Langsung ke konten utama

Postingan

Artikel Serial Ramadhan (20)

MELATIH ANAK PUASA SEJAK DINI 1. Melatih Anak Shaum Sejak Dini Shaum di bulan Ramadhan bagi anak-anak belum baligh bukanlah suatu kewajiban. Ulama salaf, seperti Ibnu Sirin dan Az-Zuhri memandangnya sebagai sunnah. Imam Syafi'i berpendapat, anak-anak - bila orang tua mereka telah memandang memiliki kondisi dan kemampuan yang memadai - perlu dan penting sejak dini diperintahkan melaksanakan shaum, tetapi bukan sebagai kewajiban syar'i bagi anak melainkan sebagai pelajaran (baca: latihan dan pembiasaan). (Al-Katani: Mu'jamu Fiqh as-Salafi: 52). Pendidikan anak sejak dini merupakan salah satu central issue yang yang mendapat perhatian besar dalam Islam. Pendidikan adalah satu-satunya pintu membentuk generasi bangsa yang memiliki karakter salimul aqidah (aqidah yang bersih), shahihul i'badah (ibadah yang benar), matinul khuluq (akhlak yang kokoh), mutsaqaful fikri (wawasan berfikir yang luas), qawiyul jismi (jasmani yang sehat dan kuat) dan nafi'un lighairihi (bermanfaa...

Artikel Serial Ramadhan (19)

MANAJEMEN DIRI DI BULAN SUCI 1. Dicari: Manajer Kehidupan Hidup bukanlah suatu kebetulan yang kemudian dipenuhi dengan aktivitas-aktivitas manifestasi dari keinginan diri belaka, atau menghabiskan umur, menyibukkan diri merespon kehidupan dunia an sich, seolah hidup ini tanpa akhir. Seolah tidak ada kehidupan lagi setelah kehidupan dunia ini dan segala fasilitas yang telah dinikmati itu tidak akan pernah dimintai pertangungjawaban. Kalau demikian orang memperlakukan hidupnya, Allah swt. melukiskan sesungguhnya ia hidup dalam fatamorgana. Segera ia akan mendapati "pepesan kosong" dari seluruh apa yang diupayakannya di sepanjang hidupnya. Seperti yang telah di "wanti-wanti" Allah swt., "Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu men...

Artikel Serial Ramadhan (17)

rMEMBANGUN TAKWA DALAM SENI DI BULAN RAMADHAN Esensi seni adalah ungkapan keindahan yang dirasakan dalam hati, dalam bentuk tulisan, kata-kata, gambar atau suara, dan sebagainya. Dalam menuntut kreativitas budaya manusia, Al-Qur’an dan Al-Hadits hanya memberikan petunjuk secara umum. Bahkan sering memberikan isyarat-isyarat tertentu yang pengembangannya diserahkan kepada manusia, termasuk kebudayaan (hasil karya akal budi manusia). Allah swt. telah membekali manusia dengan akal budi, justru untuk mengembangkan aspek-aspek kehidupan yang diatur secara rinci dalam Wahyu Ilahi. Sebagai perbandingan silakan tadabburi ayat 6 surat Ath-Thur: "Dan laut yang di dalam tanahnya ada api" (Ath-Thur: 6). Ayat ini menerangkan bahwa di bawah laut ada api. Secara kontekstual menjelaskan bahwa di bawah laut ada energi. Ternyata sesuai dengan bukti ilmiah bahwa di dalam laut ada minyak dan gas bumi yang merupakan sumber energi utama. Dalam surat Al-Hadid ayat 25 Allah berfirman, "Dan Kami...

Artikel Serial Ramadhan (18)

HARMONI KELUARGA MUSLIM DALAM RAMADHAN Dalam catatan sejarah Islam tertera informasi kejadian-kejadian bersejarah di dalam bulan Ramadhan, seperti perang Badr, sebuah peristiwa besar yang menentukan eksistensi umat Islam sepanjang sejarah manusia. Fathu Mekkah (pembebasan kota Mekkah), peristiwa bersejarah yang lain, sebuah peristiwa yang dianggap sebagai penyelamatan penduduk negeri dari kemerosotan moral dan malapetaka akibat kezhaliman yang merajalela. Namun, peristiwa-peristiwa 'militeris' tersebut tidak menafikan adanya peristiwa-peristiwa yang terjadi di bulan Ramadhan yang sarat dengan nilai dan norma rekonstruksi kehidupan rumah tangga muslim. Sehingga Ramadhan sejatinya dijadikan momen untuk pendidikan dan pembinaan kehidupan keluarga samara (sakinah mawaddah dan rahmah). Simak dan renungkan riwayat kepercayaan para wanita muslimah, Aisyah ra. istri Rasulullah saw., "Seperti biasanya Rasulullah saw. melakukan i'tikaf di mesjid pada sepuluh malam terakhir. Di s...

Artikel Serial Ramadhan (16)

MENGIKAT JALINAN UKHUWAH DENGAN RAMADHAN Kebersamaan, saling tsiqah (percaya), bahu membahu, kerja sama, perkenalan dan sejenisnya merupakan refleksi ukhuwah yang didasarkan pada kesatuan ideologi dan keyakinan, bahkan kesatuan visi, misi, dan langkah dalam perjuangan. Alangkah indah hidup ini jika dapat hidup dalam suasana kebersamaan. Alangkah manis hidup ini jika dapat berdampingan saling kasih dan sayang. Alangkah sejuk hidup ini jika dapat bahu membahu karena cinta kebaikan. Betapa bahagianya jika kita berjalan searah, seirama, sekeyakinan dalam menapaki langkah-langkah perjuangan hidup dalam rangka menggapai ridha Allah swt. Akan kah tali ukhuwah dapat terjalin antar kita, saat umat tercabik-cabik? Akan kah keindahan kebersamaan terwujud antar kita, ketika persatuan umat dirobek-robek? Akan kah kemanisan hidup berdampingan dengan kasih sayang terjadi pada kita, tatkala umat dibagi-bagi dalam golongan dan kelompok yang masing-masing kita bersenang-senang dengan kelompok dan golong...

Artikel Serial Ramadhan (15)

MEMBANGUN TAKWA POLITIK DENGAN RAMADHAN Menurut Bapak sosiologi Islam, Ibnu Khaldun, panggung politik dan kekuasaan adalah posisi yang banyak diidam-idamkan orang karena kenikmatannya. Di dunia politik ini, terkumpul segala macam kenikmatan, dari harta kekayaan yang berlimpah, kepuasan karena terpenuhinya kebutuhan fisik, dan kenyamanan psikologi (karena selalu dihormati). Karena kenyamanan ini, banyak orang bersaing untuk mendapatkannya. Dan kalau sudah berkuasa, sangat sedikit yang dengan sukacita menyerahkannya kepada orang lain. Karakter inilah yang barangkali bisa menafsirkan kita kepada sebuah fenomena kenapa mayoritas penguasa diturunkan dengan cara yang tidak formal, dan kenapa banyak pejabat mengalami post power syndrome saat turun dari jabatannya. Salah satu penyebab jeleknya citra politik di mata mayoritas adalah karena banyak penguasa yang berbuat semena-mena dengan lawan politiknya demi mempertahankan kekuasaannya. Benarkah politik itu sejatinya kotor, ataukah kekotoran it...

Artikel Serial Ramadhan (14)

ARTIKEL SERIAL RAMADHAN (Bagian ke-14) MEMBANGUN TAKWA SOSIAL LEWAT RAMADHAN Kalimat taqwa yang didefinisikan secara umum oleh ulama dengan ungkapan melaksanakan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya, menjadikan taqwa mencakup segala aspek kebaikan. Di antara model kebaikan yang hendak dibangun oleh Ramadhan adalah rasa empati terhadap sesama yang kita sebut dalam tulisan ini sebagai taqwa sosial. Dalam teori ukhuwah, persaudaraan dan semangat untuk saling mengayomi (takaful) akan terealisasi jika didahului oleh ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), dan ta’awun (saling membantu). Jika kita menerapkan teori ini untuk membuktikan tesis bahwa Ramadhan dapat membangun taqwa sosial, maka kita akan sampai kepada kesimpulan bahwa Ramadhan ka...