Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kisah Sukses

KISAH SUKSES

Sekolah Gratis KOMPAS, Jumat, 03 Agustus 2007 Tan Sing Loen, Meneruskan Tradisi Sekolah Gratis http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0708/03/Sosok/3710821.htm ANTONY LEE Jauh sebelum sekolah gratis ramai dibicarakan, sebuah sekolah di daerah pecinan, Kota Semarang, Jawa Tengah, sudah menerapkannya. Tidak hanya untuk etnis Tionghoa, sekolah gratis ini didedikasikan bagi semua golongan sejauh mereka tidak mampu. Sebagai Ketua Yayasan Khong Kauw Hwee, Tan Sing Loen sudah belasan tahun mengelola sekolah ini. Perkenalan Tan Sing Loen (74) dengan Yayasan Khong Kauw Hwee sebenarnya sudah berlangsung sejak sekolah ini dirintis, sekitar tahun 1950. Ketika itu, dia masih sekadar membantu mencarikan dana lewat penyelenggaraan bazar. Keterlibatannya dengan yayasan itu pun semula masih sekadar membantu. Sesekali dia terlibat langsung dengan kegiatan sekolah sebab ketika itu Tan Sing Loen masih sibuk berdagang alat-alat listrik di tokonya, juga di kawasan pecinan Semarang. Pada tahun 1984 dia diminta...

Prof Warsito, Achmad Bakrie Awards

http://feedproxy.google.com/~r/dakwatunacom/~3/YV4qLpRGtKM/ http://www.dakwatuna.com/2009/warsito-profesor-yang-sukses/ Warsito, Profesor Yang Sukses Alam Islami 15/8/2009 | 22 Sya'ban 1430 H Oleh: Tim dakwatuna.com Kirim Print dakwatuna.com – Ada lima tokoh yang memenangkan penghargaaan Achmad Bakrie Awards tahun ini. Di antaranya adalah Warsito PhD, yang meraih penghargaan kategori teknologi. Inikah isyarat bahwa ia akan terpilih menjadi Menristek dalam kabinet SBY mendatang? Warsito tak mau bicara soal itu. Dunianya adalah dunia ilmu. Tenang tapi menghanyutkan. Empat pemenang lainnya adalah Pantur Silaban peraih untuk bidang sains, Danarto kategori kesusasteraan, Ag Soemantro Hardjojuwono untuk bidang kedokteran, dan terakhir Sajogyo pemenang di bidang pemikiran sosial. Di dunia akademisi internasional, Warsito dikenal sebagai pionir dalam teknologi tomografi, yaitu teknologi untuk memindai berbagai macam obyek dari tubuh manusia, proses kimia, industri perminyakan, reaktor nukl...

EDUKASI KOMPAS: ISCO: Sekolah Gratis, Tak Perlu Ada Embel-embel!

sumber: http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/07/13/12533947/ISCO.Sekolah.Gratis..Tak.Perlu.Ada.Embel-embel.. ISCO: Sekolah Gratis, Tak Perlu Ada Embel-embel! ISCO Ilustrasi: Menggantung harapan pada sekolah gratis, anak-anak miskin juga boleh bercita-cita. Anak tukang becak ingin jadi dokter atau penyanyi, bahkan anak pemulung berhak menjadi guru. Sekolah gratis buat mereka adalah sepeser pun tak keluar uang, tahunya sekolah. / Artikel Terkait: * Sekolah Gratis, Jawaban Mimpi Si Miskin * PAUD, Si Miskin Juga Berhak Sekolah, Bung! * Wah, 200.000 Anak Miskin Bakal Sekolah Gratis! Senin, 13 Juli 2009 | 12:53 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Menggantung harapan pada sekolah gratis, anak-anak miskin juga boleh bercita-cita. Anak tukang becak ingin jadi dokter, pilot, atau penyanyi, bahkan anak pemulung berhak menjadi guru. Sekolah gratis buat mereka adalah sepeser pun tak keluar uang, tahunya belajar. Farhan, anak tukang becak di Pademangan Barat, Jakarta Utara, misalnya. Siswa Kela...

8 Inspiring Women

Neno Warisman Nani Zulminarni Prof Edi Sedyawati Bunda Iffet Veceha Sidharta Dr Eniya Listiani Dewi Maria M Hartiningsih Sri Wulandari Marwah Daud Ibrahim beritanya: http://www.detiknews.com/read/2008/12/19/193222/1056729/10/ibu-ani-&-mbak-tutut-gagal-raih-pks-inspiring-woman-award Jumat, 19/12/2008 19:32 WIB Ibu Ani & Mbak Tutut Gagal Raih PKS Inspiring Woman Award Aprizal Rahmatullah - detikNews Jakarta - Akhirnya PKS memutuskan 8 wanita yang menyandang predikat inspiring woman. Tapi dalam daftar penerima itu tidak ada nama Ibu Negara Ani Yudhoyono dan putri mantan Presiden Soeharto, Mbak Tutut. Seperti diumumkan dalam acara yang digelar di Hotel Sari Pan Pacific, di Jl Thamrin, Jakarta, Jumat (19/12/2008) malam, ke delapan nama terdiri atas wanita-wanita yang dianggap memiliki pengaruh. Dan mereka adalah Neno Warisman, artis dan pendakwah yang juga dikenal sebagai perancang busana muslim, Nani Zulminarni, yang menggiatkan pembentukan koperasi bagi janda-janda, dengan Ketua p...

KICKANDY: LENTERA JIWA (TULISAN ASPIRATIF)

Ketemu tulisan berkualitas di www.kickandy.com =============================== LENTERA JIWA Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ‘pecah kongsi’ dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan ‘power’ yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri. Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Metro TV. Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya kagumi, semba...

WISUDA UNPAD 2008

Ada apa dengan wisuda UNPAD tahun ini? sampai saya mesti posting 2 kali... mohon maaf sama temen-temen yang gogling dengan keyword sejenis dan nyelonong ke blog ini. Bukan bermaksud naikkan "rating" dengan nambah kata kunci diluar topik.. sekali lagi mohon maaf!!. Saya lagi bahagia -kami tepatnya- dan ada kaitannya dengan berita wisuda UNPAD 2008. Hari ini adik kami yang bungsu -Ikhsan Maulana, SKed- dilantik sebagai sarjana Kedokteran UNPAD. Saya bayangkan yang saat ini paling bahagia adalah Bunda kami tercinta, maklum 4 orang sudah anak-anaknya dilantik dan yang bungsu ini istimewa karena beliau bercita-cita ada salah satu anaknya yang jadi dokter -biasalah cita-cita orang tua jaman dulu, sekarang masih kali ya-. Agak berliku juga jalannya, pertama saya -sebagai anak sulung- dulu lulus SMA tahun 91 sempet nyiapin berkas untuk daftar di FK UNDIP semua persyaratan sudah dilengkapi pokoknya tinggal kirim..eh tiba-tiba datang tawaran USMI -PMDK ala IPB- langsung berubah pili...

Kisah Sukses

Berbekal Uang Rp 2 Juta Tak perlu pandai memasak untuk memulai bisnis makanan. Seperti halnya Atjep Setiawan, pemilik usaha penjualan nasi tim ayam Sizi. Latar belakang pendidikan di bidang kuliner belum pernah dikenyamnya. Ia hanya seorang lulusan SMA Convorti Bandung. Namun, di tangan uletnya, bisnis yang kini genap 16 tahun dikelola Atjep telah berkembang luas. Tak pernah terbayangkan sedikit pun oleh Atjep kalau usaha yang ditekuninya akan sebesar saat ini. Ide untuk berjualan nasi tim ayam pun tidak murni muncul darinya. Usulan itu telontar dari seorang teman yang saat itu tengah berkunjung ke rumahnya. Kala itu Atjep menyuguhi teman-temannya nasi tim ayam sisa jualan orang tuanya yang tidak habis. "Begitu mencoba, mereka bilang enak. Lalu menyuruh saya lebih serius menggarap bisnis nasi tim ini," ungkap Atjep. Baginya, masukan tersebut bagai sebuah ide brilian di tengah kebuntuannya memikirkan jenis usaha yang akan dirintisnya. Sebelumnya, Atjep sempat bekerja d...