Search This Blog

Loading...

Ayo Kurban

Ayo Kurban

Thursday, August 27, 2009

BANTUAN KESRA GURU RIAU 2009

Sumber : http://diskominfo-pde.riau.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=725:bantuan-kesra-disalurkan-sebelum-libur-sekolah&catid=1:berita&Itemid=11

BANTUAN KESRA DIBERIKAN SEBELUM LIBUR SEKOLAH

Rabu, 26 Agustus 2009 08:44
(Diskominfo-PDE Online) Bantuan kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan di Riau untuk tahun ini direncanakan akan disalurkan sebelum libur sekolah dilaksanakan dan paling lambat sebelum lebaran Idul Fitri 1430 H. Ini dimaksudkan agar dana tersebut bisa dimanfaatkan oleh mereka untuk memenuhi kebutuhan berlebaran dan lain sebaginya.

Kepada Ragam Info, Selasa (25/8) diruang kerjanya Kepala Dinas Pendidikan Riau Prof Dr Ir H Irwan Effendi MSc didampingi Kepala Bagian Umum dan Kepegawaiaan Dinas Pendidikan Riau Nurliah SH mengatakan, Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau tahun ini Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Riau menganggarkan dana Kesra para oendidik dan tenaga kependidikan di Riau, pemberian kesra ini dimaksudkan untuk terus menambah semangat kerja mereka dalam mengajar.

"Tugas dan fungsi guru ini dalam menciptakan anak bangsa dari tidak tahu menjadi tahu dan juga dalam memajukan pendidikan di daerah ini sangat vital, jadi Pemprov Riau akan terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru-guru kita," sebutnya.

Ia mengatakan, bantun kesra untuk guru ini diberikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan baik yang Pegawai Negeri Sipil (PNS) maun yang non PNS berdasarkan SK dari Gubernur Riau, Bupati/Walikota, Kapala Dinas Pendidikan Provinsi, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Bantuan tersebut direncanakan akan disalurkan sebelum masa libur sekolah dilaksanakan atau paling lambat sebelum libur lebaran Idul Fitri.

"Adapun besaran tunjangan kesra yang akan mereka terima adalah untuk yang PNS sebesar Rp 900 ribu per orang dan untuk Non PNS sebesar Rp 750 ribu per orang. Jika dibandingkan tahun lalu terjadi peningkatan untuk mereka yang non PNS sebesar Rp 150 ribu, tahun lalu hanya Rp 600 ribu, sementara untuk PNS mengalami penurunan Rp 100 ribu," ujarnya.

Terhadap tunjangan yang diberikan tersebut, diharapkan akan terjadi timbal balik yakni para guru bisa terus meningkatkan kualitas mereka dalam mengajar, dan tidak ada alasan lagi bagi para guru ini untuk malas dalam mengajar. "Hendaknya mereka bisa menyeimbangi tunjangan yang diterima dengan selalu memacu diri untuk meningkatkan kualitas mereka sebagai seorang guru. Ini dimaksudkan untuk kemajuan pendidikan Riau juga, karena bagaimanapun tujuan pemerintah dengan memberikan berbagai tunjangan adalah untuk memajukan mutu pendidikan didaerah ini," harapnya. (risa)

Info sejenis:
Setiap Guru Dapat Dana Kesra Sebelum Idul Fitri
http://www.riauinfo.com/main/news.php?c=5&id=10530

Wednesday, August 26, 2009

KRISIS LISTRIK RIAU: Sahur Hidup, Buka Padam Bergilir

sumber: http://riaupos.com/berita.php?act=full&id=951&kat=7


PLN Bantu Genset ke 120 Masjid
Sahur Hidup, Buka Padam Bergilir
26 Agustus 2009
123 klik Beritahu Teman




SATU METER: Ketinggian elevasi air waduk PLTA Koto Panjang yang hanya 77 meter di atas permukaan laut, Selasa (25/8/2009), menjadikan cuma satu dari tiga turbin pembangkit yang bisa bero-perasi. Sejak sebulan terakhir, penam-bahan ketinggian permukaan air sekitar satu meter.(Said mufti/riau pos)

PEKANBARU (RP) - PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) hanya bisa menjamin tidak ada pemadaman saat sahur selama bulan Ramadan. Sementara saat berbuka, pemadaman bergilir tetap dilakukan karena devisit daya saat beban puncak tersebut masih tinggi.

Hal itu diungkapkan Manajer Teknik PLN WRKR M Shodiq saat silaturahmi dengan jajaran pimpinan dan karyawan Riau Pos di ruang redaksi, Selasa (25/8) pukul 17.00 WIB. “Untuk sahur, diusahakan tidak ada pemadaman karena pukul 03.00-5.30 WIB itu kondisinya 0 MW pemadaman. Sedangkan pada saat berbuka dan tarawih memang dilakukan pemadaman bergilir karena saat beban puncak itu terjadi pemadaman 50 MW,’’ ujar Shodiq.

Pernyataan itu dibenarkan oleh General Manager (GM) PLN WRKR Robert R Aritonang yang memimpin rombongan dalam pertemuan yang disambung dengan berbuka bersama tersebut. Menurut Robert, bila saat sahur terjadi pemadaman, berarti itu terjadi gangguan bukan pemadaman bergilir. “Namun itu dengan kondisi pembangkit saat ini. Bila ada pembangkit yang rusak atau pasokan dari pembangkit interkoneksi berkurang maka itu bisa berubah,’’ ujarnya.

Pertemuan yang berjalan sekitar tiga jam tersebut berjalan santai, terbuka tapi tetap serius. Jajaran PLN bergantian menjawab semua pertanyaan awak redaksi. Dari jajaran Riau Pos hadir Direktur Utama Makmur SE MM Ak, Pimpinan Umum Sutrianto, Pemimpin Redaksi Raja Isyam Azwar, dua Wakil Pemimpin Redaksi Abdul Kadir Bey dan M Nazir Fahmi beserta para wartawan lainnya. Dari PLN, juga hadir Manajer Sumber Daya Manusia Komunikasi Hukum dan Administrasi Suwandi Siregar, Manajer Perencanaan Yugo Riyatmo, Manajer Niaga Bambang Setyo Hadi Cahyono, Deputi Manajer Sumber Daya Manusia Komunikasi Hukum dan Administrasi Delvis Bustami, Kepala Cabang PLN Pekanbaru, Ericson Sidabutar, Humas PLN Pekanbaru Dharmawi Darsono, Kepala Rayon Panam Riyanto dan H Ngatijo.

‘’Sebelumnya kami minta maaf dengan ketidaknyamanan akibat permadaman listrik ini. Yang pasti inti dari permasalahan kelistrikan di Riau ini terletak pada permasalahan investasi,’’ ujar Robert membuka diskusi panjang yang berakhir pukul 20.00 WIB itu.

Robert mengatakan pada Mei 2009, saat Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan kunjungan ke Minas, PLN dijanjikan akan diberi-kan pembangkit sebesar 30 MW. Namun, hingga saat ini belum juga terealisasi karena suratnya masih di tangan Menkeu. PLN WRKR saat ini hanya berharap pada PLTU 2x100 yang akan dibangun di Tenayan Raya. “Dalam Perpres 21 tahun 2006 10 ribu MW tahap pertama, pembangunan PLTU ini tidak dimasukkan. Untuk Riau hanya ada Bengkalis 2x10 MW, Selatpanjang 2x7 MW dan Karimun 2x7 MW. Pembangunan PLTU ini merupakan hasil kunjungan direksi PLN pada Maret lalu,’’ tambahnya.

Semula, lanjutnya, rencana PLN pada Ramadan pemadaman hanya dilakukan maksimal dua kali atau enam jam pemadaman. Ini dengan pertimbangan masuk pasokan daya PLTA Singkarak dan Maninjau yang dijadwalkan selesainya manajemen waduk sebelum Ramadan. Manajemen waduk yang dimaksud mengisi kembali waduk PLTA Singkarak dan Maninjau yang sebelumnya kering. Selain itu selesainya perbaikan servomoog PLTU Ombilin.

Namun, gempa yang melanda Sumbar pada pekan lalu, yang menyebabkan rusaknya stator dan kontrol pada dua unit pembangkit PLTU Ombilin. Dan hal ini membuyarkan rencana PLN semula untuk meminimalisir pemadaman.

‘’Dua unit pembangkit PLTU Ombilin 2x95 MW rusak dan keluar dari sistem interkoneksi. Untuk pergantian alat tersebut perlu waktu sekitar lima bulan. PLN mengambil kebijakan dengan melakukan kanibal di atas stator dan kontrol di dua pembangkit tersebut, sehingga masih bisa beroperasi satu unit,’’ ujar Shodiq.

Selain itu, terjadi penurunan daya mampu pasok PLTA karena variasi mesin pada PLTA Koto Panjang, PLTA Singkarak dan PLTA Maninjau. Hal ini pula lah yang membuat defisit di PLN WRKR sebanyak 108,10 MW pada pukul 21.00-03.00 WIB, 0 MW pada pukul 03.00-05.30 WIB, devisit lagi 86,40 MW pada pukul 05.30-18.00 WIB dan 50,40 MW pada 18.00-21.00 WIB.

Sumber pasokan daya Riau berasal dari PLTA Koto Panjang yang menghasilkan daya sebanyak 25 MW melalui satu turbin yang beroperasi, PLTD/G Teluk Lembu menghasilkan sebanyak 35 MW, Riau Power 18 MW dan PLTD Dumai 8 MW.

Kondisi ini menjadikan PLN tidak bisa menjamin saat berbuka dan Salat Tarawih tidak terjadi pemadaman bergilir. ‘’Skenario jangka pendek pemadaman masih sekitar dua hingga tiga kali pemadaman dalam enam bulan ini. Namun, jika pasokan daya dari PLTU Labuhan Angin dan pembangkit yang sebelumnya dalam perawatan masuk, maka dipastikan pemadaman akan berkurang,’’ tambahnya.

PLTU Labuhan Angin 2x115 MW yang terdapat di Sibolga, Sumatera Utara diharapkan dapat membantu kondisi kelistrikan di Riau. Saat ini, hanya satu unit dari pembangkit PLTU Labuhan Angin yang bisa beroperasi dan menyumbang pasokan daya sebanyak 30 MW untuk Riau, sedangkan satunya lagi masih dalam tahap persiapan. Setidaknya terdapat enam pembangkit yang dalam proses maintenance seperti PLTU Ombilin, PLTG Tarahan, PLTG Indralaya, PLTG Pauh Limo dan PLTG TM Borang.

Solusi Jangka Pendek
Untuk itu, lanjut Robert, solusi jangka pendek dalam menghadapi kondisi kelistrikan ini terletak pada bantuan tiga perusahaan swasta yang terdapat di Riau yakni PT Indah Kiat Pulp Paper (IKPP), PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) dan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). PLN siap membeli kelebihan daya tiga perusahaan tersebut. ‘’Berapa pastinya kelebihan daya yang mereka punya, PLN tidak mengetahuinya. PLN hanya mengetahui berapa kapasitas terpasang yang mereka punya. Tapi untuk IKPP dan RAPP PLN siap untuk membeli 10 MW dari masing-masing perusahaan tersebut termasuk yang saat ini telah dikerjasamakan,’’ terang Robert yang mengaku akan melakukan pertemuan dengan ketiga perusahaan tersebut dalam waktu dekat.

Selain itu, solusi lain dengan melakukan Demand Site Management (DSM) yang mengatur penggunaan daya bagi pelanggan-pelanggan besar seperti mall dan hotel, terutama pada beban puncak dan mampu menghemat daya sekitar 10,4 MW hingga 15 MW. Selain itu pemadaman beberapa lampu jalan bisa menghemat daya 3 hingga 6 MW. Terakhir, PLN rencananya akan membeli daya dari pabrik sawit yang terdapat di Riau, meski dayanya hanya 1 sampai 2 MW saja. “Diharapkan dapat mengurangi pemadaman,’’ ujar Shodiq singkat.

Hanya Satu Turbin PLTA Koto Panjang Beroperasi
Dari pemantauan Riau Pos di PLTA Koto Panjang Selasa (25/8), intensitas hujan yang terjadi di Riau cukup tinggi akhir-akhir ini ternyata tidak berpengaruh banyak kepada debit air waduk. Sebulan lalu, saat Riau Pos mengunjungi waduk mendapati kondisi air elevasi ketinggian 76 meter di atas permukaan laut (DPL). Kemarin, ternyata debit air tidak bertambah secara signifikan yaitu mencapai 77 meter DPL. Artinya, penambahan elevasi air hanya satu meter. Kondisi ketinggian antara 76-79 meter dpl, hanya bisa menggerakkan satu turbin saja dengan daya maksimal yang dihasilkan 25 MW. Itu artinya, kondisi air sebulan dan saat ini sama dengan hanya mampu menggerakkan satu turbin saja.

Manajer PLTA Koto Panjang, Imran Sembiring didampingi dua orang stafnya di lokasi PLTA yang dibangun Jepang tersebut menye-butkan, kenaikan air beberapa waktu belakangan ini hanya mampu untuk menambah kecepatan gerak turbin sehingga menaikkan daya yang dihasilkan menjadi 25 MW. Sebulan sebelumnya dengan elevasi air hanya 73 meter, daya maksimal yang dihasilkan 24 MW.

“Dengan kondisi air saat ini kalau tetap dipaksakan hidup dua turbin, maka bisa retak bangunan PLTA. Kalau elevasi air naik sampai 79, maka kita akan hidupkan dua turbin. Kalau naik sampai 80 meter, maka kita hidupkan tiga turbin sekaligus sehingga bisa menghasilkan daya maksimal,’’ terangnya.

Ditanya lebih jauh apakah air di waduk PLTA Koto Panjang dibuka untuk dibuang ke sungai sehingga debit air tidak meninggi? Imran menjawab, bahwa pintu air akan dibuka jika ketinggian air mencapai 85 meter. Di bawah itu, PLTA Koto Panjang katanya harus menyimpan cadangan air. Termasuk dengan kondisi air saat ini, PLTA Koto Panjang tidak mungkin memutar maksimal turbin karena akan berpengaruh pada kestabilan air.

“Kalau kita maksimalkan, cadangan air hanya bisa bertahan beberapa hari. Bisa-bisa Idul Fitri nanti kondisi makin parah lagi,’’ ujar Imran.

Bagaimana pasokan interkoneksi dari provinsi tetangga? Ternyata kata Imran keadaan perbaikan PLTA Ombilin dan tempat lainnya tidak mengurangi sama sekali pasokan. Dari Sumbar pasokan interkoneksi untuk Riau 100 MW dan dari Sumut sebesar 30 MW. Kalau pasokan dari Sumbar berkurang, maka katanya tegangan bisa tidak stabil yang akan mengakibatkan fatal interkoneksi.

“Bagaimanapun keadaanya, pasokan interkoneksi untuk Riau tetap sama. Kalau kurang saja sampai 80 MW, kita langsung telepon karena akan menyebabkan gangguan tegangan,’’ urai Imran di atas bendungan PLTA Koto Panjang pada ketinggian 87 meter.

Imran mengutarakan, kondisi tahun 2009 ini terparah terhadap kekurangan air. Ia katakan, hal itu disebabkan pengurasakan hutan di kawasan tangkapan air PLTA Koto Panjang. Imran menyebutkan angka 30 persen yang sudah terjadi kerusakan pada hutan di sekitar kawasan PLTA Koto Panjang. Dari kawasan waduk, Riau Pos memang melihat hutan-hutan yang sudah ditebangi dan berganti dengan kebun sawit.

‘’Coba lihat saja itu, sudah gundul. Perlu ketegasan dari Pemda dan Dinas Kehutanan dalam mengamankan kawasan tangkapan air ini. Kita tidak bisa berbuat apa-apa karena lahan yang diganti rugi, hanya pada ketinggian air 85 meter. Diluar itu, penegasan dari Pemda setempatlah,’’ terangnya.

Apalagi, katanya, kalau tidak dibangun pembangkit baru, maka krisis listrik di Riau pada 2010 akan menjadi-jadi. Krisis lis-trik di Riau akan terasa terus-menerus setiap tahun, setiap kali musim kemarau datang. Dan dengan pertambahan pendudukan dan pembangunan, maka bisa diatasi dengan ketersediaan daya.

“Dibangun pembangkit baru 2 x 100 MW, itupun hanya untuk mengatasi hingga 2010. Setelah itu, harus dibangun baru lagi. Riau saat ini maksimal hanya bisa hasilkan 180 MW dan suntikan intekoneksi 130 MW. Beban puncak untuk Pekanbaru sekitarnya saja mencapai 300 MW. Ini harus segera dibangun dan tidak perlu gontok-gontokan, duduk bersama koordinasi dan bangun pembangkit yang baru,’’ ujar Imran yang sudah lima tahun di PLTA Koto Panjang dan berpindah-pindah mengepalai pembangkit di areal Sumbangut.

Bagaimana dengan proyek hujan buatan yang dilaksanakan PLN bekerjasama dengan BMG, dikatakannya sudah selesai dilaksanakan. Dikatakan, proyek tersebut sedikit banyaknya ada memberikan hasil namun saat ini memang sudah masuk pada siklus hujan sehingga tidak perlu lagi dilakukan hujan buatan.

“Kita yakin dalam beberapa hari ke depan, hujan akan menambah debit air sehingga bisa menggerakkan dua turbin. Kalau sudah dua turbin yang digerakkan, kita langsung telepon ke PLN Wilayah dan kepada Pusat Pengaturan Penyaluran Beban (P3B) Sumatera. Kita hanya sebagai penghasil daya, untuk pembagian dan pemasaran bukan tugas kita lagi,’’ tuturnya.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang itu sendiri dimulai pembangunannya sejak 1990 dan beroperasi sekitar 1994-an. Proyek tersebut merupakan bantuan Pemerintah Jepang dengan biaya 31,177 miliar Yen dan bendungan Kotopanjang itu sendiri menggenangi empat desa di areal seluas 124 kilometer persegi. Sudah beroperasi sekitar 15 tahun, PLTA Koto Panjang ternyata tetap tidak bisa menga-tasi krisis listrik yang terjadi di Riau.

Bagikan 120 Genset
Sementara sebagai bentuk kepedulian PLN WRKR terhadap pelaksanaan ibadah selama Ramadan, maka PLN membagikan 120 genset kepada masjid-masjid yang terdapat di Pekanbaru. Hal ini disampaikan Manajer Sumber Daya Manusia Komunikasi Hukum dan Administrasi, Suwandi Siregar. ‘’Pemadaman memang tak bisa dihentikan, untuk itu PLN berencana memberikan ke masjid yang belum mempunyai genset di Pekanbaru,’’ ujar Suwandi.

Pemberian genset tersebut akan dilaksanakan dalam pekan ini. Dan pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan. Suwandi mengatakan mengahabiskan dana sebesar Rp300 juta yang berasal dari dana Community Development (CD) PLN WRKR.

Riau Power Siap Operasikan Tiga Turbin
Sehari sebelumnya, solusi mengatasi krisis listrik juga diungkapkan Direktur Riau Investment Corporation (RIC), Rida K Liamsi. Melalui anak perusahaannya, PT Riau Power, tiga turbin hasil hibah eks PT CPI, untuk solusi jangka menengah akan mampu mengurangi krisis listrik yang ada di Provinsi Riau.

Namun meski sudah dihibahkan PT CPI kepada Pemprov Riau guna dikelola sejak tahun 2003 lalu, baru satu dari empat turbin tersebut yang beroperasi dan mampu memproduksi sekitar 18,5 MW melalui PT Riau Power.

“Itu baru satu, kalau tiga turbin eks PT CPI yang saat ini berada di Duri bisa beroperasi semua, maka krisis ini bisa diatasi. Persoalannya, hingga kini PLN belum bisa memastikan, siap membeli energi listrik bila tiga turbin ini nantinya bisa beroperasi,” kata Rida saat mengikuti hearing dengan PLN di DPRD Pekanbaru, Senin (24/8).

Ketidakpastian ini dipahami oleh Rida, karena PLN memiliki regulasi dan ketentuan soal jual beli energi yang diatur secara nasional. Termasuk juga perihal ketersediaan pasokan gas sebagai bahan bakar utama pembangkit yang dinilai cukup murah.

“Percuma ada pembangkit sementara bahan bakar gasnya tidak pasti tersedia. Hal ini tentu kembali lagi pada kesepakatan kontrak antara PLN dengan PT Kalila. Kalau memang PLN siap membeli dan pasokan gas memang ada, kapanpun mau, tiga turbin itu siap dioperasikan karena kondisinya sangat bagus,” jelas Rida.

Saat ini, tiga turbin eks PT CPI yang bisa menjadi pembangkit listrik tersebut kata Rida bergantung pada pasokan gas. “Bisa saja kita operasikan di Duri atau dimana saja, asalkan ada pasokan gasnya. Kalau gas sudah ada, lalu PLN pasti mau membeli dengan harga yang sesuai, tentu tiga turbin ini siap mengatasi krisis yang ada dalam jangka pendek,” katanya.

Untuk investasi operasional tiga turbin tersebut kata Rida, diperlukan biaya mencapai Rp90 Miliar. “Untuk memindahkan dan operasional satu turbin, perlu investasi sekitar Rp30 mili-ar. Kalau tiga turbin ini bisa beroperasi, bisa memproduksi sekitar 42 MW,” jelasnya.

Sementara Robert Aritonang mengatakan, bahwa PLN siap membeli energi listrik. Bahkan potensi tiga turbin eks PT CPI yang pengelolaannya diserahkan PT Riau Power, menjadi salahsatu prioritas PLN guna mengatasi krisis listrik di Riau. “Tapi syaratnya adalah berbahan bakar gas, karena lebih murah. Persoalan anggaran adalah masalah utama PLN. PT Riau Power menjadi prioritas kami asalkan memang pasokan gas dipastikan terjamin,” kata Aritonang.

Persoalan kepastian pasokan gas inipun menjadi perhatian Pansus krisis listrik DPRD Kota Pekanbaru. Sudah seharusnya Pemprov Riau dan pemerintah kabupaten/kota mendesak agar krisis listrik di Riau menjadi perhatian di tingkat pusat. “Apapun solusi yang dinilai bisa mengatasi krisis harus dilaksanakan sesegera mungkin,” tegas Sabarudi, Ketua Pansus.

Sementara itu, Kabid Kelistrikan dan Energi Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Riau Abdi Haro mengatakan, agar PLN tidak berjalan sendiri dalam mengatasi krisis listrik yang ada. Perjuangan mengatasi krisis listrik ini harus bersa-ma-sama. “PLN jangan menghadap ke pusat sendirian, tapi ajaklah juga perwakilan dari Pemprov Riau dan Pemda Kabupaten/Kota. Harus duduk sama-sama satu visi dan misi ke tingkat pusat. Baru krisis ini menemukan solusi yang konkret,” tegas Abdi.

Buka Hotline Pengaduan Masyarakat
Untuk memberikan kemudahan terhadap masyarakat untuk menampung aspirasi, serta permasalahan akibat pemadaman bergilir PLN telah membuka sepuluh nomor telepon pengaduan masyarakat. Sepuluh nomor telepon ini langsung dipegang oleh manajer area cabang yang ada di seluruh Provinsi Riau dan aktif selama 24 jam. “Terlebih pada permasalahan yang timbul akibat pemada-man yang dilakukan seperti melonjaknya tagihan, maka masyarakat dapat langsung mengadukan ke hotline PLN tersebut,’’ ujar Robert.

Begitu juga dengan pemadaman yang dilakukan PLN yang dinilai masyarakat tidak teratur. Kepala Cabang PLN Pekanbaru Ericson mengatakan, dalam proses switching atau penggantian memang memerlukan waktu hingga 15 menit. ‘’Misalnya saja terjadi pemadaman pukul 09.00 WIB, maka bisa saja pemadaman dimulai pukul 08.45 WIB. Begitu juga jaringan PLN yang tak hanya sekilo dua kilometer tetapi beribu-ribu kilometer,’’ terang Ericson.

Sementara itu, Manajer Niaga Bambang Setyo Hadi Cahyono mengatakan, kompensasi yang diberikan PLN kepada pelanggan tergantung Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) di PLN. Kompensasi diberikan setelah melewati pemadaman 3x24 jam. ‘’Itu sudah merupakan standarisasi dari PLN,’’ ujar Bambang.

Dalam surat keputusan menteri ESDM nomor 1616K/36/MEM/2003 Pasal 6 ayat 3 dinyatakan bahwa PLN yang mempunyai kinerja buruk harus memberikan kompensasi kepada masyarakat, berupa diskon sepuluh persen untuk pembayaran bulan berikutnya.

Pembayaran kompensasi ini sudah dilakukan di Solo, dimana jika pemadaman dilakukan melewati 19 jam, maka akan diberikan kompensasi. Hal ini langsung dijawab Manajer Teknik Shodiq yang menya-takan terjadi perbedaan antara TMP Solo dan Riau. Di Solo, Keputusan Menteri ESDM itu memang diberlakukan, sebab pelanggan dirugikan dalam kondisi kelistrikan normal. ‘’Sedangkan di Riau, kondisi kelistrikan tidak normal,’’ jawab Shodiq, sambil menjelaskan bahwa kekurangan daya diakibatkan kerusakan turbin dan maintenance mesin di sistem interkoneksi.

Belum Punya Perencanaan Khusus
Sementara Wakil Gubernur Riau (Wagubri) HR Mambang Mit mengatakan, apapun alasan PLN, tetap saja masyarakat menilai perusahaan ini tidak memiliki perencanaan khusus dalam memberikan pelayanan ketenagalistrikan di Riau. Lagi pula, pemadaman listrik sudah terjadi setiap tahun.

Namun lanjutnya, pada bulan Ramadan baru tahun 2009 terjadi pemadaman listrik secara terus menerus. Artinya, apa yang diharapkan masyarakat mengenai kinerja PLN, ternyata tidak bisa direalisasikan.

“Kita sudah panggil GM PLN untuk mengatasi permasalahan ini dengan baik. Seharusnya perhatian dari PLN bisa lebih jeli lagi dalam melakukan pemadaman. Durasi diatur, saat buka, sahur dan tarawih bisa dilayani dengan baik. Jangan justru dipadam-kan,’’ tambahnya.

Wagubri berpendapat, antisipasi perencanaan PLN tidak benar. UU ketenagalistrikan yang dianut PLN, sambungnya, sebenarnya untuk melindungi masyarakat. Bukan sebaliknya membuat masyarakat merasa dirugikan. “Kita menyesalkan apa yang dilakukan PLN. Oleh karena itu UU harus diubah untuk ditinjau ulang. Berikan keleluasaan penuh bagi daerah untuk memenuhi keperluan kelistrikan daerahnya,’’ ujar dia.

Dikatakan, untuk mengatasi permasalahan ketenagalistrikan ini, Pemprov Riau sedang berusaha mencari alternatif baru. Di antaranya mengundang tim ahli dari Jerman. Tim ahli ini akan membantu Riau mencari sumber energi terbarukan untuk pembangkit tenaga listrik baru.

Selain itu, Wagubri juga meminta setiap perusahaan yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning sudah selayaknya membantu mengatasi krisis listrik saat ini bukan menghitung untung dan rugi. Bukan hanya menyediakan barang lalu pemerintah diminta mengelola. “Kalau memang ingin membantu langsung saja. Kita tidak minta banyak. Sumber energi yang lebih saja kita inginkan. Bukan penuh, perusahaan yang saya maksud seharusnya tahulah,’’ ujarnya.

Pemko dan Pemprov Pernah Surati.
Mengenai pemadaman saat berbuka dan sahur ini, Wali Kota Pekanbaru pernah menyurati secara resmi PLN Cabang Pekanbaru. Begitu juga dengan Gubernur Riau yang menyurati PLN Wilayah Riau dan Kepri. “Pemerintah Kota sudah menyurati dan Pemprov juga sudah menyurati PLN agar selama puasa Ramadan tak ada pemadaman lis-trik. Tapi kejadiannya seperti sekarang juga tetap saja mati,’’ jelas Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM kepada warta-wan di Masjid Agung An-Nur, Selasa (25/8) pagi.

Itu sudah dibicarakan bersama Muspida, seharusnya pihak PLN sudah membuat kebijakan jangka pendek. Tapi kata Herman, dilihat dari pemadaman sekarang PLN kurang perencanaan. Karena sampai sekarang PLN masih saja mematikan listrik untuk Riau dan Pekan-baru khususnya. ‘’Kita masih dihantui pemadaman listrik dikarena-kan masih interkoneksi. Jadi masih tetap bergantung dengan provinsi tetangga,’’ jelasnya.

Usaha yang perlu dilakukan hanya satu menggesa Menteri ESDM menetapkan pembangunan daya listrik 2x100 MW di Riau. ‘’Jika itu segera dilakukan dan dibuat maka bisa menyelesaikan masalah krisis listrik di Pekanbaru dan Riau ini,’’ jelasnya.

Dari Jakarta dilaporkan, anggota DPR RI asal Riau Ir M Idris Laena mengungkapkan program pemerintahan pusat mengenai pembangunan pembangkit 10.000 MW harus diberikan kepada daerah yang betul-betul memerlukan. Sehingga dengan kehadiran PLTU tersebut bisa mengatasi krisis listrik yang berkepanjangan.

“Kalau kita lihat saat ini mengenai kelistrikan yang terja-di di Provinsi Riau sangat memprihatinkan sekali, sebab Riau termasuk tingkat perekonomiannya berkembang pesat. Makanya Riau harus mendapat perioritas utama dari pemerintah untuk mengarahkan program pembangunan PLTU tersebut, sehingga semua biar seimbang,” ujarnya kepada Riau Pos, kemarin.

Oleh karena itu, lanjut Idris, Riau yang tidak termasuk dalam tahap pertama crash program itu, harus dimasukkan melihat kondisi listrik saat ini. Salah satunya dengan mengakomodir usulan Pemprov Riau perubahan Keppres sehingga Riau termasuk di dalam program tahap pertama tersebut. “Saat ini kita masih menunggu perubahan dari Perpres yang sedang diproses oleh pemerintah. Namun sudah mengawal dan mem-berikan masukan supaya program tersebut diarahkan kepada daerah yang memang kondisi listriknya tidak memprihatinkan, terutama provinsi Riau” ujarnnya.(afz/rpg/ind/gem/hpz/yud/esi/new/fia)

Monday, August 24, 2009

PENCAIRAN INSENTIF PAUD 2009 TAHAP IV

SUMBER: http://www.jugaguru.com/news/43/tahun/2009/bulan/08/tanggal/24/id/993/

Senin, 24 Agustus 2009 11:31:50
Cairnya Insentif Pendidik PAUD Tahap IV
Kategori: Liputan Khusus (8 kali dibaca)
Insentif Pendidik PAUD pada bulan ini telah melewati tahap IV. Sudah 80% dana insentif untuk Pendidik PAUD tercairkan oleh Direktorat PTK-PNF.

Pencairan insentif tahap IV ini sejumlah 5.895 orang, dengan pemetaan provinsinya adalah:
1. Sumatera Barat : 873 orang
2. Jambi : 489 orang
3. DKI Jakarta : 6 orang
4. Jawa Tengah : 567 orang
5. Jawa Timur : 74 orang
6. NTB : 451 orang
7. Kalimantan Barat : 818 orang
8. Sulawesi Selatan : 1.816 orang
9. Sulawesi Tenggara : 45 orang
10. Maluku : 342 orang
11. Maluku Utara : 414

Bagi provinsi yang masih belum sesuai kuota dalam pencairannya (Tahap I-IV) mohon kerjasamanya dari Dinas Pendidikan Provinsi, P2-PNFI/BP-PNFI/BPKB dan HIMPAUDI agar berkoordinasi demi suksesnya penyaluran insentif Pendidik PAUD untuk pemenuhan kuota tersebut. Data yang kurang tersebut mohon dikirimkan ke Dit.PTK-PNF (berkasnya) atau softcopy -nya melalui email: pendidik_pnf@yahoo.com.

Permasalahan yang terjadi sehingga membuat tertundanya pencairan insentif dikarenakan beberapa hal, diantaranya:
1. Data yang diterima oleh Dit. PTK-PNF melebihi kuota (tidak sesuai kuota yang ditetapkan)
2. Masih adanya data yang double name atau double rekening
3. Masih adanya data yang tidak lengkap seperti no. rekening, cabang & unit

Dan bagi pendidik PAUD yang datanya tidak sesuai sehingga mengakibatkan belum masuknya dana insentif ke rekening penerima, mohon dikirimkan perbaikan no. rekening dengan melampirkan fotokopi buku tabungan ke Dit. PTK-PNF, Komplek Depdiknas, Gd. D Lt. 13, Jl. Jenderal Sudirman Pintu I, Senayan - Jakarta, Tlp/Fax. 021-57974116 atau melalui email: pendidik_pnf@yahoo.com.
(ika)

Sumber: Subdit Pendidik PNF
Not Rated!

Saturday, August 22, 2009

ARTIKEL SERIAL RAMADHAN (Bagian ke-1)

Dari milist Keadilan4all...

ARTIKEL SERIAL RAMADHAN (Bagian ke-1)
AGAR RAMADHAN PENUH RAHMAT, BERKAH, DAN BERMAKNA

Hari ini kita memasuki bulan suci Ramadhan. Banyak hikmah yang bisa kita petik di bulan suci dan mulia ini, yang semuanya mengarah pada peningkatan makna kehidupan, peningkatan nilai diri, maqam spiritual, dan pembeningan jiwa dan nurani.

Kewajiban puasa ini bukan sesuatu yang baru dalam tradisi keagamaan manusia. Puasa telah Allah wajibkan kepada kaum beragama sebelum datangnya Nabi Muhammad Saw. Ini jelas terlihat dalam firman Allah berikut, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al-Baqarah:183)

Ayat ini menegaskan tujuan final dari disyariatkannya puasa, yakni tergapainya takwa. Namun, perlu diingat bahwa ketakwaan yang Allah janjikan itu bukanlah sesuatu yang gratis dan cuma-cuma diberikan kepada siapa saja yang berpuasa. Manusia-manusia takwa yang akan lahir dari "rahim" Ramadhan adalah mereka yang lulus dalam ujian-ujian yang berlangsung pada bulan diklat itu.

Tak heran kiranya jika Rasulullah bersabda, "Banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkn apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan haus" (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah). Mereka yang berpuasa, namun tidak melakukan pengendapan makna spiritual puasa, akan kehilangan kesempatan untuk meraih kandungan hakiki puasa itu.

Lalu apa yang mesti kita lakukan? Beberapa hal berikut ini mungkin akan bisa membantu menjadikan puasa kita penuh rahmah, berkah, dan bermakna:

Pertama, mempersiapkan persepsi yang benar tentang Ramadhan.
Bergairah dan tidaknya seseorang melakukan pekerjaan dan aktivitas, sangat korelatif dengan sejauh mana persepsi yang dia miliki tentang pekerjaan itu. Hal ini juga bisa menimpa kita, saat kita tidak memiliki persepsi yang benar tentang puasa.

Oleh karena itulah, setiap kali Ramadhan menjelang Rasulullah mengumpulkan para sahabatnya untuk memberikan persepsi yang benar tentang Ramadhan itu. Rasulullah bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan. Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan doa. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakan kalian pada para malaikat-Nya. Maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari kalian. Karena orang yang sengsara adalah orang yang tidak mendapat rahmat Allah di bulan ini." (HR. Ath-Thabrani).

Ini Rasulullah sampaikan agar para sahabat - dan tentu saja kita semua - bersiap-siap menyambut kedatangan bulan suci ini dengan hati berbunga. Maka menurut Rasulullah, sungguh tidak beruntung manusia yang melewatkan Ramadhan ini dengan sia-sia. Berlalu tanpa kenangan dan tanpa makna apa-apa.

Persepsi yang benar akan mendorong kita untuk tidak terjebak dalam kesia-siaan di bulan Ramadhan. Saat kita tahu bahwa Ramadhan bulan ampunan, maka kita akan meminta ampunan pada Sang Maha Pengampun. Jika kita tahu bulan ini bertabur rahmat, kita akan berlomba dengan antusias untuk menggapainya. Jika pintu surga dibuka, kita akan berlari kencang untuk memasukinya. Jika pintu neraka ditutup kita tidak akan mau mendekatinya sehingga dia akan menganga.

Kedua, membekali diri dengan ilmu yang cukup dan memadai.
Untuk memasuki puasa, kita harus memiliki ilmu yang cukup tentang puasa itu. Tentang rukun yang wajib kita lakukan, syarat-syaratnya, hal yang boleh dan membatalkan, dan apa saja yang dianjurkan.

Pengetahuan yang memadai tentang puasa ini akan senantiasa menjadi panduan pada saat kita puasa. Ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan kita untuk meningkatkan kwalitas ketakwaan kita serta akan mampu melahirkan puasa yang berbobot dan berisi. Sebagaimana yang Rasulullah sabdakan,

"Barang siapa yang puasa Ramadhan dan mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka itu akan menjadi pelebur dosa yang dilakukan sebelumnya." (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi).

Agar puasa kita bertabur rahmat, penuh berkah, dan bermakna, sejak awal kita harus siap mengisi puasa dari dimensi lahir dan batinnya. Puasa merupakan "sekolah moralitas dan etika", tempat berlatih orang-orang mukmin. Latihan bertarung membekap hawa nafsunya, berlatih memompa kesabarannya, berlatih mengokohkan sikap amanah. Berlatih meningkatkan semangat baja dan kemauan. Berlatih menjernihkan otak dan akal pikiran.

Puasa akan melahirkan pandangan yang tajam. Sebab, perut yang selalu penuh makanan akan mematikan pikiran, meluberkan hikmah, dan meloyokan anggota badan.

Puasa melatih kaum muslimin untuk disiplin dan tepat waktu, melahirkan perasaan kesatuan kaum muslimin, menumbuhkan rasa kasing sayang, solidaritas, simpati, dan empati terhadap sesama.

Tak kalah pentingnya yang harus kita tekankan dalam puasa adalah dimensi batinnya. Dimana kita mampu menjadikan anggota badan kita puasa untuk tidak melakukan hal-hal yang Allah murkai.

Dimensi ini akan dicapai, kala mata kita puasa untuk tidak melihat hal-hal yang haram, telinga tidak untuk menguping hal-hal yang melalaikan kita dari Allah, mulut kita puasa untuk tidak mengatakan perkataan dusta dan sia-sia. Kaki kita tidak melangkah ke tempat-tempat bertabur maksiat dan kekejian, tangan kita tidak pernah menyentuh harta haram.

Pikiran kita bersih dari sesuatu yang menggelapkan hati. Dalam pikiran dan hati tidak bersarang ketakaburan, kedengkian, kebencian pada sesama, angkara, rakus dan tamak serta keangkuhan.

Sahabat Rasulullah, Jabir bin Abdullah berkata, "Jika kamu berpuasa, maka hendaknya puasa pula pendengar dan lisanmu dari dusta dan sosa-dosa. Tinggalkanlah menyakiti tetangga dan hendaknya kamu bersikap tenang pada hari kamu berpuasa. Jangan pula kamu jadikan hari berbukamu (saat tidak berpuasa) sama dengan hari kamu berpuasa."

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan dia mengamalkannya maka Allah tidak menghajatkan dari orang itu untuk tidak makan dan tidak minum." (HR. Bukhari dan Ahmad dan lainnya)

Mari kita jadikan puasa ini sebagai langkah awal untuk membangun gugusan amal ke depan.

Sumber:
30 Tadabbur Ramadhan, MENJADI HAMBA ROBBANI, Meraih Keberkahan Bulan Suci

Penulis: Dr. Achmad Satori Ismail, Dr. M. Idris Abdul Shomad, MA Samson Rahman, Tajuddin, MA, H. Harjani Hefni, MA A. Kusyairi Suhail, MA, Drs. Ahlul Irfan, MM, Dr. Jamal Muhammad, Sp.THT

Source: IKADI

Friday, August 21, 2009

Awal Ramadhan 1430 H (BAYAN DSP PKS)

Berita
Jumat, 21/08/2009 14:10:15 | 137 klik
Bayan Awal Ramadhan
Awal Ramadhan 22 Agustus 2009

Dewan Syariah Pusat PKS menetapkan awal bulan Ramadhan jatuh pada tanggal 22 Agustus 2009.
PK-Sejahtera Online: Hal ini ditetapkan dengan memperhatikan Rapat Dewan Syari’ah Pusat di Jakarta pada 20 Agustus 2009 serta Sidang Itsbat Departemen Agama RI tanggal 20 Agustus 2009 yang diikuti oleh perwakilan MUI dan ormas-ormas Islam. Dengan ini sekaligus menggenapkan bulan sya'ban menjadi 30 hari.

http://pk-sejahtera.org/v2/download/pdf/Bayan%20Awal%20Ramadhan%201430H.pdf

klik di sini

Pengirim: MHN Update: 21/08/2009 Oleh: MHN
Dicetak dari: PKS : http://pk-sejahtera.org/v2?op=isi&id=7797; Jumat, 21/08/2009 14:10 | Versi Cetak
Tutup

Awal Ramadhan 1430 H

sumber: http://www.depkominfo.go.id/2009/08/20/pemerintah-sabtu-awal-ramadhan-1430-h/

PEMERINTAH: SABTU AWAL RAMADHAN 1430 H
August 20, 2009, 9:31 pm| Berita Pemerintahan | Klik: 405

Jakarta

, 20/8/2009 (Kominfo-Newsroom) - Pemerintah melalui Sidang Itsbat yang dipimpin Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni secara resmi menetapkan awal Ramadhan 1430 H jatuh pada hari Sabtu, 22 Agustus 2009.

Penetapan tersebut kemudian diterbitkan melalui Surat Keputusan Menteri Agama tentang penetapan 1 Ramadhan 1430 H yang dibacakan Maftuh dalam Sidang Itsbat yang digelar di Kantor Departemen Agama, Jakarta, Kamis (20/8) malam.

“Izinkan saya untuk menetapkan 1 Ramadhan 1430 H yang jatuh pada hari Sabtu, 22 Agustus 2009,” kata Maftuh.

Selain itu, Menag juga menyetujui Badan Hisab dan Rukyat Depag sebagai lembaga tetap penyelenggara hisab dan rukyat untuk melakukan sidang hisab maupun rukyat yang dilakukan setiap bulan sebagaimana usulan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Badan ini telah ditetapkan sebagai lembaga tetap sejak 14 Juli 2009. Saya setuju sidang dilakukan setiap bulan, kalau perlu mengundang pihak yang berbeda,” ujarnya.

Keputusan ini disetujui seluruh perwakilan ormas-ormas Islam yang hadir, yaitu Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, Al Wasliyah, Al Irsyad, Tarbiyah, Islamiyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Dakwah Islam (DDI), dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Sidang Itsbat ini juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika M. Nuh, Ketua Majelis Ulama Indonesia Prof Dr Umar Shihab, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Said Abdullah, para duta besar dan perwakilan negara sahabat, serta anggota Badan Hisab dan Rukyat Depag.

Menag didalam penjelasannya mengatakan, pada tahun ini pemantauan dilakukan di sembilan titik di seluruh Indonesia dengan menggunakan teropong canggih. Sembilan titik pemantauan itu adalah Pantai Lohnga Aceh, Boscha Bandung, Pelabuhan Ratu (Sukabumi), Gresik, Lamongan (Jatim), Semarang, Kupang, Ternate, dan Makassar .

Ketua Badan Hisab dan Rukyat yang juga Direktur Urusan Agama Islam (Depag), Muchtar Iljas mengatakan, hasil pemantauan dan perhitungan data hisab yang dihimpun Direktorat Jendral Bimas Islam dari 29 titik pemantauan menyatakan bahwa ijtima’ 29 Sya’ban 1430H/2009 M bertepatan hari Kamis, 20 Agustus 2009, ketinggian hilal masih di bawah ufuk berada pada posisi -3 derajat, 10 menit sampai 0 derajat, 30 menit.

“Saat matahari terbenam pada tanggal tersebut di seluruh Indonesia , posisi hilal berada di bawah ufuk. Berdasarkan laporan itu, maka dapat disepakati bahwa 1 Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, 22 Agustus 2008,” kata Muchtar.

Sebelumnya ahli astronomi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Taufik Hidayat mengatakan, dari pengamatan di sembilan kota, yakni Merauke (Papua), Ternate (Ambon), Kupang (NTT), Makassar (Sulsel), Semarang (Jateng), Tanjung Kodok (Lamongan, Jatim), Condro Dipo, (Gresik, Jatim), Lohnga (Aceh) dan Bandung (Jabar), hilal masih negatif.

Sementara Ketua Laznah Falaqiah NU, Ahmad Ghazali Masruri mengatakan, pedoman yang dipakai NU adalah rukyatul hilal yang didukung oleh data hisab.

“NU juga melakukan hisab karena kami punya kalender, tetapi hisab itu perlu dilakukan koreksi,” ujarnya.

Sedangkan pengurus Muhammadiyah, Abdul Fatah Wibisono mensyukuri keputusan pemerintah yang menetapkan awal Ramadhan jatuh pada 22 Agustus 2009 karena Muhammadiyah juga mengawali puasa pada hari yang sama dan telah mengumumkannya sebelumnya.

“Kami juga setuju usulan NU agar rukyatul hilal dilakukan setiap bulan,” kata Wakil Sekretaris Majelis Tarjih Muhammadiyah ini. (Az/Rmg/ysoel).

Awal Ramadhan 1430 H ( Hizbut Tahrir )

sumber: http://hizbut-tahrir.or.id/2009/08/21/pengumuman-1-ramadhan-1430-h/print/

PENGUMUMAN 1 RAMADHAN 1430 H

Posted By Kafi Hidonis On 21 Aug 2009 @ 05:16 In Headline | No Comments

﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ﴾

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، ومن تبعه فترسم خطاه؛ فجعل العقيدة الإسلامية أساسا لفكرته والأحكام الشرعية مقياسا لأعماله ومصدرا لأحكامه أما بعد،

Imam Bukhari telah mengeluarkan dalam kitab Shahih-nya melalui jalur Muhammad bin Ziyah, berkata: Aku mendengar Abu Hurairah ra berkata: Nabi SAW bersabda: Berkata Abu Qasim, Muhammad SAW:

صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فإن غـبي عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلاثين.

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah kalian karena melihat hilal. Jika penglihatan kalian diselimuti mendung, maka sempurnakanlah hitungan Sya’ban menjadi 30 hari.”

Setelah mencari Hilal Ramadhan Mubarak pada malam ini, yaitu malam Jum’at, maka ru’yat Hilal secara syar’i tidak ditemukan, sehingga besok bilangan Sya’ban digenapkan, dan lusa, hari Sabtu adalah 1 Ramadhan Mubarak 1430 H.

Dalam kesempatan ini, Amir Hizbut Tahrir, al-’Alim al-Jalil ‘Atha’ bin Khalil Abu Rusytah, semoga Allah senantiasa menjaganya, mengucapkan selamat kepada umat Islam atas datangnya bulan Ramadhan Mubarak. Beliau memohon kepada Allah agar Dia memberikan pertolongan kepada umat ini dengan pertolongan yang mulia dan memenangkan. Sehingga Islam bisa diterapkan sebagaimana yang diperintahkan oleh Tuhan semesta alam. Islam juga bisa diemban ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad, sehingga bisa membebaskan manusia dari kegelapan Kufur menuju cahaya Islam. Amir, semoga Allah membimbing langkahnya, memohon kepada Allah agar Khalifah sendirilah yang akan menyampaikan sambutan Ramadhan pada tahun depan, dengan izin Allah. Ketika itulah, hati orang-orang Mukmin akan berbahagia atas pertolongan Allah.

﴿وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ﴾

Demikian juga, direktur Kantor Penerangan Pusat Hizbut Tahrir dan seluruh staf mengucapkan selamat kepada Amir Hizbut Tahrir yang mulia, dan seluruh kaum Muslim atas datangnya bulan yang agung ini. Dengan memohon kepada Allah SWT agar menjadi kita termasuk orang-orang yang terbebaskan (dari segala dosa) dalam bulan ampunan dan kebaikan ini. Kami juga memohon kepada Allah SWT agar mengantarkan kami pada malam Lailatul Qadar, dan memuliakan kami dengan dengan pahalanya yang agung.

Ya Allah, Tuhan langit dan bumi, muliakanlah kami dengan bai’at kepada Khalifah kaum Muslim dalam naungan Khilafah Rasyidah kedua. Allahumma Amin.

Wassalam

Malam Sya’ban yang digenapkan, tahun 1430 H

Awal Ramadhan 1430 H

sumber: http://www.suaramedia.com/berita-nasional/9928-oramas-islam-berkumpul-bahas-penetapan-awal-ramadan-1430-h.html

Oramas Islam Berkumpul Bahas Penetapan Awal Ramadan 1430 H
Kamis, 20 Agustus 2009 16:59
E-mail Cetak PDF
Perwakilan sejumlah organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, Departemen Agama, ahli astronomi, dan akademisi melakukan rukyah (observasi) untuk kepentingan penetapan awal Ramadhan. Hasil rukyah yang ditetapkan dalam sidang isbat menyatakan bahwa bulan belum terlihat oleh mata telanjang maupun dengan bantuan teleskop astronomi. (SuaraMedia News)

Perwakilan sejumlah organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, Departemen Agama, ahli astronomi, dan akademisi melakukan rukyah (observasi) untuk kepentingan penetapan awal Ramadhan. Hasil rukyah yang ditetapkan dalam sidang isbat menyatakan bahwa bulan belum terlihat oleh mata telanjang maupun dengan bantuan teleskop astronomi. (SuaraMedia News)
Jakarta (SuaraMedia News) - Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni Kamis (20/8) sore dijadwalkan akan memimpin sidang itsbat penetapan awal Ramadhan 1430 H di Operation Departemen Agama, Jalan Lapangan Barat No3-4, Jakarta Pusat. Hal itu diungkapkan Direktur Urusan Agama Muchtar Ilyas di Jakarta, kemarin.

Menurut Muchtar, sidang itsbat penetapan awal Ramadhan 1430 H akan dihadiri Menkominfo Muhammad Nuh serta perwakilan ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, Al Wasliyah, Al Irsyad, Tarbiyah Islamiyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Dakwah Islam (DDI), dan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Selain itu, akan hadir pula duta besar negara-negara berpenduduk Muslim yang bertugas di Jakarta.

Muchtar menambahkan, para ahli hisab dan rukyat dari berbagai ormas Islam berkumpul dalam sidang itsbat untuk bermusyawarah dan memutuskan jatuhnya awal Ramadhan 1430 H yang selanjutnya ditetapkan melalui keputusan Menteri Agama.

Penetapan awal Ramadhan akan dilakukan berdasarkan penghitungan hisab dan rukyat. "Sama seperti tahun-tahun sebelumnya hampir di seluruh daerah melakukan ru'yatul hilal," ujar Muchtar.

Departemen Komunikasi dan Informasi bekerja sama dengan Departemen Agama, kata Muchtar, akan melakukan ru'yatul hilal di sembilan titik di seluruh Indonesia dengan menggunakan teropong canggih. Sembilan titik pemantauan tersebut terletak di Pantai Longa Aceh, Bosca Bandung, Pelabuhan Ratu, Gresik, Lamongan Jatim, Semarang, Kupang, Ternate, dan Makassar.

Menurut pakar Astronomi ITB Taufik Hidayat, di kondisi cuaca di Ternate terpantau kurang baik. "Tidak terlihat hilal," katanya sebelum mengikuti sidang itsbat, Kamis (20/8/2009).

Dia mengungkapkan, di Kupang juga cuacanya dilaporkan bagus, namun bulan belum terlihat, sedangkan di Makassar mataharinya baru akan terbenam dan hilai belum terlihat. "Di Semarang langit cerah, namun hilal juga tidak terlihat," terang Taufik.

Sementara itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan tentang jam belajar mengajar siswa saat bulan Ramadhan. Kegiatan belajar-mengajar sekolah dari tingkat SD hingga SMA akan dikurangi 10 menit setiap mata pelajarannya.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, kebijakan ini dilakukan agar jajaran sekolah, baik siswa maupun guru dapat menjalankan ibadah puasa dengan kusyuk. "Kalau jam masuknya seperti biasa, yakni pukul 06.30," ujarnya, Kamis 20 Agustus.

Selama ramadhan nanti, Taufik berharap kegiatan belajar tetap berjalan seperti biasa, namun, para pelajar diberi kesempatan untuk tetap menjalankan ibadahnya. Caranya bisa dilakukan sebelum kegiatan belajar-mengajar atau pada saat jam istirahat.

Guru juga diminta untuk lebih intens mengajak para siswa ke arah religius, misalnya tadarusan, salat duha bersama, kultum Dzuhur, pesantren kilat dan sebagainya. Sehingga selama ramadahan iman dan taqwa siswa dapat lebih meningkat. "Karena bulan puasa
ini sangat tepat untuk meningkatkan ibadah, sehingga diharapkan dapat diapresiasikan dalam kehidupan sehari-hari usai lebaran nanti," ujarnya.

Sementara itu mengenai libur sekolah, Dinas Pendidikan menetapkan pada H-1 dan H+1 bulan puasa, seluruh siswa akan diliburkan. Selanjutnya siswa belajar seperti biasa. Sedangkan libur jelang lebaran Idul Fitri, masih menunggu keputusan dari hasil rapat di tingkat provinsi.

Sementara itu, Departemen Agama mengadakan sidang itsbat penetapan awal Ramadan 1430 H, di Operation Departemen Agama, Jalan Lapangan Barat Nomor 3-4, Jakarta Pusat, sore ini.

Dari pantauan, sidang istbat yang akan dipimpin Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni baru akan dimulai. Sejumlah organisasi Islam sudah tampak hadir.(kmp/vvn/okz) www.suaramedia.com

Copyright © 2009 suaramedia.com All Rights Reserved
Loading...

Awal Ramadhan 1430 H

sumber: http://www.dakwatuna.com/2009/awal-ramadhan-1430-h-jatuh-pada-22-agustus-2009/

Awal Ramadhan 1430 H Jatuh Pada 22 Agustus 2009
Alam Islami
20/8/2009 | 28 Sya'ban 1430 H | Hits: 259
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni didampingi Menkominfo Muhammad Nuh, Ketua MUI KH.Umar Shihab, Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Said Abdullah dan Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, saat memimpin sidang itsbat penetapan awal ramadhan 1430 H di Dep. Agama, Kamis (20/8) (depag.go.id).

Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni didampingi Menkominfo Muhammad Nuh, Ketua MUI KH.Umar Shihab, Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Said Abdullah dan Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, saat memimpin sidang itsbat penetapan awal ramadhan 1430 H di Dep. Agama, Kamis (20/8) (depag.go.id).

dakwatuna.com - Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Agama (Depag) menetapkan 1 Ramadhan 1430 H bertepatan pada tanggal 22 Agustus 2009. Hal tersebut ditetapkan dalam sidang itsbat di Depag yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Maftuh Basyuni, yang diikuti oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan beberapa ormas Islam seperti Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama (NU), dan lainnya. Terlihat pula Menkominfo M Nuh mengikuti sidang.

Sebelum sidang, Depag melakukan pemantauan posisi bulan di 9 titik pada hari Kamis petang (20/8/2009) untuk metode rukyatul hilal (melihat bulan). Kesembilan titik tersebut terletak di Pantai Longa Aceh, Bosca Bandung, Pelabuhan ratu, Sukabumi, Gresik, Lamongan Jatim, Semarang, Kupang, Ternate, dan Makassar.

Dari hasil pengamatan tersebut, hilal belum tampak. Karena itu, awal Ramadan ditetapkan pada Sabtu, 22 Agustus 2009.

“Karena hilal tidak tampak, maka besok tidak ditetapkan sebagai awal Ramadhan,” kata Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni saat memimpin sidang itsbat penetapan awal Ramadan 1430 H di kantor Depag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat,Kamis (20/8/2009). Sebelumnya PP Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan bahwa awal Ramadhan jatuh pada Sabtu, 22 Agustus. Muhammadiyah menetapkan dengan hisab. Ormas ini juga telah menetapkan bahwa Idul Fitri jatuh pada 20 September 2009.

Penetapan pemerintah atas awal Ramadhan tersebut kemudian mendapatkan tanggapan dari ormas-ormas Islam. Kendati hilal tak tampak, Menag tidak langsung menetapkan awal Ramadhan. Ia lebih dahulu meminta tanggapan dari ormas-ormas Islam, didahului oleh wakil Nahdlatul Ulama (NU), dilanjutkan Persis, dan lalu PUI. Ormas-ormas meminta Menag untuk langsung menetapkan 22 Agustus sebagai awal Ramadhan.

Dengan demikian, secara umum masyarakat akan memulai Ramadhan tahun ini bersama-sama. (dtc/RoL/depag/hdn)

Beri Nilai Naskah Ini:

Saturday, August 15, 2009

KISAH SUKSES

Sekolah Gratis

KOMPAS, Jumat, 03 Agustus 2007
Tan Sing Loen, Meneruskan Tradisi Sekolah Gratis
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0708/03/Sosok/3710821.htm

ANTONY LEE

Jauh sebelum sekolah gratis ramai dibicarakan, sebuah sekolah di daerah
pecinan, Kota Semarang, Jawa Tengah, sudah menerapkannya. Tidak hanya
untuk etnis Tionghoa, sekolah gratis ini didedikasikan bagi semua golongan
sejauh mereka tidak mampu. Sebagai Ketua Yayasan Khong Kauw Hwee, Tan Sing
Loen sudah belasan tahun mengelola sekolah ini.

Perkenalan Tan Sing Loen (74) dengan Yayasan Khong Kauw Hwee sebenarnya
sudah berlangsung sejak sekolah ini dirintis, sekitar tahun 1950.

Ketika itu, dia masih sekadar membantu mencarikan dana lewat
penyelenggaraan bazar. Keterlibatannya dengan yayasan itu pun semula masih
sekadar membantu. Sesekali dia terlibat langsung dengan kegiatan sekolah
sebab ketika itu Tan Sing Loen masih sibuk berdagang alat-alat listrik di
tokonya, juga di kawasan pecinan Semarang.

Pada tahun 1984 dia diminta untuk menjadi sekretaris yayasan. Lalu,
beberapa tahun kemudian dia menggantikan ketua yayasan yang meninggal
dunia.

Sekolah Kuncup Melati yang dikelola Tan Sing Loen ini sekilas tidak
berbeda dengan sekolah lain. Bangunan sekolah yang terletak di Gang
Lombok—kawasan pecinan Semarang—ini juga tak terlalu besar. Namun, di
sekolah ini ratusan anak tak mampu dari berbagai latar belakang menimba
ilmu tanpa dipungut bayaran sepeser pun. Dana operasional sekolah ini
semata-mata didapat dari para donatur.

Tak jarang pula, untuk membantu yayasan, para orangtua murid menyempatkan
diri turut membersihkan lingkungan sekolah. Ini karena di sekolah tersebut
tidak ada petugas kebersihan.

Pendidikan gratis yang hanya bermodal sumbangan dan kerelaan hati para
donatur ini terdiri atas taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD).
Sudah sejak tahun 1950 sekolah tersebut membantu ribuan anak tak mampu
untuk mengenyam pendidikan. Pada tahun ajaran baru tahun ini seluruh
siswanya berjumlah 243 anak.

"Sekolah ini merupakan wadah pengabdian. Para murid tidak pernah dipungut
biaya apa pun. Namun, justru banyak donatur yang terketuk hatinya untuk
membantu," ungkap Tan Sing Loen akhir Juli lalu.

Bantuan yang diterima sekolah ini tidak selamanya berupa uang. Ada pula
masyarakat yang memberikan alat tulis, seragam, membantu membayar rekening
listrik, rekening telepon, atau memberi makanan. Pengurus yayasan tak
pernah menolak bantuan dalam bentuk apa pun.

Saat Kompas sedang berbincang dengan laki-laki yang sering dipanggil Om
Tan ini, seorang perempuan datang ke ruangan kepala sekolah. Dia
menawarkan diri untuk mengisi kekosongan guru bahasa Mandarin bagi murid
kelas enam, tanpa meminta bayaran.

"Entah dari mana dia dapat informasi bahwa kami kekurangan guru. Tetapi,
memang bantuan semacam ini juga sering datang meski kami tidak pernah
meminta. Dermawan selalu saja ada," tuturnya.

Setiap bantuan berupa barang diberikan langsung kepada para murid. Om Tan
menerapkan manajemen terbuka. Oleh karena itulah, setiap donatur bisa
langsung melihat untuk apa sumbangan yang diberikan.

Pengabdian dan sukarela

Menurut Om Tan, pengelolaan yayasan ini berpedoman pada prinsip pengabdian
dan sukarela. Hal ini pula yang mengawali berdirinya sekolah tersebut pada
tahun 1949. Berbekal sisa uang iklan buku peringatan kelahiran Kong Hu Chu
senilai Rp 800 dan sumbangan seorang dermawan Rp 1.000, para perintis
Khong Kauw Hwee membuat bangku dan meja untuk kegiatan belajar mengajar.

Pada awal 1950 dibukalah kursus pemberantasan buta huruf yang diadakan di
lingkungan Kelenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok. Masalah sempat dihadapi
akhir tahun 1960-an ketika salah seorang pendiri meninggal dunia. Kondisi
finansial sempat memburuk dan donatur pun tidak banyak. Hampir saja
sekolah ini ditutup.

Akan tetapi, pada awal 1970-an, alumni sekolah ini mencoba membentuk
panitia penyelamatan dan mereka bahu-membahu membangkitkan kembali yayasan
ini. Perbaikan terus dilakukan.

Pada saat Om Tan menjadi ketua yayasan, mengandalkan sumbangan dari
donatur, terkumpul sejumlah uang untuk mendirikan bangunan sendiri untuk
sekolah ini. Dua tahun waktu yang dibutuhkan hingga bangunan ini berdiri
tahun 1992. Bangunan sekolah TK dan SD Kuncup Melati yang baru ini
menempati lahan di sebelah barat Kelenteng Thay Kak Sie, berlantai tiga,
dan terdiri atas sembilan ruangan: dua ruangan untuk TK, enam ruangan
untuk SD, dan ruangan untuk tata usaha (TU).

Beragam pengalaman didapatkan Om Tan selama 13 tahun memimpin Khong Kauw
Hwee. Kesulitan sempat dialaminya saat sekolah yang mengandalkan donasi
ini murid-muridnya diminta membayar sejumlah uang oleh dinas pendidikan
pada periode 1990-an.

"Dinas pendidikan tidak percaya kalau sekolah ini benar-benar tidak
memungut bayaran dari murid. Saya juga diminta menghadap kepala dinas
ketika itu," cerita Om Tan.

Kesulitan ini pun akhirnya berganti menjadi uluran tangan bagi Om Tan dan
yayasan. Sang kepala dinas yang semula tidak percaya, setelah mendapat
penjelasan, justru berbalik terharu dan memberikan bantuan buku-buku
pelajaran. Kenangan ini sangat membekas dalam hati Om Tan.

Dia juga tidak pernah membeda-bedakan siswa yang akan masuk di sekolah
ini. Siapa pun dan dari latar belakang apa pun, selama memiliki niat
bersekolah dan tak mampu, pasti diterima. Hal ini pula yang membuat siswa
sekolah ini tak hanya berasal dari etnis Tionghoa.

Om Tan merasakan sendiri bagaimana susahnya orang yang tak bisa mengenyam
pendidikan. Ia sendiri lulusan sekolah dasar.

Kedekatan

Bagaimana dengan kualitas pendidikan? Para siswa tetap diberi materi
pendidikan sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Bahkan,
mereka juga diberi tambahan pelajaran bahasa Inggris dan Mandarin.
Prestasi siswanya juga tak buruk sehingga sekolah ini menduduki peringkat
menengah dari semua sekolah di Kota Semarang.

Meski tak pernah mendapat gaji, Om Tan tetap bahagia mengabdi di Khong
Kauw Hwee. Bayaran paling berharga baginya adalah tegur sapa dari para
orangtua murid dan kedekatan dengan mereka.

"Saya tidak gila hormat. Kalau saya yang sudah berusia 74 tahun ini bisa
membantu anak- anak tak mampu, itu membuat saya merasa berguna," ujarnya.

Belasan tahun bekerja tanpa bayaran hanya senyum tulus orangtua murid dan
pengabdian yang membuat Om Tan bertahan. Hal ini pula yang membuat pria
bersahaja ini selalu tersenyum setiap menjumpai seseorang.

Menurut Kepala SD Kuncup Melati Agustin Indrawati (47), sekalipun para
pengajar mendapatkan imbalan, tetapi jumlahnya sangat terbatas. "Mengajar
di sini lebih mengutamakan kepuasan batin," ungkap Agustin Indrawati yang
sudah 27 tahun mengabdi.

Meski 10 murid terbaik sekolah ini bisa melanjutkan ke SMP Mataram di
Semarang dengan gratis, Om Tan mengaku, sebetulnya ia ingin sekolah Kuncup
Melati ini bisa berkembang.

"Biar anak-anak tak mampu juga bisa sekolah sampai SMP, bahkan SMA, tak
cuma lulus SD saja," ungkapnya.

Prof Warsito, Achmad Bakrie Awards

http://feedproxy.google.com/~r/dakwatunacom/~3/YV4qLpRGtKM/
http://www.dakwatuna.com/2009/warsito-profesor-yang-sukses/

Warsito, Profesor Yang Sukses
Alam Islami
15/8/2009 | 22 Sya'ban 1430 H
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Ada lima tokoh yang memenangkan penghargaaan Achmad Bakrie Awards tahun ini. Di antaranya adalah Warsito PhD, yang meraih penghargaan kategori teknologi. Inikah isyarat bahwa ia akan terpilih menjadi Menristek dalam kabinet SBY mendatang? Warsito tak mau bicara soal itu. Dunianya adalah dunia ilmu. Tenang tapi menghanyutkan.

Empat pemenang lainnya adalah Pantur Silaban peraih untuk bidang sains, Danarto kategori kesusasteraan, Ag Soemantro Hardjojuwono untuk bidang kedokteran, dan terakhir Sajogyo pemenang di bidang pemikiran sosial.

Di dunia akademisi internasional, Warsito dikenal sebagai pionir dalam teknologi tomografi, yaitu teknologi untuk memindai berbagai macam obyek dari tubuh manusia, proses kimia, industri perminyakan, reaktor nuklir hingga perut bumi. Penemuannya yang paling spektakuler adalah tomografi volumetrik 4D yang dipatenkan di Amerika dan lembaga paten internasional PTO/WO tahun 2006. Teknologi ini diperkirakan akan mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang dari energi, proses kimia, kedokteran, hingga nano-teknologi.

Warsito sudah membangun sebuah institusi riset swasta pertama di Indonesia untuk mengembangkan teknologi tomografi volumetrik untuk berbagai aplikasi. Meskipun masih berskala kecil, institusi yang dibangunnya mempunyai reputasi tinggi di dunia dan telah mampu menjalin kerja sama riset dengan lembga riset dan universitas kelas dunia seperti Ohio State University (AS), National Natural Science Laboratory of Japan (RIKEN, Japan), Nanyang Technology University (Singapore), dan Universiti Kebangsaan Malaysia (Malaysia).

Produk dari institusinya telah dipakai di berbagai institusi dunia, termasuk Ohio State University (AS), Cambrige University (UK), B&W Company (AS), dan Morgantown National Laboratory (Dept of Energy, WA, AS). Institusi yang dibangunnya juga telah menjadi standar bagi teknologi tomografi volumetrik dan yang dikembangkan di seluruh dunia dan dipublikasikan di dua jurnal internasional terkemuka, yaitu Measurement Science and Technology (UK) dan IEE Sensors Journal (AS).

Lembaga penelitian yang juga memberikan beasiswa dan bimbingan penelitian bagi mahasiswa Indonesia dari seluruh tanah air. Ini sebagai bantuan untuk menyelesaikan tugas akhir dengan pembinaan riset kelas dunia bekerja sama dengan lembaga-lembaga riset dunia yang terikat dalam kerjasama penelitian.

Di bidang keorganisasian, Warsito adalah salah satu pendiri dan ketua umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI). Selama menjabat sebagai ketua umum MITI sejak tahun 2005, Warsito telah membangun jaringan MITI di seluruh Indonesia dan luar negeri terutama MITI-Mahasiswa di 50 kampus di 26 Propinsi di seluruh Indonesia.

Program utama yang dilancarkan MITI adalah meningkatkan kualitas akademis dan kemampuan riset mahasiswa Indonesia, serta membantu pengembangan SDM mahasiswa Indonesia melalui program pengiriman mahasiswa Indonesia untuk belajar ke luar negeri. Tahun 2007 MITI bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Riyadh berhasil mengirim mahasiswa untuk program belajar S2 dan S3 sebanyak 51 orang atas beasiswa dari pemerintah Saudi Arabia.

Saat ini MITI juga sedang membangun kelompok-kelompok belajar dan riset bagi pelajar dan mahasiswa di seluruh pelosok tanah air untuk membudayakan riset ilmiah dan mendorong segera terwujudnya universitas riset di universitas-universitas seluruh Indonesia.

Dr Warsito lahir di Solo, 1967, adalah seorang penemu alat pemindai tubuh (tomografi) yang lebih murah dan akurat yang dinamakan ECVT (electrical capacitance volume tomography). Warsito meraih gelar doktor dari Universitas Shizuoka Jepang tahun 1997. Dia memulai riset tomografi ini sejak tahun 1991, ketika masih menjadi mahasiswa S1. Saat itu ia masih mengembangkan tomografi ultrasound yang bertujuan untuk mendeteksi kepekatan gas dan partikel di dalam reaktor berfasa banyak.

Selain melakukan penelitian, Warsito juga mengajar di Sekolah MIPA dan Fisika, Universitas Indonesia, mengarahkan murid-murid postdoctoral dari Universitas Negeri Ohio, Universitas Negeri Washington dan Universitas Shizuoka. Warsitor adalah salah satu dari ‘50 Tokoh’ Revolusi Kaum Muda versi majalah Gatra, (Edisi Khusus 2003), ‘10 Tokoh yang Mengubah Indonesia’ versi majalah Tempo (Edisi Khusus Akhir Tahun 2006), dan juga terpilih menjadi salah satu dari ‘100 Tokoh Kebangkitan Indonesia’ versi majalah Gatra (Mei, 2008).

Selain di MITI, Warsito juga aktif sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Komisi Kebijakan Publik yang salah satunya bertanggung jawab langsung dalam merancang dan menyusun flatform pembangungan PKS Bidang Perekonomian.

Warsito menghabiskan waktu bertahun-tahun demi menggeluti ilmunya. Dengan temuan teknologinya, Warsito juga disebut-sebut banyak kalangan sangat layak mendapat Hadiah Nobel. (Anggoro Wijoyo/inilah)

Republika Online - IPB Punya Serambi Botani

Republika Online - IPB Punya Serambi Botani

Shared via AddThis

Friday, August 14, 2009

LINK DOWNLOAD GRATIS BUKU TK

Buat yang butuh buku-buku panduan awal pendidikan di Taman Kanak-Kanak atau untuk diterapkan di homeschooling, link ini InsyaAllah bermanfaat:
http://ditptksd.go.id/index.php?option=com_remository&Itemid=59&func=select&id=14&orderby=3

atau klik di sini

ada 7 bahan pembelajaran TK yang disediakan Direktorat Pembinaan TK dan SD.
Buku pembelajaran kebiasaan di TK
Permainan Berhitung Permulaan di TK
Persiapan Baca Tulis
Pembelajaran Bahasa di TK
Pembelajaran Fisik Motorik
Pembelajaran Kognitif
Pembelajaran Seni

Mudah-mudahan bermanfaat infonya.

Tuesday, August 11, 2009

INFO TUNJANGAN FUNGSIONAL GURU SWASTA RIAU 2009

SUMBER: http://www.riauinfo.com/main/news.php?c=5&id=10372

BELUM DISALURKAN...
Tunjangan Fungsional Guru Non PNS Rp.31,9 Miliar
11 Aug 2009 17:48 wib
Surya
PEKANBARU (RiauInfo) - Dana tunjangan fungsional bagi guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) Riau mencapai Rp.31,9 miliar. Dana ini akan dislurkan oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dengan berbagai syarat. Untuk Riau, kendala dihadapi adalah belum tercantumnya nomor rekening para guru. Setiap guru mendapatkan dana Rp 200 ribu perbulan. Disdik mencatat guru non PNS Riau yang menerima tunjangan tersebut mencapai 13.296 orang di Riau.

Sehingga Disdik Riau mengambil langkah cepat dengan membuat surat edaran ke setiap daerah. Surat tersebut berisi himbauan agar para guru non PNS penerima tunjangan fungsional segera mengirimkan rekeningnya. Disdik Riau mengatakan, banyak para guru yang belum memberikan nomor rekening mereka hingga batas akhir 31 Juli 2009 seperti yang disebutkan dalam surat edaran tersebut.

Disdik mencatat guru non PNS Riau yang menerima tunjangan tersebut sebanyak 13.296 orang. Dengan rincian dari Kota Pekanbaru sebanyak 2.738 orang, Kabupaten Kampar 1.534 orang, Pelalawan 1.000 orang, Rokan Hulu 623 orang, Rokan Hilir 1.839 orang, Indragiri Hulu 792 orang, Indragiri Hilir 330 orang, Siak 1.022 orang, Bengkalis 2.328 orang, Kuantan Singingi 519 orang dan Kota Dumai 571 orang.

Ada tiga syarat yang harus dipenuhi bagi yang menerima tunjangan ini. Syarat pertama para guru harus telah mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), selanjutnya harus terdaftar mulai bertugas pada Januari 2005 yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Sekolah atau Ketua Yayasan tempat guru bersangkutan mengajar, dan syarat ketiga mengajar 24 jam tatap muka dalam satu pekan.

"Masih ada daerah yang belum juga mengirimkan nomor rekening para guru ini. Senin kemarin ada dua daerah yang baru mengirimkannya yaitu dari Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir. Sehingga pencairan tunjangan fungsional tersebut kembali tertunda," sebut Kepala sub bagian Umum dan Kepegawaian Disdik Riau, Nurliah SH melalaui PUMK Harison S.Sos Selasa (11/8/09) di Pekanbaru.(Surya/hms)

Saturday, August 08, 2009

JALAN-JALAN ke BALI





TARHIB RAMADHAN 1430 H (DSP PKS)

TARHIB RAMADHAN 1430 H

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Ikhwan dan akhawat yang dicintai dan dirahmati Allah !

Waktu begitu cepat berlalu, bulan demi bulan terus berjalan, dan akhirnya
sampailah pada bulan Sya’ban dan - insya Allah – sebentar lagi kita menyambut
datangnya bulan Ramadhan 1430 H. Bulan diwajibkan berpuasa bagi orang-orang
beriman sebagai tarbiyah untuk mengantarkan mereka ke derajat muttaqiin..

Puasa bermakna imsak atau menahan diri dari makan, minum dan segala
sesuatu yang membatalkannya dari waktu fajar sampai tenggelam matahari. Esensi
puasa bermakna pengendalian diri dari hal-hal yang merusak dan dari
memperturutkan selera hawa nafsu. Dan di antara hikmah dari ibadah Ramadhan
adalah adanya kebersamaan saat ifthor dan saat memulai puasa, kebersamaan dalam
ibadah shalat Fardhu dan shalat Tarawih serta kebersamaan dalam aktifitas ibadah
lainnya. Kebersamaan ini juga diharapkan terjadi pada penetapan awal Ramadhan dan
Idul Fitri. Kesiapan bersatu dalam hal yang prinsip adalah bentuk kematangan dalam
beragama, sebagaimana kesiapan berbeda dalam cabang agama adalah bentuk
toleransi dan kedewasaan dalam beragama.

Bulan Ramadhan datang pada saat umat muslim membutuhkan kekuatan iman
dan ruhiyah untuk menghadapi kondisi sulit dan berat dalam kehidupan mereka. Dan
dengan datangnya bulan Ramadhan, Allah SWT. memberikan tambahan energi
kekuatan iman dan ruhiyah, sehingga posisi mereka meningkat naik jauh melebihi
permasalahan yang dihadapinya. Maka dalam suasana keimanan dan ruhiyah yang
kuat, umat muslim dapat sukses mengatasi segala permasalahan hidupnya.

Bulan Ramadhan tahun ini, kondisi umat muslim di dalam negeri baru saja
menyelesaikan hajatan nasional yaitu pileg dan pilpres dengan hasil yang cukup
sebagai modal untuk melanjutkan perjuangan berikutnya. Tetapi pada saat tensi
politik Indonesia menurun pasca pilpres, umat muslim sudah disibukkan kembali oleh
peristiwa Bom Mega Kuningan yang menewaskan 9 orang dan puluhan lain korban
luka. Kembali lagi umat muslim, terutama tokoh-tokoh umat harus bekerja ekstra
keras untuk memulihkan citra Islam dan umatnya, bahwa Islam agama rahmat dan
cinta damai dan tidak pernah mengajarkan terorisme kepada umatnya.

Sedangkan kondisi umat muslim di dunia Islam masih memprihatinkan,
terutama di Palestina yang masih terjajah, masjidil Aqso di bawah cengkraman
penjajah Zionisme Yahudi, begitu juga di Irak, Afghanistan, Mesir, Pakistan, Tunisia
dll. Mereka belum mendapatkan hak kemerdekaannya secara sempurna. Sementara itu
umat muslim yang tinggal di negara-negara minoritas muslim, seperti, Cina, India,
Thailand, Burma, Philipina, negara-negara Eropa dan Amerika, masih jauh dari nilainilai ideal

Dalam suasana seperti ini, bulan Ramadhan datang. Bulan Ramadhan bukan
untuk membuat umat muslim lemah, lesu dan tidak berdaya, karena melaksanakan
ibadah shaum, tilawah Al-Qur’an dan Tarawih. Tetapi Ramadhan harus membuat
umat muslim lebih kuat, bersatu, bersemangat, berani dan berjihad membebaskan
dominasi musuh-musuhnya, baik musuh berupa syahwat dan syetan maupun musuh
dari orang-orang kafir yang mengadakan kerusakan di muka bumi. Demikianlah yang
terjadi dalam perjalanan sejarah umat muslim di bulan Ramadhan.

Memasuki momentum Ramadhan yang sangat baik ini, umat muslim harus
mempersiapkan diri dengan baik sehingga Visi Ramadhan dapat tercapai, yaitu
terealisirnya ketaqwaan. Ketaqwaan yang sebenarnya diseluruh lapangan kehidupan.
Ketaqwaan di rumah, di masjid, di kantor, di sekolah dan kampus, di pasar, dan
ketaqwaan dimana saja kita berada. Ketaqwaan inilah yang melahirkan keberkahan
dari langit dan bumi, pembuka pintu rahmat Allah SWT dan jalan keluar dan solusi
atas segala krisis multidimensional.

“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami
akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya” (QS Al-A’raaf 96).

Pada saat yang sama, krisis inilah yang menimpa umat manusia, krisis
keimanan dan ketaqwaan. Maka terjadilah krisis susulan, seperti ; pembunuhan atas
manusia tanpa hak, pemerkosaan, perzinahan, seks bebas dan aborsi, penggunaan
NARKOBA dan minuman keras, pencurian hutan dan perusakan alam, perampasan
hak orang lain, KKN, penganiayaan dan kezhaliman serta pelanggaran lainnya.
Demikian juga musibah demi musibah tidak kunjung berhenti. Oleh karenanya
penghentian atas krisis tersebut harus dimulai dari akar krisis dan akar
permasalahannya.

Solusi atas krisis secara horizontal harus dimulai dengan mendidik manusia
menjadi insan bertqwa sehingga mampu menahan diri dari pelanggaran-pelanggaran
dan tunduk pada Allah dan hukum Islam. Dan solusi krisis secara vertikal dengan
menegakkan Syari’ah Islam dalam masyarakat dan pemerintah sehingga mereka takut
akan sanksi dan tidak melanggar larangan-Nya. Syari’ah Islam memberi rahmat bagi
manusia, menjamin hak beragama, hak hidup, hak pemilikan harta, hak berfikir dan
berpendapat, hak terpeliharanya kehormatan dan keturunan. Kesinilah langkah harus
ditujukan, pikiran dicurahkan, gerakan reformasi diarahkan, segala tenaga
dikerahkan.

Marilah kita mempersiapkan dan memasuki bulan Ramadhan dengan bekal
yang maksimal, bekal ruhiyah, fikriyah dan jasadiyah. Persiapan ruhiyah dengan
memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah,
dzikir, do’a dll. Persiapan fikriyah dengan mendalami ilmu yang terkait dengan
ibadah Ramadhan. Dan persiapan jasadiyah dengan menjaga kesehatan, kebersihan
rumah, masjid dan lingkungan. Menyiapkan harta yang halal untuk bekal ibadah
Ramadhan.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang terbaik (sayyidusyuhur), dan mengandung
seluruh sebutan, nama dan makna yang baik, oleh karenanya umat muslim harus
meningkatkan semua potensi kebaikannya di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan
adalah bulan puasa (Syahrus Siyam), bulan ibadah (Syahrul Ibadah), bulan Al-Qur’an
(Syahrul Qur’an), bulan ampunan dan kembali (Syahrul Maghfirah wal Inabah)
bulan kepedulian dan solidaritas (Syahrul Muwaasaah), bulan pembinaan (Syahrut
Tarbiyah), bulan jihad (Syahrul Jihad), bulan kesabaran (Syahru Shabr) bulan
ketaqwaan (Syahrut Taqwa) dll.

Bulan Ramadhan sebagai bulan puasa (Syahrus Siyam), berarti umat muslim
harus berpuasa dengan baik dan meningkatkan ibadah puasanya. Melaksanakan
ibadah puasa (shaum) dengan hati yang ikhlas dan penuh pemahaman serta
memperhatikan segala adab dan sunnah-sunnahnya. Para ulama berpendapat bahwa
berpuasa memiliki tingkatan-tingkatan, maka puasa kita harus terus meningkat dari
tahun-ketahun. Puasa bukan hanya menahan makan, minum dan yang membatalkan
dari terbit fajar sampai tenggelam matahari, tetapi puasa dari segala yang diharamkan
Allah, dan puasa yang dapat mengantarkan pada ketaqwaan.

Bulan Ramadhan merupakan bulan ibadah (Syahrul Ibadah), bulan yang
sangat kondusif untuk meningkatkan ibadah, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup
dan syetan dibelenggu. Semua ibadah di bulan ini pahalanya dilipatgandakan.
Siangnya diisi dengan siyam, malamnya diisi dengan qiyam (sholat tarawih) .Dan
diantara waktu siang dan malam diisi dengan tilawah, dzikir, do’a dan ibadah
lainnya. Puncak ibadah Ramadhan ketika memasuki 10 hari terakhir, orang beriman
sangat dianjurkan untuk beri’tikaf di masjid. Bahkan Allah berikan salah satu malam,
yaitu Lailatul Qodar (malam kemuliaan) lebih baik dari 1000 bulan. Rasulullah saw
bersabda:

"Sungguh, telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah, dimana Allah
mewajibkan kamu berpuasa, dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka,
dibelenggu setan-setan. Di dalam Ramadhan terdapat malam yang nilainya lebih
baik dari seribu bulan. Maka barangsiapa yang tak berhasil memperoleh kebaikan
Ramadhan sungguh ia tidak akan mendapatkan itu buat selama-lamanya." (Riwayat
Ahmad, Nasaa'i dan Baihaqy).

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an (Syahrul Qur’an),
umat muslim harus lebih bersungguh-sungguh lagi dalam berinteraksi dengan Al-
Qur’an. Berinteraksi secara utuh, baik secara tilawah, hafalan, pemahaman,
pengamalan dan mengajarkan. Menumbuhkan semangat mencintai Al-Qur’an dan
ahlul Qur’an, mensosialisasikan Al-Qur’an di tengah keluarga muslim dan
masyarakat muslim serta menciptakan genarasi Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan di
bulan Ramadhan dan surat yang pertama turun adalah surat al-Alaq yang berisi
perintah membaca. Maka jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan
pengawal kebangkitan Islam Allah SWT. berfirman:
“Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus
dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal
saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” (QS Al-Israa’ 9)

Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan dan kembali (Syahrul Maghfirah wal
Inabah), dimana pintu ampunan terbuka lebar dan bulan kembali pada Allah dan
ajaran Islam. Suatu kesempatan tahunan yang teramat mahal jika disia-siakan untuk
meraih ampunan Allah dan kesempatan untuk kembali kepada Allah.

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bersabda,” Siapa yang berpuasa Ramadhan
dengan penuh keimanan dan perhitungan, diampuni dosanya yang telah lalu. Siapa
yang shalat malam di Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan perhitungan,
diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘alaihi) .

“Jika awal malam Ramadhan datang, syetan dan jin jahat di belenggu, pintu neraka
di tutup, tidak ada satu pintupun yang dibuka, pintu surga dibuka, tidak ada satupun
pintu yang ditutup, dan setiap malam penyeru berkata, “ Wahai pencari kebaikan
datanglah, wahai pencari keburukan, berhentilah dan Allah memerdekakan dari api
neraka, dan itu setiap malam” (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim dll).
Bulan Ramadhan adalah bulan kepedulian dan solidaritas (Syahrul
Muawaasaah), umat muslim harus meningkatkan kepedulian dan solidaritas di bulan
Ramadhan terhadap saudaranya yang kurang beruntung dari segi ekonomi dan sosial,
yang terkena musibah dan yang sedang berjihad. Lebih khusus lagi, kepedulian dan
solidaritas terhadap para mujahidin, para korban perang, anak-anak yatim, ibu-ibu
janda, orang tua dan semua yang terzhalimi di Palestina.

Di bulan ini Rasulullah saw mencontohkan dan menganjurkan orang-orang
beriman untuk memperbanyak infak, lebih khusus lagi memberi makan orang-orang
yang berpuasa.

Dari Ibnu Abbas ra berkata, Rasulullah saw, adalah orang yang paling pemurah,
dan lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan ketika bertemu Jibril, beliau bertemu
setiap malam bulan Ramdadhan membimbing bacaan Al-Qur’an Rasul saw. Dan
Rasulullah adalah orang yang sangat pemurah dalam kebaikan lebih dari angin yang
berhembus” (HR Bukhari)

“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka seperti pahala orang yang
berpuasa, dengan tanpa dikurangi pahala dari orang yang berpuasa tersebut
sedikitpun” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)
Dan bulan Ramdhan ditutup dengan kewajiban membayar shodaqoh atau zakat
Fitrah. Semua itu merupakan bentuk kepedualian sosial dalam Islam kepada kaum
fakir dan miskin, apalagi kebutuhan untuk belanja pada bulan Ramadhan dan
menjelang Idul Fitri biasanya meningkat, maka solidaritas ini sangat dituntut dari para aghniya untuk berbagi dan membahagiakan kaum fakir dan miskin.

Bulan Ramadhan merupakan bulan tarbiyah (Syahrut Tarbiyah), kesempatan
Ramadhan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh orang-orang beriman,
para da’i dan ulama untuk melakukan tarbiyah, dakwah dan gerakan reformasi
(harakatul ishlah). Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi
sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan.
Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas ta’lim, kajian
kitab, diskusi, ceramah dll, sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan
positif dalam berbagai bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang
menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan
terbesar untuk segala jenis kebaikan, sehingga kebaikan itulah yang dominan atas
keburukan. Dan dominasi kebaikan itu terus bertahan sampai bertemu Ramadhan
kembali, bahkan meningkat secara kualitas dan kuantitas.

Di antara keistimewaan bulan Ramadhan yaitu, bulan Jihad (Syahrul Jihad),
Jihad merupakan puncak ajaran Islam, rahasia kemulian dan kejayaan umat Islam.
Sedangkan landasan jihad adalah keimanan yang kuat, kesucian dan kebersihan jiwa.
Oleh karenannya semangat jihad tumbuh subur di bulan Ramadhan, dan ini adalah
momentum yang sangat tepat untuk menumbuhkan ruhul jihad dalam tubuh umat
Islam untuk membangkitkan kembali kemuliaan Islam dan umatnya. Sejarah telah
membuktikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan gerakan
jihad. Parang Badar Al-Kubra, Fathu Makkah, Pembebasan Palestina oleh
Shalahuddin Al-Ayyubi, Perang Ain Jalut yang dapat menaklukkan tentara Mongol,
Penaklukkan Andalusia oleh pahlawan Tariq bin Ziyaad, Kemerdekaan Indonesia dll,
semuanya terjadi pada bulan Ramadhan.

Esensi dan pesan Jihad dalam Islam adalah kehidupan, kemakmuran,
pencerahan, penyatuan, pendidikan, pembangunan dan perubahan yang bermuara
pada peningkatan kualitas kehidupan dan peradaban Islam yang menebarkan rahmat
bagi alam semesta.

Dan ciri khas dari bulan Ramadhan lainnya adalah bulan kesabaran (Syahrus
Shabr), kesabaran dalam melaksanakan seluruh bentuk ketaatan dan kebaikan,
kesabaran dalam meninggalkan kemaksiatan dan kesabaran dalam menjalani ujian.
Kesabaran dalam berjamaah dan beramal jamai, kesabaran dalam berkeluarga,
mendidik anak dan bermasyarakat, kesabaran dalam menghadapi fitnah, kesabaran
dalam berukhuwah, kesabaran dalam memberi dan menerima nasehat Pembelajaran
kesabaran itu berawal dari puasa, kemudian terus meningkat sampai pada kesabaran
dalam jihad, maka sampailah pada predikat muttaqin sebagai buah dari seluruh
rangkaian ibadah Ramdahan, dan inilah hakekat dari kesuksesan yang sejati. Allah
berfirman:

”Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu
dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”
(QS Ali Imran 200).

Semoga Allah SWT menerima shiyam dan ibadah kita dan mudah-mudahan tarhib
ini dapat membangkitkan semangat amal, dakwah dan jihad kita sekalian sehingga
membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia dan seluruh dunia Islam yang lebih
baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera dengan mendapat ridha Allah.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
H 1430 Sya’ban 14 Jakarta,

5 Agustus 2009 M
DEWAN SYARI’AH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
KH. DR. H. SURAHMAN HIDAYAT, MA
KETUA

Friday, August 07, 2009

MUSIM ASAP RIAU

Sumber: http://riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&id=19939

Jum'at, 07 Agustus 2009 , 08:20:00
Sekolah di Lima Kabupaten dan Kota Diliburkan
Asap Bisa Sebabkan Mutu Generasi Penerus Anjlok

PARAH: Kondisi kabut asap di Pekanbaru yang makin parah terlihat, Kamis (6/8/2009) pagi.(mirshal/riau pos)
PEKANBARU (RP) - Dampak buruk akibat kabut asap semakin meluas. Kemarin, lima kabupaten/kota meliburkan sekolah akibat kabut asap yang semakin gawat dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan peserta didik.

Sekolah diliburkan mencegah dampak buruk bagi kesehatan generasi masa depan ini akibat mengalami ancaman ganguan kesehatan yang terus menerus. Apalagi kabut asap ini terjadi hampir setiap tahun.
Rektor Universitas Riau Prof Ashaluddin Jalil dan juga pengamat pendidikan Riau Prof Dr H Samsul Nizar MA bahkan menyimpan kekhawatiran lebih ekstrem. Kejadian menahun ini bisa membuat anjlok mutu generasi penerus Riau di masa depan. “Sudah 13 tahun kita begini,” ujarnya kepada Riau Pos, Kamis (6/8).

Libur massal yang dilakukan di Provinsi akibat kabut asap meliputi lima kabupaten/kota se-Riau, yakni Siak, Pelalawan, Pekanbaru, Indragiri Hulu, dan Bengkalis. “Anak sekolah harus diliburkan. Jangan tunggu sampai bertumbangan. Kalau sudah sangat tidak sehat, berarti itu sudah membahayakan bagi anak-anak. Jangan tunggu apa-apa lagi. Jangan lalai,” ungkap Ashaluddin.

Menurut Syamsul Nizar, jika terus berlanjut maka akan berdampak pada menurunnya mutu pendidikan di Riau, karena dengan seringnya sekolah meliburkan siswa pastinya target pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak tercapai. Oleh karena itu harus ada langkah-langkah konkrit yang segera dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi hal tersebut seperti memberikan modul pembelajaran tambahan yang dapat menjadi alter­natif bagi siswa untuk mengejar ketertinggalan pelajaran karena intensitas asap yang membuat pihak sekolah berinisiatif meli­burkan sekolah.

Di Kabupaten Siak, Dinas Pendidikan setempat mengambil kebijakan dengan meliburkan sekolah, mulai dari TK, PAUD, SD, SMP, SMA. Padahal sejak Senin-Rabu (3-5/8) lalu, khusus bagi anak-anak TK, PAUD dan SD kelas 1, 2 dan 3 sudah diliburkan. Karena kondisi asap tidak menunjukan perubahan, maka libur sekolah secara mendadak ini diperpanjang hingga Sabtu (8/8). Kali ini untuk seluruh jenjang sekolah diliburkan.

“Kita sudah membuat imbauan ke UPTD Disdik se Kabupaten Siak. Sehubungan asap semakin tebal dan tifak menguntungkan bagi kesehatan anak-anak sekolah, maka sekolah diperpanjang liburnya sampai hari Sabtu 8 Agust dan kembali ke sekolah tanggal 10 Agustus,’’ ujur Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak Drs H Arfan Usman MPd kepada Riau Pos, Kamis (6/8).

Pantauan Riau Pos kemarin, sejak pagi hingga siang kabut asap tebal menutupi Kota Siak dan jarak pandang hanya berki­sar 100-300 meter. Bahkan di daerah Merempan Hulu jarak pandang pada pagi hari hanya 5 meter, sehingga warga takut untuk melakukan aktifitas diluar rumah.

Di Kabupaten Pelalawan, Dinas Pendidikan setempat meliburkan seluruh sekolah di 11 kecamatan pada Jumat dan Sabtu (7-8/8). Keputusan ini diambil setelah mendengar masukan dari seluruh kecamatan tentang kondisi lingkungan yang memburuk akibat kabut asap. Keputusan libur ini tidak berlaku di Kecamatan Kuala Kampar, satu-satunya kecamatan yang tidak terimbas kabut asap. Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Bandrio SPs mengungkapkan, sebelum memutuskan libur telah berkonsultasi lebih dulu dengan Plt Bupati Pelalawan Rustam Effendi.

Di Pangkalankerinci, sepanjang hari kemarin jarak pandang tidak pernah melebihi 500 meter. Bahkan pada pagi hari, jarak pandang hanya berkisar antara 100 sampai 200 meter. Sekolah akan dibuka kembali Senin (10/8) depan. Namun apabila kondisi belum memungkinkan, pihaknya akan mengeluarkan pengumuman baru.

Di Kabupaten Indragiri Hulu, kabut asap yang berlangsung sejak Juli lalu mencapai kondisi terparah Kamis (6/8). Akibatnya sekolah TK, SD, dan SMA diliburkan. Di Kota Rengat, kemarin sekitar pukul 08.00 WIB, jarak pandang normal hanya mampu menembus jarak sekitar 80 meter saja.

Kepala Dinas Pendidikan Inhu H Mazuar Feri SH MM mengatakan, akibat kabut asap semakin tebal, sejumlah sekolah terpaksa diliburkan dalam batas waktu yang tidak ditetapkan. ‘’Sejumlah sekolah terpaksa diliburkan akibat kabut asap semakin tebal’’, ujarnya.

Dikatakannya, keputusan untuk libur sekolah tersebut sudah diberikan dispensasi selama dua hari ke depan. Namun seandainya kabut asap tidak kunjung berkurang, kemungkinan libur sekolah tersebut akan diperpanjang. Daerah yang sudah diliburkan sekolahnya untuk tingkat SD hingga SMA di Kecamatan Kuala Cenaku, Kecamatan Rengat dan Kecamatan Rengat Barat.


Menyikapi kondisi ini, Pemkab Inhu meminta bantuan Pemerintah Provinsi Riau untuk mengatasi Karhutla. ‘’Kita sudah melapor ke Gubernur tentang keadaan ini dan menyatakan kita tidak mampu dan kewalahan mengatasi Karhutla. Kita juga memohon bantuan pada Puskarhutla Provinsi,’’ ujar Bupati Inhu Drs H Mujtahid Thalib saat menghadiri Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (6/8).

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhu Zulfikri SH mengatakan, jika melihat ketebalan kabut asap kemarin, secara kasat mata pihaknya sudah mengategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Penerbangan SSK II Kacau
Jadwal penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Kamis (6/8) kembali kacau akibat jarak pandang terbatas. Penerbangan di sempat ditutup selama dua jam mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB. “Kondisi cuaca memang tidak baik untuk penerbangan, dan ini memaksa maskapai penerbangan untuk melakukan penundaan (delay) selama satu jam dari jadwal normal,’’ kata Air Port Duty Manager Bandara SSK II, Sudarno kepada Riau Pos, Kamis (6/8).

Penutupan ini akibat jarak hanya mencapai 300 meter pada pukul 06.00 WIB dan baru pukul 08.00 WIB baru normal. Dua penerbangan tujuan Jakarta tertunda. Yakni Mandala Airlines dengan nomor penerbangan MDL 071 yang seharusnya berangkat pukul 06.30 WIB. Setelah itu penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan LNI 393 pukul 07.00 WIB WIB juga mengalami penundaan.

Di Bandara Pinang Kampai Dumai, selama Juli 2009, setidaknya 17 kali delay dan 3 kali penerbangan dibatalkan karena kabut asap.

Keterlambatan juga menimpa helikopter yang ditumpangi Gubernur Riau HM Rusli Zainal saat menuju Teluk Kuantan, Kabupaten Kuansing untuk membuka pacu jalur. Seharusnya Gubri sudah harus mendarat di helipad di depan Kantor Bappeda Kuansing pukul 10.00 WIB dan langsung membuka kegiatan. Namun kabut asap tebal dan cuaca mendung menyebabkan Gubri mendarat pukul 12,00 WIB.

Gubri sendiri mengaku, bahwa kabut asap saat ini sudah mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, dan menghambat kedatangan wisatawan ke Riau. Permasalahan ini, sebutnya, karena Karhutla masih terjadi di Riau. Dikatakan, berbagai penanggulangan Karhutla sudah dilaksanakan Pemprov Riau dalam menanggulangi masalah Karhutla. Bukan hanya itu, dana tanggap darurat juga direalisasikan untuk penanggulangan peristiwa tahunan ini. “Masyarakat dan perusahaan saya harapkan bisa bersama penanggulangan kabut asap di Riau. Hentikan pembakaran lahan dan hutan,’’ ujarnya.

Kemarau
Musim kemarau yang terjadi di Provinsi Riau saat ini, diprediksikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru akan berlangsung hingga Oktober. Hal ini dikatakan langsung Kepala BMKG Pekanbaru Philip Mustamu kepada Riau Pos Kamis (6/8).

“Untuk Riau berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau ini akan bertahan hingga Oktober mendatang. Meskipun ada pengaruh dari badai El Nino namun tidak signifikan, sebab El Nino yang akan itu hanya bersifat sedang,’’ kata Philip menjelaskan. Sementara itu, berdasarkan monitoring satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 18 pada Kamis (6/8) pukul 13.30 WIB, terdapat sebanyak 44 titik api yang terbagi di delapan kabupaten. Kondisi ini meningkat tajam dari hari sebelumnya.

Bisa Diganjar 10 Tahun Penjara
Di bagian lain, pengamat lingkungan di Riau Dr Mubarak mengatakan, dalam menanggulangi peningkatan intensitas asap, pemerintah beserta aparat terkait dapat menerapkan Undang-undang Nomor 18 tahun 2004 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 48 berbunyi setiap orang yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan yang menyebabkan pencemaran udara dapat dikenakan sanksi paling lama 10 tahun penjara dengan denda Rp10 Miliar. Selain itu Undang-undang Nomor 41 tahun 1999 Pasal 49 juga jelas berbunyi pemegang areal lahan bertanggung jawab pada arealnya jika terjadi kebakaran hutan.(kas/rpg/ksm/bun/fat/cr9/cr1/cr6/cr8/ndi/fia)

Thursday, August 06, 2009

ISPA Meningkat 300 Persen Asap di Empat Daerah Makin Parah

sumber; http://riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&id=19871


Kamis, 06 Agustus 2009 , 08:57:00
ISPA Meningkat 300 Persen
Asap di Empat Daerah Makin Parah

TIDAK SEHAT: Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru makin parah dan di ambang kategori sangat tidak sehat, Rabu (5/8/2009).(said mufit/riau pos)
PEKANBARU (RP) - Kondisi kabut asap di Provinsi Riau semakin parah, khususnya di pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Hasil pemantauan yang dilakukan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), empat daerah mengibarkan bendera merah atau kondisi udara dinyatakan sangat tidak sehat.

Manajer Komunikasi dan Hubungan Media PT CPI Hanafi Kadir mengatakan, empat daerah yang saat ini mengibarkan bendera merah adalah Rumbai, Minas, Duri Field dan Dumai. Berdasarkan pemantauan Rabu (5/8) pukul 07.00 WIB, Pollutant Standard Index (PSI) sebesar 225. Kondisi ini menandakan kualitas udara sangat tidak sehat. Hal yang sama juga terjadi di daerah Minas dengan PSI 217. “Daerah ini juga bendera merah dan sangat tidak sehat,’’ ujarnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di Duri Field dengan PSI 256 dan Dumai dengan PSI 204. “Keempat daerah itu berdasarkan pemantauan pada pukul 07.00 WIB,’’ tuturnya.

Sementara untuk Duri Camp dikibarkan bendera kuning dengan PSI 172 dengan kualitas udara tidak sehat. Kondisi yang sama juga sempat terjadi di Pekanbaru Rabu (5/8). Data ISPU yang masuk pada pukul 15.00 WIB menyatakan kondisi udara Pekanbaru hampir mencapai pada sangat tidak sehat dengan nilai ISPU 199. Kosentrasi partikel yang dominan adalah debu (PM10) yang mencapai konsentrasi 1600 microgram/m3. “Dengan kandungan sebesar itu, tumbuhan akan terganggu melakuan fotosintesis karena tertutup debu. Begitu juga dengan manusia yang bernafas, tentu sakit karena ada partikel kasar masuk ke dalam tubuhnya,’’ ujar Kepala Laboratorium Udara Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pekanbaru Syahril.

Akibat memburuknya kualitas udara di Kota Duri kemarin, ribuan siswa SMAN 1 Mandau dan SMPN 2 Sebanga terpaksa diliburkan. Pagi itu mereka masih sempat belajar tiga jam pelajaran. Karena kondisi udara tak kunjung membaik, pihak sekolah terpaksa memulangkan siswa setelah mendapat instruksi dari Kepala UPT Dinas Pendidikan Mandau.

“Sebanyak 1.210 siswa terpaksa kita pulangkan setelah sempat belajar tiga jam pelajaran. Mereka diberi tugas untuk dikerjakan di rumah. Besok (hari ini, red) mereka tetap diminta datang. Apakah akan dipulangkan lagi, tergantung cuaca perkembangan cuaca,” ujar Irzaldi SPd Kepala SMAN 1 Mandau.

Kepala UPT Dinas Pendidikan Mandau Drs Kamaruddin MPd yang dikontak terpisah mengakui kalau pihaknya telah menginstruksikan kepada SMAN 1 Mandau dan SPMN 2 Sebanga untuk meliburkan siswanya karena kondisi kabut asap di tempat mereka terlihat membahayakan kesehatan. Mereka diminta mengganti jam pelajaran yang hilang di lain waktu. “Hanya dua sekolah itu yang minta muridnya diliburkan akibat parahnya kabut asap,” kata Kamaruddin.

ISPA Meningkat 300 Persen
Di Rumah Sakit Arifin Achmad kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut meningkat hampir 300 persen. Data yang diberikan Humas RSUD mengatakan bahwa pasien ISPA dari bulan Mei, Juni, Juli menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Di bulan Mei tercatat hanya satu orang pasien berumur 45 tahun menderita ISPA yang ditangani oleh RSUD. Juni, enam orang penderita ISPA terdiri dari tiga orang pasien berumur satu sampai lima tahun, satu pasien berumur di antara lima sampai dua puluh tahun, satu orang berumur dua puluh lima sampai empat puluh empat tahun dan satu orang lagi berumur diatas empat puluh lima tahun.

Di Bulan Juli, pasien meningkat sampai 23 orang. Pasien tersebut terdiri dari kategori umur satu sampai lima tahun yang paling banyak yaitu mencapai lima orang. Umur satu tahun ke bawah tercatat sebanyak tiga orang, umur lima sampai dua puluh tahun sebanyak tiga orang, umur dua puluh sampai empat puluh empat tahun juga tercatat sebanyak tiga orang sedangkan umur empat puluh lima tahun keatas juga ada tiga orang.

Sementara dari bulan Mei sampai Juni tidak ada pasien penyakit iritasi kulit dan iritasi mata karena kabut asap yang terca­tat di RSUD. Sementara untuk penyakit konjungtivitis, tecatat hanyak di bulan Mei saja sebanyak empat orang.

Kepala Bagian Humas RSUD Arifin Achmad, Zainal Arifin MKes mengatakan bahwa untuk penyakit akibat kabut asap ini pihaknya sudah menyediakan tempat tidur, tenaga perawatan dan obat-obat yang diperlukan.

“Kami bukan preventif yang berarti kami di rumah sakit hanya bertugas memberikan perawatan dan kami sudah seiapkan hal-hal yang diperlukan untuk perawatan,’’ ujar Zainal.

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi Riau baru menerima laporan kasus ISPA dari Dumai dan Pekanbaru saja. Dari Kota Dumai laporan ISPA yang diterima hanya sampai pada pekan ke-28 sedangkan Kota Pekanbaru hanya sampai pekan ke-26.

“Mungkin dalam mengirimkan laporan pihak kabupaten dan kota mengalami masalah yang tidak kita ketahui. Bisa saja lambatnya laporan dari Puskesmas membuat mereka belum bisa mengirimkan laporan sampai sekarang,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr Mursal Amir, kemarin.

Tapi secara keseluruhan, hingga kemarin tercatat 4.471 kasus ISPA di Provinsi Riau. Pada periode yang sama di tahun 2008, kasus ISPA hanya ratusan kasus saja. Diskes sendiri saat ini merasa kewalahan memenuhi kebutuhan masyarakat akan masker. Stok masker sebanyak 20.000 buah diperun­tukan tahun 2009 sudah habis. Sementara permintaan dari sekolah, kabupaten/kota masih memerlukan 20.000 buah masker.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Mursal Amir melalui Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Diskes Riau dr Erna Swadesi menjelaskan, kabut asap yang terjadi sekarang cukup memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia. Kabut asap yang mengandung partikel debu dan zat kimia lainnya akibat kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) ini, jelasnya, sangat cepat menyerang anak-anak balita dan orang lanjut usia.

Namun demikian, sambungnya, bukan berarti orang dewasa tidak terkenda dampak kabut asap ini. Berdasarkan data Diskes Riau, jumlah anak-anak yang terkena penyakit ISPA sebesar 50 persen, orang dewasa 20 persen, dan lanjut usia 30 persen. Dengan kata lain, saat ini perkecil kein­ginan untuk keluar rumah.

Di bagian lain, Ikatan Dokter Indonesia (IDI mengimbau semua masyarakat untuk menghindari sumber penyebab penyakit ISPA. “Jika bahaya rokok saja sudah ada kebijakan mana tempat yang boleh merokok dan mana yang tidak sementara sebagai orang yang tinggal di daerah ini, maka kita hanya bisa menghindari asap tersebut dengan tidak berada di luar rumah. Dengan demikian kami mengimbau pada masyarakat untuk tidak berada di luar rumah jika tidak ada hal yang sangat penting sekali,’’ Ketua IDI Wilayah Pekanbaru dr Nuzelli Husnedy MARS pada Riau Pos, Rabu (5/7).

Menurut Nuzelli, memang dia tidak pada domain untuk membuat keputusan agar semua masyarakat termasuk anak-anak sekolah untuk tetap berada di rumah tapi dia mengajak pada seluruh pihak untuk­bekerjasama untuk menghindari penyebab timbulnya penyakit ISPA.

Bandara Ditutup
Kabut asap ini kembali mengakibatkan Bandara Pinang Kampai Kota Dumai ditutup, Rabu (5/8). Jarak pandang yang hanya mencapai 500 meter otorotas bandara melakukan penutupan dari pagi hingga siang hari. Akibatnya dua penerbangan yang seharusnya landing terpaksa di cancel.

Bahkan karena belum ada perkembangan jarak pandang membaik dan akhirnya pihak bandara mengambil kebijakan meniadakan aktivitas penerbangan.

Yang jelas jika jarak pandang tidak mencapai 2.000 meter dengan sendirinya pihak maskapai penerbangan mengetahui, bahwa sangat berbahaya untuk melakukan pendaratan peswat secara manual, karena di bandara pinang kampai masih menggunakan system manual untuk pendaratan pesawat, maka pihak bandara tidak mau mengambil risiko jika jarak pandang tidak sampai 2.000 meter ke atas,’’ ujar Kepala Bandara Pinang Kampai Dumai Edi Sukiatnedi, Rabu (5/8).

Sementara hasil monitoring satelit National Oceanic and At­mospheric Administration (NOAA) 18, Rabu (5/8) pukul 13.30 WIB, yang dirilis stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekan­baru terdeteksi lima titik api di wilayah Riau. Kelima titik itu terpatau di Pelalawan dua titik dan Inhu tiga titik. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan sehari sebe­lumnya dengan 19 titik api. Meski menurun, namun produksi asap kemarin masih saja sama dengan sebelumnya.

Kepala BMKG Pekanbaru Philip Mustamu menyebutkan, asap yang terjadi tidak hanya produksi dari Riau saja, akan tetapi merupakan kiriman dari provinsi tetangga. Seperti dari Jambi ditemukan 12 titik, Aceh satu titik dan Sumsel lima titik. “Titik api untuk Riau memang menurun, tapi untuk produksi asap masih saja tebal seperti sebelumnya. Ini diakibatkan karena asap kiriman provinsi tetangga tetap memberikan dampak buruk terhadap cuaca Riau,’’ kata Philip kepada Riau Pos.

Selain itu juga, minimnya curah hujan yang turun dan panasnya suhu udara yang terjadi membuat penyulutan tetap terjadi bahkan masih bisa bertambah. Sementara itu, untuk hembusan angin masih bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 5 sampai 25 kilometer per jam. ‘’Meski akan ada curah hujan, namun intensitasnya ringan dan masih mungkin terjadi di wilayah Riau,’’ tambahnya.

Terkait kondisi ini, Kepala Laboratorium Udara Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pekanbaru Syahril menghimbau warga untuk berhati-hati. “Kosentrasi tidak sehat saja manusia yang sensitif mudah terkena penyakit ISPA. Apalagi dengan kondisi udara sangat tidak sehat, orang yang sehat bisa dengan mudah terserang ISPA,’’ jelasnya.

Selama 2009, angka Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau menunjukan angka cukup tinggi. Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, tercatat 3.001 titik api terpantau.

Dari jumlah tersebut, angka paling tertinggi tercatat pada 4 Juli 2009 sebanyak 141 titik api. Jumlah titik apai ini terdapat di lahan perkebunan, hutan produksi terbatas (HPT), hutan lin­dung dan lahan masyarakat.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Riau Fadrizal Labai menyebutkan, Karhutla yang terjadi memang sangat berdampak pada kehidupan masyarakat di Riau. Permasalahan ini terjadi karena, beberapa oknum masyarakat yang tidak pernah perduli dengan ekosistem yang ada disekeliling mereka.

Di tempat terpisah Kasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Said Nurjaya mengatakan, petugas Dishut Riau bersama dengan aparat kepolisian dan TNI sudah melakukan penelusuran mencari pelaku pembakaran di Riau. Petugas di lapangan juga sudah melaksanakan tugasnya melakukan pemadaman api yang terjadi sekarang ini. Hanya saja diakuinya, ada beberapa daerah yang masih terjadi karena lahan di lokasi kebakar­an gambut seperti Kabupaten Siak, Bengkalis, Pelalawan, Rohul, Rohil, dan Kabupaten Kampar. Kemudian daerah lainnya, Kota Pekanbaru dan Dumai.

Perusahaan Diminta Jaga Kawasan Hutan dan Lahan
Menyikapi kondisi ini, Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal melalui Kepala Biro Humas Sekdaprov Riau Zulkarnain Kadir mengatakan, kabut asap yang ada di Riau juga berasal dari daerah tetangga seperti Jambi.

Gubri mengaku sangat prihatin dengan kondisi kabut asap yang terus melanda Bumi Lancang Kuning.
Kebakaran lahan yang dilakukan baik secara sengaja atau bersifat alami, menurut dia, perlu mendapatkan perhatian serius oleh masyarakat Riau.

‘’Kabut asap ini merupakan kiriman dari luar daerah. Namun begitu, memang ada lahan yang terbakar di Riau. Tapi, luas lahan yang terbakar tidak begitu luas,’’ ujarnya kepada Riau Pos, kemarin.

Namun demikian, permasalahan kabut asap ini tetap menjadi perhatian serius seluruh instansi terkait di daerah. Pusat Penanggulangan Kebakaran Lahan dan Hutan (Pusdakarhutla) Riau, sebutnya, sudah diturunkan memadamkan lahan yang masih terbakar.

Gubri juga mengingatkan kepada perusahaan yang memiliki kawasan hutan dan lahan untuk tetap mengawasinya. Jangan sampai terjadi kebakaran. Langkah ini, menurut dia lagi, harus dilaksanakan sedemikian rupa.

Bukan hanya itu, Gubri meminta, perusahaan juga memperhatikan daerah operasional mereka. Bila terjadi kebakaran hendaknya bisa melakukan pemadaman secara bersama dengan pemerintah.

‘’Dana penanggulangan Karhutla memang ada. Tapi saya lupa jumlah pastinya. Dana ini ada di BLH dan Dishut Riau. Saya rasa sudah dipergunakan. Dua instansi ini harus jelilah melihat situasi sekarang,’’ ujarnya.

Langkah Konkrit Atasi Asap
Menyikapi kondisi kabut asap yang terjadi saat ini, kalangan DPRD Riau meminta tindakan kongkrit yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau maupun pemerintah kabupaten/kota. Hal ini dikemukakan Ketua Komisi D DPRD Riau Ir Fendri Jaswir kepada Riau Pos, kemarin.

Pemprov, katanya, bisa memberikan tindakan kongkrit dengan melakukan pemadaman kebakaran dengan mengintruksikan mulai jajaran Pemprov Riau, bupati/wali kota hingga desa-desa.

‘’Seharusnya sudah ada tindakan kongrit dalam menanggulangi kabut asap ini dengan berkoordinasi secara tegas antara Pemprov dan jajarannya dengan bupati/wali kota hingga ke desa-desa. Tapi seolah-olah, persoalan ini dianggap biasa dengan dibiarkan padahal dampaknya sangat luar biasa sampai sampai pendidikan dili­burkan. Pengaduan masyarakat baik secara langsung, telepon selu­ler maupun facebook, juga banyak disampaikan,’’ terangnya.

Anggota DPRD Riau lainnya, Syamsul Hidayah Kahar juga meminta agar diambil tindakan yang lebih kongkrit dalam menanggu­langi kabut asap. Kebakaran hutan dan lahan secara luas, menur­utnya tidak akan mungkin dilakukan oleh masyarakat sehingga bisa diindikasikan dilakukan oleh perusahaan. Pemerintah katanya bisa mengumpulkan perusahaan di bidang perkebunan dan meminta kembali komitmen mereka.

‘’Kebakaran hutan dan lahan sudah menjadi-jadi dan ini tidak mungkin dilakukan oleh masyarakat. Lahan dibakar seluas itu, tentunya diorganisir secara besar,’’ terang anggota Komisi B ini.

Anggota C DPRD Riau, Syafruddin Saan menyebutkan hal yang tidak jauh berbeda. Ia menilai, karena sudah menjadi musibah yang selalu terjadi setiap tahun, seharusnya sudah ada tindakan meminimalisir, bukan malah makin menjadi-jadi.

‘’Sudah selalu terjadi, seharusnya sudah banyak diambil pelajaran. Tapi sampai sekarang kan upaya selalu tidak berhasil. SDM kan bisa diciptakan dan dilatih dan dianggarkan melalui anggaran pemerintah,’’ tuturnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi meminta aparat penegak hukum agar tegas terhadap pembakar lahan. Ia menilai penegak hukum selama ini kurang tegas, terhadap kasus pembakaran lahan yang marak terjadi di Pekanbaru. “Kan bisa di panggil pemilik lahannya. Siapa saja yang mempunyai lahan tersebut, apakah dia perusahaan atau perorangan. Aparat penegak hukum kurang tegas selama ini,’’ terang Ayat Cahyadi.

Ayat mengatakan walaupun Pekanbaru, tidak mempunyai hutan. Namun kebakaran lahan yang terjadi di Pekanbaru turut bersumbang­sih terhadap buruknya kualitas udara Pekanbaru. Ia juga merisaukan efek yang terjadi akibat kabut asap yang melanda. Diakuinya, saat ini tak terasa efeknya, namun dalam jangka panjang akan terasa efeknya. Terlebih anak-anak yang berpotensi terserang berbagai penyakit akibat asap.

“Berapa banyak kerugian yang diakibatkan asap ini. Tak hanya biaya pengobatan akibat ISPA tetapi juga kerugian akan kesehatan,’’ tambahnya.

Wako Panggil Diskes dan BLH
Di bagian lain, Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah memanggil Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Plt Kadiskes, kemarin. Dalam kesempatan tersebut Herman Abdullah mendesak BLH dan Diskes mengambil kebijakan secepatnya terkait kasus asap yang sudah masuk kategori tidak sehat.

“Saya sudah meminta BLH dan Diskes melakukan kajian, jika udara tak sehat selama dua hari ini, maka wajib sekolah diliburkan. Tapi mereka janji akan mengkaji dulu, sebab saat sekarang kasus asap di Pekanbaru belum KLB,’’ ucap Herman Abdullah.

Dari pertemuan itu juga disepakati seluruh petugas penyapu jalan atau pembersih taman wajib memakai masker. “Baga­imana caranya dapatkan masker itu terserah mereka. Yang jelas saya sudah instruksikan kepada DKP agar mereka menyediakan 1.000 masker untuk penyapu jalan,’’ ucap Herman Abdullah.

Plt Kadiskes dr Rini Hermiyati mengatakan, untuk saat sekarang kadar udara tidak sehat. “Jadi bukan sangat tak sehat. Karena ISPU baru menunjukan angka dibawah 200. Jadi bukan KLB, saat sekarang hanya tak dibenarkan saja beraktifitas di luar rumah atau diluar kelas bagi anak sekolah,’’ ucapnya.

Kepala BLH Kota Pekanbaru Ir Dedi Gusriadi mengatakan, ISPU baru menunjukan angka 152, jadi masih dalam tahap tak sehat. ‘’Jadi bukan sangat tak sehat,’’ kata Dedi Gusriadi.

Soal kekurangan masker, menurut Dedi, sudah tertutupi dengan disuplai 1.200 masker dari BLH ke Diskes. ‘’Jika kekurangan maka tak menutup kemungkinan maka dilakukan permintaan melalui anggaran tak terduga sebesar Rp1 miliar tersebut,’’ ucapnya.

Soal anggaran tak terduga itu, Kabag Keuangan Kota Pekanbaru Dasrizal mengungkapkan sampai sekarang belum terpakai sedikitpun. ‘’Tapi jika dalam keadaan sekarang ada mengusulkan meminta anggaran itu terutama untuk pencegahan asap, tentu bisa dikeluarkan atau dicairkan. Hanya saja sampai sekarang belum ada Satker mengajukan anggaran untuk itu,’’ ucapnya.

Sementara Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru memberika kebebasan ke setiap sekolah untuk meliburkan aktivitas belajar dan mengajar terkait kabut asap. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Yuzamri Yakub melalui Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Syafrudin Ak mengatakan, hal itu dilakukan dengan catatan daerah tersebut berada di daerah yang kabut asapnya tebal seperti Rumbai.(gem/cr1/cr2/hpz/cr3/esi/sda/cr9/zar/fia)