan ada 2.000 KK. Separohnya, mereka lebih memilih agama Katolik, sekitar 25 persen lagi agama Islam. Sisanya, masyarakat Talang Mamak masih menganut agama animisme. Seorang guru Katolik, Yohanes Wantoro (37) mengaku sudah...